Beranda blog Halaman 158

Hujan Intensitas Tinggi, Empat Kecamatan di KSB Dilanda Banjir

Taliwang (globalfmlombok.com) – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam dua hari terakhir memicu terjadinya banjir di empat kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah KSB, banjir dilaporkan terjadi di tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Brang Ene, Jereweh, Maluk, dan Sekongkang. Di Kecamatan Brang Ene banjir terjadi di Desa Mataiyang. Di Kecamatan Jereweh melanda Desa Belo, Goa, dan Beru. Di Kecamatan Maluk terjadi di Desa Benete. Sedangkan di Kecamatan Sekongkang melanda Desa Sekongkang Atas dan Desa Tongo.

“Laporan yang masuk ke kami sampai selesai rapat koordinasi barusan, banjir terjadi di tujuh desa pada empat kecamatan,” terang Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Abdullah mengatakan, sebagian wilayah yang terdampak kini mulai terkendali. Di Desa Benete, Sekongkang Atas, dan Tongo, air dilaporkan sudah surut karena banjir terjadi pada pagi hari.

Sementara di Kecamatan Jereweh dan Brang Ene, banjir akibat luapan sungai dengan debit tinggi masih menggenangi permukiman warga. “Laporannya air masih menggenangi rumah warga, tapi kondisinya sudah terkendali,” ujarnya.

BPBD bersama aparat TNI/Polri dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah turun melakukan penanganan sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Di Desa Tongo dan Sekongkang, tim melakukan inventarisasi dampak serta menyalurkan bantuan makanan siap konsumsi.

“Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini. Soal kerugian kami masih lakukan pendataan,” katanya.

Informasi yang dihimpun, banjir di Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang sempat menyebabkan akses jalan terputus. Air sungai yang meluap membawa material batu dan pasir hingga menutup badan jalan, sehingga sulit dilalui kendaraan.

Selain empat kecamatan yang telah terdampak, Kecamatan Brang Rea dan Taliwang juga terancam banjir. Di Kecamatan Taliwang, yang menjadi titik pertemuan muara Sungai Brang Rea dan Brang Ene, debit air terpantau terus meningkat.

Abdullah menyebutkan, ketinggian air sungai di Taliwang masih berada pada level siaga. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat hujan masih turun merata di seluruh wilayah KSB.

“Hujan ini merata sejak kemarin. Mau di hulu ataupun di hilir semua hujan dengan intensitas yang sama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi debit air Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk yang berada di hulu Sungai Brang Rea dan Brang Ene. Berdasarkan pembaruan Balai Wilayah Sungai (BWS), ketinggian air kedua bendungan tersebut masih dalam kondisi aman.

“Update BWS terbaru, ketinggian air kedua bendungan masih aman. Tapi dengan kondisi hujan yang masih terus turun seperti sekarang, potensi kenaikan ketinggian air bendungan tetap ada,” imbuhnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Hujan Intensitas Tinggi, Empat Kecamatan di KSB Dilanda Banjir 

Jambret Turis China di Mandalika, Polisi Buru Pelaku

0

Praya (globalfmlombok.com) – Aparat Polres Lombok Tengah saat ini tengah memburu pelaku dugaan jambret dengan korban wisatawan mancanegara asal China yang terjadi di kawasan The Mandalika, Kuta, Sabtu (21/2/2026) malam.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan untuk mengidentifikasi terduga pelaku. Polisi juga berharap dukungan informasi dari masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku jambret tersebut.

Aksi jambret itu berlangsung sekitar pukul 20.30 Wita. Korban bernama Rui Bao, asal Liaoning, Tiongkok, saat itu sedang berjalan seorang diri di salah satu gang di Dusun Kuta I, Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah merampas tas milik korban dan langsung kabur.

Korban sempat meminta bantuan warga sekitar. Namun pelaku lebih dahulu melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sejumlah dokumen penting, di antaranya paspor, kartu identitas residensi Tiongkok, uang tunai, serta SIM card asal negaranya.

Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kawasan Mandalika.

“Laporan dari korban sudah diterima dan sudah ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP. Adapun terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kapolsek Kawasan Mandalika Iptu Kadek Angga Nambara, Senin (23/2/2026).

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk segera mengungkap pelaku. Polisi juga akan meningkatkan patroli di kawasan wisata Mandalika guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di destinasi unggulan Lombok Tengah tersebut.

“Kepada masyarakat, terutama wisatawan domestik maupun mancanegara, kami imbau agar lebih waspada saat beraktivitas, khususnya pada malam hari. Hindari berjalan sendirian di tempat sepi serta tidak membawa atau memperlihatkan barang berharga secara mencolok guna menghindari tindak kejahatan,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Buru Pelaku Jambret terhadap Turis Cina di Kawasan Mandalika 

Pertumbuhan Ekonomi NTB 2025 Merosot, Peringkat 36 dari 38 Provinsi

Mataram (globalfmlombok.com) – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang tahun 2025 hanya mencapai 3,22 persen (year on year). Capaian tersebut menempatkan NTB di posisi 36 dari 38 provinsi atau tiga terbawah secara nasional.

Rendahnya pertumbuhan ini menjadi sorotan, mengingat NTB selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional dan memiliki salah satu perusahaan tambang besar, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah pada 2025 adalah Papua Tengah yang mengalami kontraksi hingga -21,80 persen, Aceh 2,97 persen, NTB 3,22 persen, Sumatera Barat 3,37 persen, dan Papua Selatan 3,39 persen.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengaku belum mengetahui secara rinci penyebab merosotnya posisi NTB dalam daftar pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pemerintah daerah akan segera melakukan identifikasi faktor penyebabnya.

“Ini tahun pertama. Iya nanti kita lihat apa penyebabnya. Kita akan identifikasi penyebab,” katanya.

Terpisah, Kepala BPS NTB, Wahyudin, menjelaskan pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB menembus 7 persen. Sementara dalam RPJMD, NTB menargetkan kisaran 6–6,5 persen. Namun realisasinya hanya 3,22 persen.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi kontraksi ekonomi pada triwulan pertama dan kedua 2025. Pada Maret 2025, BPS mencatat NTB mengalami kontraksi terdalam hingga -1,43 persen. Kemudian pada triwulan kedua kembali terkontraksi 0,28 persen.

“Jadi dari satu ke dua itu kita minus gitu pertumbuhan ekonomi kita. Kenapa dia minus? Karena memang secara PDRB kita kan nomor dua itu dari tambang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi NTB sangat dipengaruhi sektor pertanian dan pertambangan. Dengan belum optimalnya operasional smelter AMNT serta adanya larangan ekspor konsentrat, sektor tambang mengalami tekanan pada awal tahun.

“Smelter kan belum mampu mengoptimalkan semaksimal mungkin. Hanya 30–35 persen,” katanya.

Meski demikian, Wahyudin menyebut apabila sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi NTB justru mencapai sekitar 8 persen. Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih tinggi seiring mulai pulihnya ekspor.

“Kalau tahun lalu tidak ada ekspor, sekarang ada ekspor, otomatis secara year on year akan terlihat meningkat,” ungkapnya.

Tahun 2024 Tumbuh 5,3 Persen

Pada 2024 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB tercatat mencapai 5,3 persen. Perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan IV-2024 mencapai Rp44,84 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,73 triliun.

Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi NTB pada Triwulan IV-2024 mengalami kontraksi 4,97 persen. Secara tahunan (y-on-y) juga terkontraksi 0,50 persen. Namun secara kumulatif sepanjang 2024 (c-to-c), ekonomi NTB tetap tumbuh 5,30 persen.

Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi terdalam sebesar 16,84 persen (y-on-y). Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa terkontraksi hingga 41,43 persen.

