Beranda blog Halaman 199

Banyak Menu MBG Dinilai Tidak Memenuhi Standar Pemenuhan Gizi

Selong (globalfmlombok.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu fokus nasional dalam penurunan stunting mendapat kritik tajam dari ahli gizi, dr. Tan Shot Yen. Kritik tersebut disampaikan dalam Talkshow “Pangan Lokal, Gizi Optimal, Sehat dari Bumi” yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (27/1/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional ke-66.

Di tengah dukungan pemerintah terhadap program MBG, dr. Tan Shot Yen melontarkan kritik terhadap implementasinya di lapangan. Ia menyoroti menu yang dinilai tidak sehat dan jauh dari prinsip pangan lokal.

“Menu seperti burger, spageti, dan bakmi yang dijadikan rujukan di banyak daerah, termasuk Papua, adalah ultra-processed food. Ini tinggi terigu dan mengabaikan kekayaan lokal,” tegasnya.

Dokter Tan menekankan, idealnya 80 persen menu harus berbasis bahan lokal, seperti ikan kuah asam atau kapurung. Ia juga mengkritik praktik kastanisasi atau perbedaan kualitas bahan antara pusat dan daerah, serta keamanan pangan yang kerap diabaikan.

“Suhu makanan sering di bawah 60 derajat, berisiko memicu bakteri. Penyimpanan wadah juga serampangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan kompetensi pengelola program. “Jangan sampai pengelolaan gizi diserahkan pada tenaga yang kurang tepat atau hanya melalui pelatihan singkat. Perlu ahli gizi yang kompeten,” ujar dr. Tan.

Ia merekomendasikan penguatan pengawasan dengan melibatkan Puskesmas/Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) serta transparansi dapur penyelenggara

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang membuka acara, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemda Lotim, Lombok Utara, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dan Wahana Visi Indonesia. Ia menegaskan komitmen pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi NGO untuk bersama menangani isu gizi dan stunting.

“Pemerintah Daerah, melalui Bappeda, terbuka untuk kerja sama dalam menangani permasalahan sosial, termasuk stunting,” ujarnya.

Wabup juga menyoroti peran krusial Persagi dalam membekali ahli gizi untuk menyasar kelompok rentan (Bumil, Busui, dan Balita). Saat ini, dari 213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lotim, sebanyak 171 unit telah beroperasi. Data stunting Lotim menunjukkan angka 22,39 persen per Desember 2025, dengan penambahan 545 kasus baru (0,8 persen) pada Januari 2026.

Manager Wahana Visi Indonesia, Sidik Lando, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema talkshow sengaja mengajak semua pihak memaksimalkan pangan lokal untuk mencegah stunting. “Lombok memiliki kekayaan SDA melimpah yang bisa dimanfaatkan. Sehat dimulai dari diri kita, sehat dari bumi kita,” kata Sidik. Ia mengapresiasi sinergi antar wilayah dan peran aktif kader kesehatan.

Talkshow yang menghadirkan narasumber dari Persagi NTB, Dinas Kesehatan Lotim, Lombok Utara, dan Wahana Visi Indonesia ini diharapkan memperkuat komitmen kolektif. Pesan utamanya percepatan penurunan stunting memerlukan pemanfaatan pangan lokal secara optimal dan kolaborasi lintas sektor yang inklusif, dengan mengedepankan prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan. (rus)

Belajar dari Gempa Lombok, DPR Dorong Penanganan Bencana Agar Lebih Cermat

Mataram (globalfmlombok.com)-

Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Abdul Hadi, menekankan pentingnya penanganan bencana yang terkoordinasi, cermat, dan tepat sasaran di tengah maraknya bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Abdul Hadi dalam rapat kerja terkait penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bersama mitra kerja Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Abdul Hadi mengatakan, pengalaman penanganan gempa Lombok pada 2018 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai, hingga kini masih terdapat warga terdampak gempa Lombok yang belum sepenuhnya mendapatkan penanganan yang layak, meskipun rentang waktu sejak bencana tersebut cukup lama.

