Beranda blog Halaman 155

Polda NTB Bongkar 157 Kasus Narkoba Senilai Rp3,8 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Reserse Narkoba dan Satuan Reserse Narkoba jajaran Polda NTB berhasil mengungkap 157 kasus peredaran narkoba dengan 240 tersangka sepanjang Januari hingga Februari 2026. Nilai barang bukti yang disita ditaksir mencapai Rp3,8 miliar.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Roman Smaradahana Elhaj, dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Kamis (26/2/2026), menyebutkan dari 240 tersangka tersebut, 209 orang merupakan pria dan 31 lainnya wanita.

“Nilai barang bukti yang disita jika diuangkan mencapai Rp3,8 miliar,” sebutnya.

Barang bukti yang diamankan terdiri atas 2,5 kilogram sabu; 53,79 gram ganja; 85,5 butir ekstasi; 3.568 butir tramadol; 28 butir trihexyphenidyl; 50,47 gram magic mushroom; serta uang tunai Rp3.068.854.000.

Dari total barang bukti tersebut, sebagian telah dimusnahkan, yakni 1,5 kilogram sabu; 82,50 gram ganja; 62 butir ekstasi; dan 158 butir tramadol.

Para tersangka dijerat Pasal 111 ayat (1) dan (2), Pasal 114 ayat (1) dan (2), Pasal 132 ayat (1) dan (2), serta Pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp10 miliar.

Dari 157 kasus tersebut, delapan di antaranya tergolong menonjol. Salah satunya pengungkapan di Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, dengan barang bukti 818,691 gram sabu. Tersangka dalam kasus ini masih dalam pencarian.

Kasus lainnya melibatkan anggota Polres Bima Kota, Bripka K dan istrinya berinisial AN. Dari rumah AN, polisi menyita 30,415 gram sabu. Pengembangan kasus tersebut berlanjut pada penangkapan mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, dengan barang bukti 488,496 gram sabu.

Di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, polisi menangkap seorang perempuan berinisial TS dengan barang bukti 25,72 gram sabu dan 71,5 butir ekstasi.

Pengungkapan juga dilakukan di Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, dengan tersangka TF yang diduga menjadi pesuruh untuk mengambil 79,321 gram sabu.

Selain itu, polisi menetapkan pria berinisial MA sebagai tersangka dengan barang bukti 102,055 gram sabu. Di Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dua tersangka diamankan dengan barang bukti 107,03 gram sabu.

“Terakhir, kami berhasil menangkap dua tersangka tindak pidana narkotika di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima dengan jumlah barang bukti 266,25 gram sabu,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polda NTB Bongkar 157 Kasus Narkoba Senilai Rp3,8 Miliar 

Intervensi Stunting Harus Presisi, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat

Giri Menang (globalfmlombok.com)Lalu Muhamad Iqbal menegaskan penanganan stunting harus dimulai dari pendataan yang akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (26/2/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal.

“Kesimpulannya adalah kalau stunting ini yang paling perlu adalah pendataan. Datanya harus betul-betul akurat. Tidak satu faktor yang membuat terjadinya stunting. Bisa jadi genetik, sanitasi buruk, rumah tidak layak huni, sehingga rentan terkena TBC dan kelembapan. Tidak ada satu solusi untuk stunting ini. Yang jelas, kalau kita punya data yang baik dan akurat maka kita bisa membangun kebijakan yang lebih presisi sesuai jenis intervensi yang dibutuhkan masing-masing anak,” tegasnya.

Miq Iqbal, sapaan gubernur, juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Puskesmas Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menangani stunting.