Sementara secara kumulatif 2024, pertumbuhan terbesar dari sisi produksi terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 11,66 persen (c-to-c). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 11,26 persen. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pertumbuhan Ekonomi NTB Tahun 2025 Merosot, Posisi 36 dari 38 Provinsi

Sidak di Pasar Renteng, Bulog NTB Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Selama Ramadan

Praya (globalfmlombok.com) –

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan harga tetap terkendali selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan suci Ramadan 1447 H/2026. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, usai inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Renteng, Lombok Tengah, Selasa (24/02/2026).

Sidak dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Tim Satgas Pangan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB, serta Dinas Perdagangan Lombok Tengah guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok pada momen hari besar keagamaan.

Mara Kamin Siregar menegaskan, secara umum kondisi stok pangan di NTB dalam posisi sangat aman.

“Alhamdulillah, stok kita cukup aman. Bahkan cukup untuk satu tahun ke depan. Beras kita saat ini kurang lebih 156 ribu ton sampai hari ini,” ujarnya.

Selain beras, Bulog NTB juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga. Pasokan minyak terus didatangkan, termasuk dari Surabaya, untuk memperkuat cadangan di daerah.

“Untuk minyak juga alhamdulillah masih aman. Kami terus mengisi stok dari Surabaya. Jadi harga tidak ada yang tinggi, baik beras maupun minyak masih dalam kondisi normal,” jelasnya.

Stok Melimpah, SPHP Tetap di Harga Rp12.500

Regar menambahkan, Bulog tetap menjaga stabilitas harga beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk wilayah NTB, harga beras SPHP dipatok Rp12.500 per kilogram.

“Intinya kita di Rp12.500 untuk beras medium SPHP,” tegasnya.

Bulog juga terus melakukan pengadaan beras di seluruh kabupaten/kota di NTB, terutama di daerah yang sudah memasuki masa panen. Meski panen tahun ini disebut tidak terjadi secara serentak, pengadaan tetap berjalan guna memperkuat cadangan pemerintah.

“Kami masih melakukan pengadaan di semua kabupaten/kota. Beberapa titik sudah mulai panen, walaupun memang tidak serentak,” katanya.

Minyak Kita Sesuai HET

Dalam sidak tersebut, Bulog juga memantau harga minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut Regar, minyak yang disuplai Bulog dijual sesuai ketentuan pemerintah.

“Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Kalau ada sedikit lebih mahal, biasanya berasal dari distributor lain,” jelasnya.

Saat ini, stok minyak goreng Bulog NTB mencapai sekitar 307 ribu liter dan diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026.

Tambahan Kuota Penerima Bantuan

Bulog NTB juga bersiap menyalurkan kembali program bantuan pangan pemerintah pada Maret mendatang. Regar menyebutkan adanya kenaikan pagu penerima dibanding tahun sebelumnya.

“Insya Allah bulan Maret nanti kita akan mulai lagi. Ada kenaikan penerima sekitar 46 persen dibanding tahun lalu. Sekarang kita masih menunggu data penerima manfaatnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi stok beras yang mencapai 156 ribu ton dan pengadaan yang terus berjalan, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri bahkan beberapa bulan setelahnya tetap terpenuhi.

“Kami pastikan stok aman sampai satu tahun ke depan. Untuk Ramadan dan Idulfitri tentu sangat cukup,” tegas Regar.

Bulog NTB bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan permintaan selama Ramadhan.(r)

 

 

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (31)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 antara lain di  program pemberdayaan UMKM, program pengelolaan sumber daya air (SDA), program pelayanan izin usaha simpan, program pemberdayaan dan perlindungan Koperasi dan lain sebagainya.

Usai Insiden di Teras Udayana, Pengamanan Ramadan di Kota Mataram Diperketat

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram meningkatkan pengawasan guna memastikan situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut diambil menyusul insiden perang petasan yang melibatkan lima remaja di kawasan Teras Udayana, Kecamatan Selaparang, pekan lalu.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengatakan pihaknya bersama aparat terkait terus melaksanakan patroli rutin untuk meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti aksi balap liar, perang petasan maupun aktivitas remaja yang meresahkan dan mengganggu warga saat beribadah.

