Beranda blog Halaman 154

Imigrasi Lotim Deportasi WN Selandia Baru yang Viral Mengamuk di Gili Trawangan

Mataram (globalfmlombok.com)Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur mendeportasi seorang warga negara Selandia Baru berinisial ML yang sempat viral karena mengamuk di sebuah musala di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Lombok Utara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur, Iqbal Rifai, Rabu (25/2/2026), mengatakan tindakan deportasi dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan serangkaian pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Dari hasil pemeriksaan, didapatkan fakta bahwa yang bersangkutan tinggal di wilayah Indonesia melebihi masa izin tinggal yang diberikan,” jelasnya.

Berdasarkan data perlintasan, ML masuk ke Indonesia pada 8 Desember 2025 menggunakan Visa on Arrival (VOA) dengan masa berlaku 30 hari hingga 6 Januari 2026. Namun, yang bersangkutan tidak meninggalkan wilayah Indonesia setelah izin tinggalnya habis.

Ia dinilai melanggar Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-02.GR.01.04 Tahun 2023 tentang klasifikasi visa dan dikenakan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal tersebut memberikan kewenangan kepada pejabat imigrasi untuk menjatuhkan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Atas dasar itu, kami melakukan deportasi sekaligus pencantuman nama yang bersangkutan dalam daftar penangkalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

ML dideportasi melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menuju Perth, Australia, pada Rabu (25/2/2026) pukul 00.15 Wita.

Sebelumnya, ML sempat menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Ia terlibat cekcok dengan warga terkait penggunaan pengeras suara saat tadarusan di musala setempat. Dalam insiden tersebut, ia merusak mikrofon musala dan mengambil telepon genggam milik warga.

Saat diminta mengembalikan barang tersebut, yang bersangkutan justru memarahi warga dan mengancam menggunakan parang. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan aparat setempat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Imigrasi Lotim Deportasi WN Selandia Baru yang Viral Mengamuk di Gili Trawangan ”

Dugaan Penipuan Mengatasnamakan BGN Dilaporkan ke Polres Lotim, Kasat Reskrim: Masih Dicek

Selong (globalfmlombok.com) – Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, terkait pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), tercatat masuk ke meja penyidik Satreskrim Polres Lombok Timur. Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti pengaduan Nomor: Peng/B/02/II/2026/Reskrim, tertanggal 18 Februari 2026.
Dalam dokumen pengaduan, pelapor tercatat inisial HMM (29 tahun), warga Kecamatan Selong, Lombok Timur, dengan terlapor inisial S warga Ampenan, Kota Mataram. Peristiwa disebut terjadi sekira tanggal 8 September 2025 di wilayah Selong.

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Iptu Arie Kusnandar, S.Tr.K., S.IK., M.M. membenarkan laporan telah diterima dan kini ditangani penyidik.

“Masih proses. Nanti saya cek sama Kanit-nya,” tulis Iptu Arie melalui pesan singkat dalam keterangan tertulis yang diterima suarantb.com, Kamis, 26 Februari 2026.

Informasi terpercaya mengungkapkan, awalnya pelapor dijanjikan akan dibangunkan dapur MBG (SPPG) lengkap dengan peralatan dan titik suplay (penerima manfaat) oleh terlapor, yang selanjutnya pelapor menyerahkan uang sejumlah Rp.950 juta kepada terlapor. Hingga beberapa bulan kemudian, bangunan dapur SPPG yang dijanjikan terlapor tidak kunjung diselesaikan, kemudian pelapor kembali merogoh saku sebesar RP. 100 juta.

Karena dapur SPPG tak kunjung ready (selesai), pelapor berinisiatif melakukan finishing sendiri. Setelah dapur SPPG siap beroperasi, titik suplai yang dijanjikan oleh terlapor ternyata nihil (tidak ada).

Tim penyidik Unit I Satreskrim Polres Lombok Timur saat ini melakukan pendalaman awal, guna mengurai kronologi serta mengumpulkan keterangan pihak terkait. Proses klarifikasi terus berjalan.

Seiring munculnya dugaan praktik mengatasnamakan Badan Gizi Nasional (BGN), masyarakat diminta lebih waspada. Bagi masyarakat yang memiliki keluhan yang sama dan atau merasa dirugikan pihak-pihak tidak bertanggung jawab dan atau oknum yang mengatasnamakan BGN, agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.