“Banyak sekali kegiatan puskesmas dalam rangka menangani stunting. Saya ucapkan terima kasih atas upaya intervensi yang serius yang dilakukan Lombok Barat, termasuk pembagian susu. Kita juga akan membantu melakukan identifikasi di daerah-daerah lain, karena saya yakin kebutuhan intervensi di setiap tempat berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski angka stunting di NTB menunjukkan tren penurunan, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

“Alhamdulillah ada penurunan stunting, tapi ini perlu terus ditingkatkan. Ini masalah yang sangat serius karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Kita harus memberdayakan masyarakat untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi harus kita lakukan, termasuk melalui program desa berdaya di desa-desa dengan kemiskinan ekstrem yang juga memiliki angka stunting tinggi,” jelasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa upaya pengentasan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mengentaskan stunting. Ini butuh dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri. Peran ibu-ibu sangat penting, terutama yang anaknya sudah menunjukkan kemajuan, untuk bersama-sama saling mendukung,” katanya.

Dalam dialog tersebut, ia turut menyoroti persoalan pernikahan usia anak yang berpotensi meningkatkan risiko stunting. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan kesehatan, mental, dan finansial sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Sementara itu, Sinta Agathia Iqbal menegaskan pekerjaan rumah dalam penanganan stunting masih sangat besar. Ia menekankan pentingnya pencegahan bagi anak-anak yang berisiko menuju stunting.

“PR kita dalam penanganan stunting ini sangat berat. Ada anak-anak yang menuju stunting dan harus kita jaga agar jangan sampai benar-benar stunting. Ibu-ibu yang sudah berhasil menjaga anaknya tetap sehat agar bisa membantu ibu-ibu lain yang masih berjuang,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak menjadikan pernikahan usia anak sebagai solusi atas persoalan sosial dan ekonomi.

“Tolong dipesankan kepada anak-anak dan keluarga bahwa menikah bukan solusi, justru bisa menambah masalah jika belum siap. Perkuat peran kader dalam memberikan edukasi tentang stunting,” tegasnya.

Istri Gubernur NTB itu mengingatkan pentingnya kerja keras sejak dini demi masa depan anak. “Lebih baik kita capek sekarang daripada menyesal ketika anak-anak kita sudah besar. Masa depan mereka bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pesannya. (r/ham)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Intervensi Stunting yang Presisi, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat 

Kapolda NTB Ajak Insan Pers Perkuat Kolaborasi di Bulan Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo menggelar buka puasa bersama insan pers di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antara Polda NTB dan media.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda NTB, Irwasda, para pejabat utama Polda NTB, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Ketua PWI NTB, ketua asosiasi media, pemimpin redaksi, serta wartawan dari berbagai perusahaan media di NTB.

Dalam sambutannya, Kapolda NTB Edy Murbowo memperkenalkan diri sekaligus menceritakan perjalanan kariernya di institusi Polri. Ia juga menyampaikan filosofi sederhana yang ia maknai dari singkatan NTB.

“Bagi saya, NTB bukan hanya Nusa Tenggara Barat. NTB adalah Niatkan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat, Transparan, dan Berkah dunia akhirat,” ujarnya.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial serta membangun sinergi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan insan pers dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Ia juga menyampaikan komitmennya melawan penyebaran hoaks dengan menggandeng insan pers sebagai mitra strategis menjaga stabilitas daerah.

Murbowo mengatakan, di era digital arus informasi berkembang sangat cepat dan tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peran pers dinilai krusial untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang benar dan terverifikasi.

“Di era digital saat ini banyak berita hoaks yang beredar. Jika terus dibiarkan, informasi yang tidak benar bisa dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk media massa, untuk menciptakan suasana yang tetap kondusif di NTB.

Di tingkat desa dan kelurahan, penguatan keamanan dilakukan melalui tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta lurah atau kepala desa. Sementara di tingkat Polda, pendekatan diperluas menjadi lima pilar, dengan pers sebagai salah satu unsur penting di dalamnya.

“Kita butuh pemberitaan yang menyejukkan, yang tidak memprovokasi, dan tetap berpegang pada fakta,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang terjalin antara insan pers dan Polda NTB. Ia menegaskan komitmen insan pers untuk terus bersinergi, baik dalam pemberitaan maupun peningkatan kompetensi wartawan. “Kami siap terus memperkuat kolaborasi, termasuk dalam peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan di NTB,” tandasnya. (mit)

Jalan Putus, Warga Buwun Mas Terhambat Akses Berobat ke Puskesmas

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Warga Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Pengantap, dan Belongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, masih terhambat beraktivitas setelah jalan utama menuju wilayah tersebut putus total akibat longsor pada Selasa (24/2/2026).