“Kita mengambil pelajaran dari gempa Lombok 2018. Sampai sekarang masih ada masyarakat yang belum mendapatkan penanganan secara tuntas,”ujar Abdul Hadi.

Menurut dia, saat ini pemerintah dan DPR tengah memfokuskan penanganan bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus tersebut diharapkan membuat proses penanganan lebih terkoordinasi, cermat, dan tepat dalam penyelesaian masalah di lapangan.

Namun demikian, Abdul Hadi mengingatkan bahwa bencana juga terjadi di daerah lain, termasuk di NTB. Ia menyoroti persoalan abrasi pantai di sejumlah wilayah serta bencana banjir yang terjadi di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kondisi tersebut, menurut Abdul Hadi, berpotensi membuat sumber daya penanganan bencana tersebar di banyak titik. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya pengelolaan sumber daya yang matang agar tidak ada masyarakat terdampak bencana yang terabaikan.

“Bagaimana kita menyelesaikan bencana di Sumatera juga menjadi catatan penting. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru terlalaikan karena keterbatasan atau penyebaran sumber daya,” ujarnya.

Abdul Hadi berharap, koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat diperkuat agar penanganan pascabencana berjalan lebih efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.(ris)

Kasus TPPU Lahan MXGP Samota, Kejati NTB Libatkan PPATK

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pengusutan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus pembelian lahan untuk sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Sumbawa.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB, Muh Zulkifli Said, Selasa (27/1/2026) membenarkan adanya kerja sama dengan PPATK tersebut.

“Iya, betul, ada kegiatan pemeriksaan PPATK di kasus pengadaan lahan MXGP Samota di Kejati NTB hari ini,” katanya.

Selain adanya pemeriksaan oleh PPATK, Zulkifli juga menyebutkan adanya pemeriksaan kembali terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi pembelian lahan seluas 70 hektare tersebut. “Ya (ada pemeriksaan kembali kepada dua tersangka, SBHN dan MJ,” sebutnya.

Sebelumnya dalam pengusutan dugaan TPPU itu, Kejati NTB juga telah memeriksa tiga orang, yang salah satunya merupakan ajudan dari tersangka SBHN.

Pengusutan dugaan TPPU ini berangkat dari penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian lahan untuk ajang balap internasional itu. Zulkifli mengaku dalam pengusutan TPPU ini pihaknya memerlukan perhatian khusus. Kasus ini di tangan Kejati NTB telah berada di tahap penyidikan.

Dua Tersangka Kasus Lahan Samota

Sebelumnya pada perkara dugaan korupsi pengadaan lahan MXGP Samota, Kejati NTB telah menetapkan dua tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah Mantan Kepala Badan dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa, berinisial SBHN yang saat ini menjabat Kepala BPN Loteng. Serta tim penilai atau appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnain berinisial MJ.

Kepada kedua tersangka, penyidik Kejati NTB menyangkakan Pasal 603 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo. pasal 20 huruf C dan Pasal 604 jo. 20 huruf C Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kedua tersangka kini menjalani penahanan di Lapas Kelas IIA Lombok Barat.

Sebelum menetapkan dua tersangka, sebelumnya jaksa telah memeriksa sekitar 50 orang saksi. Termasuk dalam 50 saksi tersebut salah satunya Mantan Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan alias Ali BD.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa membeli lahan untuk kebutuhan sirkuit MXGP Samota itu pada tahun 2022-2023. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp52 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di masa Kepala Kejati NTB Enen Saribanon, penyidik sudah menemukan unsur perbuatan pidana korupsi yang mengarah pada dugaan penggelembungan harga beli lahan dan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat daerah.

Selain dugaan adanya mark up atau penggelembungan harga dalam proses pembelian tanah, diduga juga ada praktik dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam prosedurnya. (mit)

Bulog NTB Tegaskan Siap Hadapi Kebutuhan Puasa dan Lebaran

0

Mataram (globalfmlombok.com) — Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pokok di masyarakat pada saat puasa, lebaran Idul Fitri 1447H sebentar lagi.

Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P Sukmaadijaya di Mataram, Selasa, 27 Januari 2026 mengatakan, Bulog saat ini berada dalam kondisi sangat siap baik dari sisi stok maupun pengamanan distribusi di lapangan.

“Secara prinsip Bulog siap melakukan pengamanan harga, pengamanan stok, dan pengamanan komoditas di lapangan dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional,” ujar Rizal.

Rizal mengungkapkan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog NTB saat ini mencapai 151 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB dalam jangka panjang.

“Ketahanan stok kita sampai 11 bulan ke depan. Sementara minimum stok requirement yang harus ada di gudang Bulog itu hanya tiga bulan. Jadi dengan kondisi ini, saya rasa sangat-sangat aman untuk menghadapi HBKN,” jelasnya.

Selain beras, Bulog NTB juga tengah menjalankan penugasan pemerintah dalam mendistribusikan minyak goreng rakyat sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga di pasaran.

“Saat ini penugasan utama pemerintah kepada Bulog memang untuk pengamanan beras dan minyak goreng. Kami diminta melakukan stabilisasi harga minyak goreng di masyarakat,” tambah Rizal.

Meski demikian, Bulog NTB menegaskan siap apabila pemerintah memberikan penugasan tambahan untuk komoditas pangan lainnya.

“Secara prinsip Bulog siap terhadap seluruh komoditi yang ditugaskan pemerintah. Tidak menutup kemungkinan juga komoditi seperti gula, terigu, dan pangan pokok lainnya bisa digunakan untuk pengamanan pasar,” katanya.

Menjawab permintaan masyarakat terkait pelaksanaan operasi pasar hingga ke tingkat desa, Rizal menjelaskan bahwa Bulog memiliki mekanisme dan prosedur yang jelas.

“Bulog mendekati titik-titik keramaian yang memungkinkan dilakukan operasi pasar. Masyarakat bisa mengajukan permohonan ke Bulog dan ke Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota setempat,” jelasnya.

Permohonan tersebut selanjutnya akan dijadwalkan oleh dinas terkait, dan Bulog akan turun langsung ke lokasi yang telah disepakati.

Dengan kesiapan stok, distribusi, serta koordinasi lintas instansi, Bulog NTB optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani hari besar keagamaan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok. (bul)

Empat Hari Tak Terangkut, Tumpukan Sampah Ganggu Aktivitas Pedagang Pasar Karang Jasi

Mataram (suarantb.com) – Tumpukan sampah yang tidak terangkut selama empat hari di depan Pasar Tradisional Karang Jasi, Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Ampenan, dikeluhkan pedagang dan masyarakat. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli, arus lalu lintas, serta berdampak pada penurunan pendapatan pedagang.

Pantauan Suara NTB pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter tampak menggunung di sepanjang depan Pasar Karang Jasi. Pada beberapa titik, sampah bahkan menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan dan memicu kemacetan.

Seorang pedagang tempe, Sariin, mengatakan tumpukan sampah di depan lapak dagangannya telah terjadi sejak empat hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas berjualan terganggu meski pedagang rutin membayar iuran kebersihan.

“Bagaimana kami mau jualan? Sampah sudah empat hari tidak diangkut. Padahal kami bayar iuran kebersihan, tapi seolah tidak ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini tidak seperti biasanya. Sampah yang umumnya diangkut setiap hari kini dibiarkan menumpuk, bercampur air, menimbulkan bau menyengat, dan merusak pemandangan. Dampaknya, jumlah pembeli menurun drastis.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Fia. Ia menyebut bau tak sedap dari tumpukan sampah membuat pedagang dan pembeli merasa tidak nyaman. Bahkan, sejumlah pedagang memilih tidak berjualan karena area lapak dipenuhi sampah.

“Pedagang baju, sayur, sampai daging ada yang tidak keluar jualan karena sampah menumpuk di depan,” katanya.

Sementara itu, pedagang ikan, Wati, mengaku beberapa kali mendapati ulat keluar dari tumpukan sampah dan mendekati lapak jualannya yang berjarak sangat dekat. Kondisi tersebut membuatnya khawatir terhadap kebersihan dagangan.

