Beranda blog Halaman 145

Reses di Loteng, Pimpinan Komisi X DPR Sampaikan Pendidikan Gratis Diperluas Jadi 13 Tahun Mulai 2026

Praya (globalfmlombok.com)-

Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dari sembilan tahun menjadi 13 tahun mulai 2026.

Hal tersebut disampaikan Lalu Hadrian saat melakukan reses di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (3/3).

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II Pulau Lombok itu menjelaskan, hingga 2025 kebijakan pendidikan gratis baru mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sementara pendidikan prasekolah masih berbayar.

Mulai 2026, pemerintah akan menerapkan kebijakan pendidikan gratis selama 13 tahun yang meliputi satu tahun pendidikan prasekolah (PK), enam tahun SD, tiga tahun SMP, serta tiga tahun sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Dari sebelumnya sembilan tahun menjadi 13 tahun gratis. Ini bentuk keberpihakan negara terhadap pendidikan anak-anak kita,” kata Lalu Hadrian.

Sekolah Swasta Disubsidi

Menurut Ketua DPW PKB NTB ini, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi agar sekolah swasta yang selama ini masih memungut SPP dapat digratiskan melalui skema subsidi.

Dengan skema itu, sekolah swasta akan memperoleh dukungan anggaran untuk proses belajar mengajar tanpa membebani orang tua siswa, dengan hak dan fasilitas yang setara dengan sekolah negeri.

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan dan memperkuat Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.

Besaran bantuan PIP per tahun yakni Rp 450.000 untuk PK, Rp 450.000 untuk SD, Rp 700.000 untuk SMP, dan Rp 1.800.000 untuk SMA. Bantuan untuk SMA lebih besar karena sebelumnya jenjang tersebut masih membayar SPP.

Mulai 2026, siswa SMP dan SMA tidak lagi dikenakan biaya SPP, termasuk di sekolah swasta. Namun, Lalu Hadrian mengingatkan agar dana PIP digunakan sesuai peruntukannya.

“Program ini niatnya baik, untuk membeli buku, seragam, tas, dan sepatu. Jangan sampai disalahgunakan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Dorong Lanjut ke Perguruan Tinggi

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama legislatif juga mendorong lulusan SMA dan SMK melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Presiden Prabowo Subianto, kata dia, memberikan perhatian serius agar generasi muda tidak berhenti sekolah atau menikah di usia dini, mengingat berbagai dampak sosial yang dapat ditimbulkan, termasuk risiko stunting dan ketidaksiapan mental.

Pemerintah juga tengah menyiapkan program beasiswa kuliah yang mencakup pembiayaan sejak semester awal hingga lulus, sehingga tidak ada alasan bagi anak-anak Indonesia untuk tidak melanjutkan pendidikan karena kendala biaya.

“Kita ingin anak-anak kita lebih hebat dari orang tuanya. Kalau orang tua tamat SMA, anaknya minimal S1. Kalau orang tua S1, anaknya minimal S2,” kata Lalu Hadrian.

Ia menambahkan, sejumlah negara seperti China dan Korea Selatan mampu berkembang pesat karena menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama melalui pendidikan.

Sebagai mitra pemerintah, Komisi X DPR RI, lanjut dia, berkomitmen mengawasi agar seluruh program pendidikan berjalan tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(r)

 

 

Segera Buka Pendaftaran Mudik Gratis, Dinas Perhubungan Kota Mataram Siapkan Empat Bus

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Perhubungan Kota Mataram kembali menggelar program mudik gratis Lebaran 2026 dengan menyiapkan empat armada bus. Program bertajuk Mudik Seru dengan HARUM ini menyediakan kuota bagi ratusan pemudik dengan tiga rute tujuan di Pulau Sumbawa.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, menuturkan pendaftaran mudik gratis mulai dibuka pada Kamis (5/3/2026). Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform media sosial resmi Dishub Kota Mataram. Peserta yang telah mendapatkan konfirmasi persetujuan diwajibkan melakukan registrasi ulang di Kantor Dishub Kota Mataram paling lambat tiga hari setelah menerima pemberitahuan dari panitia.

Menurutnya, skema dan teknis pelaksanaan program tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Setelah pengumuman pembukaan pendaftaran melalui media sosial, panitia akan melakukan verifikasi terhadap peserta yang telah mendaftar.

