Beranda blog Halaman 146

Tujuh Pelaku Perampokan di Loteng Jadi Korban Penipuan

Praya (globalfmlombok.com) – Aksi perampokan yang terjadi di Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Senin (2/3/2026) malam, berakhir ironis. Kawanan pelaku yang diduga berjumlah tujuh orang itu justru tertipu setelah hanya membawa kabur perhiasan imitasi milik korban.

Meski demikian, aksi tersebut tetap menyisakan trauma dan luka bagi korban. Seorang ibu rumah tangga bernama Kirah (51) mengalami luka setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh para pelaku. Saat ini, aparat dari Polsek Praya Barat Daya tengah memburu para pelaku.

Kapolsek Praya Barat Daya Ipda Aswin Anggara, Selasa (3/3/2026) mengatakan, korban dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan.

“Korban dan beberapa saksi lainnya sudah kita mintai keterangan,” ujarnya.

Peristiwa itu terjadi saat korban tengah melaksanakan salat malam. Usai beribadah, korban mendengar teriakan dari arah kamar anaknya. Ia kemudian bergegas menuju kamar tersebut. Namun sebelum masuk, korban dihadang sejumlah pelaku yang langsung mengancam dan meminta perhiasan emas miliknya.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun para pelaku menyerangnya dengan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian lengan, wajah, serta kepala.

Dalam kondisi terluka dan terdesak, korban menyerahkan sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam lemari. Tanpa mengetahui bahwa perhiasan tersebut merupakan barang imitasi, para pelaku langsung melarikan diri. Sebelum kabur, pelaku juga sempat merusak telepon genggam milik korban.

Setelah pelaku pergi, korban meminta bantuan warga sekitar. Aparat kepolisian datang tak lama setelah menerima laporan.

Dari hasil keterangan sementara, pelaku diperkirakan berjumlah tujuh orang. Mereka diduga masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Kondisi rumah yang relatif sepi, karena hanya dihuni korban dan anaknya sementara suami korban bekerja di luar negeri, diduga menjadi alasan pelaku nekat beraksi.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” tambah Aswin.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari dengan memastikan pintu dan akses rumah terkunci dengan baik. Warga juga diminta segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tujuh Pelaku Perampokan di Loteng Kena Tipu “

Pasca Wawancara, 114 Peserta Selter Eselon II Pemprov NTB Masuk Tahap Pemetaan

Mataram (globalfmlombok.com) – Proses seleksi terbuka (selter) pengisian jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi NTB terus bergulir. Setelah merampungkan tes wawancara, sebanyak 114 Aparatur Sipil Negara (ASN) kini mengikuti tahapan profiling atau pemetaan kompetensi yang dilakukan oleh Tim Assessment Center Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dipusatkan di ruang Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (3/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026).

Kepala BKD NTB, Tri Budiprayitno mengatakan, para peserta secara bergiliran memasuki ruang CAT untuk dilakukan pengambilan data dan penilaian kompetensi.

“Jumlahnya ada sampai dengan kalau tidak salah 68 orang (hari pertama). Nanti saya cek lagi,” ujar pejabat yang akrab disapa Yiyit tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat sekitar 14 peserta yang tidak mengikuti tahapan profiling kali ini. Hal itu karena mereka telah mengikuti tahapan serupa pada seleksi terbuka sebelumnya dan hasilnya masih dapat digunakan.

“Berdasarkan ketentuan apabila kegiatan itu dilakukan oleh tim yang sama dan belum mempunyai batas waktu sampai tiga tahun, maka hasilnya itu masih bisa digunakan,” terangnya.

Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti tahap profiling sebanyak 114 orang. Jumlah tersebut sama dengan peserta yang mengikuti tahap wawancara sebelumnya.

Yiyit menegaskan, dalam seleksi terbuka ini tidak diberlakukan sistem gugur pada tahap wawancara. Seluruh peserta yang telah mengikuti wawancara tetap berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya, kecuali yang sudah memiliki hasil profiling yang masih berlaku.

“Tidak ada sistem gugur di wawancara, jadi seluruh mereka yang ikut wawancara itu ikut juga di asesmen ini, kecuali mereka yang sudah pernah ikut di bulan Agustus itu,” tandasnya.