“Kadang ulatnya sampai nempel di kaki. Untung tidak masuk ke baskom ikan,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menangani persoalan tersebut agar aktivitas perdagangan dan lalu lintas di sekitar Pasar Karang Jasi kembali normal.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H. Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, tumpukan sampah terjadi akibat armada truk pengangkut mengalami kerusakan. Selain itu, operator kebersihan tidak segera melaporkan kendala tersebut sehingga penanganan terlambat.

“Truk mengalami kerusakan dan operator tidak melapor. Hari ini langsung kami tangani dan sampah sudah diangkut,” katanya.

DLH Kota Mataram memastikan pengangkutan sampah di Pasar Karang Jasi kembali berjalan normal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sampah Menumpuk Empat Hari, Aktivitas Pedagang di Pasar Karang Jasi Terganggu “

Disdukcapil Mataram Siapkan Layanan Adminduk Keliling bagi Korban Bencana

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyiapkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) keliling bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi, seperti gelombang pasang dan banjir rob di Lingkungan Bugis dan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, serta wilayah terdampak lainnya di Kota Mataram.

Kepala Disdukcapil Kota Mataram, Drs. H. Mansur, mengatakan pola pelayanan adminduk bagi korban bencana akan dilakukan dengan sistem jemput bola, yakni petugas datang langsung ke rumah-rumah warga terdampak.

“Kami targetkan mulai akhir pekan ini sudah turun ke lapangan untuk melayani masyarakat terdampak,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, jumlah warga yang terdampak bencana hidrometeorologi pada pekan lalu mencapai sekitar 1.000 jiwa. Bencana tersebut meliputi gelombang pasang, banjir rob, angin puting beliung, pohon tumbang, serta banjir akibat luapan Sungai Jangkuk.

Mansur menjelaskan, warga terdampak sebagian besar berada di kawasan kampung nelayan Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Selain itu, dampak bencana juga dirasakan warga di Kecamatan Selaparang, khususnya di Kelurahan Dasan Agung dan Sayang-Sayang. Berdasarkan laporan yang diterima, cukup banyak warga kehilangan dokumen kependudukan akibat bencana.

“Terkait itu, kami sedang mempersiapkan layanan penerbitan dokumen kependudukan dan terus berkoordinasi dengan aparat kelurahan serta kepala lingkungan setempat,” katanya.

Ia menambahkan, mekanisme pelayanan adminduk bagi korban bencana kali ini mengacu pada pola pelayanan saat banjir akibat luapan Kali Ancar pada 1 Juli 2025 lalu.

“Sistemnya sama seperti layanan bencana banjir sebelumnya. Petugas langsung turun ke lokasi,” jelas Mansur.

Layanan adminduk keliling tersebut diberikan secara gratis dengan menggunakan mobil layanan Disdukcapil Kota Mataram. Petugas akan melayani penerbitan berbagai dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta dokumen kependudukan lainnya.

“Jika tidak ada kendala, dokumen kependudukan korban bencana bisa langsung selesai di tempat,” ujarnya.

Selain melayani korban bencana hidrometeorologi, Mansur menegaskan layanan adminduk keliling tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan pengurusan dokumen kependudukan.

“Tidak hanya untuk korban bencana, masyarakat lainnya juga dipersilakan memanfaatkan layanan ini,” pungkasnya. (pan)

Motif Sakit Hati Diduga Picu Pembakaran Ibu Kandung di Sekotong

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat menangkap seorang pria berinisial BP (33) yang diduga membunuh dan membakar jenazah ibu kandungnya di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan, korban berinisial YRA (66) merupakan ibu kandung dari terduga pelaku. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026).

“Motif sementara diduga karena sakit hati. Pelaku sempat meminta uang kepada korban sebesar Rp39 juta untuk membayar utang, namun tidak dipenuhi,” kata Kholid dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Selasa (27/1/2026).

Kholid menjelaskan, aksi pembunuhan dilakukan saat korban tengah tertidur pulas di rumahnya. BP diduga melilitkan tali ke leher korban hingga korban meninggal dunia.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku membungkus jenazah dengan kain sprei dan memasukkannya ke dalam sebuah mobil Toyota Innova putih. Pelaku kemudian membawa jenazah tersebut menuju wilayah Sekotong.

