Beranda blog Halaman 183

Inspektorat Evaluasi Penyaluran BTT Rp16 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) — Penyaluran Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar untuk penanganan kedaruratan bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini belum direalisasikan. Padahal, pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 19 Januari 2026.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmad Yani, mengatakan pencairan BTT harus melalui kajian terlebih dahulu. “Reviu di sanalah baru kami bisa mengetahui anggaran-anggaran yang akan digunakan untuk infrastruktur. Setelah selesai dilakukan review, Insya Allah minggu ini sudah tuntas, sehingga kami bisa segera duduk dengan BKAD untuk melihat kondisi keuangan yang ada,” ujarnya, Kamis (5/2).

Ahmad menyadari keterlambatan pencairan BTT berdampak pada pelayanan publik, khususnya akibat rusaknya jalan dan jembatan. Namun, pihaknya menegaskan tetap tunduk pada aturan perundang-undangan untuk menghindari kesalahan administrasi maupun hukum.

“BTT ini harus ekstra hati-hati. Ada pengawasan dari APH, LPKP, dan lembaga pengawas lainnya. Prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran tetap menjadi prioritas,” kata Ahmad.

Berdasarkan kajian BPBD, bencana yang melanda NTB selama satu bulan menyebabkan kerusakan infrastruktur senilai lebih dari Rp10 miliar. Kajian ini telah direviu Inspektorat, dan penyaluran bantuan baru dapat dilakukan setelah proses selesai. Pemprov juga menyesuaikan penyaluran dengan kondisi anggaran.

Angka Rp10 miliar belum termasuk penanganan rumah rusak yang mencapai lebih dari 400 unit. Penanganan rumah warga terdampak bencana tidak termasuk penanganan darurat, melainkan masuk dalam penanganan pasca bencana yang dialokasikan melalui APBD murni.

“APBD murni artinya reguler. Kalau kita masuk ke situ, rumah warga masuk di Perkim, PU, itu ranahnya di sana,” jelas Ahmad.

Saat ini, enam kabupaten/kota di NTB masuk kategori tanggap darurat bencana. Daerah-daerah tersebut menjadi dasar penetapan perlakuan anggaran BTT, termasuk untuk kegiatan Anggaran Penanganan Tanggap Darurat (APTT).

Kondisi tanggap darurat mencakup berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari evakuasi, penyaluran logistik, penanganan pengungsi, hingga perbaikan infrastruktur terdampak bencana. Namun, BPBD menegaskan penanganan infrastruktur harus memiliki dasar hukum berupa SK tanggap darurat yang melegalkan penggunaan BTT.

“Penanganan infrastruktur tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada kajian yang tepat, tidak boleh salah,” kata Ahmad.

Beberapa lokasi yang diusulkan untuk penanganan infrastruktur antara lain Jalan Paradu di Kabupaten Bima; beberapa titik di Kabupaten Sumbawa seperti Moyo Hilir, Batu Bangka, dan Pelampang Bawa; serta Lunyuk. Di Pulau Lombok, usulan meliputi jembatan di Lombok Timur, Lombok Tengah, kawasan Sekotong di Lombok Barat, dan Jembatan Selong Belanak. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Penyaluran BTT Rp16 Miliar Masih Dievaluasi Inspektorat “

Oknum Pimpinan Yayasan Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Pencabulan

Mataram (globalfmlombok.com)— Seorang oknum pimpinan yayasan pondok pesantren (ponpes) di Gunung Sari, Lombok Barat, berinisial AF divonis 16 tahun penjara atas kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap para santriwati di ponpes tersebut.

Humas Pengadilan Negeri Mataram, Kelik Trimargo, Jumat (6/2/2026) membenarkan vonis terhadap AF. “Betul yang bersangkutan divonis 16 tahun penjara, sesuai dengan data di laman SIPP PN Mataram,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari laman sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Mataram, AF divonis dari dua perkara terpisah, yakni 9 tahun penjara atas persetubuhan dan 7 tahun penjara atas pencabulan. Selain pidana penjara, AF juga dibebankan membayar denda Rp20 juta subsider 10 hari kurungan untuk kasus persetubuhan, serta denda Rp10 juta subsider 3 bulan penjara untuk kasus pencabulan.