Akses yang lumpuh itu bahkan memaksa seorang warga yang mengalami sesak napas harus digendong melewati titik jalan putus untuk mendapatkan perawatan di puskesmas. Kendaraan roda dua pun tidak dapat melintasi jalur tersebut.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, Kamis (26/2/2026), membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan warganya yang menderita asma terpaksa dipapah dan digendong agar bisa sampai ke fasilitas kesehatan.

“Ya, warga kami itu sakit asma. Untungnya bisa dibawa ke puskesmas. Cuma karena jalannya putus, makanya digendong. Sempat diambil video dan heboh,” ujarnya.

Menurutnya, hingga tiga hari setelah kejadian, penanganan darurat belum juga dilakukan meski Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, telah turun langsung ke lokasi dan memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera bertindak.

Rochidi mengaku telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) untuk menanyakan kepastian penanganan. Namun pihak dinas disebut masih berkoordinasi dengan BPBD.

“Waktu Pak Bupati turun, langsung diperintahkan besoknya bawa alat. Tapi sampai sekarang belum,” tegasnya.

Ia menyatakan, jika dalam waktu dekat belum ada tindakan, warga akan berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya agar jalan bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua.

“Kalau memang lama ditangani, kami bisa urunan perbaiki agar bisa dilalui,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP untuk menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat sebelum diajukan ke BKAD.

Penanganan sementara direncanakan dengan penimbunan menggunakan karung geobag. Namun teknis pelaksanaan masih dikaji agar penanganan tepat sasaran, mengingat titik tersebut sebelumnya pernah mengalami longsor.

“Karena jangan sampai terlalu lama ini belum ditangani, sebab kalau lewat jalur lain jauh sekali,” ujarnya.

Pengerjaan darurat direncanakan melibatkan pihak ketiga dan ditargetkan rampung paling lama lima hari ke depan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Akibat Jalan Putus, Warga Buwun Mas Terhambat Berobat ke Puskesmas 

Baru Dibangun Beberapa Bulan, Jalan Tempos–Banyu Urip di Lombok Barat Amblas Diterjang Luapan Sungai

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tempos dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), amblas pada Selasa siang (24/2/2026). Jalan yang dibangun melalui anggaran pusat dan baru rampung sekitar dua bulan lalu itu tergerus luapan air sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari terakhir.

Kepala Desa Tempos, Sudirman, mengatakan derasnya arus sungai akibat tingginya intensitas hujan menggerus badan jalan hingga ambrol.

“Iya, jalan yang baru selesai dibangun ini amblas karena tergerus air sungai,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, panjang jalan yang ambrol sekitar 10 meter dengan kerusakan hampir setengah badan jalan. Dari total lebar sekitar tiga meter, hanya separuh yang masih tersisa dan bisa dilalui.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, jalan tersebut sementara ditutup bagi kendaraan roda empat. Namun atas permintaan pemerintah desa, akses tetap dibuka terbatas bagi pengguna sepeda motor.

“Untuk sementara jalan ditutup untuk kendaraan roda empat, hanya bisa dilewati sepeda motor,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penutupan total akan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak menuju pusat pemerintahan. Jika akses ditutup sepenuhnya, warga harus memutar dengan jarak yang jauh.

Selain di Tempos, kerusakan jalan akibat longsor juga terjadi di Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, serta Desa Keru, Kecamatan Narmada.

