Beranda blog Halaman 153

Satgas Dalami Dugaan Pengoplos Gas Elpiji 12 Kilogram

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Satuan Tugas (Satgas) Lapor Gas Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah mendalami laporan masyarakat terkait dugaan praktik pengoplosan gas elpiji 3 kilogram ke tabung 12 kilogram untuk dijual kembali dengan harga lebih murah.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, Kamis (26/2), mengatakan laporan tersebut sudah diterima dan saat ini dalam tahap penelusuran bersama sejumlah pihak terkait.

“Laporannya sudah kita terima dan saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenarannya, termasuk kemungkinan penindakan,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, modus yang dilaporkan yakni dengan menyuntik isi tabung elpiji 3 kilogram ke dalam tabung 12 kilogram. Dengan modal sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, pelaku diduga bisa meraup keuntungan hingga Rp500 ribu per tabung.

Menurut Ivan, praktik tersebut tidak menutup kemungkinan juga menyasar tabung ukuran 5,5 kilogram. Karena itu, tim satgas terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna mengungkap kebenaran laporan tersebut.

“Laporan inilah yang masih kita dalami bersama stakeholder. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada juga tabung 5,5 kilogram yang dioplos,” katanya.

Ia menduga, celah praktik pengoplosan bisa terjadi pada agen yang memiliki dua izin penyaluran, yakni untuk elpiji 3 kilogram (subsidi) dan 12 kilogram (non-subsidi). Dengan kepemilikan dua izin tersebut, oknum agen tidak perlu membeli dalam jumlah besar, melainkan cukup melakukan penyuntikan isi tabung.

“Informasinya ada di Sumbawa, dari 3 kilogram ke 12 kilogram. Apalagi tabung 12 kilogram ini dijual bebas karena bukan barang subsidi pemerintah,” ujarnya.

Untuk mencegah praktik serupa, Satgas Lapor Gas memastikan akan meningkatkan pengawasan secara ketat dan intensif. Pihaknya juga meminta seluruh camat di Kabupaten Sumbawa memaksimalkan pengawasan di wilayah masing-masing.

“Kalau kita temukan dan terbukti, tentu akan kita pidanakan. Kami akan mengoptimalkan sidak dan pengawasan menyeluruh oleh tim satgas yang sudah dibentuk,” tegasnya.

Satgas juga menerima laporan dari Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan yang mengaku sempat menjadi korban karena segel tabung gas yang dibeli berbeda dari biasanya. Laporan tersebut kini turut didalami untuk penanganan lebih lanjut. (ils)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Satgas Dalami Dugaan Pengoplos Gas Elpiji 12 Kilogram 

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (34)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebijakan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas provinsi NTB tahun anggaran 2026 meliputi banyak program dengan dukungan anggaran dari APBD. Diantaranya program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi, program penelitian dan pengembangan daerah, program riset dan inovasi daerah, program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi dan lain sebagainya.

Warga Digotong Lewati Jalan Putus di Sekotong, Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Seorang warga yang sempat digotong melewati jalan putus di jalur Taman Baru–Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), meninggal dunia pada Kamis (26/2/2026) siang. Korban diketahui bernama Rendy Wisnu Saputra (16), warga Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap.

Rendy mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Tripat Gerung.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, membenarkan kabar duka tersebut. Melalui pesan singkat, ia menyampaikan informasi yang diterimanya dari pihak keluarga almarhum.

Sebelum meninggal, kondisi Rendy sempat memburuk sehingga keluarga berinisiatif membawanya ke puskesmas. Namun ambulans tidak dapat menjangkau rumah korban akibat akses jalan yang terputus karena longsor di wilayah Sekotong. Keluarga pun terpaksa menggendong Rendy melewati jalan rusak tersebut. Aksi dramatis itu sempat terekam video dan memunculkan keprihatinan publik.

“Karena kondisi, apapun tindakan pihak medis, itu kesimpulan dari pihak rumah sakit tadi. Bisa jadi juga karena terlambat penanganan,” ujar Rochidi.

Ia menjelaskan, proses evakuasi menuju fasilitas kesehatan memakan waktu cukup lama karena kondisi jalan yang putus. Sebelum diberangkatkan, pihak keluarga sudah berkomunikasi dengan petugas Puskesmas Sekotong agar ambulans menjemput di batas jalan rusak.

“Cuma ambulans telat datang, duluan pasien ini tiba di situ, itu ceritanya,” imbuhnya.

