Beranda blog Halaman 166

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (29)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Program sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas provinsi NTB tahun anggaran 2026 antara lain program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian, program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, program penyuluhan pertanian, program usaha perizinan pertanian dan lain sebagainya.

Bale Penghulu Adat Bayan Terbakar, Warga dan Aparat Bahu Membahu Padamkan Api

Tanjung (globalfmlombok.com) – Bale Beleq Adat yang berada di area Kampu Timuk Orong, Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), terbakar pada Kamis (19/2/2026) siang. Fasilitas yang dihuni Penghulu Adat Timuk Orong tersebut hangus dan hanya menyisakan puing-puing kayu dari struktur bangunan.

Kapolres Lombok Utara, Agus Purwanta, melalui Kapolsek Bayan, IPTU I Wayan Ciptanaya, mengungkapkan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Selain bale adat, satu unit rumah warga yang berdekatan dengan lokasi kejadian juga ikut terbakar.

“Bale Beleq Timuk Orong merupakan salah satu bangunan adat bersejarah yang berada di kawasan budaya Desa Bayan,” ungkap Ciptanaya.

Saat kebakaran terjadi, R. Kertamono (68), selaku Penghulu Adat Timuk Orong, tengah berada di area berugak kampu. Ia melihat kobaran api muncul dari bagian atap bale dan segera memberi tahu warga sekitar.

Sebagaimana diketahui, bale adat yang dihuni tetua adat di desa-desa Kecamatan Bayan umumnya berada di area kampu (kompleks) adat. Struktur bangunan terbuat dari kayu, beratap ilalang, dan berdinding anyaman bambu. Masyarakat adat setempat masih mempertahankan keberadaan bale sebagai entitas dan warisan budaya turun-temurun.

Kapolsek menjelaskan, warga yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran Kecamatan Bayan. Namun tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api cepat membesar dan merembet ke rumah milik Raden Saparwadi (50) di sebelah selatan bale adat.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim Damkar Kecamatan Bayan tiba di lokasi. Meski sempat terkendala akses jalan yang sempit, proses pemadaman terus dilakukan.

Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, dibantu aparat Polsek Bayan dan Damkar Pos Bayan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wita, atau dua jam setelah pertama kali berkobar.

“Kami bersama warga dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta untuk Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya, serta sekitar Rp350 juta untuk rumah warga yang terdampak.

“Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat Bayan bersama aparat dalam menghadapi musibah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bale Penghulu Adat Bayan Terbakar, Warga dan Aparat Gotong Royong Padamkan Api ”

Teluk Ekas Ditetapkan sebagai Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Pusat menetapkan Teluk Ekas, Lombok Timur (Lotim), sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) atau Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi pesisir dan mendorong hilirisasi sektor kelautan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menegaskan, penguatan riset rumput laut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pembangunan ITSRC di Teluk Ekas menjadi fondasi membangun ekosistem riset bertaraf global sekaligus mendorong transformasi ekonomi pesisir berbasis ilmu pengetahuan.

Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pasar global. Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai sekitar 12 miliar dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus meningkat.

Namun, posisi tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan riset dan hilirisasi di dalam negeri. Karena itu, ITSRC dirancang sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional, termasuk kerja sama dengan University of California, Berkeley serta Beijing Genomics Institute (BGI) dari Tiongkok.

BGI berkomitmen mendukung pendanaan sekitar Rp3 miliar untuk dua tahun pertama. Sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengalokasikan Rp1,5 miliar pada tahap awal.

Sejumlah fasilitas akan dibangun di kawasan ITSRC, antara lain gedung penelitian, asrama peneliti internasional, apotek, serta sarana pendukung lainnya. Secara ekologis, Teluk Ekas dinilai ideal sebagai living laboratory karena memiliki sistem teluk tropis yang relatif terlindung dengan sirkulasi air yang baik.

Kawasan ini juga potensial untuk pengembangan berbagai jenis rumput laut, seperti Kappaphycus, Caulerpa, Ulva, dan Halymenia.

Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif kehadiran ITSRC. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., MT., menyampaikan apresiasi atas hadirnya pusat riset bertaraf internasional tersebut, yang diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik budidaya rumput laut, khususnya kelangkaan bibit unggul.

“Pemprov NTB sangat mengapresiasi kehadiran laboratorium rumput laut ini. Selama ini salah satu kendala utama petani adalah keterbatasan bibit berkualitas. Dengan adanya ITSRC, kami berharap masalah tersebut bisa teratasi. Ke depan, pusat riset ini juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pelatihan bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan pengembangan rumput laut di NTB,” ujarnya.