Polres Lombok Timur membuka ruang pengaduan bagi warga, guna memastikan setiap laporan mendapat atensi sesuai prosedur hukum. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan setelah ada hasil pemeriksaan lanjutan. (r)

Akses Transportasi ke Buwun Mas Sekotong Masih Lumpuh Akibat Banjir

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Akses transportasi menuju Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), masih lumpuh total setelah jalan penghubung di wilayah tersebut putus akibat longsor. Hingga Rabu (25/2/2026), penanganan darurat belum dimulai karena pemerintah daerah masih mengkaji teknis pelaksanaan dan menghitung kebutuhan anggaran.

Kepala Desa Taman Baru, Padilah, mengatakan Bupati Lombok Barat telah turun langsung meninjau lokasi jalan putus yang menghubungkan desanya dengan Buwun Mas. Bupati meminta jajaran segera melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan langkah permanen.

“Belum mulai penanganan darurat ini, jadi transportasi masih lumpuh karena putus sama sekali,” ujarnya.

Rencananya, titik jalan yang longsor akan ditimbun menggunakan karung geobag. Namun material tersebut belum tersedia di lokasi. Sebelumnya, titik yang sama pernah ditangani dengan metode serupa, tetapi longsor kembali terjadi dengan kondisi lebih parah hingga kini terdapat dua titik kerusakan.

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga Buwun Mas yang hendak ke Sekotong atau Mataram terpaksa memutar melalui jalur Pelangan dengan jarak tempuh lebih jauh.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat sebelum diajukan ke BKAD.

“Berapa kebutuhan yang akan dihabiskan, itu kita ajukan ke BKAD untuk penanganan daruratnya,” terangnya.

Penanganan darurat akan dilakukan dengan penimbunan menggunakan geobag. Namun teknis pelaksanaannya masih dikaji cepat agar tidak terjadi kegagalan seperti sebelumnya. Pengerjaan direncanakan melibatkan pihak ketiga dan ditargetkan rampung paling lama lima hari.

Jalan darurat nantinya hanya bisa dilalui kendaraan tertentu dan tidak diperkenankan untuk truk besar. Pihak kecamatan akan melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, bergerak cepat merespons bencana tersebut dengan meninjau langsung lokasi sehari setelah kejadian, Selasa (24/2/2026). Ia meminta penanganan darurat segera dilakukan agar akses warga kembali terbuka.

Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan setelah tahap tanggap darurat selesai, pihaknya akan melaksanakan penanganan permanen dengan penguatan tebing menggunakan bronjong. Dua titik kerusakan masing-masing sepanjang 75 meter dan 65 meter akan diperkuat karena kondisi tebing curam dan dalam.

Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dibanding aspal hotmix. Saluran air di sisi jalan juga akan dibangun untuk mengalirkan air dari pegunungan ke bawah badan jalan sehingga tidak lagi menggerus permukaan.

Kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Pemkab Lobar juga berkoordinasi dengan BBWS untuk dukungan teknis, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, berharap penanganan darurat segera direalisasikan mengingat jalur tersebut merupakan akses terdekat dan vital bagi aktivitas warga menuju Sekotong dan Mataram. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Akses Transportasi ke Buwun Mas Sekotong Masih Lumpuh 

Masyarakat Diminta Bayar Parkir Non-Tunai

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Perhubungan Kota Mataram meminta masyarakat menggunakan transaksi non-tunai saat membayar parkir, khususnya selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan agar seluruh transaksi terekam dalam sistem dan potensi retribusi dapat terpantau secara akurat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, Rabu (25/2/2026), mengatakan koordinator lapangan (korlap) terus melakukan penagihan dan pengawasan terhadap juru parkir (jukir), termasuk di titik-titik baru yang muncul akibat ramainya pedagang takjil.

Menurutnya, sejumlah ruas jalan seperti Jalan Majapahit dan Jalan Airlangga setiap tahun selalu mengalami kepadatan saat Ramadan. Penanganannya pun tidak bisa hanya dibebankan pada satu organisasi perangkat daerah.

“Kalau di sana memang krodit sejak dulu. Kalau pengelolaan parkirnya berdiri sendiri agak sulit,” ujarnya.

Ia menegaskan, penataan parkir di kawasan penjualan takjil membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, seperti Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan (APKLI), Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perdagangan, serta aparat kepolisian.

“Jadi harus semua terlibat dalam penanganan parkir selama Ramadan ini,” katanya.