“Pendaftaran akan ditutup apabila kuota sudah terpenuhi. Untuk teknis lebih detail bisa langsung ke Kepala Bidang Angkutan,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, keberangkatan pemudik dijadwalkan pada 16 Maret 2026 dari halaman Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Pejanggik.

Sebanyak empat bus besar disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan. Armada tersebut dilengkapi fasilitas pendingin udara (AC), televisi, toilet, kursi reclining seat, pelacak GPS (GPS tracking), port USB, serta bagasi.

“Kita menggunakan bus dari DAMRI. Sempat mempertimbangkan bus jenis Altaf, tetapi tidak dilengkapi toilet, sehingga tetap menggunakan armada seperti tahun lalu,” jelasnya.

Empat armada tersebut akan melayani tiga rute, yakni Mataram–Sumbawa, Mataram–Dompu, dan Mataram–Bima.

Zulkarwin yang juga mantan Camat Selaparang menjelaskan, warga yang ingin mengikuti program ini wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu, peserta diminta mengikuti akun media sosial Dishub Kota Mataram serta membagikan pengalaman mengikuti program tersebut di akun media sosial masing-masing dengan menyertakan tagar #MudikGratisDishubMataram2026.

“Calon pemudik cukup mengikuti akun Dishub, memindai kode batang pendaftaran, menyiapkan KTP, serta memastikan koneksi internet stabil saat mendaftar. Simpan bukti pendaftaran untuk proses validasi. Peserta yang terpilih akan dikonfirmasi melalui WhatsApp,” terangnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera mendaftar agar tidak kehabisan kuota dan dapat memanfaatkan program mudik gratis tahun ini.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan pekerja, yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Segera Buka Pendaftaran Mudik Gratis, Dishub Mataram Siapkan Empat Bus “

Waspada Dampak Perang, Pemprov NTB Pastikan Stok BBM dan LPG Tetap Aman

Mataram (globalfmlombok.com) – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global akibat konflik Israel–AS dengan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap jalur distribusi minyak dunia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan ketersediaan energi di daerah masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan pihaknya bersikap waspada menyikapi dinamika global tersebut, mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM).

“Pada prinsipnya kita melihat perkembangan geopolitik global dengan sikap waspada, karena negara kita memang masih sangat tergantung pada impor BBM,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengingatkan potensi gangguan ketahanan energi nasional apabila konflik global berdampak pada distribusi minyak dunia. Secara nasional, konsumsi minyak Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak berada di kisaran 605 ribu barel per hari. Artinya, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari, dengan cadangan energi nasional diperkirakan hanya cukup sekitar 21 hari apabila pasokan impor terganggu.

Mengantisipasi potensi dampak tersebut, Pemprov NTB memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan mitra strategis di sektor energi. Samsudin menyebut pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan Pertamina terkait stok dan distribusi BBM, serta dengan PLN untuk memastikan ketersediaan energi pembangkit, termasuk pasokan batu bara.

“Detail terkait cadangan dan distribusi akan kami koordinasikan dengan Pertamina untuk BBM dan PLN terkait pasokan batu bara,” katanya.

Langkah koordinatif ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi yang dapat memicu kepanikan masyarakat, seperti antrean panjang di SPBU apabila terjadi keterlambatan pasokan.

Di sisi lain, Pemprov NTB juga mendorong langkah jangka panjang berupa penguatan energi baru terbarukan (EBT), seperti energi surya, mikrohidro, dan bioenergi, guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.

“Penghematan energi dan peningkatan pemanfaatan energi lokal non-fosil harus terus kita dorong,” tegas Samsudin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, menegaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, ketersediaan BBM dan LPG di wilayah NTB saat ini masih aman dan distribusi berjalan normal melalui seluruh jaringan di kabupaten/kota.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk memastikan kelancaran distribusi serta menjaga kecukupan stok energi bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah,” ujarnya.

Namun demikian, pada awal Maret terjadi penyesuaian harga untuk produk BBM non-PSO (non subsidi). Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter. Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450 per liter, Pertamax Turbo menjadi Rp13.100 per liter dari Rp12.700 per liter, Dexlite menjadi Rp14.200 per liter dari Rp13.250 per liter, serta Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500 per liter.

Penyesuaian ini, menurut Niken, merupakan kebijakan regional dan telah dikoordinasikan dengan pihak komunikasi regional Pertamina Jatimbalinus.

Pemprov NTB mengimbau masyarakat tetap tenang, menggunakan energi secara bijak, serta tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan agar pasokan tetap terjaga bagi seluruh masyarakat.

