Beranda blog Halaman 155

Telkomsel Siaga Layani Pelanggan Selama Ramadan dan Idulfitri 2026, Ini Paket Spesialnya

Jakarta (globalfmlombok.com) –

Telkomsel menegaskan komitmennya untuk tetap “Melayani Sepenuh Hati” selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan layanan pelanggan, penyediaan ragam paket spesial, serta optimalisasi jaringan guna memastikan kenyamanan pelanggan dalam beribadah, bersilaturahmi, hingga melakukan perjalanan mudik.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan perusahaan berfokus menghadirkan layanan yang siaga di setiap langkah pelanggan selama Ramadan. “Kami sudah menyiapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun dibutuhkan, menghadirkan ragam penawaran istimewa, serta meningkatkan keandalan jaringan agar pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk dan menikmati momen Ramadan dengan lebih bermakna,” ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (25/2/2026).

Posko Siaga dan Layanan 24 Jam

Selama periode 19 Februari hingga 31 Maret 2026, Telkomsel mengoperasikan 43 Posko Telkomsel Siaga yang terdiri atas 15 Posko Flagship dan 28 Posko Reguler. Di posko tersebut, pelanggan dapat melakukan aktivasi dan isi ulang produk, migrasi kartu SIM ke eSIM, memperoleh bantuan layanan aplikasi MyTelkomsel, hingga menukarkan Telkomsel POIN.

Selain posko fisik, layanan pelanggan juga tersedia melalui aplikasi MyTelkomsel, situs resmi perusahaan, media sosial @telkomsel, Call Center 188, ratusan GraPARI Siaga, serta puluhan ribu mitra outlet di berbagai daerah. Kanal digital turut diperkuat melalui Posko RAFI Digital di TikTok, fitur AI Travel Assistant di MyTelkomsel sebagai panduan mudik, serta paket bundling keamanan digital.

Paket Spesial Ramadan

Untuk menyemarakkan Ramadan, Telkomsel menghadirkan berbagai paket bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar. Pelanggan SIMPATI dapat memanfaatkan paket seperti Seru Sahur, Seru Ngabuburit, Seru Mudik, hingga Seru Nonton. Pelanggan Halo memperoleh penawaran Halo Meaningful Deals dan RoaMAX Umroh, sementara pelanggan by.U dapat memilih Paket Sahur On The Road (SOTR) dan promo Ramadan lainnya.

Di segmen layanan rumah, tersedia promo IndiHome berupa potongan biaya instalasi dan peningkatan kecepatan. Telkomsel juga menawarkan promo Orbit dan EZnet, serta program donasi Telkomsel POIN melalui Mudik Hepi untuk membantu pelanggan berbagi dengan sesama.

Melalui aplikasi MyTelkomsel, pelanggan juga dapat mengakses fitur Ramadan Corner yang menyediakan layanan sedekah, jadwal ibadah, Kirim Parsel, hingga Peta Mudik yang terintegrasi dengan Posko Siaga.

Antisipasi Lonjakan Trafik Data

Telkomsel memproyeksikan puncak payload nasional mencapai 70,85 petabyte selama periode RAFI 2026, atau meningkat sekitar 11,1 persen dibanding hari normal. Lonjakan diperkirakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas digital seperti streaming video, komunikasi, permainan daring, belanja online, dan media sosial.

Kenaikan pelanggan tertinggi diprediksi terjadi di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Barat, serta Jawa Timur.

Untuk menjaga kualitas layanan, Telkomsel mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas yang mencakup area keramaian, transportasi, rute mudik, kawasan residensial, hingga tempat ibadah. Perusahaan juga menerapkan Autonomous Network berbasis kecerdasan buatan untuk pemantauan jaringan 24 jam, menyiagakan 15 Posko Siaga Network, serta mengerahkan 45 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) di lokasi berpotensi padat.

Selain itu, drive test dilakukan sepanjang sekitar 18.406 kilometer, termasuk lebih dari 4.000 kilometer jalan tol, guna memastikan kualitas layanan suara dan data tetap terjaga.