Zulkarwin menjelaskan, pendapatan retribusi parkir selama Ramadan tidak otomatis meningkat meskipun jumlah kendaraan yang terparkir bertambah. Setiap titik parkir resmi telah memiliki ketetapan setoran harian.

Karena itu, ia berharap korlap meningkatkan pengawasan terhadap jukir agar potensi pendapatan daerah bisa dioptimalkan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta beralih ke pembayaran non-tunai, seperti menggunakan QRIS, agar transaksi tercatat secara digital.

“Kalau banyak yang gunakan QRIS, gampang kita cek pemasukan jukir,” jelasnya.

Ia mengingatkan baik jukir maupun pengguna jasa parkir agar patuh menggunakan sistem non-tunai sehingga potensi kenaikan retribusi parkir selama Ramadan dapat terlihat secara transparan dan terukur. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Masyarakat Diminta Bayar Parkir Non-Tunai 

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Sirkuit Mandalika Tetap Beroperasi Normal

Praya (globalfmlombok.com) – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa hari terakhir tidak mengganggu operasional Sirkuit Internasional Mandalika. Pengelola memastikan lintasan tetap aman dan dapat digunakan seperti biasa.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan meski hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan sirkuit, tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan.

“Meski cuaca ekstrem menghantam kawasan Sirkuit Mandalika, kondisi lintasan tetap terjaga. Tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Ia mengakui terdapat limpahan air dari area luar sirkuit yang sempat mengalir ke tepi trek. Namun, sistem drainase sirkuit disebut berfungsi optimal sehingga mampu mengalirkan air dan menjaga permukaan lintasan dari genangan berlebih.

Cuaca ekstrem pada Selasa (24/2/2026) juga sempat menyebabkan sejumlah kerusakan minor pada beberapa fasilitas. Tim operasional langsung melakukan pembersihan puing, penggunaan high pressure washer dan blower di sejumlah titik, serta pengamanan papan circuit branding yang terdampak angin kencang.

Tim Track Maintenance turut melakukan perapian pada area yang terdampak debit hujan tinggi, terutama di run-off Tikungan 1, apex Tikungan 2, serta beberapa titik water crossing di lintasan. Setelah dilakukan inspeksi ulang oleh tim keselamatan, lintasan dinyatakan aman untuk digunakan.

Menurut Priandhi, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem merupakan bagian dari standar operasional pengelolaan sirkuit. Seluruh sistem pendukung, termasuk drainase dan kesiapan tim operasional, dipastikan dalam kondisi optimal.

Pihaknya menegaskan keselamatan dan kelancaran seluruh aktivitas di kawasan Sirkuit Mandalika menjadi prioritas utama. MGPA juga terus memantau perkembangan cuaca guna memastikan seluruh kegiatan, baik aktivitas harian maupun agenda motorsport, tetap berjalan aman sesuai standar yang berlaku. (kir)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Di Tengah Cuaca Ekstrem, Sirkuit Mandalika Tetap Beroperasi 

Relokasi PKL Jalan Adisucipto ke Eks Bandara Selaparang Tertunda

Mataram (globalfmlombok.com) – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar Jalan Adisucipto ke kawasan eks Bandara Selaparang kembali tertunda. Pemerintah Kota Mataram menyebut penundaan terjadi karena pihak Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) belum siap dari sisi sarana dan prasarana.

Relokasi sebelumnya direncanakan sebelum memasuki Ramadan 1447 Hijriah bertepatan dengan momentum Festival Ramadan. Namun jadwal yang sempat diundur hingga 25 Februari 2026 itu kembali batal dilaksanakan karena fasilitas di lokasi tujuan belum memadai dan masih ada sejumlah kendala teknis dari pihak pengelola.

Selain persoalan kesiapan tempat, relokasi juga dihadapkan pada penolakan sebagian PKL. Mereka menginginkan tetap berjualan di luar kawasan eks bandara, seperti saat ini.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, Rabu (25/2), mengatakan pemerintah terus membangun komunikasi dengan para pedagang maupun pihak Kokapura. Menurutnya, pemerintah berada di tengah dua aspirasi yang berbeda.

Di satu sisi, para PKL khawatir pendapatan mereka menurun jika dipindahkan ke dalam area eks bandara. Di sisi lain, masyarakat menghendaki kawasan Jalan Adisucipto lebih tertib, aman, dan nyaman tanpa penggunaan trotoar sebagai lapak, terlebih dengan bangunan semi permanen.