Di tengah ancaman krisis global, NTB memilih memperkuat kewaspadaan dan koordinasi, bukan kepanikan, demi menjaga stabilitas energi daerah tetap aman. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Waspada Dampak Perang, Pemprov NTB Pastikan Stok BBM dan LPG Aman “

Balita Terseret Arus di Sungai Sigi Ditemukan Meninggal Dunia

Bima (globalfmlombok.com) – Operasi pencarian balita Muhammad Ibad Andillah (3), warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, yang terseret arus Sungai Kampo Sigi, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (4/3/2026) pagi, sekitar enam kilometer dari lokasi awal korban bermain.

Korban ditemukan di sekitar Jembatan Sondo oleh warga setempat sekitar pukul 08.03 WITA. Tim SAR gabungan yang menerima informasi tersebut segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi sebelum menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, membenarkan kabar tersebut. “Korban sudah ditemukan tadi pagi di sekitar Jembatan Sondo dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya untuk dimakamkan,” terangnya.

Diketahui, korban hanyut pada Senin (2/3/2026) saat bermain di bantaran sungai bersama seorang temannya. Saat itu, korban berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.

Tim dari Kantor SAR Mataram mengerahkan Rescue Pos SAR Bima untuk melakukan pencarian bersama masyarakat, BPBD, serta unsur TNI-Polri. Operasi dilakukan sejak hari pertama hingga malam hari. Namun korban belum ditemukan sehingga pencarian sempat dihentikan sementara untuk evaluasi.

Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus, menjelaskan strategi pencarian diperluas pada hari kedua. Area pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. SRU kedua melaksanakan penyisiran ke arah hilir sungai sejauh dua nautical mile (NM).

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga operasi. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih pada musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Balita Terseret Arus di Sungai Sigi Ditemukan Meninggal “

Wakapolres Bima Kota Diperiksa Polda NTB Terkait Kasus Narkoba AKP Malaungi

Kota Bima (globalfmlombok.com) – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bima Kota, Kompol Herman, S.H., diperiksa oleh Polda NTB sebagai saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi.

Saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026), Herman membenarkan pemanggilan oleh penyidik. “Iya,” jawabnya singkat.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan perkara yang melibatkan Karol alias KL dan mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota. “Ya, kaitan dengan kasusnya Karol dan mantan Kasat Narkoba,” ujarnya.

Terkait kapasitasnya dalam perkara itu, Herman menegaskan dirinya hadir sebagai saksi. Ia menyebut pemeriksaan berlangsung selama satu hari.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB telah menetapkan AKP Malaungi sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, mengungkapkan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti.

Menurut Kholid, tersangka diduga berperan sebagai pengedar sabu. Dari rumah dinasnya, polisi menyita barang bukti sabu seberat 488 gram. “Mantan Kasat Narkoba itu rencananya akan mengedarkan narkoba tersebut ke wilayah Sumbawa,” katanya.

Hasil interogasi menunjukkan tersangka mengakui menguasai barang bukti tersebut. “Jumlah barang bukti yang diamankan menjadi dasar kuat untuk meningkatkan kasus ini ke penyidikan,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta ketentuan pidana lainnya.

Perkara ini merupakan pengembangan dari kasus narkoba yang lebih dulu menjerat anggota Polres Bima Kota berinisial KL beserta istrinya. Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kasus Narkoba AKP Malaungi, Wakapolres Bima Kota Diperiksa Polda NTB “

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (37)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kegiatan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas Provinsi NTB tahun anggaran 2026 meliputi sejumlah program. Diantaranya program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan, program pembinaan keluarga berencana (KB), program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, program pengendalian penduduk dan lain sebagainya.

Stok Melimpah, Bulog NTB Pasok Ribuan Ton Beras ke Bali dan NTT

Mataram (globalfmlombok.com) –

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memastikan stok beras dan jagung di gudang Bulog NTB dalam kondisi melimpah. Untuk menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mengoptimalkan persiapan pengadaan, Bulog NTB mengatur strategi melalui pelaksanaan mobilisasi nasional (movenas) ke Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mara Kamin Siregar menjelaskan, langkah movenas dilakukan sebagai bagian dari strategi distribusi antarwilayah guna memastikan stabilitas stok dan harga tetap terjaga, sekaligus mengantisipasi penyerapan hasil panen di NTB.