Ia menambahkan, NTB memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya rumput laut nasional. Kolaborasi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi dari ITSRC diyakini akan mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari penguatan riset berbasis potensi daerah, Universitas Mataram turut berperan dalam pengembangan ITSRC Ekas Buana, Lombok Timur. ITSRC akan dikembangkan sebagai pusat riset rumput laut bertaraf internasional melalui kolaborasi dengan peneliti dunia, dilengkapi laboratorium modern hingga dukungan kapal penelitian.

Selain pusat riset rumput laut, Universitas Mataram juga membangun Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan untuk memperkuat layanan kesehatan wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis. Fasilitas ini diharapkan memperluas akses layanan medis berkualitas bagi masyarakat pesisir, khususnya di Lombok Timur.

Melalui kehadiran ITSRC, Pemprov NTB optimistis Teluk Ekas akan berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia sekaligus motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan di NTB. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Teluk Ekas Ditetapkan sebagai Pusat Riset Rumput Laut Dunia ”

TPP, Gaji Ke-13, dan THR ASN Mataram Disiapkan Cair Jelang Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram dipastikan akan menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Maret 2026 bersamaan dengan TPP ke-13. Selain itu, ASN juga akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji bulanan sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan anggaran untuk pembayaran TPP ke-13, gaji ke-13, serta THR telah mulai dipersiapkan dari sisi administrasi. Langkah tersebut dilakukan agar proses pencairan dapat berjalan tepat waktu.

“Kita sudah siapkan untuk TPP, termasuk TPP ke-13. Nanti kita lihat PMK-nya seperti apa. Kalau PMK-nya mengatur 100 persen, maka 100 persen kita berikan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Namun demikian, pencairan TPP masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan mengatur besaran pembayaran. PMK tersebut akan menjadi dasar hukum pencairan THR dan gaji ke-13 bagi ASN di daerah.

Menurut Alwan, regulasi tersebut diperkirakan terbit pada awal Ramadan. Hal itu dinilai penting karena proses administrasi pencairan anggaran biasanya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu setelah aturan resmi diterbitkan.

Untuk mempercepat proses, ia mengimbau jajaran keuangan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera menyiapkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan kelengkapan administrasi lainnya sejak dini.

“Harapan kita di awal-awal sudah mulai diproses dulu administrasinya, termasuk kelengkapan untuk pencairan TPP,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah antisipatif tersebut dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pengajuan menjelang cuti bersama Lebaran. Dengan persiapan lebih awal, diharapkan seluruh hak ASN dapat dibayarkan tepat waktu sebelum hari raya.

Di sisi lain, Alwan juga mengingatkan agar tidak terjadi penurunan disiplin dan kinerja ASN selama bulan puasa. Ia berharap momentum Ramadan justru menjadi pemacu peningkatan etos kerja.

“Jangan sampai dengan alasan puasa, disiplin semakin menurun, kinerja semakin menurun. Justru kita harapkan disiplin meningkat dan kinerja juga semakin baik,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” TPP, Gaji Ke-13, dan THR ASN di Mataram Disiapkan Cair Jelang Lebaran ”

Sekda Sidak Hari Pertama Ramadan, Kehadiran ASN Tembus 99 Persen

Mataram (globalfmlombok.com) – Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) aparatur sipil negara (ASN) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Wali Kota Mataram, Kamis (19/2/2026) pagi. Sidak dilakukan untuk memastikan tingkat kehadiran dan pelayanan pegawai pada hari pertama kerja di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 Wita, sejumlah lorong ruangan dari lantai satu hingga lantai tiga tampak relatif lengang. Aktivitas pegawai belum terlalu ramai pada pagi hari. Namun di beberapa ruangan, pegawai sudah terlihat berada di depan komputer dan mulai mengerjakan tugas.

Meski suasana kantor terkesan lebih tenang, Alwan memastikan tingkat kehadiran pegawai tetap tinggi. Ia menyebutkan, baik ASN maupun non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Mataram hadir sekitar 99 persen pada hari pertama puasa.

“Saya lihat banyak yang aktif dan datang tepat waktu pukul 08.00 pagi. Banyak yang masuk,” ujarnya.

Menurutnya, dari satu persen pegawai yang tidak hadir, sebagian besar karena izin sakit dan cuti. Ia menegaskan tidak ada ASN yang bolos tanpa keterangan pada hari pertama Ramadan.

“Yang tidak masuk tanpa keterangan tidak ada. Ada yang izin sakit karena kurang sehat dan ada juga yang cuti,” jelasnya.