“Hal itu sudah menjadi perhatian kami, sehingga pengawasan dan patroli terus dilakukan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia mengakui, seiring perkembangan zaman, para remaja semakin kreatif dalam mengisi kegiatan selama Ramadan. Namun, kreativitas tersebut kerap tidak diarahkan pada kegiatan yang produktif dan justru berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah, sehingga perlu segera ditangani.

Karena itu, wali kota mengajak tokoh masyarakat dan warga untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Selain itu, lanjutnya, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain selama bulan Ramadan.

“Partisipasi masyarakat dan orang tua sangat penting untuk mendukung terciptanya keamanan di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Sebelumnya, orang nomor satu di Mataram tersebut telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan. Melalui para kepala lingkungan, sosialisasi juga dilakukan dengan mengajak seluruh warga bersama-sama menciptakan suasana yang nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam edaran itu, orang tua diminta menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mencoreng kesucian Ramadan, seperti perang kembang api, taruhan balap lari, panco, perang sarung, judi domino, bermain bola hingga larut malam, serta aktivitas lain yang meresahkan.

Pemerintah kota juga mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 24.00 Wita.

Sementara itu, Polresta Mataram melalui Satuan Samapta sebelumnya mengamankan lima remaja yang terlibat perang petasan usai salat Subuh di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram.

Untuk mengantisipasi aksi serupa yang kerap terjadi selama Ramadan, Satuan Samapta Polresta Mataram rutin menggelar patroli intensif mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan tersebut.

“Patroli berlangsung mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan Teras Udayana,” ujarnya.

Patroli dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, khususnya menjelang sahur hingga usai salat Subuh. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Usai Insiden di Teras Udayana, Pengawasan Keamanan Ramadan di Mataram Diperketat 

Terdakwa YG Jadi Saksi Mahkota dalam Sidang Kasus Meninggalnya Brigadir Nurhadi

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang dugaan pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi kembali digelar di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (23/2/2026). Dalam persidangan tersebut, terdakwa YG menerima tawaran majelis hakim untuk menjadi saksi mahkota bagi terdakwa AC.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Lalu Moh Sandi Iramaya, YG memaparkan kronologi peristiwa berdasarkan versinya. Ia mengaku beberapa hari sebelum kejadian sempat menjamu tamu dari Jakarta bersama AC. Menurutnya, tamu tersebut lebih dekat dengan AC.

Dalam pertemuan itu, YG mengaku diminta AC untuk mencarikan wanita pendamping karaoke bagi para tamu. “Ada tujuh ladies tapi lima yang hadir,” ujarnya di persidangan.

YG menyebut dirinya memberikan uang Rp14 juta kepada Nurhadi untuk membayar lima wanita tersebut. Namun, belakangan diketahui ada wanita yang belum menerima bayaran. Korban disebut sempat menyampaikan bahwa sebagian uang tersebut diambil oleh AC.

Hakim Ketua kemudian menanyakan apakah ada perseteruan antara korban dan AC terkait persoalan uang tersebut, mengingat adanya pesan bernada emosi dari AC kepada korban. YG menjawab tidak melihat adanya konflik.

“Dari gerak tubuh dan yang saya lihat waktu itu tidak ada perseteruan,” katanya.

Dalam kesaksiannya, YG juga mengaku membuat surat perjalanan dinas palsu untuk diajukan kepada Kepala Bidang Propam Polda NTB agar dapat pergi ke Gili Trawangan. Dalam surat itu disebutkan rencana pengecekan sebuah vila bersama sejumlah anggota.

Terkait riklona, YG menyebut obat tersebut merupakan milik tersangka M. Namun ia mengakui memberikan uang Rp2 juta kepada M untuk membeli obat tersebut di Bali.