Diakui dalam Laporan Opensignal

Kinerja jaringan Telkomsel juga tercatat dalam laporan Opensignal Mobile Network Experience Report edisi Desember 2025. Dalam laporan tersebut, Telkomsel memimpin 11 dari 16 metrik jaringan, termasuk pengalaman video 5G, gim 5G, kecepatan unduh dan unggah 5G, serta cakupan dan ketersediaan 5G di Indonesia.

Telkomsel menyatakan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan konektivitas pelanggan tetap stabil, baik di rumah maupun saat bepergian, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan nyaman.(r)

Jembatan Darurat Tak Kunjung Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terpaksa Libur Sekolah

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Jembatan penghubung di Desa Sekotong Timur menuju Mareje, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yang putus diterjang arus sungai pada Minggu (22/2/2026) lalu, hingga kini belum dibangun kembali. Akibatnya, lima dusun terisolasi dan aktivitas warga terganggu. Anak-anak sekolah pun terpaksa libur karena tidak bisa menyeberang ke sekolah di seberang sungai.

Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan Hakim mengatakan, jembatan darurat belum bisa dibangun karena terkendala cuaca. Hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat warga belum berani memasang batang pohon kelapa sebagai jembatan sementara.

“Belum (dibangun) karena masih hujan, cuma sudah dikumpulkan pohon kelapa,” kata Marwan, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, material berupa batang kelapa sudah tersedia dan tinggal dipasang. Namun, kondisi cuaca yang belum bersahabat serta pertimbangan faktor keselamatan membuat pengerjaan ditunda.

“Kalau cuaca bagus dan tidak hujan, kami bersama warga akan langsung kerjakan. Penanganan darurat ini ditanggung BPBD,” ujarnya.

Sejak jembatan putus, akses utama warga di lima dusun terdampak belum bisa dilalui. Dusun tersebut antara lain Aik Mual, Aik Mual Utara, Menomang, dan Kambeng Timur. Warga yang hendak menuju Sekotong, Lembar, maupun Gerung terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan ekstrem.

Dampak paling terasa dialami para pelajar. Siswa SMP dan SMA tidak dapat berangkat ke sekolah karena derasnya arus sungai membahayakan jika dipaksakan menyeberang.

“Tidak ada yang bisa lewat anak-anak sekolah ini, terpaksa mereka tidak sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan kendala pembangunan jembatan darurat selain cuaca juga terkait ketersediaan material. Lebar bentangan sungai mencapai sekitar 10 meter, sehingga dibutuhkan batang pohon kelapa dengan panjang minimal 10 meter dan tidak boleh disambung.

“Kalau disambung rawan patah. Karena itu pohon kelapa paling tidak panjangnya 10 meter,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap cuaca segera membaik agar pemasangan jembatan darurat dapat dilakukan, sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar kembali normal. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jembatan Darurat Belum Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terisolasi Terpaksa Libur Sekolah 

Tim Pansel Tegaskan GNE Tak Akan Jadi Penampungan “Timses”

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Panitia Seleksi (Pansel) Direksi BUMD NTB, PT Gerbang NTB Emas, menegaskan komitmennya menghadirkan kepemimpinan profesional serta menutup ruang praktik politis dalam proses seleksi calon direksi. Isu lama yang menyebut GNE sebagai tempat penampungan “tim sukses” (timses) dipastikan tidak akan terulang dalam rekrutmen kali ini.

Sekretaris Pansel Direksi PT GNE, Prof. Riduan Mas’ud, Rabu (25/2/2026) menyatakan pihaknya menghargai berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat terkait proses sebelumnya. Namun, ia memastikan seleksi kali ini berjalan objektif dan profesional.

“Ya, itu isu, anggapan itu ya. Kita hargai karena proses-proses itu yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi untuk sekarang ini, tidak ada ruang bagi siapa pun yang tidak punya keahlian,” tegas Prof. Riduan usai pertemuan dengan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Izzuddin Mahili.

Ia menambahkan, para pendaftar rata-rata memiliki pengalaman di perusahaan besar dan rekam jejak yang jelas. Selain itu, dipastikan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis.

“Tidak pernah duduk di partai. Tidak ikut serta dalam suksesi perpolitikan, baik level provinsi, kabupaten maupun kota. Itu kata kunci yang diarahkan pimpinan. Dan alhamdulillah, yang daftar sangat luar biasa,” ujarnya.