“Penggunaan fasilitas itu nanti, kapan siapnya Kokapura, itulah waktu kita relokasi,” ujarnya.

Martawang membenarkan bahwa perwakilan PKL telah menemuinya untuk menyampaikan keberatan. Mereka menilai lokasi baru berpotensi mengurangi jumlah pembeli.

Namun pemerintah juga menerima keluhan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas PKL yang memanfaatkan fasilitas umum, termasuk trotoar.

“Keluhan PKL kita dengarkan, keluhan masyarakat juga tetap kita dengar. Jadi, kita harus menemukan solusi terbaik. Kapan waktunya, tergantung kesiapan Kokapura sebagai mitra dan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan,” jelas mantan Kepala Bappeda Kota Mataram tersebut.

Ia menegaskan nota kesepahaman (MoU) antara pihak Angkasa Pura dan Pemerintah Kota Mataram tetap berlaku dan berjalan sesuai kesepakatan, baik terkait operasional maupun penataan kawasan eks Bandara Selaparang.

Pemkot berharap kawasan tersebut ke depan dapat menjadi lebih produktif, tertata, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi percontohan dalam penataan PKL di Kota Mataram. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Relokasi PKL di Jalan Adisucipto ke Eks Bandara Selaparang Tertunda 

Polisi Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Mataram, Sita 16,99 Gram Barang Bukti

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram menangkap seorang pria terduga penjual sabu di Lingkungan Karang Kelayu, Kelurahan Punia, Kota Mataram. Dari tangan pelaku, polisi menyita 16,99 gram sabu siap edar.

Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, Rabu (25/2/2026), mengatakan terduga pelaku berinisial SH (35). Sebelumnya, SH bekerja sebagai karyawan toko baju. Namun setelah dipecat, ia banting setir menjadi penjual narkoba.

“Pelaku ini baru berjualan sabu sejak tiga bulan lalu setelah dipecat dari tempat kerjanya di toko baju,” ujarnya.

SH ditangkap pada Rabu (24/2/2026) di Gang Bonsai, Lingkungan Karang Kelayu, saat menunggu pembeli. Polisi yang telah lebih dahulu mengepung lokasi langsung mengamankan pelaku ketika mencoba melarikan diri.

Dari hasil penggeledahan badan, petugas menemukan 14 poket sabu siap edar yang disimpan di kantong celana sebelah kanan dan dalam tas hitam yang dibawanya.

Pengembangan kemudian dilakukan dengan menggeledah rumah SH yang lokasinya tidak jauh dari tempat penangkapan. Di rumah tersebut, polisi kembali menemukan sejumlah barang bukti berupa satu bendel plastik kosong, bong sabu, serta pipet plastik yang ujungnya diruncingkan.

“Total kami temukan barang bukti sabu pada operasi itu seberat 16,99 gram,” bebernya.

Saat ini SH telah ditahan di Mapolresta Mataram. Hasil tes urine terhadap pelaku juga menunjukkan positif mengonsumsi narkotika.

Penyidik menjerat SH dengan Pasal 609 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tangkap Terduga Penjual Narkoba di Mataram, Sita 16,99 Gram Sabu 

Pemkab Lombok Tengah Tetapkan Status Siaga Bencana hingga Maret 2026

Praya (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menetapkan status siaga bencana hingga Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul masih tingginya potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah H. Ridwan Makruf mengatakan, intensitas hujan di Lombok Tengah kembali meningkat dan diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari 2026. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.

“Ini sudah dua hari hujan turun dengan intensitas cukup tinggi. Beberapa daerah juga sudah melaporkan mulai ada genangan seperti di Desa Setanggor dan Tanak Rarang,” ujarnya di Praya, Selasa (24/2/2026).

Meski demikian, genangan yang terjadi sejauh ini masih dalam kategori terkendali. Air disebut langsung surut setelah hujan reda dan belum sampai menimbulkan dampak signifikan.

Ridwan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana, salah satunya dengan menggalakkan kembali gotong royong membersihkan saluran air, selokan, dan sungai dari tumpukan sampah. Menurutnya, sebagian besar banjir dipicu oleh tersumbatnya aliran air akibat sampah yang dibuang sembarangan.