Sebelumnya, ratusan ASN tersebut telah mengikuti tes wawancara selama lima hari, mulai Kamis (12/2/2026) hingga Senin (2/3/2026). Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov NTB. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pasca-Wawancara, 114 Peserta Selter Eselon II Pemprov NTB Jalani Tahap Pemetaan “

Majelis Hakim Tolak Perlawanan Radiet, Sidang Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Mataram (globalfmlombok.com) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram menolak keberatan atau perlawanan (eksepsi) yang diajukan terdakwa Radiet Adiansyah dalam perkara dugaan pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram berinisial MVP. Dengan putusan sela tersebut, persidangan dilanjutkan ke tahap pembuktian.

Hakim Ketua Mukhlassuddin dalam sidang putusan sela, Selasa (3/3/2026) menyatakan perlawanan terdakwa tidak dapat diterima. “Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas terdakwa Radiet,” ucapnya di ruang sidang.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai surat dakwaan jaksa penuntut umum telah disusun secara jelas, cermat, dan lengkap. “Surat dakwaan tidak memiliki kekurangan dan kekeliruan yang dapat membatalkan surat dakwaan,” sebutnya.

Sebelumnya, kuasa hukum terdakwa mempersoalkan dakwaan yang dinilai tidak menguraikan secara rinci waktu terjadinya tindak pidana. Namun, majelis hakim berpendapat waktu kejadian telah dijabarkan secara jelas dalam surat dakwaan.

Terkait dalil penyidikan tidak sah dan cacat hukum sebagaimana disampaikan pihak terdakwa, majelis hakim menilai hal tersebut bukan ranah eksepsi, melainkan menjadi kewenangan praperadilan.

Didampingi Tim Hotman 911

Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum Radiet dari International Law Firm Lombok menyatakan mengundurkan diri. Pada agenda pembuktian selanjutnya, Radiet akan didampingi kuasa hukum dari Tim Hotman 911 yang dipimpin advokat Hotman Paris Hutapea.

Sebelumnya, keluarga Radiet bersama Hotman Paris menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Dalam forum tersebut, pihak keluarga menyampaikan kronologi versi Radiet yang disebut ditemukan dalam keadaan luka bersama kekasihnya yang meninggal dunia.

Hotman juga mempertanyakan logika penetapan tersangka terhadap kliennya dengan menunjukkan foto kondisi Radiet saat ditemukan.

Menanggapi langkah tersebut, kuasa hukum keluarga korban, I Gde Pasek Sandiartyke meminta agar Komisi III DPR RI tidak mengabaikan posisi korban dalam perkara ini.

“Kami adalah korban yang nyata dan jelas. Kami mohon kepada Komisi III agar jangan mengabaikan kami. Kami adalah korban,” ujarnya.

Ia juga menyoroti rencana pemanggilan pihak kepolisian dan kejaksaan oleh Komisi III. Menurutnya, korban tidak seharusnya dipisahkan dari proses klarifikasi yang melibatkan aparat penegak hukum.

Sandiartyke mengaku akan menyurati Komisi III secara resmi agar posisi dan keterangan pihaknya turut dipertimbangkan. “Segera akan saya kirim suratnya ke Komisi III supaya perkara ini menjadi terang benderang, karena ini kasus pembunuhan,” tandasnya.

Uraian Dakwaan

Jaksa penuntut umum Agung Kuntowicaksono dan Sulviany mendakwa Radiet dengan Pasal 458 ayat (1) dan/atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Terdakwa diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam dakwaan, peristiwa disebut bermula saat korban dan terdakwa pergi ke Pantai Nipah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara pada 26 Agustus 2025. Berdasarkan rekaman CCTV hotel di sekitar lokasi, keduanya terlihat berjalan menuju area sepi di ujung barat pantai.

Jaksa menyebut, saat situasi semakin gelap, terdakwa diduga hendak melakukan perbuatan asusila terhadap korban namun ditolak. Terjadi pergulatan yang berujung pada kematian korban.

Hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB menyatakan korban meninggal akibat pembekapan di area berpasir yang menyebabkan asfiksia atau kekurangan oksigen. Selain itu ditemukan sejumlah luka yang mengindikasikan adanya kekerasan sebelum kematian, termasuk luka di area intim korban. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Majelis Hakim Tolak Perlawanan Radiet, Sidang Lanjut ke Pembuktian “

Dampak Konflik Timur Tengah Terasa di NTB, Wisatawan Eropa Mulai Batalkan Kunjungan

Mataram (globalfmlombok.com) — Dampak konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran mulai dirasakan sektor perhotelan dan pariwisata di NTB. Meski belum signifikan, pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa, sudah terjadi.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, Selasa, 3 Maret 2026 menyampaikan, sejumlah pelaku industri perhotelan mengakui adanya pembatalan reservasi kamar dalam beberapa hari terakhir.

“Sejauh ini memang baru satu yang cancel di tempat kami, tapi saya dengar ada sekitar tiga kamar yang dibatalkan. Di hotel lain juga sudah ada. Dampaknya sudah ada meskipun belum besar,” ujarnya.

Menurut Ketut, wisatawan Eropa menjadi kelompok paling terdampak karena sebagian besar perjalanan mereka transit di kawasan Timur Tengah sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia, termasuk Bali dan Lombok. Beberapa rute umum yang digunakan wisatawan Eropa antara lain transit di Doha atau negara Timur Tengah lainnya, kemudian ke Singapura, Bali, dan Lombok.

“Semua tamu dari Eropa yang transit melalui Middle East ini menjadi rentan. Kalau konflik berkepanjangan, ini bisa menjadi ancaman global,” ujarnya.

Kekhawatiran tidak hanya pada pembatalan perjalanan, tetapi juga dampak sistemik terhadap ekonomi global. Jika konflik mengganggu jalur distribusi energi dunia, terutama di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, maka pasokan minyak dunia berpotensi terganggu.

Sebagai salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, gangguan di Selat Hormuz dapat memicu kenaikan harga minyak global. Dampaknya akan berantai, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga lonjakan harga tiket pesawat.

“Kalau pasokan minyak berkurang, harga pasti naik. Otomatis tiket pesawat juga akan naik, biaya maintenance maskapai meningkat, dan semuanya akan terdampak,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi industri perhotelan dan pariwisata. Kenaikan harga tiket pesawat akan memengaruhi minat perjalanan wisata, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Untuk mengantisipasi risiko ketergantungan pada pasar Eropa dan Timur Tengah, pelaku industri di NTB mulai mengalihkan fokus pada pasar alternatif. Asia Tenggara, Australia, China, dan India menjadi target potensial, selain mengoptimalkan pasar domestik yang selama ini menjadi penopang utama kunjungan wisata.

Namun, pasar domestik pun menghadapi tantangan tersendiri. Harga tiket pesawat dalam negeri dinilai kurang kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

“Kalau kita bandingkan, harga tiket domestik di Malaysia sangat murah. Itu yang mendorong pergerakan wisatawan ke destinasi mereka karena harga kompetitif. Di Indonesia relatif masih tinggi,” ungkapnya.

Jika konflik Timur Tengah berlarut-larut dan harga bahan bakar minyak naik, tekanan inflasi hampir dipastikan terjadi. Kenaikan harga tidak hanya akan dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga berimbas ke seluruh sektor ekonomi. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Perang Timur Tengah Mulai Hantam Pariwisata NTB, Tamu Eropa Batalkan Kunjungan “

Petinggi Ponpes di Lombok Tengah Diduga Doktrin Korban untuk Lancarkan Kekerasan Seksual

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA-PPO) Polda NTB membeberkan modus tersangka MTF (38) dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, Selasa (3/3/2026) menjelaskan, tersangka yang merupakan pengajar sekaligus ketua yayasan pondok pesantren tersebut diduga melakukan manipulasi terhadap korban dengan memanfaatkan posisi dan otoritasnya.

“Dalam proses penyidikan, tersangka diduga melakukan perbuatan dengan memanfaatkan posisi dan otoritasnya,” katanya.

Menurut Kholid, modus yang digunakan antara lain memanipulasi keadaan melalui pendekatan doktrinal serta memanfaatkan kerentanan korban. Dugaan kekerasan seksual itu disebut dilakukan berulang hingga empat kali terhadap salah satu korban. Selain itu, terdapat satu korban lainnya dengan peristiwa serupa.

“Korban dalam perkara ini berjumlah dua orang santriwati,” tambahnya.