Seleksi Tanpa Intervensi

Prof. Riduan menegaskan seluruh tahapan seleksi, termasuk uji kompetensi dan Leaderless Group Discussion (LGD) yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, berlangsung tanpa intervensi.

“Begitu tahapan seleksi dilakukan oleh BKD, itu tidak ada intervensi sama sekali. Dan saya sampaikan selaku sekretaris, tidak ada antara pansel untuk saling mempengaruhi. Silakan nilai secara objektif,” katanya.

Ia menyebut selisih nilai antarpeserta sangat tipis. “Nilainya nol koma sekian. Artinya, kita dapat orang-orang yang malah di atas ekspektasi kita,” tambahnya.

Nama-nama calon direksi hasil seleksi telah diserahkan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk dilakukan wawancara sebelum penetapan akhir. Pansel juga berkomitmen membuka ruang transparansi kepada publik.

“Nanti calon yang diputuskan gubernur akan diwawancarai wartawan ekonomi. Silakan digali rekam jejaknya. Kalau pernah tim sukses, kita tarik,” tegasnya.

Ia mengibaratkan GNE sebagai perusahaan yang sedang sakit dan membutuhkan pemimpin yang benar-benar sehat dan kompeten. “Kalau perusahaan sakit lalu kita beri pimpinan yang tidak mampu menyembuhkan, tentu akan semakin hancur. Tanggung jawab kita bersama agar ini sukses,” ujarnya.

Berbasis Profesionalisme

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Izzuddin Mahili, menegaskan arahan gubernur sangat jelas, yakni seleksi berbasis profesionalisme tanpa campur tangan.

“Beliau tidak ada cawe-cawe sama sekali. Basisnya profesional karena beliau ingin segera GNE ini ada perbaikan,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan GNE diarahkan membesarkan bisnis inti sesuai khitahnya, yakni bisnis beton. Saat ini, nama-nama calon direksi sudah berada di meja gubernur untuk tahapan wawancara.

“Setelah diwawancara, baru kita eksekusi,” ujarnya.

Pada periode pendaftaran 8–10 Februari 2026, tercatat 15 orang mendaftar dari berbagai latar belakang. Dua orang tidak lulus seleksi administrasi sehingga 13 orang mengikuti tahapan berikutnya. Dari 13 peserta yang mengikuti LGD di Kantor BKD Provinsi NTB, satu orang dinyatakan gugur karena tidak menyelesaikan tahapan.

Sebanyak 12 nama kemudian direkomendasikan kepada gubernur untuk mengisi tiga posisi direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Mereka adalah Sulman; Ahmad Jaelani Adiya Putra; Suhaimi; Hendra Yuda Sakti; Desty Chiptiana; Yuyud Indrayudi; Taufik Amri; M. Aidul Adha; Imanti Sukmaningsih; Catur Rahmad Mardhiyanto; Yunita Yoesminarty; dan Nazamuddin. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tim Pansel: GNE Tidak akan Dijadikan Penampungan “Timses”

Lombok Astoria Berusia 10 Tahun,Beri Santunan Ratusan Anak Yatim

Mataram (globalfmlombok.com) –

Lombok Astoria Hotel menggelar acara buka bersama (Bukber) dan menyantuni sekitar 160 anak yatim, pada Selasa (24/2). Agenda sosial ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Lombok Astoria Hotel.

Acara dimulai dengan penayangan kilas balik dan potongan video ucapan selamat HUT dari mitra serta seluruh keluarga besar Lombok Astoria Hotel. Lalu, penyampaian sambutan oleh pihak manajemen hotel, kajian oleh pengurus panti asuhan, dan pemberian santunan berupa uang kepada para anak panti asuhan. Acara dilanjutkan dengan menyantap makanan dan minuman yang telah disiapkan.

General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel, Fadjri D. Roesman, mengatakan, tepat pada Selasa (24/2) Lombok Astoria Hotel berusia 10 tahun. Hotel yang berada Jl. Jend. Sudirman No.40, Rembiga, Kec. Selaparang, Kota Mataram, itu sudah menjadi pilihan utama masyarakat sebagai tempat bersantai, menikmati waktu bersama keluarga, atau sekadar berbuka bersama.

Fadjri menjelaskan, karena HUT bertepatan dengan momen Ramadan, pihaknya mengajak anak-anak beserta pengurus panti asuhan di sekitar wilayah Rembiga untuk bukber dan pemberian santunan kepada mereka.