“Momen sekarang ini penting bagi masyarakat untuk menggalakkan gotong royong membersihkan sungai dan saluran dari sampah sebagai langkah antisipasi selama cuaca ekstrem,” imbuhnya.

Terkait kesiapan logistik, pihaknya memastikan persediaan untuk penanganan darurat masih dalam kondisi aman. Hingga kini, BPBD Loteng belum perlu menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memenuhi kebutuhan logistik kebencanaan.

“Kalau logistik kita selama ini selalu cukup. Kita berharap tidak sampai terjadi bencana skala besar yang membutuhkan dukungan dalam jumlah banyak,” tegasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Status Siaga Bencana di Loteng Ditetapkan hingga Maret 

Jalur Dua Menuju Sirkuit Mandalika Ditutup Sementara, Banjir Rendam Desa Kuta

Praya (globalfmlombok.com)Polres Lombok Tengah menutup sementara salah satu jalur di jalur dua kawasan The Mandalika yang mengarah ke Sirkuit Mandalika akibat tergenang banjir. Penutupan dilakukan mulai dari simpang gate 1 kawasan The Mandalika hingga jalur masuk menuju Novotel Lombok Resort & Villas dan Pullman Lombok Mandalika Beach Resort.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi risiko kecelakaan apabila jalur yang tergenang tetap dipaksakan dilalui kendaraan.

“Penutupan jalur ini kita lakukan sejak kemarin, setelah air meluap menggenangi jalan dampak dari tingginya intensitas hujan yang berlangsung sejak Minggu (22/2/2026),” ujar Kasat Lantas Polres Loteng AKP Wulan Sucianur, Rabu (25/2/2026).

Petugas telah memasang road barrier sebagai penanda penutupan agar pengguna jalan tidak terjebak di lokasi genangan. Patroli juga dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

Pihak kepolisian mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan pengelola kawasan untuk mempercepat penanganan banjir agar air segera surut dan jalur bisa kembali difungsikan.

Saat ini, satu jalur lainnya masih diberlakukan dua lajur agar arus lalu lintas tetap berjalan, meski sebagian badan jalan juga terdampak genangan namun masih bisa dilalui kendaraan. Namun, jika kondisi memburuk, tidak menutup kemungkinan kedua jalur menuju Sirkuit Mandalika akan ditutup total.

“Semoga kondisi semakin membaik supaya kedua jalur ini tidak sampai kita tutup,” ujarnya.

Sementara itu, banjir juga merendam wilayah Desa Kuta yang menjadi salah satu kawasan terparah terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah. Sedikitnya lima dusun terdampak, dengan jumlah rumah terendam diperkirakan lebih dari seratus unit.

Staf Ahli Bupati Lombok Tengah, Lalu Sungkul, yang meninjau lokasi banjir, menyebut buruknya kondisi drainase menjadi salah satu faktor utama penyebab meluasnya genangan. Selain penyempitan saluran, di sejumlah titik drainase bahkan tertutup pembangunan fasilitas pariwisata, dan beberapa lokasi tidak memiliki saluran pembuangan air sama sekali.

“Ini yang kita temukan di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi bukan hal baru dan merupakan siklus lima tahunan. Namun perubahan kondisi tata ruang dan pembangunan yang kurang memperhatikan sistem drainase memperbesar potensi banjir.

Hasil peninjauan lapangan tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Lombok Tengah untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan penanganan ke depan.

Kepala Desa Kuta, Mirate, mengakui jumlah rumah terdampak cukup banyak karena banjir menyebar di lima dusun, di antaranya Dusun Mengalung, Merendeng, Baturiti, dan Rangkap. Sebagian wilayah sudah surut, namun ada pula yang masih tergenang.

Ia berharap pemerintah daerah dan investor turut berperan dalam pembenahan saluran drainase. Menurutnya, kemampuan anggaran desa sangat terbatas untuk menangani persoalan tersebut secara menyeluruh.

“Kalau hanya mengandalkan dana desa tentu tidak cukup. Perlu dukungan semua pihak supaya persoalan drainase ini bisa segera teratasi,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tergenang Banjir, Jalur Dua Menuju Sirkuit Mandalika Ditutup Sementara 

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (33)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kegiatan Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 meliputi sejumlah program, di antaranya program penanganan warga negara migran korban tindak kekerasan, program perlindungan dan jaminan sosial, program rehabilitasi sosial, program hubungan industrial dan lain sebagainya.(*)