Alwan berharap tingkat kedisiplinan tersebut dapat dipertahankan hingga akhir Ramadan. Ia menekankan agar ibadah puasa tidak dijadikan alasan untuk menurunkan semangat kerja maupun kedisiplinan.

“Harapan kita, ini kan suatu kewajiban. Jangan sampai ibadah ini menjadi alasan untuk menurunkan disiplin,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot Mataram telah mengingatkan ASN agar tidak bolos pada hari pertama puasa. ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan terancam pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 2 persen.

Selain itu, Pemkot juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/812/SETDA/II/2026 tentang penetapan jam kerja ASN selama Ramadan 2026. Untuk perangkat daerah dengan lima hari kerja, jam kerja ditetapkan Senin hingga Kamis pukul 08.00–15.45 Wita dan Jumat pukul 08.00–11.30 Wita.

Sementara perangkat daerah dengan enam hari kerja berlaku Senin hingga Kamis pukul 08.00–14.00 Wita, Jumat pukul 08.00–11.00 Wita, dan Sabtu pukul 08.00–13.30 Wita. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sekda Sidak Hari Pertama Ramadan, Kehadiran ASN Capai 99 Persen ”

Diikuti 1.220 Peserta, Lelang Randis di Lobar Raup Rp1,77 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Hasil lelang ratusan kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menembus Rp1,77 miliar atau dua kali lipat dari total nilai limit sebesar Rp882 juta. Tingginya animo masyarakat membuat sejumlah objek lelang melonjak drastis, bahkan ada yang terjual hingga 10 kali lipat dari harga taksiran awal.

Lelang dilaksanakan secara terbuka melalui KPKNL Mataram dengan mekanisme penawaran daring (e-auction). Jumlah peserta yang mengikuti proses lelang tercatat mencapai 1.220 orang, berasal dari Pulau Lombok maupun luar daerah.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan kebijakan lelang kendaraan dinas ini merupakan langkah strategis untuk mendorong efisiensi anggaran daerah. Menurutnya, kendaraan yang telah berusia tua cenderung membebani APBD karena biaya perawatan yang tinggi.

“Aset-aset ini jika didiamkan hanya akan menjadi besi tua dan membebani APBD melalui biaya perawatan. Hari ini, kita ubah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita ingin setiap aset yang kita miliki dikelola secara produktif dan transparan,” ujarnya.

Ia menekankan, pelaksanaan lelang dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Seluruh proses berjalan berbasis sistem tanpa intervensi pihak manapun.

“Siapapun bisa ikut, cukup melalui sistem. Mau dekat dengan Sekda atau tidak, tidak ada pengaruhnya karena yang berproses adalah sistem. Yang menjadi ranah publik akan kita umumkan secara terbuka,” tegasnya.

Lelang dilakukan melalui portal lelang.go.id dengan mekanisme open bidding. Peserta dapat melakukan penawaran berulang dalam batas waktu yang telah ditentukan sehingga harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan harga pasar.

“Alhamdulillah, proses ini sangat menguntungkan bagi pemerintah daerah. Bayangkan, satu kendaraan yang limitnya Rp131 juta bisa terjual Rp246 juta. Ini peningkatannya luar biasa,” ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan jajarannya agar pengelolaan aset kendaraan dinas ke depan dilakukan lebih profesional. Kendaraan yang beban operasionalnya tinggi namun masih layak pakai, menurutnya, sebaiknya segera dilelang sebelum kondisinya menurun.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pelelang Ahli Muda KPKNL Mataram, Doni Ardiansyah, mengapresiasi tata kelola aset Pemkab Lobar. Ia menyebut tingginya partisipasi peserta menjadi bukti kepercayaan publik terhadap sistem lelang yang transparan.

“Proses yang kita lakukan sejak 11 Februari murni berbasis sistem. Tidak ada intervensi. Harga yang terbentuk hari ini adalah harga pasar yang paling optimal,” jelasnya.

Dari total 94 lot objek lelang yang terdiri atas mobil, sepeda motor, kapal, hingga scrap kendaraan, nilai limit sebesar Rp882.497.000 meningkat signifikan menjadi Rp1.776.619.000.

Salah satu objek yang paling diminati adalah sepeda motor Yamaha RX King. Dengan nilai limit Rp3.773.000, kendaraan tersebut laku terjual dengan penawaran tertinggi Rp31.173.000.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, peserta wajib melunasi pembayaran paling lambat lima hari kerja. Apabila tidak melunasi kewajiban, pengesahan sebagai pembeli akan dibatalkan dan uang jaminan disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, peserta yang tidak menang akan menerima pengembalian jaminan secara penuh sesuai ketentuan.