Selain itu, terdakwa diwajibkan membayar ganti rugi atau restitusi kepada para korban dengan total Rp640 juta. Jika ganti rugi tidak dibayarkan, maka dapat diganti dengan pidana penjara satu tahun.

“Terduga dengan sengaja melakukan tipu muslihat membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya, yang dilakukan oleh pendidik, menimbulkan korban lebih dari satu orang, mengakibatkan luka berat dan gangguan jiwa,” bunyi amar putusan yang tercantum di laman SIPP.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum, yang sebelumnya menuntut AF 10 tahun penjara dan denda Rp10 juta subsider enam bulan kurungan untuk kasus persetubuhan, serta delapan tahun penjara dan denda Rp10 juta subsider enam bulan kurungan untuk kasus pencabulan.

Jaksa menjerat AF dengan Pasal 81 ayat (1), (3), dan (5) jo. Pasal 76D, serta Pasal 82 ayat (1), (2), dan (4) jo. Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Kasus ini ditangani sejak April 2025, dan AF resmi ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan di Rutan Polresta Mataram sejak 23 April 2025. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi hasil visum, keterangan saksi, korban, dan ahli.

Perwakilan Koalisi Stop Kekerasan Seksual, Joko Jumadi, menyebutkan bahwa korban merupakan alumni ponpes tersebut. Dugaan kekerasan terjadi pada rentang 2016–2023, sebagian besar korban masih di bawah umur saat mengalami pelecehan. Beberapa korban mulai dilecehkan sejak kelas satu Madrasah Tsanawiyah hingga kelas tiga Madrasah Aliyah.

Menurut Joko, keberanian korban melapor bermula dari diskusi di grup alumni setelah menonton serial televisi asal Malaysia berjudul Bidaah. Para korban menyadari pengalaman mereka mirip dengan tokoh dalam serial tersebut, kemudian saling berbagi cerita dan akhirnya melapor.

Modus yang digunakan pelaku, menurut Joko, adalah menjanjikan keberkahan di rahim korban dengan klaim bahwa korban akan melahirkan anak-anak yang kelak menjadi wali. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kasus Pencabulan dan Persetubuhan, Oknum Pimpinan Yayasan Divonis 16 Tahun Penjara “

Ruang Penyimpanan Vaksin di Puskesmas Babakan Dilalap Api

Mataram (globalfmlombok.com) — Kebakaran melanda Gedung Puskesmas Babakan yang berlokasi di Jalan Lalu Mesir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Jumat (6/2/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.35 Wita itu mengakibatkan ruang penyimpanan vaksin mengalami kerusakan cukup parah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke seluruh bangunan puskesmas.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita menunjukkan dua ruangan terdampak kebakaran, yakni ruang penyimpanan vaksin dan ruang program. Kerusakan terlihat pada plafon yang runtuh, kaca jendela pecah, serta sejumlah peralatan yang hangus terbakar. Sisa genangan air akibat proses pemadaman masih terlihat di lantai satu gedung.

Kepala Puskesmas Babakan, drg. Vembriane Vaerus Rafani, memastikan insiden tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Namun, untuk sementara waktu pelayanan dipusatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Untuk sementara pelayanan kami fokuskan di IGD, khususnya untuk kasus darurat. Siapa pun yang datang tetap kami layani melalui IGD,” ujar Vembriane, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas piket, kebakaran bermula dari terdengarnya suara letupan di lantai dua sekitar pukul 05.30 Wita. Setelah dilakukan pengecekan, petugas mendapati api telah menyala di ruang penyimpanan vaksin.