“Sebenarnya acara setiap tahun kita selalu buat, kalau pas memang ulang tahun hotelnya itu bertepatan dengan bulan Ramadan. Jadi kita selalu mengundang dan kita saling berbagi kebahagiaan, memberikan sedikit sumbangan juga kepada panti asuhan. Ini merupakan acara rutin setiap tahunnya,” ujarnya.

Selain pemberian santunan kepada anak yatim, kegiatan bakti sosial juga dilakukan pihak Lombok Astoria Hotel dalam rangka memperingati HUT Ke-10 itu. Beberapa kegiatan sosial yang dilakukan diantaranya, bersih-bersih, Eco Green, pengolahan limbah, pembuatan ternak lele, pengolahan sampah organik, hingga penanaman sawi dengan media hidroponik.

“Jadi kita juga sudah mulai Astoria Lombok ini menuju transformasi sebagai hotel yang Eco Green, peduli dengan lingkungan,” terang Fadjri.

Ia berharap, melalui perayaan HUT Ke-10 ini, Fadjri berharap, Lombok Astoria Hotel selalu memberikan pelayanan terbaik dan menjadi pilihan masyarakat. Terutama di tengah kondisi industri perhotelan yang belum membaik, ia berharap peringatan HUT ke-10 yang disertai kegiatan amal ini dapat memberikan angin segar ke depannya.

“Mudah-mudahan dengan terobosan-terobosan dan strategi marketing yang kita akan terapkan, ini bisa mengembalikan keadaan dari kondisi yang kemarin sulit, bisa jadi lebih baik. Harapan kita seperti itu,” tandasnya. (sib)

Gubernur Iqbal Sidak Pasar Tanjung, Antisipasi Lonjakan Harga Bapok Selama Puasa

Tanjung (globalfmlombok.com)-

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jakaran OPD terkait berkeliling ke Pasar Tanjung, Kabupaten Lombok utara, Rabu (25/2/2026).

Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi harga-harga bahan pokok (bapok) di pasar, serta mengamati perkembangan harga terutama di bulan puasa, hingga mengantisipasi kondisi harga-harga menjelang lebaran Idul Fitri.

“Setelah kita kunjungi, walau cabai relatif di sini masih tinggi, di atas harga HET, tetapi relatif stabil di angka 100 ribu, ada yang 90 ribu,” kata Iqbal..

Sebagai intervensi harga bapok, selain melakukan sidak harga bersama tim Satgas Pangan, Pemprov NTB juga melaksanakan pasar murah di sejumlah titik lokasi di kabupaten kota.

“Yang jelas kita juga bikinkan pasar murah untuk intervensi pasar, barang-barang yang memang dari Bulog, itu ada beras, minyak kemudian ada gula. Kita jual dengan harga standar supaya bisa ikut mempengaruhi pasar,” jelas Gubernur NTB.

Menurutnya, salah satu penyebab fluktuasi harga bapok terutama cabai dikarenakan masalah cuaca yang mengakibatkan permintaan lebih tinggi dibanding produksi.

“Kondisi cuaca juga berpengaruh, Demand-nya lebih tinggi daripada suplay yang jelas ada kelangkaan sehingga harga naik,” ungkap Miq Iqbal.

Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, mengatakan perbedaan harga komoditas antarwilayah juga dipengaruhi faktor distribusi.

Menurut Rinna, panjangnya rantai distribusi dapat menyebabkan harga semakin tinggi di tingkat konsumen. Ia mencontohkan distribusi cabai dari Lombok Tengah yang tidak langsung dipasarkan di wilayah setempat.

“Cabai yang diproduksi di Lombok Tengah ternyata tidak langsung ke pasar, tetapi dijual dulu ke Lombok Timur, lalu kembali lagi ke Lombok Tengah. Ini membuat harganya lebih tinggi,” ujar Rinna.

Pemprov NTB menyatakan akan terus memantau pergerakan harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar stabilitas bahan pokok tetap terjaga hingga Lebaran.(ris/r)

Sepanjang 2025, BAZNAS NTB Salurkan Manfaat Zakat kepada 38.612 Jiwa

Mataram (globalfmlombok.com)-

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad mengatakan, capaian pendistribusian dan pendayagunaan zakat tahun 2025 telah sesuai dengan rencana dan kebutuhan masyarakat.