Ia juga membantah keterangan M yang menyebut menerima Rp35 juta secara tunai darinya. YG menegaskan total uang yang diberikan sebesar Rp32 juta dengan rincian Rp2 juta untuk membeli riklona, Rp10 juta di awal, Rp10 juta saat M menginap di hotel dekat bandara, dan Rp10 juta terakhir.

Pada malam kejadian, YG mengaku tidak terlibat dan tidak menyaksikan meninggalnya Nurhadi. Ia membenarkan sempat berada di kamar hotel bersama tersangka M, saksi P, korban, dan AC. Namun, menurutnya, pertemuan itu diinisiasi oleh M.

Setelah itu, YG mengaku pamit tidur. Saat terbangun sekitar pukul 21.00 Wita pada Rabu (16/4/2025), ia hanya mendapati M di kamar. Ia kemudian menghubungi AC yang mengaku sudah berada di kamar Hotel Natya dan tidak mengetahui keberadaan Nurhadi.

“Itu anak buah abang ada di dasar kolam,” ucap M kepada YG, sebagaimana disampaikan di persidangan.

YG menyebut tidak ada nada terkejut atau panik dalam ucapan tersebut. Setelah mengetahui korban berada di dasar kolam, ia mengaku langsung melakukan pertolongan dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan meminta AC menghubungi bantuan.

Beberapa hari setelah kejadian, YG juga menyebut AC beberapa kali memintanya menghubungi Kasat Reskrim Polres Lombok Utara saat itu, AKP Punguan Hutahean, karena memiliki kedekatan sebagai adik tingkat.

Atas seluruh kesaksian tersebut, terdakwa AC hanya membantah soal inisiatif keberangkatan ke Gili Trawangan. YG menyatakan perjalanan itu merupakan kesepakatan bersama untuk berlibur, sedangkan AC menyebut YG yang mengajaknya.

“Saya tetap kepada kesaksian saya yang mulia,” ujar YG menegaskan di hadapan majelis hakim. (mit)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdakwa YG Jadi Saksi Mahkota di Sidang Meninggalnya Brigadir Nurhadi 

Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Lalu Muhamad Iqbal Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Masyarakat

Mataram (globalfmlombok.com) – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar Apel Siaga Kamtibmas di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (23/2/2026).

Apel tersebut dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Sjasul Arief. Kegiatan dipimpin langsung oleh gubernur dan diikuti unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kota Mataram, serta Pejabat Utama Polda NTB.

Apel siaga ini menjadi simbol kesiapan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) selama Ramadan. Bulan suci identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan ibadah malam.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan, apel tersebut merupakan wujud sinergitas lintas sektor dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah NTB.

“Apel ini adalah wujud sinergitas antara Polri, TNI dan Pemerintah Provinsi NTB dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan Ramadan,” ujarnya usai kegiatan.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Melalui apel siaga ini diharapkan komitmen bersama untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadan dapat terus terjaga.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya menjaga keamanan selama bulan suci. Ia mengingatkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan dan pusat keramaian.

“Alhamdulillah hingga saat ini situasi kamtibmas di Nusa Tenggara Barat secara umum terpantau kondusif. Namun memang masih terdapat isu penting yang menjadi fokus utama kita, khususnya memasuki bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan ibadah, bulan kedamaian, dan bulan penguatan nilai kebersamaan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat NTB dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk.

Ia menyoroti sejumlah titik rawan seperti pasar, terminal, tempat ibadah, serta lokasi kegiatan masyarakat pada malam hari. Selain itu, potensi gangguan seperti balapan liar, penggunaan petasan berbahaya, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga potensi konflik sosial harus diantisipasi dengan langkah cepat, tegas, namun tetap humanis.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar tidak memberatkan masyarakat selama Ramadan.

Iqbal menegaskan, era saat ini adalah era kolaborasi. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas daerah.

