Beranda blog Halaman 181

Sejumlah Guru SLB di NTB Tetap Mengajar Meski Kontrak Diputus

Mataram (globalfmlombok.com) – Sejumlah guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih tetap mengajar meski kontrak kerja mereka berakhir per 1 Januari 2026. Para guru ini tidak terakomodir menjadi Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sehingga status kepegawaian mereka otomatis tidak diperpanjang sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. Surya Bahari, membenarkan kondisi tersebut. “Itu kan guru-guru yang tidak memenuhi syarat jadi PPPK Paruh Waktu. Sekarang kita sedang usulkan bagaimana solusinya agar mereka terakomodir,” ujarnya.

Surya menyatakan pihaknya tengah mencari cara agar para guru tetap mendapatkan haknya, terutama karena jumlah guru SLB di NTB masih minim. Data terakhir mencatat, terdapat sekitar 900 guru SLB dari total 18.000 guru di NTB.

“Jangan sampai karena mereka dirumahkan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi terhenti,” kata Surya.

Ia menceritakan, sejumlah guru SLB tetap mengabdi meski tidak menerima gaji. “Kami tidak digaji pun, tidak apa-apa lah,” kata Surya menirukan perkataan salah satu guru. “Merinding saya pas dengar,” tambahnya.

Untuk menangani persoalan ini, Dikpora NTB berencana mengalokasikan gaji guru SLB dari Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) setelah rampungnya Peraturan Daerah terkait BPP. Surya menjelaskan, alokasi ini berbeda dari dana BOS yang peruntukannya sudah jelas.

Salah seorang guru di SLBN 1 Lombok Barat, Megawati, mengaku sudah mengajar selama dua tahun, namun sistem digital hanya mencatat masa kerjanya selama satu semester. “Kami bingung. Di SK sudah jelas dua tahun, tapi di sistem tidak terdata. Lapor ke dinas pun jawabannya hanya diminta sabar,” keluhnya.

Megawati menilai rencana menggantikan guru SLB dengan guru SMA atau SMK yang kekurangan jam mengajar tidak masuk akal dan berpotensi membahayakan perkembangan anak didik. “Guru SLB butuh keahlian khusus. Jangankan guru SMA umum, guru yang sudah lama di SLB saja kadang masih kesulitan memahami karakter anak-anak disabilitas. Bagaimana mungkin guru umum bisa langsung nyambung dengan mereka? Itu yang kami takutkan,” tegasnya.

Menurutnya, mengajar di SLB bukan sekadar soal gaji, tetapi soal keberlanjutan masa depan anak-anak. Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat data di atas kertas, tetapi juga realitas di ruang kelas. “Tolonglah pemerintah, lihat kami, pahami kondisi kami di lapangan. Jika kami dirumahkan, siapa yang akan menjaga anak-anak ini?” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kontrak Diputus, Sejumlah Guru SLB di NTB Tetap Mengajar “

Ayah di Dompu Diduga Bunuh Anak Kandung Usia 5 Tahun

Dompu (globalfmlombok.com) – Seorang ayah di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, berinisial AH (29), diduga membunuh anak kandungnya yang masih berusia lima tahun pada Jumat (6/2) malam. Motif pelaku menghabisi nyawa buah hatinya belum diketahui. Pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah menjalani perawatan pada 2019.

Kronologi kejadian bermula ketika korban bersama ibunya menghadiri acara pernikahan warga pada Jumat sore. Setelah pulang, keberadaan korban tidak diketahui.

Tak lama kemudian, pelaku mendatangi ibu korban dan menyampaikan bahwa anaknya sudah meninggal. Situasi pun menjadi panik hingga warga berdatangan. Pelaku kemudian mengakui telah mencekik korban dan sempat menyimpan jenazah di dalam lemari kamar.

Warga akhirnya menemukan korban dalam kondisi kaku di halaman rumah dan spontan mengepung pelaku. Aparat kepolisian segera melakukan evakuasi untuk menghindari tindakan main hakim sendiri. Evakuasi dipimpin Pamapta II Polres Dompu, IPDA Mutaqin.

“Kami bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi pelaku agar tidak terjadi amukan warga. Ini penting untuk menjaga kondusifitas serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa kasus ini ditangani secara profesional dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan.