Iqbal Murad di kegiatan NTB Berzakat, Selasa (24/2) kemarin menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, BAZNAS NTB telah menyalurkan manfaat zakat kepada 38.612 jiwa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Jumlah tersebut mencakup bantuan konsumtif bagi fakir dan miskin sesuai ketentuan delapan asnaf, sekaligus penguatan program pendayagunaan dan pemberdayaan ekonomi. BAZNAS NTB mendorong mustahik untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha melalui program ultra mikro dan mikro.

“Hingga saat ini, hampir 400 mustahik telah diberdayakan melalui program ekonomi produktif berbasis zakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) terus diperkuat, sehingga NTB memperoleh dukungan berbagai program nasional seperti lumbung pangan, Z-Mart, hingga beasiswa bagi mahasiswa.

“Seluruh dana yang dihimpun, tegasnya, dikelola dan disalurkan secara amanah dan penuh tanggung jawab, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB,” tutupnya. (ris/r)

Pemprov NTB Dukung Inovasi Program Pengelolaan Zakat yang Lebih Inklusif

Mataram (globalfmlombok.com)-

Gubernur Nusa Tenggara Barat menghadiri kegiatan NTB Berzakat yang dirangkaikan dengan talk show Gerakan Zakat NTB di Mataram, yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB, Selasa (24/2) kemarin. Acara ini disebut sebagai momentum memperkuat komitmen optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah.

Dalam sambutannya, gubernur menyinggung posisi Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan laporan World Giving Index. Ia menilai capaian itu mencerminkan kuatnya budaya filantropi masyarakat.

“Setiap kegiatan charity di Indonesia hampir selalu dipenuhi antusiasme dan dukungan donasi yang besar. Semangat berbagi ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan zakat di NTB, gubernur menyerahkan infak pribadi sebesar Rp 30 juta. Wakil Gubernur NTB juga menyerahkan infak Rp 20 juta. Keduanya berharap kontribusi tersebut dapat menjadi contoh bagi aparatur sipil negara maupun masyarakat luas.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta sejumlah mitra seperti Bank NTB Syariah, DPRD, Jamkrida, dan GNE. Kehadiran berbagai unsur dinilai mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap penguatan peran zakat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan akan terus mendukung inovasi program pengelolaan zakat yang lebih inklusif. Gubernur menilai penyelenggaraan talk show tersebut menjadi ruang terbuka untuk mendekatkan isu zakat kepada publik.

“Zakat tidak boleh menjadi isu eksklusif. Ia harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Jika zakat menjadi budaya bersama, dampaknya akan signifikan bagi pengentasan kemiskinan,” kata dia.

Melalui kegiatan NTB Berzakat ini, pemerintah daerah berharap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat meningkat, sehingga pengelolaannya semakin optimal dan tepat sasaran.(ris/r)

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (32)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 antara lain di  program pemberdayaan lembaga kemasyarakatan, lembaga adat dan masyarakat hukum adat, program penataan desa  program kerja sama penanaman modal, program pelayanan penanaman modal program pengelolaan sumber daya air (SDA), program penyelenggaraan jalan program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi dan lain sebagainya.

Menu MBG di Salah Satu SD di Mataram Diduga Tak Layak, Ombudsman NTB Turun Investigasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB kembali menemukan dugaan makanan tidak layak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram. Kali ini, temuan tersebut terjadi di SDN 2 Cakranegara.

Temuan berawal dari laporan wali murid yang diterima Ombudsman NTB terkait menu MBG pada Senin (23/2/2026). Salah satu menu berupa puding diduga dalam kondisi basi atau tidak layak konsumsi karena berbusa dan berair saat hendak dikonsumsi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa (24/2/2026) Ombudsman mendatangi SDN 2 Cakranegara untuk meminta klarifikasi kepada pihak sekolah.

Kepala SDN 2 Cakranegara, Ahmadiyah, S.Pd., membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku mengetahui kondisi puding tidak layak setelah menerima informasi dari wali murid.