Ia menilai peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, serta aparat kelurahan dan desa sangat strategis sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan penjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga pengayom, mediator sosial, dan penguat kohesi sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo menegaskan apel siaga ini bertujuan memastikan keamanan di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, ruang publik, hingga lokasi aktivitas remaja.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar mengisi Ramadan dengan kegiatan positif. “Jangan balap liar, ganti dengan kegiatan keagamaan yang lebih produktif,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Gubernur Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Masyarakat 

Dari Produksi ke Transformasi, Kebangkitan Sektor Kelautan dan Perikanan NTB di Tahun Pertama Kepemimpinan Iqbal–Dinda

Mataram (globalfmlombok.com) – Tahun 2025 menandai babak baru pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda, sektor ini tidak lagi sekadar diposisikan sebagai penghasil komoditas primer, melainkan mulai diarahkan menjadi fondasi industri agrokemaritiman yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Periode ini menjadi fase konsolidasi sekaligus akselerasi. Selain sebagai tahun awal implementasi RPJMD 2025–2029, tahun 2025 juga menjadi momentum penguatan struktur produksi, peningkatan kesejahteraan pelaku usaha, serta integrasi antara produktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Secara agregat, produksi perikanan pada 2025 terealisasi sebesar 1.252.719,60 ton. Angka tersebut melampaui target tahunan dan tumbuh 2,96 persen dibanding 2024. Capaian ini menegaskan pertumbuhan sektor tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berbasis stabilisasi sistem produksi di tingkat nelayan dan pembudidaya.

Subsektor perikanan budidaya mencapai 997.210,64 ton atau meningkat 1,66 persen secara tahunan. Meski pertumbuhannya moderat, capaian tersebut terjadi pada basis produksi yang sangat besar, mendekati satu juta ton. Stabilitas produksi udang dan rumput laut, disertai meningkatnya efisiensi usaha, menunjukkan penguatan pembinaan teknis serta mulai terintegrasinya produksi dengan orientasi pasar.

Sementara itu, perikanan tangkap terealisasi sebesar 255.508,96 ton, tumbuh 2,79 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan stabilisasi aktivitas penangkapan dan optimalisasi sarana produksi, sekaligus memastikan peningkatan output tetap berada dalam koridor keberlanjutan sumber daya ikan.

Dari sisi kesejahteraan, Nilai Tukar Perikanan (NTP) tahun 2025 tercatat 106,82 atau meningkat 1,23 poin dibanding 2024 dan melampaui target. Kenaikan ini menunjukkan harga yang diterima nelayan dan pembudidaya tumbuh lebih cepat dibanding biaya yang mereka keluarkan, sehingga margin usaha semakin membaik.

Indikator keberlanjutan lingkungan juga menunjukkan kemajuan. Luas ekosistem perairan laut berstatus baik pada 2025 mencapai 14.528 hektare, meningkat dibanding tahun sebelumnya dan melampaui target. Capaian ini ditopang pengelolaan 12 kawasan konservasi perairan melalui tiga BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Dengan demikian, pertumbuhan sektor berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian ekologis.

Fondasi transformasi turut diperkuat melalui penetapan Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan. Regulasi ini memperjelas kewenangan provinsi dalam pengelolaan laut hingga 12 mil, memperkuat sistem perizinan berbasis risiko, pengelolaan kawasan konservasi, serta mekanisme pengawasan.

Pada sisi hilirisasi, 2025 menjadi titik awal pergeseran struktur ekonomi kelautan. Beroperasinya pabrik garam di Kabupaten Bima mengubah pola ekonomi lokal dari sekadar produksi bahan baku menjadi penciptaan nilai tambah di daerah. Dampaknya terlihat pada peningkatan pendapatan petambak, penciptaan lapangan kerja, stabilisasi harga, serta berkurangnya ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Untuk komoditas unggulan udang, pemerintah daerah juga menyiapkan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan pabrik pengolahan terintegrasi dengan pelabuhan perikanan. Dukungan kebijakan investasi berupa penyediaan lahan, fasilitasi perizinan, dan insentif fiskal menunjukkan strategi hilirisasi diarahkan menjadi ekosistem investasi yang konkret.