“Petugas langsung menghubungi Damkarmat Kota Mataram. Sambil menunggu, kami sempat melakukan pemadaman mandiri menggunakan alat pemadam api ringan, tetapi api terus membesar,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 05.40 Wita dan langsung melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Berdasarkan pendataan awal, ruang penyimpanan vaksin mengalami kerusakan 100 persen, sementara ruang program rusak sekitar 50 persen.

Sejumlah aset puskesmas dilaporkan rusak, antara lain komputer dan laptop, kulkas vaksin yang berisi vaksin rutin dan vaksin haji, serta kerusakan fisik bangunan seperti plafon dan jendela. Pihak puskesmas saat ini masih melakukan inventarisasi kerugian akibat kebakaran.

Vembriane menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun pasien yang terdampak dalam peristiwa tersebut, mengingat saat kejadian tidak terdapat pasien rawat inap di Puskesmas Babakan.

“Fokus kami saat ini adalah pemulihan jaringan listrik agar pelayanan bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, memastikan seluruh tenaga kesehatan dan pasien dalam kondisi aman pascakebakaran. Ia menyebut, kebakaran hanya berdampak pada satu ruangan utama, yakni ruang penyimpanan imunisasi.

“Alhamdulillah aman. Tidak ada korban. Hanya satu ruangan tempat penyimpanan imunisasi yang terdampak,” katanya.

Untuk sementara, pelayanan internal di dalam gedung puskesmas difokuskan di IGD guna memastikan pelayanan tetap berjalan aman sambil dilakukan penataan pascakejadian. Dinas Kesehatan menargetkan seluruh pelayanan Puskesmas Babakan kembali normal pada Sabtu (7/2/2026).

“Insya Allah besok pelayanan sudah kembali normal seperti biasa,” ujar Emirald. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Ruang Penyimpanan Vaksin Puskesmas Babakan Terbakar “

Huntara akan Dibangun, Tampung 20 KK Terdampak Banjir Rob di Bintaro

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir rob di wilayah pesisir Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Satu unit Huntara baru kini tengah dibangun untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi 20 kepala keluarga (KK).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, M. Nazaruddin Fikri, mengatakan pembangunan Huntara tersebut merupakan respons cepat Wali Kota Mataram dan Sekretaris Daerah selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mengevakuasi warga yang terdampak banjir rob dan abrasi beberapa waktu lalu.

“Huntara yang akan dibangun sebanyak satu unit dengan kapasitas 20 KK, ukurannya sama dengan tiga unit Huntara yang telah dibangun sebelumnya,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Nazaruddin Fikri yang akrab disapa Ujang menjelaskan, lokasi pembangunan Huntara berada di sekitar unit Huntara lama, tepatnya di Lingkungan Bintaro Jaya. Saat ini, proses pembersihan lahan sedang dilakukan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan Pemkot Mataram, Pemerintah Kelurahan Bintaro, serta mahasiswa Universitas Mataram (Unram).

Dengan tambahan satu unit Huntara tersebut, total kapasitas hunian sementara di kawasan itu nantinya mampu menampung hingga 80 KK. Ia optimistis pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu singkat apabila kondisi cuaca mendukung. “Estimasi kami, pembangunan bisa rampung dalam dua minggu ke depan jika cuaca bersahabat,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan Huntara tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 juta.

Lebih lanjut, Ujang mengungkapkan tingginya kebutuhan hunian layak di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dimiliki, terdapat sekitar 13.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di tingkat kecamatan. Menyikapi kondisi itu, Wali Kota Mataram juga telah mengusulkan pembangunan dua unit rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) tambahan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Langkah tersebut diambil untuk mengakomodasi ratusan KK di kawasan pesisir yang saat ini masih menempati lahan ilegal atau garapan (GG). “Pak Wali mengusulkan tambahan dua unit Rusunawa agar dapat menampung lebih banyak warga,” ungkapnya.

Selain penyediaan hunian, Pemkot Mataram juga tengah menyiapkan konsep Kampung Nelayan Merah Putih sebagai solusi terpadu bagi masyarakat pesisir. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi bagi nelayan dan warga sekitar.