Ia menjelaskan, peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi sekitar awal Mei 2025 hingga pertengahan Agustus 2025 di kamar khalwat pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.

Penanganan perkara ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/20/II/2026/SPKT/Polda NTB tanggal 2 Februari 2026 serta Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/9.a/II/RES.1.4./2026/Ditres PPA dan PPO tanggal 11 Februari 2026.

“Penyidik Ditres PPA dan PPO telah melakukan serangkaian langkah penyidikan. Tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Dittahti Polda NTB,” jelasnya.

Sejumlah barang bukti telah diamankan dalam perkara ini, di antaranya dokumen administrasi pondok pesantren, pakaian korban, potongan bungkus kondom, kunci kamar, serta barang-barang lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 473 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2023 tentang KUHP atau Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Petinggi Ponpes di Loteng Diduga Doktrin Korban untuk Lancarkan Kekerasan Seksual “

Terdampak Perang Iran–Israel, PMI Asal Kota Mataram Diminta Melapor

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram mencatat sebanyak 238 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram saat ini berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel, para PMI tersebut diminta segera melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) apabila terdampak situasi keamanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, H. Miftahurrahman menerangkan, perkembangan agresi atau perang di kawasan tersebut dinilai berisiko bagi Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai PMI. Kendati demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kondisi PMI asal Kota Mataram dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

“Coba nanti kita koordinasikan dengan Pemprov NTB dan BP3MI untuk mendapatkan informasi kondisi tenaga kerja, khususnya yang berada di Timur Tengah,” jelasnya.

Berdasarkan data Disnaker Kota Mataram, dari total 238 PMI tersebut, sebanyak 199 orang bekerja di Arab Saudi, 33 orang di Uni Emirat Arab, empat orang di Kuwait dan dua orang di Bahrain.

Miftah meminta masyarakat yang memiliki anggota keluarga bekerja di kawasan Timur Tengah untuk proaktif memberikan informasi apabila terdampak situasi yang terjadi. Laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama BP3MI dan diteruskan ke KBRI di negara setempat.

“Kalau ada keluarga atau kerabat yang terkena dampak akibat memanasnya situasi di Timur Tengah, silakan segera memberikan informasi,” pintanya.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram ini berharap konflik antara Iran dan Israel tidak berlangsung lama, sehingga kondisi keamanan di kawasan tersebut dapat kembali normal dan kondusif demi kepentingan semua pihak. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdampak Perang Iran-Israel, PMI Asal Kota Mataram Diminta Melapor “

Adira Silaturahmi di Mataram, Dukung Program Umrah untuk Sahabat Jelang Adira Expo 2026

Mataram (globalfmlombok.com) –

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memperkuat komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat Mataram melalui kegiatan media gathering yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program loyalitas unggulan UMRAH Untuk Sahabat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum awal menuju penyelenggaraan Adira Expo 2026 yang direncanakan hadir di Mataram pada Mei 2026. Kehadiran Adira Expo nantinya akan menghadirkan berbagai solusi pembiayaan lengkap dengan promo menarik bagi masyarakat.

Sebagai kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Mataram memiliki antusiasme tinggi terhadap program perjalanan ibadah. Melihat hal tersebut, Adira Finance terus menghadirkan program yang tidak hanya relevan secara finansial, tetapi juga bernilai spiritual dan emosional bagi konsumen.

“Upaya ini kami lakukan sebagai bagian dari komitmen Adira Finance untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, dalam setiap fase dan momentum kehidupan mereka. Kami ingin tidak hanya menjadi penyedia solusi pembiayaan, tetapi juga mitra yang tumbuh bersama dan memberikan manfaat nyata, termasuk melalui berbagai program loyalitas dan inisiatif bernilai tambah yang kami hadirkan,” ujar Basuki Tri Rahardjo, Kepala Wilayah Bali Nusa Tenggara Adira Finance.

Umrah Untuk Sahabat, Program Loyalitas Unggulan Adira Finance

Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan loyalitas konsumen, Adira Finance menghadirkan program UMRAH Untuk Sahabat. Melalui program ini, konsumen yang mengajukan pembiayaan di Adira Finance berkesempatan untuk mengikuti program ini sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Secara khusus, konsumen yang mengajukan pembiayaan selama periode Adira Expo nanti akan mendapatkan kesempatan menang hingga dua kali lebih besar, sehingga peluang untuk mewujudkan perjalanan ibadah umrah dibiayai Adira Finance semakin terbuka. Informasi selengkapnya bisa mengunjungi adira.id/e/umrahsahabat-pr.