Secara komprehensif, hampir seluruh indikator utama 2025 menunjukkan perbaikan dibanding 2024: produksi meningkat hampir tiga persen, subsektor budidaya dan tangkap tumbuh positif, NTP menguat, serta kualitas ekosistem laut membaik.

Jika 2024 dapat dipandang sebagai fase stabilisasi, maka 2025 mencerminkan konsolidasi yang lebih matang dan terarah. Dengan fondasi regulasi yang kuat dan orientasi pembangunan yang semakin terintegrasi antara produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan, tahun 2025 layak diposisikan sebagai titik balik sektor kelautan dan perikanan NTB—sebuah fase transisi dari pertumbuhan kuantitas menuju transformasi tata kelola industri agrokemaritiman yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dari Produksi ke Transformasi, Kebangkitan Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB di Tahun Pertama Iqbal–Dinda

Pemprov NTB Jelaskan Proyek Jalan Lenangguar–Lunyuk yang Tak Kunjung Tuntas

Mataram (globalfmlombok.com) – Proyek peningkatan jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa belum juga tuntas. Proyek fisik yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 itu tidak rampung hingga akhir tahun, sehingga diberikan adendum perpanjangan waktu selama 50 hari kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan senilai Rp19 miliar tersebut.

Namun, setelah melewati 50 hari terhitung sejak 1 Januari 2026, proyek jalan penghubung sepanjang sekitar 60 kilometer itu belum menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan video yang beredar, kondisi jalan disebut masih belum layak dilewati.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan proyek akan mengacu pada kontrak antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan PT Amar Jaya Pratama Grup (AJP) selaku pelaksana.

“Semua proyek itu ada dasarnya. Ada kontrak, ada aturannya. Kalau sudah tidak selesai sesuai aturan, ya kita luruskan. Semua kegiatan proyek itu sudah ada dalam kontrak. Kalau tidak sesuai kontrak, maka ada risikonya,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Terkait dorongan sejumlah anggota dewan agar dilakukan pemutusan kontrak terhadap PT AJP, Faozal belum memberikan kepastian. Ia menegaskan, langkah yang diambil pemerintah daerah sepenuhnya akan mengacu pada isi kontrak dan adendum yang telah disepakati dengan pihak ketiga.

“Risikonya ya sesuai isi kontrak. Kalau di kontraknya bunyinya seperti itu (putus kontrak), ya kita jalankan nanti. Pokoknya semua sesuai dengan kontrak,” katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-Perkim NTB, Budi Herman, memastikan pihaknya akan turun langsung meninjau kondisi lapangan untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan yang masuk dalam long segment proyek tahun 2025 tersebut.

“Pasti saya akan ke sana. Kita minta kontraktornya untuk segera menyelesaikan pekerjaan itu,” ujarnya.

Ia menekankan, proyek jalan strategis yang menghubungkan Kecamatan Lunyuk dengan pusat Kabupaten Sumbawa tersebut harus segera dituntaskan, mengingat jalur itu merupakan satu-satunya akses utama masyarakat Lunyuk.

“Kontraktor harus serius. Logikanya kan sudah dikasih perpanjangan waktu. Ya harus serius. Apalagi ini kan proyek strategis Pak Gubernur juga,” tegasnya.

Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan jalan Lenangguar–Lunyuk baru mencapai 72 persen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR NTB, Miftahuddin Anshary, menjelaskan pekerjaan saat ini memasuki tahap persiapan pengaspalan pada long segment. Sementara itu, pekerjaan bore pile masih harus dilanjutkan dan diselesaikan pada segmen 2 dan segmen 5. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Jelaskan Terkait Proyek Lenangguar-Lunyuk Tak Kunjung Tuntas