“Polres Dompu memastikan penanganan kasus ini dilakukan sesuai prosedur hukum. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Semua proses akan ditangani oleh pihak berwenang,” jelas IPTU Nyoman.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut, mengingat adanya riwayat gangguan kejiwaan pada pelaku. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Seorang Ayah Diduga Bunuh Anak Kandungnya “

Gubernur NTB: Dorong RUU Provinsi Kepulauan Bukan untuk Tambahan Anggaran

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa dorongan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Kepulauan tidak dimaksudkan untuk meminta tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Upaya tersebut, kata dia, bertujuan agar pemerintah pusat memberikan pengakuan terhadap karakteristik daerah kepulauan, sehingga daerah memperoleh kewenangan, sumber daya, serta peralatan yang memadai untuk mengelola potensi kelautan dan kemaritiman.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal menanggapi hasil pertemuan dengan para gubernur dari provinsi kepulauan yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Iqbal, keberadaan RUU Provinsi Kepulauan justru penting untuk memperkuat aspek keamanan dan pertahanan wilayah, termasuk di NTB dan provinsi kepulauan lainnya. Apalagi, sebagian daerah kepulauan berada di wilayah perbatasan yang memiliki tingkat kerawanan tersendiri.

“Posisi geografis daerah kepulauan sangat strategis sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Karena itu, hal ini harus menjadi salah satu daya tawar utama dalam pembahasan regulasi,” ujarnya.

Iqbal menilai, pengakuan terhadap karakteristik daerah kepulauan melalui undang-undang akan memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi daerah dalam mengelola wilayah lautnya secara optimal, sekaligus menjaga kedaulatan negara.

Untuk memperkuat perjuangan tersebut, Gubernur Iqbal mendorong pembangunan kesadaran publik secara luas dengan melibatkan seluruh komponen daerah. Dukungan diharapkan datang dari DPRD provinsi maupun kabupaten/kota melalui jalur partai politik, para bupati dan wali kota, serta elemen masyarakat lainnya.

“Dengan dukungan bersama, perjuangan panjang menghadirkan Undang-Undang Provinsi Kepulauan akan memiliki kekuatan politik dan sosial yang lebih solid,” kata Iqbal.

Ia menambahkan, RUU Provinsi Kepulauan juga penting sebagai bentuk kontribusi daerah kepada negara, sekaligus menghadirkan peran negara secara lebih adil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Terlebih, menurut dia, terdapat political will yang kuat dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

NTB sendiri merupakan daerah kepulauan yang terdiri atas lebih dari 400 pulau. Kondisi tersebut tidak dapat disamakan dengan daerah yang terhubung oleh daratan. Selain itu, NTB berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yang memiliki nilai penting dari sisi ekonomi maupun pertahanan.

Dengan disahkannya Undang-Undang Provinsi Kepulauan, daerah dinilai akan memiliki hak khusus dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Luas perairan laut NTB tercatat mencapai 29.159 kilometer persegi.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, potensi produksi perikanan tangkap di daerah ini mencapai 185.518 ton per tahun. Produksi tersebut berasal dari perairan pantai sebesar 67.906 ton, perairan lepas pantai 61.957 ton, serta potensi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang mencapai 298.576 ton per tahun.

Selain perikanan tangkap, sektor budidaya juga menyimpan potensi besar. NTB memiliki area budidaya laut seluas 72.862 hektare, budidaya air payau 27.927 hektare, dan budidaya air tawar 31.758 hektare. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur NTB Tegaskan Dorong Pembahasan RUU Provinsi Kepulauan Bukan untuk Meminta Anggaran “

Konvensi Nasional Media Massa: Pers Didorong Berdamai dengan Disrupsi Digital

Serang (globalfmlombok.com) – Perkembangan media massa saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Disrupsi digital telah mengubah lanskap industri pers secara fundamental, bahkan menyebabkan tidak sedikit perusahaan media harus menghentikan operasionalnya.

Di tengah kondisi tersebut, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa pers tidak seharusnya memusuhi disrupsi digital, melainkan belajar untuk berdamai dan beradaptasi dengannya. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Konvensi Nasional Media Massa yang digelar dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Aston Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu (8/2/2026).