Pihak BPBD Lombok Barat menyebut hujan berdurasi lama dengan intensitas sedang hingga tinggi melanda wilayah Gerung dan Narmada sebelum kejadian. Kondisi tersebut memicu longsor di sejumlah titik rawan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Barat telah diterjunkan untuk melakukan asesmen awal. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara BPBD Kabupaten Lombok Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lobar, aparat kecamatan, serta pemerintah desa setempat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Baru Dibangun Beberapa Bulan, Jalan Tempos-Banyu Urip Lombok Barat Amblas Diterjang Luapan Air Sungai 

Imigrasi Lotim Deportasi WN Selandia Baru yang Viral Mengamuk di Gili Trawangan

Mataram (globalfmlombok.com)Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur mendeportasi seorang warga negara Selandia Baru berinisial ML yang sempat viral karena mengamuk di sebuah musala di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Lombok Utara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur, Iqbal Rifai, Rabu (25/2/2026), mengatakan tindakan deportasi dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan serangkaian pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Dari hasil pemeriksaan, didapatkan fakta bahwa yang bersangkutan tinggal di wilayah Indonesia melebihi masa izin tinggal yang diberikan,” jelasnya.

Berdasarkan data perlintasan, ML masuk ke Indonesia pada 8 Desember 2025 menggunakan Visa on Arrival (VOA) dengan masa berlaku 30 hari hingga 6 Januari 2026. Namun, yang bersangkutan tidak meninggalkan wilayah Indonesia setelah izin tinggalnya habis.

Ia dinilai melanggar Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-02.GR.01.04 Tahun 2023 tentang klasifikasi visa dan dikenakan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal tersebut memberikan kewenangan kepada pejabat imigrasi untuk menjatuhkan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Atas dasar itu, kami melakukan deportasi sekaligus pencantuman nama yang bersangkutan dalam daftar penangkalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

ML dideportasi melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menuju Perth, Australia, pada Rabu (25/2/2026) pukul 00.15 Wita.

Sebelumnya, ML sempat menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Ia terlibat cekcok dengan warga terkait penggunaan pengeras suara saat tadarusan di musala setempat. Dalam insiden tersebut, ia merusak mikrofon musala dan mengambil telepon genggam milik warga.

Saat diminta mengembalikan barang tersebut, yang bersangkutan justru memarahi warga dan mengancam menggunakan parang. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan aparat setempat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Imigrasi Lotim Deportasi WN Selandia Baru yang Viral Mengamuk di Gili Trawangan ”

Dugaan Penipuan Mengatasnamakan BGN Dilaporkan ke Polres Lotim, Kasat Reskrim: Masih Dicek

Selong (globalfmlombok.com) – Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, terkait pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), tercatat masuk ke meja penyidik Satreskrim Polres Lombok Timur. Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti pengaduan Nomor: Peng/B/02/II/2026/Reskrim, tertanggal 18 Februari 2026.
Dalam dokumen pengaduan, pelapor tercatat inisial HMM (29 tahun), warga Kecamatan Selong, Lombok Timur, dengan terlapor inisial S warga Ampenan, Kota Mataram. Peristiwa disebut terjadi sekira tanggal 8 September 2025 di wilayah Selong.

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Iptu Arie Kusnandar, S.Tr.K., S.IK., M.M. membenarkan laporan telah diterima dan kini ditangani penyidik.

“Masih proses. Nanti saya cek sama Kanit-nya,” tulis Iptu Arie melalui pesan singkat dalam keterangan tertulis yang diterima suarantb.com, Kamis, 26 Februari 2026.

Informasi terpercaya mengungkapkan, awalnya pelapor dijanjikan akan dibangunkan dapur MBG (SPPG) lengkap dengan peralatan dan titik suplay (penerima manfaat) oleh terlapor, yang selanjutnya pelapor menyerahkan uang sejumlah Rp.950 juta kepada terlapor. Hingga beberapa bulan kemudian, bangunan dapur SPPG yang dijanjikan terlapor tidak kunjung diselesaikan, kemudian pelapor kembali merogoh saku sebesar RP. 100 juta.

Karena dapur SPPG tak kunjung ready (selesai), pelapor berinisiatif melakukan finishing sendiri. Setelah dapur SPPG siap beroperasi, titik suplai yang dijanjikan oleh terlapor ternyata nihil (tidak ada).