“Dengan konsep ini, hunian warga nantinya berada dekat dengan lokasi kerja atau workshop mereka, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” pungkasnya. (pan)

Tiga Titik Rawan Abrasi Ditangani, Pemkot Kucurkan Rp 1,2 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) — Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar untuk pemasangan ulang batu boulder sebagai pemecah gelombang (breakwater) di tiga titik pesisir Pantai Ampenan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi abrasi sekaligus melindungi infrastruktur publik dari ancaman gelombang pasang yang hampir setiap tahun terjadi.

Tiga lokasi prioritas penanganan abrasi itu meliputi Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro; Pantai Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang; serta Lingkungan Mapak, Kelurahan Jempong Baru. Masing-masing lokasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 400 juta.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, pembagian anggaran dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan keterbatasan dana serta tingkat kerusakan di setiap lokasi.

“Upaya ini kami lakukan sebagai pemecah gelombang atau breakwater. Karena dana terbatas, kami memprioritaskan lokasi yang dampaknya paling parah,” ujar Lale, Jumat (6/2).

Menurut dia, penentuan titik pemasangan didasarkan pada tingkat abrasi yang telah mengancam kawasan sensitif di wilayah pesisir. Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian utama di antaranya kawasan Kampung Bugis di Kelurahan Bintaro serta Pantai Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

“Di Loang Baloq abrasi sudah mendekati bibir kolam retensi. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan sehingga perlu penanganan cepat,” katanya.

Secara teknis, pemasangan batu boulder dilakukan dengan menyusun batu berukuran besar sepanjang sekitar 25 hingga 30 meter di setiap titik. Panjang pemasangan tersebut bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi geografis di lapangan.

“Kalau pantainya curam, panjang pemasangan bisa dikurangi. Namun, kalau landai seperti di Loang Baloq, pemasangannya bisa lebih panjang,” tutur Lale.

Ia menambahkan, pemasangan batu boulder sebagai tanggul darurat ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu pekan ke depan. Meski demikian, progres pekerjaan tetap bergantung pada kondisi cuaca serta ketersediaan material batu yang didatangkan dari wilayah Kaori, mengingat batu boulder merupakan material khusus dari bongkahan gunung.

Pemerintah Kota Mataram berharap pemasangan breakwater ini dapat menjadi benteng awal yang efektif dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman gelombang pasang yang diperkirakan masih akan berlangsung.

“Mudah-mudahan ini cukup efektif untuk menahan gelombang pasang, karena berdasarkan prediksi, kondisi gelombang ekstrem masih akan berlanjut,” ujar Lale.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan pemecah gelombang permanen yang sebelumnya telah diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum, Lale menyebut hingga kini Pemkot Mataram masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk realisasi program tersebut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemkot Gelontorkan Rp1,2 Miliar Pasang Batu Boulder di Tiga Titik Rawan Abrasi “

Kapolda NTB Ingatkan Agar Polisi Tidak Jadi Pembuat Masalah

Dompu (globalfmlombok.com) – Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si berkunjung ke Mapolres Dompu pada Jum’at, 6 Februari 2026. Anggota Polri diingatkan menjaga kondusifitas agar pembangunan berjalan lancar bukan menjadi sumber masalah.

Ia pun mengingatkan jajarannya, ketika ada kritik dari masyarakat bahwa polisi tidak berfungsi dengan baik, harus dijadikan bahan introspeksi dan perbaikan. “Kritik dari masyarakat bukan sesuatu yang harus ditanggapi dengan kemarahan, melainkan sebagai cermin untuk menjadi lebih baik dan benar – benar memberikan manfaat bagi yang kita layani,” pesan Kapolda.

Kapolda juga mengapersiasi internal Polres Dompu yang selama ini, telah bekerja keras dalam melindungi dan mengayomi masyarakat. Ia mengingatkan akan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Polri dan seluruh aparatur negara dibiayai dari pajak rakyat, sehingga masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik sebagai kompensasi atas kontribusi tersebut,” ingatnya.

Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH yang ikut menyambut kunjungan Kapolda di Mapolres Dompu menyampaikan harapannya dalam kepemimpinan Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., dapat terus menekan angka kriminalitas dan kondusifitas serta stabilitas hukum dapat terjaga dengan baik, khususnya di Kabupaten Dompu.

Kabupaten Dompu yang memiliki berbagai potensi seperti pertanian, perikanan, pariwisata, pertambangan dan lainnya membutuhkan dukungan aspek keamanan untuk menarik investasi dan mendorong perkembangan daerah.

“Kolaborasi dan koordinasi yang erat dengan institusi Kepolisian menjadi sangat penting untuk memastikan faktor keamanan yang menjadi dasar bagi kemajuan daerah dan penerimaan investor,” katanya.

Kunjungan Kapolda NTB di Mapolres Dompu, Jumat pagi disambut dengan tarian daerah Wura Bongi Monca dari anak – anak TK Bhayangkari serta atraksi polisi cilik binaan Polres Dompu. Dalam kunjungannya ini, Kapolda juga menyerahkan tali asih kepada keluarga kurang mampu serta anggota yang menderita sakit menahun.

Selain Wakil Bupati, hadir dalam kunjungan ini Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto, SE, Kepala Kejaksaan Negeri Dompu, Lusiana Bida, SH. MH., Ketua Pengadilan Negeri Dompu, Firdaus, SH., Wakil Ketua DPRD Ismul Rahmadin, S.PdI dan tokoh masyarakat serta purnawirawan Polri. (ula)

Parade Siu Putri Mandalika Jadi Daya Tarik Baru Ajang Bau Nyale

Praya (globalfmlombok.com)— Karnaval atau Parade Siu (Seribu) Putri Mandalika yang digelar di kawasan Pantai Kuta, Lombok Tengah, Jumat (6/2/2026), berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian ribuan wisatawan. Kegiatan pendukung tradisi Bau Nyale ini dinilai menjadi magnet baru pariwisata di kawasan Mandalika.

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Pantai Kuta mulai dipadati pengunjung sejak Jumat siang. Wisatawan yang hadir tidak hanya berasal dari Lombok Tengah dan daerah lain di NTB, tetapi juga wisatawan domestik dan mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencatat lebih dari 1.000 peserta ambil bagian dalam Parade Siu Putri Mandalika tahun ini. Peserta berasal dari perwakilan seluruh kecamatan di Lombok Tengah, ditambah sejumlah utusan dari instansi pemerintah daerah.

“Pesertanya dari perwakilan semua kecamatan di Lombok Tengah. Kalau satu kecamatan mengirim sekitar 100 orang, berarti totalnya sudah sekitar 1.200 peserta,” ujar Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri kepada wartawan.

Parade dimulai dari kawasan timur Pantai Kuta dan menempuh jarak sekitar dua kilometer dengan titik akhir di Kuta Beach Park (KBP). Selain karnaval busana adat Putri Mandalika, panitia juga menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya untuk menyemarakkan acara.

Pathul menjelaskan, lokasi parade tahun ini berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan nuansa baru sekaligus mencari pola penyelenggaraan karnaval yang paling tepat ke depan.

“Ke depan bisa saja karnaval ini digelar di Praya atau di lokasi lain. Tidak harus di satu tempat saja supaya tidak monoton. Nanti biar masyarakat yang menilai mana lokasi yang paling tepat,” katanya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan berbagai agenda dalam rangkaian Bau Nyale diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemilihan lokasi kegiatan perlu mempertimbangkan potensi kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

“Yang tidak kalah penting, event ini bisa dikemas sebagai paket wisata dan ditawarkan melalui pelaku pariwisata. Dari sisi kelayakan, Parade Siu Putri Mandalika sudah sangat layak dimasukkan sebagai bagian dari paket wisata,” tegas Pathul. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Parade Siu Putri Mandalika, Magnet Baru Ajang Bau Nyale“

Pemprov NTB Lelang 13 Jabatan Eselon II, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Mataram (globalfmlombok.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka seleksi terbuka pengisian 13 jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemprov NTB. Seleksi diumumkan pada Kamis (5/2/2026) dan akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2026.