KPKNL selanjutnya menerbitkan kuitansi pelunasan dan Kutipan Risalah Lelang sebagai dasar pengambilan barang dan proses administrasi kepemilikan kendaraan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diikuti 1.220 Orang, Hasil Lelang Randis di Lobar Tembus Rp1,77 Miliar ”

Dishub Mataram Petakan Titik Rawan Macet saat Warga Berburu Takjil Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Perhubungan Kota Mataram memetakan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa selama bulan Ramadan. Kepadatan arus lalu lintas diperkirakan meningkat seiring tingginya aktivitas masyarakat yang berburu takjil dan mengisi waktu ngabuburit.

Sejumlah ruas jalan yang kerap mengalami kepadatan antara lain Jalan Airlangga, Jalan Majapahit, Jalan Adisucipto, Jalan Pejanggik, kawasan sekitar Pasar ACC Ampenan, serta Jalan Gajah Mada dan beberapa titik strategis lainnya. Lokasi-lokasi tersebut dinilai rawan karena menjadi pusat aktivitas pedagang musiman sekaligus tempat berkumpulnya warga.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi peningkatan volume kendaraan, khususnya menjelang berbuka puasa hingga selesai salat Tarawih. Lonjakan arus lalu lintas umumnya terjadi pada pukul 16.30 hingga 18.30 Wita.

“Pada dasarnya kami sudah menyiapkan pola pengamanan. Biasanya kepadatan terjadi ketika penjual takjil mulai beraktivitas sehingga terjadi penumpukan warga yang ngabuburit,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, Dishub bersama kepolisian dan TNI akan membangun pos terpadu di sejumlah titik untuk memberikan rasa aman sekaligus meminimalisir kemacetan selama Ramadan. Pos tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pengendalian arus lalu lintas, termasuk untuk merespons cepat apabila terjadi penumpukan kendaraan.

Sebelumnya, Dishub telah melakukan pemetaan ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan selama bulan puasa. Langkah antisipasi tersebut dibahas bersama Bidang Pengendalian dan Operasional guna memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung.

Tindak lanjut teknis juga akan dikoordinasikan dengan Polresta Mataram, Satpol PP, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang guna memastikan penataan pedagang dan parkir berjalan optimal.

Sejumlah skenario telah disiapkan, di antaranya menempatkan personel di titik-titik rawan macet, pengaturan arus lalu lintas secara situasional, serta rekayasa lalu lintas apabila diperlukan. “Kami maksimalkan anggota untuk turun mengawasi, terutama menjelang berbuka puasa,” jelas Zulkarwin.

Selain itu, petugas juga akan melakukan patroli secara mobiling untuk memantau kondisi lalu lintas di beberapa ruas jalan sekaligus. Pola ini diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan dalam waktu lama dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

Mantan Camat Selaparang ini mengharapkan partisipasi masyarakat, baik pengendara maupun penjual takjil, untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Ia menegaskan aktivitas ekonomi tetap diperbolehkan selama tidak menggunakan trotoar dan bahu jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Kami tidak melarang masyarakat berjualan, tetapi harus tetap tertib. Jangan sampai menggunakan badan jalan atau trotoar yang dapat membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Ia juga meminta peran aktif juru parkir untuk mengarahkan pengendara memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan kemacetan baru. Dengan kerja sama seluruh pihak, Dishub berharap suasana Ramadan di Kota Mataram tetap aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dishub Mataram Petakan Titik Kemacetan saat Berburu Takjil Selama Ramadan ”

Bulog NTB Targetkan Serap 240 Ribu Ton Gabah, Petugas Lapangan Bekerja Tanpa Libur

Mataram (globalfmlombok.com)Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat mulai tancap gas memperkuat cadangan pangan daerah menjelang musim panen raya. Untuk mengejar target serapan tahunan, Bulog NTB memberlakukan kebijakan operasional khusus dengan menggenjot penyerapan gabah dan beras petani tanpa hari libur.

Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan target serapan tahun 2026 dipatok sebesar 240.000 ton setara beras. Hingga pertengahan Februari 2026, realisasi serapan baru mencapai 11.431 ton atau sekitar 4 persen.

“Saat ini persentasenya memang masih di angka 4 persen karena baru memulai. Namun kami optimistis pada puncak panen raya Maret dan April mendatang, target 240.000 ton tersebut dapat tercapai,” ujar Regar, sapaan akrabnya, Kamis (19/2/2026).

Untuk memastikan hasil panen petani terserap maksimal, Bulog NTB menginstruksikan seluruh petugas lapangan bekerja tujuh hari dalam sepekan. Kebijakan tanpa hari libur itu diharapkan mampu mengamankan stok dalam jumlah besar pada semester pertama tahun ini.