Tim penyidik Unit I Satreskrim Polres Lombok Timur saat ini melakukan pendalaman awal, guna mengurai kronologi serta mengumpulkan keterangan pihak terkait. Proses klarifikasi terus berjalan.

Seiring munculnya dugaan praktik mengatasnamakan Badan Gizi Nasional (BGN), masyarakat diminta lebih waspada. Bagi masyarakat yang memiliki keluhan yang sama dan atau merasa dirugikan pihak-pihak tidak bertanggung jawab dan atau oknum yang mengatasnamakan BGN, agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.

Polres Lombok Timur membuka ruang pengaduan bagi warga, guna memastikan setiap laporan mendapat atensi sesuai prosedur hukum. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan setelah ada hasil pemeriksaan lanjutan. (r)

Akses Transportasi ke Buwun Mas Sekotong Masih Lumpuh Akibat Banjir

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Akses transportasi menuju Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), masih lumpuh total setelah jalan penghubung di wilayah tersebut putus akibat longsor. Hingga Rabu (25/2/2026), penanganan darurat belum dimulai karena pemerintah daerah masih mengkaji teknis pelaksanaan dan menghitung kebutuhan anggaran.

Kepala Desa Taman Baru, Padilah, mengatakan Bupati Lombok Barat telah turun langsung meninjau lokasi jalan putus yang menghubungkan desanya dengan Buwun Mas. Bupati meminta jajaran segera melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan langkah permanen.

“Belum mulai penanganan darurat ini, jadi transportasi masih lumpuh karena putus sama sekali,” ujarnya.

Rencananya, titik jalan yang longsor akan ditimbun menggunakan karung geobag. Namun material tersebut belum tersedia di lokasi. Sebelumnya, titik yang sama pernah ditangani dengan metode serupa, tetapi longsor kembali terjadi dengan kondisi lebih parah hingga kini terdapat dua titik kerusakan.

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga Buwun Mas yang hendak ke Sekotong atau Mataram terpaksa memutar melalui jalur Pelangan dengan jarak tempuh lebih jauh.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat sebelum diajukan ke BKAD.

“Berapa kebutuhan yang akan dihabiskan, itu kita ajukan ke BKAD untuk penanganan daruratnya,” terangnya.

Penanganan darurat akan dilakukan dengan penimbunan menggunakan geobag. Namun teknis pelaksanaannya masih dikaji cepat agar tidak terjadi kegagalan seperti sebelumnya. Pengerjaan direncanakan melibatkan pihak ketiga dan ditargetkan rampung paling lama lima hari.

Jalan darurat nantinya hanya bisa dilalui kendaraan tertentu dan tidak diperkenankan untuk truk besar. Pihak kecamatan akan melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, bergerak cepat merespons bencana tersebut dengan meninjau langsung lokasi sehari setelah kejadian, Selasa (24/2/2026). Ia meminta penanganan darurat segera dilakukan agar akses warga kembali terbuka.

Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan setelah tahap tanggap darurat selesai, pihaknya akan melaksanakan penanganan permanen dengan penguatan tebing menggunakan bronjong. Dua titik kerusakan masing-masing sepanjang 75 meter dan 65 meter akan diperkuat karena kondisi tebing curam dan dalam.

Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dibanding aspal hotmix. Saluran air di sisi jalan juga akan dibangun untuk mengalirkan air dari pegunungan ke bawah badan jalan sehingga tidak lagi menggerus permukaan.

Kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Pemkab Lobar juga berkoordinasi dengan BBWS untuk dukungan teknis, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, berharap penanganan darurat segera direalisasikan mengingat jalur tersebut merupakan akses terdekat dan vital bagi aktivitas warga menuju Sekotong dan Mataram. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Akses Transportasi ke Buwun Mas Sekotong Masih Lumpuh 

Masyarakat Diminta Bayar Parkir Non-Tunai

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Perhubungan Kota Mataram meminta masyarakat menggunakan transaksi non-tunai saat membayar parkir, khususnya selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan agar seluruh transaksi terekam dalam sistem dan potensi retribusi dapat terpantau secara akurat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, Rabu (25/2/2026), mengatakan koordinator lapangan (korlap) terus melakukan penagihan dan pengawasan terhadap juru parkir (jukir), termasuk di titik-titik baru yang muncul akibat ramainya pedagang takjil.