Dalam perjalanan, pelaku sempat berhenti di Simpang Tiga Lembar untuk membeli bahan bakar minyak. Setibanya di Dusun Batu Leong dan melihat kondisi sekitar yang sepi, pelaku memarkir kendaraan, menurunkan jenazah korban, lalu menyiramnya dengan bahan bakar dan membakarnya.

“Sekitar satu jam setelah kejadian, pelaku meninggalkan lokasi setelah merasa jenazah korban telah hangus terbakar,” ujar Kholid.

Atas perbuatannya, BP dijerat Pasal 459 KUHP juncto Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di rumah tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda NTB bersama sejumlah barang bukti. Sebelumnya, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda NTB menangkap BP di rumahnya di kawasan Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram, Senin (25/1/2026). (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sakit Hati Tak Diberi Uang, Penyebab Terduga Pelaku Bakar Ibu Kandung di Sekotong “

Politisi NTB Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR RI

Mataram (globalfmlombok.com) – Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok, Hj. Sari Yuliati, namanya makin berkibar di panggung politik nasional. Dalam Rapat Paripurna ke-12 DPR masa persidangan III pada Selasa 27 Januari 2026, resmi menetapkan Sari Yuliati menjadi Wakil Ketua DPR RI.

Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa yang memimpin Rapat Paripurna mengatakan, pimpinan DPR telah menerima surat dari Partai Golkar terkait Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPR Fraksi Golkar, yakni Sari Yuliati diusulkan jadi Wakil Ketua DPR menggantikan Adies Kadir yang diusulkan sebagai Hakim MK.

“Dengan telah disetujuinya Saudara Adies Kadir sebagai calon Hakim Konstitusi usulan lembaga DPR, dapat kami informasikan bahwa pimpinan Dewan telah menerima surat dari DPP Partai Golkar Nomor: B/934/DPP/GOLKAR/2026 tanggal 26 Januari 2026, perihal pergantian antar waktu pimpinan DPR RI dari Partai Golkar sisa masa jabatan 2024-2029,” kata Saan.

Usai agenda rapat paripurna dilaksanakan, DPR lalu menggelar penetapan untuk Sari Yuliati sebagai pimpinan DPR sisa masa jabatan 2024-2029. Kemudian selanjutnya pengambilan sumpah dilakukan dengan dipandu oleh Saan Mustopa.

“Sidang Dewan yang terhormat terhadap saudari Sari Yuliati nomor anggota A 341 dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI. Apakah dapat disetujui?” tanya Saan yang disetujui oleh anggota DPR yang hadir.

Selanjutnya, Sari Yuliati dilantik menjadi Wakil Ketua DPR dipandu Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto. Sari membacakan sumpah jabatan sebagai Wakil Ketua DPR.

Diketahui Sari Yuliati merupakan anggota DPR RI dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok asal partai Golkar. Karier politik Sari cukup mentereng setelah dia menduduki posisi Bendahara Umum DPP Partai Golkar. (ndi)

Telkomsel Perkuat Layanan Konvergensi Lewat Telkomsel One

Denpasar (globalfmlombok.com) –

Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi melalui Telkomsel One, layanan konvergensi yang menggabungkan konektivitas internet rumah IndiHome dan layanan mobile Telkomsel dalam satu solusi terpadu.

Telkomsel One dirancang untuk memberikan pengalaman broadband yang seamless, baik saat berada di rumah maupun ketika beraktivitas di luar. Dengan mengombinasikan layanan fixed broadband dan mobile broadband, pelanggan dapat menikmati koneksi internet yang lebih stabil, fleksibel, dan optimal tanpa terikat pada satu teknologi jaringan tertentu.

General Manager Household Consumer Business Region Bali Nusra, Ricky Erickson Panggabean, mengatakan Telkomsel One merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjawab kebutuhan konektivitas digital pelanggan yang semakin dinamis.