Konvensi tersebut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, serta sejumlah tokoh pers nasional.

Menurut Komaruddin, disrupsi merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah manusia. Dalam setiap fase peradaban, perubahan besar selalu hadir dan menuntut manusia untuk beradaptasi secara kreatif.

“Disrupsi itu bagian dari mata rantai perjalanan sejarah. Manusia ditantang untuk kreatif. Memang kadang kita bingung menghadapi derajat disrupsi saat ini, tetapi inilah proses yang harus dilalui,” ujarnya.

Ia mengelompokkan respons masyarakat terhadap disrupsi ke dalam tiga kategori. Pertama, kelompok yang merasa kalah dan terus mengeluh. Kedua, kelompok yang bersikap menunggu dan melihat. Ketiga, kelompok kreatif yang berupaya mencari solusi dan jalan keluar.

Komaruddin mengibaratkan disrupsi seperti banjir. Meski membawa kerusakan dan kekacauan, banjir juga dapat menyuburkan lahan dan menciptakan peluang baru. Analogi tersebut, menurut dia, relevan dengan kondisi media massa saat ini.

“Di tengah kebingungan itu, manusia berusaha membangun kanalisasi, irigasi, dan sistem baru. Demikian pula pers harus menemukan cara baru agar tetap relevan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan bahwa kecepatan informasi di era digital harus diimbangi dengan ketepatan dan konteks. Menurut dia, persoalan informasi keliru dan menyesatkan kini menjadi tantangan global.

Di sejumlah negara, ujar Meutya, pelanggaran informasi banyak terjadi di platform media sosial, terutama setelah kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Bahkan, beberapa negara telah memberikan ultimatum kepada platform digital agar mematuhi aturan lokal atau menghadapi larangan beroperasi.

“Indonesia memang belum sampai pada tahap memberikan peringatan keras seperti itu. Namun faktanya, masih ada platform digital yang belum mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik,” ungkapnya.

Meutya menegaskan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab. Perlindungan masyarakat dari informasi yang tidak benar harus menjadi prioritas, tanpa mengabaikan prinsip kebebasan pers.

Menurut mantan Ketua Komisi I DPR RI itu, pers yang sehat tidak hanya bertumpu pada kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi, kompetensi sumber daya manusia, etika jurnalistik, serta kepercayaan publik.

Ia juga menyinggung munculnya gerakan anti-AI di sejumlah negara. Banyak jurnalis dan perusahaan media menolak karya jurnalistik mereka digunakan tanpa izin untuk melatih sistem kecerdasan buatan. Di sisi lain, pengembang AI terus melobi agar tetap dapat memanfaatkan produk jurnalistik.

“Perdebatan ini masih berlangsung. Yang jelas, perlindungan terhadap karya pers harus tetap menjadi perhatian,” ujarnya.

Konvensi Nasional Media Massa tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi disrupsi digital, tanpa kehilangan jati diri sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dari Konvensi Nasional Media Massa, Pers Mesti “Berdamai” dengan Era Disrupsi Digital “

Waspada Skimming, Kerugian Penipuan Digital di NTB Tembus Rp46 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejahatan keuangan digital, khususnya penipuan dan skimming, masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran, saat aktivitas transaksi keuangan meningkat.

Berdasarkan data OJK NTB, total kerugian masyarakat akibat penipuan atau scam sepanjang 2025 hingga awal 2026 tercatat mencapai Rp46 miliar. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari masih rendahnya tingkat kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap modus kejahatan keuangan digital yang kian kompleks.

Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo mengatakan, laporan penipuan yang masuk ke Indonesia Anti-Scam Center (IASC) terus menunjukkan tren peningkatan. Kota Mataram tercatat sebagai wilayah dengan jumlah aduan tertinggi, yakni 912 laporan dengan total kerugian mencapai Rp10,3 miliar. Selanjutnya disusul Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat.

“Tingginya kasus penipuan ini mencerminkan adanya kesenjangan serius antara akses keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap risikonya,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, indeks inklusi keuangan di NTB saat ini telah mencapai 80,51 persen. Namun, indeks literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat sudah aktif menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami potensi ancaman dan modus kejahatan yang menyertainya.