“Sabtu dan Minggu kami tetap lakukan penyerapan. Harapan kami, pada semester pertama minimal 50 persen dari total target tahunan sudah bisa tercapai,” imbuhnya.

Selain memperkuat stok di sisi hulu, Bulog NTB juga memastikan kesiapan distribusi di hilir menjelang Ramadan dan Idulfitri. Stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan terus digelontorkan ke pasar sesuai ketentuan pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Kami sampaikan kepada masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa, Bulog siap menjaga ketersediaan beras SPHP,” tegasnya.

Saat ini, total cadangan beras di NTB mencapai 154.000 ton. Jumlah tersebut dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan.

Dengan kombinasi stok yang melimpah dan skema serapan gabah yang masif, Bulog NTB optimistis stabilitas harga pangan tetap terjaga meski permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bulog NTB Targetkan Serapan 240 Ribu Ton Gabah, Petugas Lapangan Bekerja Tanpa Libur ”

Polresta Mataram Gencarkan Patroli Malam, Jaga Kamtibmas Selama Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com)Polresta Mataram menggiatkan patroli malam guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Mataram AKP Muhamad Puteh Rinaldi, Kamis (19/2/2026) mengatakan, patroli dilaksanakan secara rutin, terutama pada malam hari saat aktivitas masyarakat meningkat, termasuk kegiatan tadarus dan ibadah lainnya.

“Patroli ini untuk memberikan rasa aman dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan,” ujarnya.

Pada patroli perdana yang digelar Rabu (18/2/2026) malam, personel menyisir sepanjang Jalan Udayana, Kota Mataram, termasuk kawasan Taman Teras Udayana hingga Gedung DPRD NTB yang dikenal sebagai pusat tongkrongan anak muda.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan pencegahan balap liar dengan menindak kendaraan yang menggunakan knalpot bersuara bising atau tidak sesuai standar.

“Hasilnya, 20 unit kendaraan roda dua yang kedapatan menggunakan knalpot tidak sesuai standar kami amankan dan diberikan teguran,” jelas Puteh.

Ia menegaskan, pihaknya masih memberikan toleransi kepada pelanggar dengan syarat knalpot yang digunakan harus dikembalikan ke kondisi standar pabrikan.

“Pengendara dapat mengambil kembali kendaraannya di Mapolresta Mataram, tetapi harus mengganti knalpotnya sesuai standar agar tidak menimbulkan kebisingan,” tuturnya.

Puteh juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga sikap toleransi selama bulan puasa. Dengan kepatuhan dan kesadaran bersama, situasi kamtibmas di Kota Mataram diharapkan tetap aman dan kondusif sepanjang Ramadan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polresta Mataram Giatkan Patroli Malam Jaga Keamanan Selama Bulan Puasa ”

Gubernur Iqbal Ajak Warga Syukuri Nikmat Bertemu Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com) – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak masyarakat untuk mensyukuri kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan suci. Ajakan tersebut disampaikannya saat melaksanakan Salat Tarawih perdana bersama warga di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Rabu (18/2) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa tidak semua orang yang berharap dapat kembali bertemu Ramadan tahun ini memperoleh kesempatan yang sama.

“Banyak saudara dan sahabat kita yang ingin hadir di masjid malam ini, tetapi karena sakit atau uzur tidak bisa bersama kita. Maka kesempatan ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pertemuan dengan Ramadan merupakan nikmat besar yang sebelumnya selalu dipanjatkan dalam doa.

“Tahun lalu kita berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan. Malam ini Allah menyampaikan kita kepada bulan suci ini. Ini adalah nikmat yang besar,” katanya.

Gubernur juga mengajak seluruh jamaah menjalankan ibadah puasa dengan imanan wa ihtisaban, yakni dengan keyakinan penuh atas perintah Allah serta mengharap ampunan dan balasan terbaik dari-Nya.

“Mari kita jalani Ramadan ini dengan iman dan keyakinan. Ibadah ini diperintahkan Allah dan membawa kebaikan bagi lahir dan batin kita,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia turut menyinggung pengukuhan kepengurusan baru Masjid Hubbul Wathan Islamic Center dan LPTQ Provinsi NTB. Pengurus yang baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan keagamaan dan memakmurkan masjid sebagai pusat aktivitas umat.

“Kita doakan para pengurus yang baru diberikan kemudahan untuk memakmurkan masjid ini dan melahirkan generasi Qur’ani bagi Nusa Tenggara Barat,” harapnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Syukuri Nikmat Bertemu Ramadan ”