Sebanyak 13 jabatan yang dilelang tersebut meliputi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga; Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman; serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selain itu, terdapat posisi Kepala Dinas Kebudayaan; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD); Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat; dan Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan pada Sekretariat Daerah.

Pemprov NTB juga membuka seleksi untuk empat jabatan wakil direktur RSUD, yakni Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan, Wakil Direktur Umum dan Operasional, Wakil Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, serta Wakil Direktur Pelayanan.

Seleksi terbuka ini dilaksanakan berdasarkan surat yang ditandatangani Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) I Prof Riduan Mas’ud dan Ketua Tim Pansel II Lalu Mohammad Faozal. Tahapan seleksi dijadwalkan berlangsung sejak 5 Februari hingga pelantikan pada 16 Maret 2026.

Pendaftaran dan pengunggahan berkas persyaratan dibuka pada 5–19 Februari 2026. Seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak dilakukan pada 5–20 Februari, dengan pengumuman hasilnya pada 23 Februari. Tahapan berikutnya adalah penilaian potensi serta kompetensi manajerial dan sosial kultural pada 24–26 Februari.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti penulisan makalah pada 27 Februari, serta presentasi dan wawancara pada 28 Februari. Penetapan hasil seleksi dan penyampaian laporan Pansel kepada pejabat pembina kepegawaian (PPK) dijadwalkan pada 5 Maret. Laporan PPK kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan penerbitan pertimbangan teknis dilakukan pada 6 Maret, sebelum pelantikan yang direncanakan pada 16 Maret 2026.

Adapun persyaratan umum peserta seleksi antara lain berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), berusia paling tinggi 56 tahun pada saat pengangkatan, serta memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1) atau diploma IV. Khusus jabatan Direktur dan Wakil Direktur RSUD, pelamar harus memiliki latar belakang pendidikan dokter, dokter gigi, atau tenaga kesehatan.

Pelamar juga wajib memiliki pengalaman jabatan yang relevan paling singkat lima tahun secara kumulatif, serta memenuhi ketentuan pangkat dan golongan sesuai jabatan yang dilamar. Seluruh unsur penilaian prestasi kerja dalam dua tahun terakhir harus bernilai baik.

Selain itu, peserta harus memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai standar jabatan, memiliki rekam jejak integritas dan moralitas yang baik, serta tidak sedang menjalani hukuman disiplin atau terlibat perkara pidana. Pelamar juga tidak boleh memiliki afiliasi atau menjadi anggota partai politik, serta dinyatakan sehat jasmani dan rohani.

Pelamar diwajibkan memperoleh rekomendasi atau persetujuan dari pejabat pembina kepegawaian sesuai asal instansi, menandatangani pakta integritas, serta menyampaikan laporan harta kekayaan dan SPT pajak tahunan terakhir. Peserta juga bersedia mengikuti dan lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional paling lambat dua tahun setelah menjabat.

Dalam seleksi ini, setiap pendaftar diperbolehkan melamar maksimal dua jabatan pimpinan tinggi pratama yang dibuka. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 13 Jabatan Eselon II NTB Resmi Dilelang, Ini Persyaratannya “

BGN dan Muazzim Akbar Gelar Sosialisasi MBG di Lombok Barat, Perluas Penerima Manfaat hingga Dorong Ekonomi Lokal

Giri Menang (globalfmlombok.com)-

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi NTB sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi program MBG digelar di Lesehan Ujung Landasan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (6/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar.

Selain dihadiri oleh ratusan masyarakat, hadir dalam kegiatan itu antara lain Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat Munawir Haris, Camat Gerung Fitriati Wahyuni, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Gerung, serta Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Teguh Supangardi, beserta jajaran.

Muazzim Akbar menegaskan, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa peningkatan kualitas kecerdasan anak bangsa. Menurut dia, kecerdasan tersebut sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini.