HASANAH, Solusi Syariah untuk Akses Porsi Haji Plus

Selain menghadirkan program loyalitas Umrah Untuk Sahabat, Adira Finance juga memiliki produk HASANAH (Haji Plus Adira Syariah) yang ditujukan untuk membantu masyarakat merencanakan ibadah haji secara lebih terstruktur dan terjangkau.

HASANAH merupakan produk pembiayaan berbasis syariah dengan akad Ijarah Multijasa yang memberikan solusi bagi masyarakat untuk memperoleh Nomor Porsi Haji Plus melalui skema pembayaran angsuran. Produk ini menawarkan angsuran terjangkau tanpa jaminan aset, dengan pilihan tenor fleksibel hingga 60 bulan.

Dalam pelaksanaannya, Adira Finance bekerja sama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Proses pengajuan dirancang sederhana dan praktis sehingga memudahkan masyarakat dalam merencanakan ibadah sejak dini.

Sebagai bentuk apresiasi, lima pengaju pertama yang disetujui berkesempatan mendapatkan hadiah spesial berupa smartphone dan adirapoin senilai Rp500 ribu.

Adira Expo 2026

Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 mendatang ini menjadi wujud komitmen Adira Finance untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui solusi pembiayaan yang lengkap dan mudah diakses.

Penyelenggaraan Adira Expo merupakan hasil kolaborasi Adira Finance bersama Danamon, Zurich Asuransi Indonesia, dan Home Credit Indonesia, serta jaringan dealer dan mitra strategis lainnya. Kolaborasi ini memungkinkan hadirnya solusi finansial yang lebih terintegrasi dan komprehensif, mulai dari pembiayaan, perlindungan asuransi, hingga layanan keuangan pendukung lainnya dalam satu ekosistem.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan kemudahan akses serta solusi finansial yang menyeluruh bagi masyarakat. Harapannya, Adira Expo dapat menjadi ruang interaksi yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen,tutup Rudy Wibisono, Head of Regional Business Bali Nusa Tenggara Adira Finance.

Adira Expo Serba Seru akan digelar di berbagai wilayah di Indonesia sepanjang tahun 2026. Informasi lebih lanjut terkait jadwal dan pelaksanaan kegiatan dapat diakses melalui www.adira.co.id serta kanal media sosial resmi Adira Finance.(r)

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (36)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebijakan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas provinsi NTB tahun anggaran 2026 meliputi sejumlah program. Diantaranya program pengelolaan pendidikan, program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi, program pemberdayaan dan peningkatan keluarga sejahtera dan lain sebagainya.(*)

Ramadan Tanpa Gangguan Konektivitas, Indosat Perkuat Jaringan dan Luncurkan Layanan Proteksi Digital

Mataram (globalfmlombok.com)-

Menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan kesiapan jaringan dan layanan digitalnya agar pelanggan tetap terhubung dengan stabil dan aman, khususnya di wilayah Lombok dan Nusa Tenggara.

Melalui kampanye #LebihBaikIndosat, perusahaan memperkuat jaringan di wilayah Circle Java yang mencakup Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Bali dan Nusa Tenggara. Penguatan dilakukan di lebih dari 25 jalur mudik dan 291 titik keramaian (point of interest) guna mengantisipasi lonjakan trafik selama Ramadan dan Lebaran.

EVP-Head of Circle Java Indosat, Fahd Yudhanegoro, mengatakan peningkatan kapasitas jaringan difokuskan pada daerah-daerah dengan potensi lonjakan penggunaan data yang tinggi. Di wilayah Nusa Tenggara, lonjakan trafik diprediksi mencapai 15 hingga 23 persen, dengan titik tertinggi di Lombok Tengah, Lombok Timur, Bima, Flores Timur, dan Kota Kupang.

“Penguatan jaringan kami lakukan untuk memastikan pelanggan tetap lancar berkomunikasi selama Ramadan dan Idulfitri, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik,” ujar Fahd dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Selain penguatan jaringan, Indosat juga menghadirkan sejumlah inovasi layanan melalui tiga mereknya, yakni IM3, Tri, dan HiFi Air.