“Telkomsel One merupakan layanan konvergensi yang menggabungkan keunggulan internet rumah dan mobile Telkomsel dalam satu solusi. Melalui layanan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman broadband yang lebih seamless dan nyaman, sehingga pelanggan dapat menikmati konektivitas terbaik kapan pun dan di mana pun,” ujar Ricky.

Melalui Telkomsel One, pelanggan dapat mengelola kebutuhan konektivitas rumah dan mobile dalam satu ekosistem layanan Telkomsel yang terintegrasi. Layanan ini juga menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain satu tagihan terpadu (One Bill), akses layanan melalui satu aplikasi (One App), layanan pelanggan satu pintu di GraPARI (One Touch Point), serta solusi menyeluruh untuk kebutuhan internet dan hiburan (One Solution).

Telkomsel menawarkan paket internet rumah mulai dari kecepatan 20 Mbps yang dilengkapi kuota keluarga, kuota internet, layanan telepon dan SMS ke sesama anggota, hingga telepon ke seluruh operator.

Untuk wilayah Bali, paket Telkomsel One dibanderol Rp200.000 per bulan, sementara untuk Lombok sebesar Rp210.000 per bulan. Paket ini mencakup internet rumah berkecepatan 20 Mbps, kuota keluarga 30 GB, layanan telepon dan SMS ke sesama anggota, serta telepon ke seluruh operator, dengan biaya pemasangan baru sebesar Rp150.000.

Sementara itu, untuk wilayah Sumbawa dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Telkomsel menyediakan paket seharga Rp310.000 per bulan dengan kecepatan internet hingga 75 Mbps, kuota keluarga 30 GB, serta layanan telepon dan SMS gratis ke sesama anggota. Biaya pemasangan baru juga ditetapkan sebesar Rp150.000.

Pendaftaran Telkomsel One dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi MyTelkomsel atau situs resmi Telkomsel, serta secara langsung di GraPARI terdekat. Setelah data terverifikasi, pelanggan akan memperoleh kartu SIM Telkomsel secara gratis yang diserahkan saat proses instalasi. Informasi dan layanan pelanggan juga dapat diakses melalui Call Center 188.

Melalui Telkomsel One, Telkomsel berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan menghadirkan pengalaman broadband yang lebih terintegrasi, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan digital masyarakat Indonesia.(r)

Terduga Pelaku Pembakaran Mayat di Sekotong Diamankan Polisi

Mataram (globalfmlombok.com) – Aparat kepolisian menangkap terduga pelaku dugaan pembunuhan yang disertai pembakaran mayat di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Penangkapan dilakukan pada Senin malam (26/1/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Arisandi, membenarkan penangkapan tersebut. “Iya, sudah kami amankan,” ujar Arisandi saat dikonfirmasi.

Terduga pelaku diamankan tim Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTB di kediamannya di kawasan Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram. Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepatu dan telepon genggam milik terduga pelaku.

Arisandi menyebutkan, hasil penyelidikan sementara mengindikasikan adanya hubungan keluarga antara terduga pelaku dan korban. “Mengarah ke sana,” katanya. Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku diduga merupakan anak kandung korban.

Meski demikian, kepolisian masih mendalami motif serta memastikan hubungan keduanya melalui pemeriksaan lanjutan. “Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif dan kronologi secara utuh,” ujar Arisandi.

Sebelumnya, warga Dusun Batu Leong dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat dalam kondisi hangus terbakar di lahan kosong pada Minggu sore (25/1/2026). Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga yang melintas di lokasi dan mencium bau menyengat.

Polres Lombok Barat kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut antara lain tumpukan sampah di sekitar korban, bekas plastik pengiriman paket, satu botol air mineral berisi sisa cairan berwarna hijau yang diduga bahan bakar jenis pertalite, serta seutas tali nilon yang ditemukan tepat di bawah tubuh korban.

“Keberadaan botol bahan bakar dan tali nilon ini menjadi fokus penyelidikan untuk menentukan apakah korban merupakan korban pembunuhan yang kemudian dibakar guna menghilangkan jejak atau terdapat motif lain,” ujar Eka. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Mayat di Sekotong “