Menurutnya, sejumlah ruas jalan seperti Jalan Majapahit dan Jalan Airlangga setiap tahun selalu mengalami kepadatan saat Ramadan. Penanganannya pun tidak bisa hanya dibebankan pada satu organisasi perangkat daerah.

“Kalau di sana memang krodit sejak dulu. Kalau pengelolaan parkirnya berdiri sendiri agak sulit,” ujarnya.

Ia menegaskan, penataan parkir di kawasan penjualan takjil membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, seperti Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan (APKLI), Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perdagangan, serta aparat kepolisian.

“Jadi harus semua terlibat dalam penanganan parkir selama Ramadan ini,” katanya.

Zulkarwin menjelaskan, pendapatan retribusi parkir selama Ramadan tidak otomatis meningkat meskipun jumlah kendaraan yang terparkir bertambah. Setiap titik parkir resmi telah memiliki ketetapan setoran harian.

Karena itu, ia berharap korlap meningkatkan pengawasan terhadap jukir agar potensi pendapatan daerah bisa dioptimalkan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta beralih ke pembayaran non-tunai, seperti menggunakan QRIS, agar transaksi tercatat secara digital.

“Kalau banyak yang gunakan QRIS, gampang kita cek pemasukan jukir,” jelasnya.

Ia mengingatkan baik jukir maupun pengguna jasa parkir agar patuh menggunakan sistem non-tunai sehingga potensi kenaikan retribusi parkir selama Ramadan dapat terlihat secara transparan dan terukur. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Masyarakat Diminta Bayar Parkir Non-Tunai 

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Sirkuit Mandalika Tetap Beroperasi Normal

Praya (globalfmlombok.com) – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa hari terakhir tidak mengganggu operasional Sirkuit Internasional Mandalika. Pengelola memastikan lintasan tetap aman dan dapat digunakan seperti biasa.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan meski hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan sirkuit, tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan.

“Meski cuaca ekstrem menghantam kawasan Sirkuit Mandalika, kondisi lintasan tetap terjaga. Tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Ia mengakui terdapat limpahan air dari area luar sirkuit yang sempat mengalir ke tepi trek. Namun, sistem drainase sirkuit disebut berfungsi optimal sehingga mampu mengalirkan air dan menjaga permukaan lintasan dari genangan berlebih.

Cuaca ekstrem pada Selasa (24/2/2026) juga sempat menyebabkan sejumlah kerusakan minor pada beberapa fasilitas. Tim operasional langsung melakukan pembersihan puing, penggunaan high pressure washer dan blower di sejumlah titik, serta pengamanan papan circuit branding yang terdampak angin kencang.

Tim Track Maintenance turut melakukan perapian pada area yang terdampak debit hujan tinggi, terutama di run-off Tikungan 1, apex Tikungan 2, serta beberapa titik water crossing di lintasan. Setelah dilakukan inspeksi ulang oleh tim keselamatan, lintasan dinyatakan aman untuk digunakan.

Menurut Priandhi, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem merupakan bagian dari standar operasional pengelolaan sirkuit. Seluruh sistem pendukung, termasuk drainase dan kesiapan tim operasional, dipastikan dalam kondisi optimal.

Pihaknya menegaskan keselamatan dan kelancaran seluruh aktivitas di kawasan Sirkuit Mandalika menjadi prioritas utama. MGPA juga terus memantau perkembangan cuaca guna memastikan seluruh kegiatan, baik aktivitas harian maupun agenda motorsport, tetap berjalan aman sesuai standar yang berlaku. (kir)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Di Tengah Cuaca Ekstrem, Sirkuit Mandalika Tetap Beroperasi