Menurut Rudi, layanan keuangan digital memang memberikan kemudahan, efisiensi, dan biaya transaksi yang lebih rendah. Namun di sisi lain, celah kejahatan juga semakin terbuka. Di NTB, kasus penipuan paling banyak berkaitan dengan transaksi jual beli daring, investasi bodong, penyalahgunaan data pribadi, hingga penggunaan aplikasi palsu.

Korban penipuan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pegawai swasta, ibu rumah tangga, hingga aparatur sipil negara. Pegawai swasta menjadi kelompok yang cukup dominan terdampak karena aktivitas bisnis dan transaksi mereka kerap melibatkan pihak yang mengaku sebagai mitra atau pemasok.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan, OJK bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus mengoptimalkan peran Indonesia Anti-Scam Center. Secara nasional, hingga 21 Januari 2026, IASC telah menerima 432.637 aduan dan berhasil memblokir dana korban penipuan sebesar Rp436,88 miliar.

Rudi menegaskan, kecepatan pelaporan menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan dana korban. Pelaku penipuan umumnya memindahkan dana hasil kejahatan ke berbagai rekening, virtual account, bahkan aset kripto dalam waktu singkat.

“Begitu merasa menjadi korban, jangan menunda. Segera lapor ke portal iasc.ojk.go.id. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana bisa diselamatkan,” ujarnya.

Selain melalui IASC, masyarakat juga dapat melapor ke OJK NTB, pelaku usaha jasa keuangan, maupun bank terkait. Seluruh laporan tersebut akan terintegrasi dalam sistem IASC sebagai pusat penanganan nasional.

Satgas PASTI NTB juga mengidentifikasi sejumlah modus penipuan yang diperkirakan masih marak sepanjang 2026. Di antaranya love scam atau penipuan bermodus hubungan asmara melalui media sosial, serta penipuan investasi melalui grup WhatsApp atau Telegram yang mengarahkan korban mengunduh aplikasi di luar Play Store atau App Store.

Modus lainnya adalah pencatutan nama lembaga resmi atau lembaga jasa keuangan untuk memperoleh data pribadi korban. Untuk menghindari kejahatan tersebut, masyarakat diimbau menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum berinvestasi atau menggunakan layanan keuangan.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengingat konsep pencegahan 3A: jangan asal, jangan abai, dan jangan abal-abal.

“Jangan asal menerima telepon atau pesan yang tidak jelas sumbernya. Jangan abai dengan langsung mentransfer uang tanpa verifikasi. Dan jangan abal-abal, karena banyak modus palsu seperti phishing yang sengaja dirancang agar korban lengah,” kata Rudi.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama menjelang Lebaran, ketika intensitas transaksi keuangan masyarakat biasanya meningkat signifikan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Waspada Kejahatan Skimming “

Hujan Deras Warnai Puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger, Konser Musik Dibatalkan

Praya (globalfmlombok.com) – Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale yang dipusatkan di kawasan Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (7/2/2026), berlangsung di luar perkiraan. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama hampir tiga jam membuat sejumlah agenda terpaksa dibatalkan, termasuk konser musik grup band Geisha.

Hujan mulai turun sekitar satu jam setelah rangkaian acara dimulai dan semakin deras hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat sebagian pengunjung, termasuk wisatawan yang telah berada di lokasi sejak sore, memilih meninggalkan area acara dalam kondisi basah kuyup. Meski demikian, tidak sedikit pula warga yang bertahan hingga Minggu (8/2/2026) pagi untuk mengikuti prosesi Bau Nyale atau menangkap Nyale, sejenis cacing laut yang menjadi inti tradisi ini.

Menjelang waktu Bau Nyale, jumlah masyarakat yang datang ke Pantai Seger justru semakin bertambah. Namun harapan menangkap Nyale dalam jumlah banyak tidak sepenuhnya terwujud. Nyale yang keluar relatif sedikit, sehingga sebagian pengunjung harus pulang dengan perasaan kecewa.