Setibanya di Puskesmas Sekotong, Rendy sempat mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena keterbatasan peralatan medis, ia kemudian dirujuk ke rumah sakit di Gerung.

“Setelah di puskesmas dirujuk lah ke Rumah Sakit Gerung,” katanya.

Meski telah mendapatkan penanganan lanjutan, nyawa Rendy tidak tertolong. Ia diketahui masih berstatus sebagai siswa kelas XI di SMKN 1 Sekotong.

Rochidi berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia mendorong adanya langkah antisipatif, baik dari pihak puskesmas maupun pemerintah desa.

“Mungkin puskesmas siapkan armadanya di sana, nanti kami di desa juga ada ambulans disiapkan mengangkut warga,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi tamparan bagi pemerintah daerah dan semua pihak agar penanganan infrastruktur jalan di kawasan Sekotong segera dilakukan, sehingga akses layanan kesehatan bagi masyarakat tidak lagi terhambat.

Warga Bengkang, Rusdin, juga membenarkan kabar meninggalnya Rendy. “Benar pak,” singkatnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Warga Digotong Lewati Jalan Putus di Sekotong Meninggal Dunia di Rumah Sakit 

Kejari Mataram Terima Berkas Tersangka Tambang Ilegal Sekotong, WN China Belum Dilimpahkan

Mataram (globalfmlombok.com)Kejaksaan Negeri Mataram menerima pelimpahan berkas perkara kasus tambang ilegal di Sekotong, Lombok Barat, dari penyidik Polres Lombok Barat. Namun, dari dua tersangka yang ditetapkan, baru satu berkas yang diterima jaksa.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Mataram, Ida Made Oka Wijaya, Rabu (25/2/2026), mengatakan pelimpahan tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya berkas dikembalikan kepada penyidik untuk dilengkapi sesuai petunjuk jaksa.

Dari dua tersangka, yakni LHF yang merupakan warga negara China dan FR warga lokal, jaksa baru menerima berkas perkara milik FR.

“Berkas milik tersangka FR kami terima pada 18 Februari 2026 lalu,” katanya.

Sementara terhadap tersangka LHF, pihaknya belum menerima pelimpahan berkas perkara maupun Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Tersangka LHF belum ada berkasnya sama SPDP,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, FX Endriadi, menyatakan berkas kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejari Mataram.

Ia menjelaskan, kedua tersangka memiliki peran berbeda. Tersangka FR diduga melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah Sekotong, sedangkan LHF diduga sebagai pihak yang menyuruh melakukan pertambangan ilegal tersebut.

Hingga kini, aparat kepolisian belum mengetahui keberadaan LHF. Polisi pun berkoordinasi dengan Interpol atau International Criminal Police Organization untuk melacak keberadaannya.

Dalam pengusutan perkara ini, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi warga lokal, menghadirkan ahli, serta menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas tambang ilegal.

Barang bukti yang disita antara lain truk pengangkut material, kamp tambang, serta bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida. Sebagian besar barang sitaan diketahui bermerek China yang diduga didatangkan khusus ke lokasi tambang.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, terdapat 25 titik tambang ilegal di wilayah Sekotong dengan luas mencapai 98,19 hektare. Aktivitas tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian pendapatan asli daerah hingga sekitar Rp90 miliar per bulan. (mit)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dua Tersangka Tambang Ilegal Sekotong, Berkas Tersangka Warga Negara China Belum Dilimpahkan

Musrenbang Kebudayaan Digelar, Pemda KLU Susun Dokumen Kebudayaan

Tanjung (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kebudayaan di Kecamatan Kayangan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyerapan ide, gagasan, dan pemikiran dalam penyusunan rancangan Dokumen Kebudayaan Daerah.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyampaikan Musrenbang Kebudayaan merupakan forum strategis yang tidak semua daerah menyelenggarakannya. Melalui forum gendu rasa tersebut, pemerintah memberikan ruang bagi tokoh-tokoh kebudayaan untuk menyampaikan saran dan usulan yang nantinya dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah.

“Para peserta mengeluarkan ide, pikiran, dan gagasan, di mana gagasan itu nanti akan kita tuangkan dalam Musrenbang dan dijadikan sebagai program-program yang ingin dilakukan di Kabupaten Lombok Utara,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus memperkuat identitas KLU sebagai daerah yang memiliki budaya dan adat istiadat yang tetap dipertahankan serta dilestarikan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi memberikan masukan terkait program-program kebudayaan ke depan agar arah pembangunan budaya semakin terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dikbudpora KLU, M. Najib, menjelaskan Musrenbang Kebudayaan berkaitan dengan perlindungan, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya, khususnya di Lombok Utara.