Melalui brand IM3, Indosat meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Layanan ini menghadirkan fitur perlindungan WhatsApp Call dari potensi penipuan digital melalui sistem SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus). Fitur tersebut diklaim mampu memberikan perlindungan secara real time terhadap SMS, panggilan reguler, hingga panggilan WhatsApp, yang rawan meningkat selama Ramadan.

Sementara itu, brand Tri Indonesia mengusung kampanye #PilihanBijak yang menyasar generasi muda. Melalui paket khusus Ramadan, Tri menawarkan kuota data dengan tambahan benefit telepon, SMS, bonus akses platform hiburan, serta perlindungan digital berbasis teknologi anti-spam.

Untuk mendukung kebutuhan internet rumah dan mobilitas selama mudik, Indosat juga menghadirkan layanan Indosat HiFi Air berbasis jaringan 4G dan 5G. Perangkat ini dirancang fleksibel untuk digunakan di rumah maupun dibawa saat bepergian, dilengkapi layanan pelanggan 24 jam.

Di luar aspek komersial, Indosat turut menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk “Indosat Berkah Ramadan – Surau Berdaya” di 19 lokasi di Indonesia. Program ini berfokus pada revitalisasi surau dan musala agar lebih nyaman sekaligus memperkuat fungsinya sebagai pusat kegiatan dan pemberdayaan masyarakat.

Fahd menegaskan, penguatan jaringan, inovasi perlindungan digital, serta program sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan Ramadan yang lebih nyaman dan aman bagi pelanggan.

“Ketika koneksi kuat, perlindungan maksimal, dan kepedulian sosial berjalan beriringan, Ramadan akan terasa lebih baik untuk semua,” ujarnya.(r)

Polisi Tahan Oknum Guru Ngaji di Ampenan, Diduga Lecehkan Muridnya

Mataram (globalfmlombok.com) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram menahan seorang oknum guru ngaji berinisial HB di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. HB ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap sejumlah muridnya di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tempat ia mengajar.

Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, Selasa (3/3/2026) mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada Senin (2/3/2026).

“Kami tetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara kemarin,” kata Dharma.

Sebelum dilakukan penahanan di Mapolresta Mataram, HB terlebih dahulu diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Unit PPA.

Menurut Dharma, di TPQ tersebut HB mengajar puluhan murid. Namun hingga saat ini, jumlah korban yang terdata sebanyak tujuh orang.

“Tetapi yang menjadi korban ada sebanyak tujuh orang,” sebutnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lombok Timur itu belum membeberkan secara rinci modus yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya. Pihaknya berencana menyampaikan detail kasus tersebut dalam rilis resmi.

“Besok kita rilis kasusnya,” ujarnya singkat.

Penyidik juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram untuk memberikan perlindungan serta pendampingan terhadap para korban.

Diduga Berlangsung Sejak 2022

Kepala Sub Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram, Aiptu Sri Rahayu, sebelumnya menjelaskan, kasus ini terungkap setelah salah seorang korban menceritakan pengalaman dugaan pelecehan yang dialaminya kepada temannya. Ternyata, teman korban juga mengalami hal serupa. Keduanya kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tua masing-masing.

Setelah mengetahui peristiwa itu, tersangka sempat membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun beberapa bulan kemudian, orang tua kembali mendapati anaknya diduga mengalami pelecehan serupa. Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Unit PPA Polresta Mataram.

Dalam proses penanganan perkara, tersangka disebut tidak mengakui perbuatannya dan bahkan sempat menuduh balik korban. Sikap tersebut semakin menguatkan tekad orang tua untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Dugaan pelecehan oleh HB disebut telah berlangsung sejak 2022. Salah satu korban yang melapor mengaku telah mengalami perbuatan tidak senonoh itu hingga 12 kali.

HB diketahui bukan warga asli Ampenan. Ia menetap di wilayah tersebut setelah menikah dengan seorang guru ngaji. Pasangan itu kemudian menyewa rumah yang dijadikan tempat mengaji bagi anak-anak di lingkungan setempat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tahan Oknum Guru Ngaji di Ampenan karena Diduga Lecehkan Muridnya “