Sebelumnya, suasana perayaan Bau Nyale sempat berlangsung semarak. Sejumlah atraksi seni dan budaya lokal ditampilkan di panggung hiburan. Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri bersama Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, jajaran pejabat Pemkab Lombok Tengah, serta para undangan telah hadir di lokasi sejak sekitar pukul 21.00 Wita.

Diguyur Hujan Deras

Sekitar satu jam kemudian, hujan mulai mengguyur kawasan Pantai Seger. Meski demikian, rangkaian hiburan masih sempat dilanjutkan. Namun setelah hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, seluruh hiburan akhirnya dihentikan. Pengunjung yang semula menikmati pertunjukan mulai panik mencari tempat berteduh.

Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan menyebabkan sejumlah tenda milik pengunjung rusak. Bahkan tenda undangan yang dipadati warga sempat beberapa kali bergoyang akibat terpaan angin.

Hingga lebih dari dua jam, hujan belum juga mereda dan justru semakin deras, disertai kilat dan petir. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Muhamad Iqbal tiba di lokasi acara bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Kapolda NTB dan jajaran Polda NTB.

Gubernur NTB sempat menyampaikan pidato singkat untuk menyemangati masyarakat yang masih bertahan di lokasi. Ia menekankan bahwa Bau Nyale bukan sekadar tradisi menangkap Nyale, tetapi juga mengandung nilai kearifan lokal.

“Ada semangat pengorbanan untuk kepentingan orang banyak, seperti yang tercermin dalam legenda Putri Mandalika,” ujarnya.

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah atas penyelenggaraan Bau Nyale, serta kepada masyarakat yang tetap hadir meski diguyur hujan. Ia berharap penyelenggaraan event Bau Nyale ke depan dapat berlangsung lebih baik lagi. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger Diwarnai Hujan Deras, Konser Musik Batal “

Bau Nyale Dongkrak Okupansi Hotel di Mandalika, Didominasi Wisatawan Mancanegara

Praya (globalfmlombok.com) – Tingkat keterisian atau okupansi hotel di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mengalami peningkatan signifikan sejak sepekan menjelang ajang budaya tahunan Bau Nyale. Rata-rata okupansi hotel saat ini telah mencapai 90 persen, bahkan sejumlah hotel mencatatkan kondisi penuh atau full booking beberapa hari sebelum puncak acara.

Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Syamsul Bahri mengatakan, peningkatan hunian hotel tersebut didominasi oleh wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan domestik jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Sekitar 70 persen tamu hotel merupakan wisatawan mancanegara. Sisanya sekitar 30 persen berasal dari wisatawan lokal dan domestik,” ujar Syamsul kepada Suara NTB, Sabtu (7/2/2026).

Menurut dia, pelaksanaan ajang Bau Nyale memberikan dampak nyata terhadap minat kunjungan wisatawan ke kawasan The Mandalika. Event budaya tersebut tidak hanya menarik wisatawan untuk datang, tetapi juga mendorong mereka untuk menginap di kawasan tersebut, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan okupansi hotel.

Syamsul menilai, event-event budaya seperti Bau Nyale perlu diperbanyak dan digelar secara berkelanjutan. Hal itu penting untuk menjaga arus kunjungan wisatawan, khususnya ke kawasan The Mandalika yang menjadi destinasi unggulan di Lombok Tengah.

“Event budaya ke depan harus lebih sering digelar supaya wisatawan mau datang dan berkunjung ke daerah ini, khususnya kawasan The Mandalika,” katanya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Khusus untuk penyelenggaraan Bau Nyale, pelaku industri pariwisata berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat. Bahkan, Syamsul menyebut, ajang tersebut idealnya dapat ditangani langsung oleh pemerintah pusat agar gaungnya semakin luas, termasuk di tingkat internasional.

“Harapan kami sebagai pelaku wisata, event Bau Nyale bisa terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pariwisata daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penyempurnaan konsep dan kemasan acara agar semakin menarik minat wisatawan.

Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale ditetapkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil Sangkep Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di kawasan Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri para pemuka adat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok tersebut, sempat muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni pada awal Februari dan awal Maret. Namun, mayoritas pemuka adat berpendapat bahwa Nyale atau cacing laut yang menjadi inti tradisi ini akan muncul pada Februari 2026. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Okupansi Hotel di Kawasan Mandalika Naik Signifikan Selama Bau Nyale, Didominasi Wisatawan Mancanegarai “

Pemkab Lobar Pangkas Birokrasi Perizinan, Investor Berencana Bangun Vila dan Bungalow di Gili Poh Sekotong

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Investor akan membangun vila dan bungalow di kawasan Gili Poh, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar). Permohonan perizinan pun tengah diajukan investor ke Pemkab Lobar. Dalam pelayanan perizinan bagi investor, Pemkab melalui Tim Terpadu OPD memastikan cepat dan mudah dengan memangkas birokrasi. Sistem survei yang dilakukan cukup sekali turun melibatkan OPD atau bidang terkait agar proses perizinan berjalan cepat dan tepat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Lalu Ratnawi mengatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti adanya permohonan perizinan dari investor yang ingin membangun vila di Gili Poh. “Rencana lahan yang diajukan sekitar 2 hektare lebih yang nantinya berupa villa dan bungalow di Gili Poh Sekotong,” kata Ratnawi.

Pihaknya pun telah turun melakukan survei pertama (lapangan). Survei lapangan dilaksanakan tim dan PUPRPKP dari Bidang Tata Ruang dan SDA bersama Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi eksisting kawasan, kesesuaian tata ruang, aspek sumber daya air, serta potensi dan daya dukung lingkungan.

Tiba di lokasi tim melakukan peninjauan terhadap site plan, meliputi batas dan luas lahan, posisi bangunan, akses jalan, ruang terbuka, sistem drainase dan jarak bangunan terhadap batas lahan. Kondisi eksisting di kawasan itu masih berupa lahan yang didominasi oleh tumbuh-tumbuhan liar yang tumbuh alami di sekitar kawasan pantai. Di lokasi ini belum ada bangunan permanen maupun aktivitas pemanfaatan lahan.

Luas lahan yang direncanakan untuk pengembangan dipekrirakan sekitar 2 hektare. Dengan karakteristik wilayah pesisir yang masih alami dan terbuka. Terakhir, tim melakukan pengukuran sepadan pantai untuk memastikan batas sepadan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta sebagai dasar dalam penilaian keseisian pemanfaatan ruang dengan aspek perlindungan kawasan pesisir.

“Kegiatan peninjauan lapangan ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan pertimbangan dalam proses percepatan perizinan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan survei ini, pihaknya memangkas alurnya. Di mana survei cukup sekali saja melibatka tim terpadu dari OPD atau bidang teknis terkait. Setelah itu langsung proses izin tanpa ada survei-survei tambahan lagi. “Kami mempersingkat alur dan tahapan perizinan yang panjang,” tegasnya.

Tidak lagi seperti dulu yang beberapa kali tim OPD turun sehingga memakan waktu lama.

Percepatan pelayanan perizinan ini seusai dengan perintah dan arahan Bupati Lobar agar pelayanan sektor investasi tidak bertele-tele. Bahkan Bupati menargetkan pelayanan perizinan tuntas lima hari. Sehingga pihaknya pun berupaya menidaklanjuti instruksi tersebut mulai dari turun survei awal dipersingkat hingga izin diterbitkan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkannya proses percepatan perizinan berjalan selaras dengan kebijakan penataan ruang, prinsip keberlanjutan lingkungan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut, pihaknya perlu mendetailkan gambar teknisnya untuk melihat nanti berapa kapasitas kamar villa yang akan bisa dibagun pihak investor. Terkait nilai investasi ini, belum dihitung Pihaknya secara total karena masih baru tahapan awal. Namun menurut informasi, nilainya lumayan besar. (her)

KKG PJOK Kecamatan Sekarbela Gelar Fun Swimming, Ajang Pembinaan Atlet Renang Pemula

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Sekolah Dasar Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, menggelar lomba renang junior bertajuk Fun Swimming se-Kota Mataram, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kolam Renang Wira Bhakti Gebang, Kota Mataram.

Ketua Panitia Fun Swimming, Mulyanto, S.Pd, mengatakan, lomba tersebut diikuti sebanyak 295 peserta yang berasal dari berbagai klub renang dan sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) se-Kota Mataram.