“Musrenbang ini akan mendorong terbentuknya pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah sebagai dasar pemajuan budaya di Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan inventarisasi potensi, permasalahan, serta gagasan pemajuan kebudayaan di lima kecamatan se-KLU. Ke depan, gagasan yang disusun diharapkan mampu mengintegrasikan peran masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan sehingga arah kebudayaan daerah menjadi jelas dan terukur.

“Ada dua output utama, yakni rancangan dokumen pokok-pokok kebudayaan daerah Kabupaten Lombok Utara dan skala prioritas arah pembangunan kebudayaan untuk tahun 2027,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Susun Dokumen Kebudayaan, Pemda KLU Gelar Musrenbang Kebudayaan 

Polda NTB Bongkar 157 Kasus Narkoba Senilai Rp3,8 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Reserse Narkoba dan Satuan Reserse Narkoba jajaran Polda NTB berhasil mengungkap 157 kasus peredaran narkoba dengan 240 tersangka sepanjang Januari hingga Februari 2026. Nilai barang bukti yang disita ditaksir mencapai Rp3,8 miliar.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Roman Smaradahana Elhaj, dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Kamis (26/2/2026), menyebutkan dari 240 tersangka tersebut, 209 orang merupakan pria dan 31 lainnya wanita.

“Nilai barang bukti yang disita jika diuangkan mencapai Rp3,8 miliar,” sebutnya.

Barang bukti yang diamankan terdiri atas 2,5 kilogram sabu; 53,79 gram ganja; 85,5 butir ekstasi; 3.568 butir tramadol; 28 butir trihexyphenidyl; 50,47 gram magic mushroom; serta uang tunai Rp3.068.854.000.

Dari total barang bukti tersebut, sebagian telah dimusnahkan, yakni 1,5 kilogram sabu; 82,50 gram ganja; 62 butir ekstasi; dan 158 butir tramadol.

Para tersangka dijerat Pasal 111 ayat (1) dan (2), Pasal 114 ayat (1) dan (2), Pasal 132 ayat (1) dan (2), serta Pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp10 miliar.

Dari 157 kasus tersebut, delapan di antaranya tergolong menonjol. Salah satunya pengungkapan di Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, dengan barang bukti 818,691 gram sabu. Tersangka dalam kasus ini masih dalam pencarian.

Kasus lainnya melibatkan anggota Polres Bima Kota, Bripka K dan istrinya berinisial AN. Dari rumah AN, polisi menyita 30,415 gram sabu. Pengembangan kasus tersebut berlanjut pada penangkapan mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, dengan barang bukti 488,496 gram sabu.

Di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, polisi menangkap seorang perempuan berinisial TS dengan barang bukti 25,72 gram sabu dan 71,5 butir ekstasi.

Pengungkapan juga dilakukan di Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, dengan tersangka TF yang diduga menjadi pesuruh untuk mengambil 79,321 gram sabu.

Selain itu, polisi menetapkan pria berinisial MA sebagai tersangka dengan barang bukti 102,055 gram sabu. Di Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dua tersangka diamankan dengan barang bukti 107,03 gram sabu.

“Terakhir, kami berhasil menangkap dua tersangka tindak pidana narkotika di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima dengan jumlah barang bukti 266,25 gram sabu,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polda NTB Bongkar 157 Kasus Narkoba Senilai Rp3,8 Miliar 

Intervensi Stunting Harus Presisi, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat

Giri Menang (globalfmlombok.com)Lalu Muhamad Iqbal menegaskan penanganan stunting harus dimulai dari pendataan yang akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (26/2/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal.

“Kesimpulannya adalah kalau stunting ini yang paling perlu adalah pendataan. Datanya harus betul-betul akurat. Tidak satu faktor yang membuat terjadinya stunting. Bisa jadi genetik, sanitasi buruk, rumah tidak layak huni, sehingga rentan terkena TBC dan kelembapan. Tidak ada satu solusi untuk stunting ini. Yang jelas, kalau kita punya data yang baik dan akurat maka kita bisa membangun kebijakan yang lebih presisi sesuai jenis intervensi yang dibutuhkan masing-masing anak,” tegasnya.