“Untuk melahirkan generasi yang cerdas dan sehat, pemenuhan gizi harus dimulai sekarang. Ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bangsa,” kata Muazzim.

Ia menekankan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat. Muazzim menyebut, Presiden Prabowo Subianto menjadikan MBG sebagai program prioritas bukan karena kepentingan politik, melainkan komitmen membangun bangsa yang kuat dan berdaulat.

“Presiden Prabowo menempatkan MBG sebagai program prioritas karena peningkatan kualitas manusia adalah kunci negara yang sejahtera dan terpandang di mata dunia. Dan semua itu dimulai dari peningkatan kualitas kecerdasan anak bangsa,” ujar Muazzim.

Ia menambahkan, negara mengambil peran sejak anak masih dalam kandungan, masa menyusui, hingga usia sekolah melalui penyediaan makanan bergizi gratis. Bahkan, kata dia, negara juga hadir dalam menjamin layanan kesehatan masyarakat.

Selain berdampak pada peningkatan kesehatan dan kecerdasan, Muazzim menilai program MBG juga berpotensi besar mendorong perekonomian masyarakat lokal. Bahan pangan yang digunakan dalam program ini diutamakan berasal dari lingkungan sekitar, seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, dan hasil pertanian maupun peternakan lokal lainnya.

“Efek ekonominya besar karena melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan di daerah,” ujarnya.

Muazzim juga menyoroti persoalan klasik ketimpangan gizi yang selama ini terjadi akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut, menurut dia, berpengaruh langsung terhadap kemampuan belajar dan kecerdasan anak.

“Jika orang tua miskin, maka gizi anak sering kali kurang. Ketimpangan seperti ini tidak diinginkan Presiden Prabowo di masa depan,” kata Muazzim.

Dalam sosialisasi tersebut, Muazzim memaparkan sejumlah manfaat utama Program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat. Manfaat tersebut antara lain peningkatan kualitas kognitif anak melalui pemenuhan protein dan vitamin, penurunan angka stunting, keringanan beban ekonomi keluarga, serta penguatan ketahanan pangan dan pemerataan akses gizi.

Dengan program ini, pemerintah berharap setiap anak Indonesia dapat memperoleh akses yang sama terhadap makanan bergizi, tanpa dibatasi oleh latar belakang ekonomi keluarga.(ris)

Polda NTB : Komitmen Bersih dari Narkoba, Bentuk menjaga kepercayaan Publik

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum di lingkungan Polri, termasuk dugaan keterlibatan personel dalam perkara narkotika.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Muhammad Kholid, S.H., S.I.K., M.M., menanggapi perkembangan penanganan perkara yang melibatkan seorang perwira di jajaran Polres Bima Kota, yang saat ini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Benar, yang bersangkutan saat ini tengah menjalani proses penyelidikan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB. Proses ini masih berjalan dan dilakukan untuk pendalaman perkara secara menyeluruh,” ujar Kombes Pol. Muhammad Kholid dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).

Kabid Humas menjelaskan bahwa langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur, sebagai tindak lanjut dari pengembangan penanganan kasus narkotika yang sedang ditangani oleh Ditresnarkoba Polda NTB.

Seiring dengan proses penyelidikan pidana yang berlangsung, Polda NTB juga mengambil langkah tegas di bidang internal organisasi. Terhadap yang bersangkutan akan segera dilakukan penonaktifan dari jabatan strukturalnya sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota.

“Selain proses penyelidikan pidana, yang bersangkutan juga akan diproses melalui mekanisme internal. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Kombes Pol. Kholid menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan wujud nyata komitmen Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., dalam menjaga integritas institusi serta memastikan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Nusa Tenggara Barat dijalankan secara konsisten.

“Bapak Kapolda NTB menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk apabila dilakukan oleh anggota Polri. Penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Polda NTB memastikan bahwa setiap perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada publik secara terbuka dan bertanggung jawab sesuai tahapan hukum yang sedang berjalan, serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang bersifat spekulatif. (r)