“Peserta datang dari berbagai latar belakang, baik klub renang maupun sekolah. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi terhadap olahraga renang di kalangan anak-anak,” ujar Mulyanto, didampingi Ketua KKG PJOK Kecamatan Sekarbela, Mardiansyah, S.Pd.

Para pemenang lomba mendapatkan penghargaan berupa medali, piagam, serta biaya pembinaan. Menurut Mulyanto, pemberian hadiah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet junior untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya.

Ia menjelaskan, kegiatan Fun Swimming digelar sebagai bentuk perhatian KKG PJOK Kecamatan Sekarbela terhadap atlet renang pemula. Melalui kompetisi ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk merasakan suasana pertandingan sebelum tampil di ajang yang lebih tinggi.

“Tujuan kami adalah membina anak-anak agar ke depan Kota Mataram bisa melahirkan atlet-atlet renang yang berprestasi. Insya Allah, ke depan kegiatan ini akan kami buka hingga tingkat se-Pulau Lombok,” kata Mulyanto.

Selain itu, Fun Swimming juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berlomba yang sesungguhnya kepada para peserta, sekaligus mengukur hasil latihan yang telah mereka jalani selama ini.

“Dari kompetisi ini, siswa bisa mengetahui sejauh mana hasil latihan mereka, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Mardiansyah.

Panitia memastikan, kegiatan Fun Swimming akan menjadi agenda rutin tahunan. Lomba ini direncanakan digelar setidaknya satu kali dalam setahun, dengan cakupan yang semakin luas di masa mendatang.

“Kami sudah mengagendakan Fun Swimming se-Pulau Lombok sebagai kelanjutan dari kegiatan ini,” ujarnya.(ris)

Pedagang Jaring Nyale Raup Keuntungan hingga Jutaan Rupiah di Momen Bau Nyale

Praya (globalfmlombok.com) – Pedagang “sorok” atau jaring nyale (cacing laut) dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil berjualan “sorok” saat ajang atau event Bau Nyale berlangsung.

Seorang pedagang “sorok” Nyale, Bapak Ledi mengatakan, dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil berjualan jaring cacing laut itu selama tiga hari.

“Ada 600 sorok saya jual, kalau habis semua bisa dapat untung Rp1,2 juta,” katanya.

Pedagang “sorok” Nyale di Pasar Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu mengaku mengambil barang atau “sorok” dari seorang perajin di Lombok Timur. Setiap satu “sorok” ia ambil keuntungan Rp2 ribu.

“Ini sudah hari ketiga saya berjualan. Nanti berjualan sampai pukul 02.00 Wita,” sebutnya.

Pria asal Desa Sengkol itu mengaku berjualan “sorok” Nyale setiap tahun. Yakni setiap ajang Bau Nyale diadakan.

“Tahun lalu habis terjual sepertinya 500 ‘sorok’. Untungnya sampai Rp1 juta,” bebernya.

Bau Nyale Dipusatkan di Pantai Seger

Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale diputuskan digelar pada tanggal 7-8 Februari 2026. Putusan tersebut diambil dalam Sangkep (rapat) Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bertempat di area Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri belasan pemuka adat perwakilan dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok tersebut, muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni awal bulan Maret dan awal bulan Februari.

Namun sebagian besar para pemuka adat berpendapat bahwa Nyale (cacing laut) yang menjadi core dari ajang ini akan keluar pada bulan Februari 2026 dan, hanya sebagian kecil yang berpendapat di bulan Maret.

Ajang Bau Nyale tidak masuk dalam kalender event pariwisata nasional. Tapi bukan berarti Bau Nyale tidak lagi menjadi event nasional. Bahwa status event Bau Nyale tetap menjadi event nasional.

Hanya saja untuk tanggung jawab pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Loteng. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat hanya bersifat supporting (pendukung).

Pusat event ini di 2026 berada di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pantai Seger juga terletak di area Sirkuit Mandalika. Di tempat Sirkuit Mandalika berdiri saat ini merupakan tempat yang menjadi cikal bakal Bau Nyale dimulai. (mit)