Miq Iqbal, sapaan gubernur, juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Puskesmas Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menangani stunting.

“Banyak sekali kegiatan puskesmas dalam rangka menangani stunting. Saya ucapkan terima kasih atas upaya intervensi yang serius yang dilakukan Lombok Barat, termasuk pembagian susu. Kita juga akan membantu melakukan identifikasi di daerah-daerah lain, karena saya yakin kebutuhan intervensi di setiap tempat berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski angka stunting di NTB menunjukkan tren penurunan, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

“Alhamdulillah ada penurunan stunting, tapi ini perlu terus ditingkatkan. Ini masalah yang sangat serius karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Kita harus memberdayakan masyarakat untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi harus kita lakukan, termasuk melalui program desa berdaya di desa-desa dengan kemiskinan ekstrem yang juga memiliki angka stunting tinggi,” jelasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa upaya pengentasan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mengentaskan stunting. Ini butuh dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri. Peran ibu-ibu sangat penting, terutama yang anaknya sudah menunjukkan kemajuan, untuk bersama-sama saling mendukung,” katanya.

Dalam dialog tersebut, ia turut menyoroti persoalan pernikahan usia anak yang berpotensi meningkatkan risiko stunting. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan kesehatan, mental, dan finansial sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Sementara itu, Sinta Agathia Iqbal menegaskan pekerjaan rumah dalam penanganan stunting masih sangat besar. Ia menekankan pentingnya pencegahan bagi anak-anak yang berisiko menuju stunting.

“PR kita dalam penanganan stunting ini sangat berat. Ada anak-anak yang menuju stunting dan harus kita jaga agar jangan sampai benar-benar stunting. Ibu-ibu yang sudah berhasil menjaga anaknya tetap sehat agar bisa membantu ibu-ibu lain yang masih berjuang,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak menjadikan pernikahan usia anak sebagai solusi atas persoalan sosial dan ekonomi.

“Tolong dipesankan kepada anak-anak dan keluarga bahwa menikah bukan solusi, justru bisa menambah masalah jika belum siap. Perkuat peran kader dalam memberikan edukasi tentang stunting,” tegasnya.

Istri Gubernur NTB itu mengingatkan pentingnya kerja keras sejak dini demi masa depan anak. “Lebih baik kita capek sekarang daripada menyesal ketika anak-anak kita sudah besar. Masa depan mereka bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pesannya. (r/ham)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Intervensi Stunting yang Presisi, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat 

Kapolda NTB Ajak Insan Pers Perkuat Kolaborasi di Bulan Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo menggelar buka puasa bersama insan pers di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antara Polda NTB dan media.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda NTB, Irwasda, para pejabat utama Polda NTB, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Ketua PWI NTB, ketua asosiasi media, pemimpin redaksi, serta wartawan dari berbagai perusahaan media di NTB.

Dalam sambutannya, Kapolda NTB Edy Murbowo memperkenalkan diri sekaligus menceritakan perjalanan kariernya di institusi Polri. Ia juga menyampaikan filosofi sederhana yang ia maknai dari singkatan NTB.

“Bagi saya, NTB bukan hanya Nusa Tenggara Barat. NTB adalah Niatkan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat, Transparan, dan Berkah dunia akhirat,” ujarnya.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial serta membangun sinergi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan insan pers dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Ia juga menyampaikan komitmennya melawan penyebaran hoaks dengan menggandeng insan pers sebagai mitra strategis menjaga stabilitas daerah.

Murbowo mengatakan, di era digital arus informasi berkembang sangat cepat dan tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peran pers dinilai krusial untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang benar dan terverifikasi.

“Di era digital saat ini banyak berita hoaks yang beredar. Jika terus dibiarkan, informasi yang tidak benar bisa dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk media massa, untuk menciptakan suasana yang tetap kondusif di NTB.

Di tingkat desa dan kelurahan, penguatan keamanan dilakukan melalui tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta lurah atau kepala desa. Sementara di tingkat Polda, pendekatan diperluas menjadi lima pilar, dengan pers sebagai salah satu unsur penting di dalamnya.