“Segera setelah mendapatkan informasi tersebut, kami langsung menyampaikan kepada pihak SPPG. Namun pihak SPPG menyampaikan bahwa saat didistribusikan, menu MBG dalam kondisi baik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak sekolah telah beberapa kali melayangkan komplain kepada SPPG terkait kualitas menu MBG. Sebelumnya, sempat mencuat dugaan roti kedaluwarsa yang menjadi perhatian publik, serta sejumlah keluhan lain dari wali murid.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Dwi Sudarsono, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil permintaan keterangan, pihaknya menemukan dugaan maladministrasi dalam proses pendistribusian.

Menurutnya, pengantaran MBG dilakukan sekitar pukul 08.00 Wita saat siswa masih menjalankan ibadah puasa. Sementara makanan baru akan dikonsumsi saat berbuka puasa. Jeda waktu yang cukup lama tersebut dinilai berpotensi menyebabkan penurunan kualitas atau kerusakan makanan.

Dwi menjelaskan, berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, selama bulan Ramadan tidak dianjurkan menggunakan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan. Puding sendiri diketahui hanya dapat bertahan sekitar lima jam di suhu ruang.

“Tidak semua siswa punya kulkas/pendingin bahkan bisa jadi tidak semua siswa menyampaikan kepada orang tuanya ada MBG yang dibawa pulang sehingga saat dikeluarkan dari tas sekolah sudah rusak,” tambah Dwi.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan, di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat.

Paket makanan kemasan sehat dimaksud merupakan makanan siap makan yang diproduksi dan dikemas di SPPG dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan, termasuk pencantuman masa kedaluwarsa serta perizinan produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Namun, dari hasil pantauan Ombudsman, pada menu MBG Senin (23/2/2026) maupun Selasa (24/2/2026), tidak tercantum masa kedaluwarsa maupun perizinan produk seperti PIRT.

“Atas temuan ini, Ombudsman akan mencatatnya sebagai bagian dari pemeriksaan dan meminta klarifikasi dari pihak SPPG serta berkoordinasi dengan Satgas MBG,” tegasnya.

Ombudsman berharap pengelola SPPG lebih serius dan berhati-hati dalam mendistribusikan MBG kepada peserta didik agar tujuan program pemenuhan gizi tercapai tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.

Dwi juga mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan MBG kepada Ombudsman NTB sebagai langkah korektif untuk meningkatkan kualitas layanan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Menu MBG Salah Satu SD di Mataram Ditemukan Tidak Layak, Ombudsman NTB Lakukan Investigasi 

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres KSB Gelar Tes Urine Mendadak

Taliwang (globalfmlombok.com)Polres Sumbawa Barat melaksanakan tes urine terhadap para anggotanya sebagai langkah memastikan seluruh personel bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026 itu bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa Barat (BNNK). Tes menyasar jajaran pejabat utama, para perwira, hingga kapolsek di bawah wilayah hukum Polres Sumbawa Barat.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkanain, mengatakan tes urine tersebut merupakan bentuk nyata komitmen menjaga integritas institusi kepolisian. Ia bahkan memimpin langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Dan saya memimpin langsung untuk memberikan keteladanan dan komitmen mengawal integritas institusi kepada semua anggota,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas operasional di lapangan, tetapi harus dimulai dari internal kepolisian. Menurutnya, aparat penegak hukum harus memastikan diri bersih sebelum menindak pelanggaran di tengah masyarakat.

“Sebagai aparat penegak hukum, kita adalah garda terdepan dalam memerangi narkoba. Oleh karena itu, kita harus memastikan diri kita bersih terlebih dahulu. Tes urine ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komitmen moral dan tanggung jawab kita kepada masyarakat,” tandasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi langkah preventif sekaligus pengawasan internal guna menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Kapolres juga mengajak seluruh personel menjadikan tes urine sebagai momentum introspeksi dan penguatan integritas. “Saya ingin kita semua bekerja dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan komitmen yang kuat. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polres Sumbawa Barat. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan tes urine berlangsung tertib dan lancar dengan pengawasan langsung dari tim BNNK Sumbawa Barat. Seluruh peserta mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat soliditas dan profesionalisme jajaran Polres Sumbawa Barat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen nyata mendukung program nasional pemberantasan narkoba. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polres KSB Gelar Tes Urine Cegah Penyalahgunaan Narkoba