“Kita butuh pemberitaan yang menyejukkan, yang tidak memprovokasi, dan tetap berpegang pada fakta,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang terjalin antara insan pers dan Polda NTB. Ia menegaskan komitmen insan pers untuk terus bersinergi, baik dalam pemberitaan maupun peningkatan kompetensi wartawan. “Kami siap terus memperkuat kolaborasi, termasuk dalam peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan di NTB,” tandasnya. (mit)

Jalan Putus, Warga Buwun Mas Terhambat Akses Berobat ke Puskesmas

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Warga Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Pengantap, dan Belongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, masih terhambat beraktivitas setelah jalan utama menuju wilayah tersebut putus total akibat longsor pada Selasa (24/2/2026).

Akses yang lumpuh itu bahkan memaksa seorang warga yang mengalami sesak napas harus digendong melewati titik jalan putus untuk mendapatkan perawatan di puskesmas. Kendaraan roda dua pun tidak dapat melintasi jalur tersebut.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, Kamis (26/2/2026), membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan warganya yang menderita asma terpaksa dipapah dan digendong agar bisa sampai ke fasilitas kesehatan.

“Ya, warga kami itu sakit asma. Untungnya bisa dibawa ke puskesmas. Cuma karena jalannya putus, makanya digendong. Sempat diambil video dan heboh,” ujarnya.

Menurutnya, hingga tiga hari setelah kejadian, penanganan darurat belum juga dilakukan meski Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, telah turun langsung ke lokasi dan memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera bertindak.

Rochidi mengaku telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) untuk menanyakan kepastian penanganan. Namun pihak dinas disebut masih berkoordinasi dengan BPBD.

“Waktu Pak Bupati turun, langsung diperintahkan besoknya bawa alat. Tapi sampai sekarang belum,” tegasnya.

Ia menyatakan, jika dalam waktu dekat belum ada tindakan, warga akan berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya agar jalan bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua.

“Kalau memang lama ditangani, kami bisa urunan perbaiki agar bisa dilalui,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP untuk menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat sebelum diajukan ke BKAD.

Penanganan sementara direncanakan dengan penimbunan menggunakan karung geobag. Namun teknis pelaksanaan masih dikaji agar penanganan tepat sasaran, mengingat titik tersebut sebelumnya pernah mengalami longsor.

“Karena jangan sampai terlalu lama ini belum ditangani, sebab kalau lewat jalur lain jauh sekali,” ujarnya.

Pengerjaan darurat direncanakan melibatkan pihak ketiga dan ditargetkan rampung paling lama lima hari ke depan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Akibat Jalan Putus, Warga Buwun Mas Terhambat Berobat ke Puskesmas 

Baru Dibangun Beberapa Bulan, Jalan Tempos–Banyu Urip di Lombok Barat Amblas Diterjang Luapan Sungai

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tempos dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), amblas pada Selasa siang (24/2/2026). Jalan yang dibangun melalui anggaran pusat dan baru rampung sekitar dua bulan lalu itu tergerus luapan air sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari terakhir.

Kepala Desa Tempos, Sudirman, mengatakan derasnya arus sungai akibat tingginya intensitas hujan menggerus badan jalan hingga ambrol.

“Iya, jalan yang baru selesai dibangun ini amblas karena tergerus air sungai,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, panjang jalan yang ambrol sekitar 10 meter dengan kerusakan hampir setengah badan jalan. Dari total lebar sekitar tiga meter, hanya separuh yang masih tersisa dan bisa dilalui.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, jalan tersebut sementara ditutup bagi kendaraan roda empat. Namun atas permintaan pemerintah desa, akses tetap dibuka terbatas bagi pengguna sepeda motor.

“Untuk sementara jalan ditutup untuk kendaraan roda empat, hanya bisa dilewati sepeda motor,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penutupan total akan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak menuju pusat pemerintahan. Jika akses ditutup sepenuhnya, warga harus memutar dengan jarak yang jauh.

Selain di Tempos, kerusakan jalan akibat longsor juga terjadi di Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, serta Desa Keru, Kecamatan Narmada.

Pihak BPBD Lombok Barat menyebut hujan berdurasi lama dengan intensitas sedang hingga tinggi melanda wilayah Gerung dan Narmada sebelum kejadian. Kondisi tersebut memicu longsor di sejumlah titik rawan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Barat telah diterjunkan untuk melakukan asesmen awal. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara BPBD Kabupaten Lombok Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lobar, aparat kecamatan, serta pemerintah desa setempat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Baru Dibangun Beberapa Bulan, Jalan Tempos-Banyu Urip Lombok Barat Amblas Diterjang Luapan Air Sungai