“Dengan stok yang cukup melimpah, kami mengatur strategi distribusi melalui movenas ke wilayah yang membutuhkan, yaitu Bali dan NTT. Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan data per 3 Maret 2026, realisasi movenas sepanjang 2025 untuk komoditas beras mencapai 30.303 ribu ton dan jagung 23.596 ribu ton. Sementara pada 2026 hingga awal Maret ini, realisasi movenas tercatat 6.073 ribu ton beras.

Dua wilayah utama tujuan pengiriman adalah Bali dan NTT, yang secara kebutuhan pasokan kerap bergantung pada suplai dari NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Menurut Regar, strategi ini juga menjadi bagian dari kesiapan Bulog NTB dalam menghadapi musim panen raya yang berpotensi meningkatkan volume gabah dan beras di daerah. Dengan distribusi yang terukur, ruang penyimpanan tetap tersedia untuk menyerap produksi petani.

“Kami ingin memastikan penyerapan hasil panen petani di NTB tetap optimal. Karena itu, distribusi keluar daerah menjadi salah satu solusi agar stok di gudang tetap terkendali dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Selain menjaga keseimbangan stok, movenas juga diharapkan dapat mendukung stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen. Bulog berkomitmen menjaga agar distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi gejolak pasokan di daerah tujuan maupun di NTB sendiri.

Bulog NTB menegaskan, koordinasi dengan kantor pusat dan wilayah tujuan terus dilakukan agar pengiriman berjalan sesuai kebutuhan dan jadwal. Dengan strategi ini, Bulog optimistis ketahanan pangan regional tetap terjaga di tengah dinamika permintaan antarwilayah.(r)

Jawab Tantangan Iklim dan Kemiskinan, Unram Jalankan Proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE

Mataram (globalfmlombok.com)–

Universitas Mataram (Unram) meluncurkan program Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE) ENHANCE di Gedung Rektorat Unram, Rabu (4/3/2026). Kegiatan dihadiri oleh civitas akademika Unram, Pemprov NTB, pihak swasta dan NGO.

ENHANCE adalah European–Indonesian Partnership for Strengthening Higher Education on Environmental and Sustainable Science in Indonesia. Merupakan program kerja sama internasional dalam skema Erasmus+ CBHE yang berfokus pada penguatan pendidikan tinggi bidang lingkungan dan sains keberlanjutan di Indonesia.

Peluncuran program dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unram dan TVRI serta RRI guna memperluas dukungan diseminasi program dan penguatan literasi publik.

Salah satu tim leader proyek, Prof. Dr. Markum, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengembangkan dan memperkuat pendidikan pascasarjana bidang lingkungan dan keberlanjutan melalui penguatan kapasitas institusi, inovasi kurikulum, serta pengembangan riset transdisipliner.

“Kolaborasi ini melibatkan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Markum.

Ia mengatakan, Proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE akan berlangsung selama tiga tahun, mulai Januari 2026 hingga Desember 2028, dengan total anggaran sebesar 108.225 euro atau sekitar Rp 2,11 miliar. Program ini dilaksanakan oleh empat universitas di Indonesia, termasuk Unram, serta tiga universitas di Eropa.

Jawaban atas Tantangan NTB

Guru besar Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Pascasarjana Unram ini menilai, pelaksanaan proyek ini relevan dengan kondisi NTB sebagai wilayah kepulauan kecil dengan daya dukung sumber daya alam terbatas dan tingkat kerentanan lingkungan serta sosial-ekonomi yang tinggi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi NTB antara lain degradasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS), konversi lahan besar-besaran, serta lemahnya mekanisme pemulihan ekosistem.

Di wilayah pesisir dan laut, tekanan terhadap mangrove, terumbu karang, perikanan, serta meningkatnya aktivitas pariwisata turut memperbesar risiko krisis ekologis dan mengancam keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

Selain itu, konsentrasi kemiskinan di daerah pedesaan dan pesisir, terbatasnya diversifikasi ekonomi hijau, serta ketergantungan tinggi pada ekstraksi sumber daya alam menjadi persoalan struktural yang perlu diatasi. NTB juga menghadapi kerentanan iklim berupa meningkatnya kekeringan, curah hujan ekstrem, kelangkaan air di lahan kering, erosi pantai, hingga kenaikan permukaan laut.

Tiga Pilar Utama

Menurut Markum, proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE dibangun di atas tiga pilar utama yaitu penguatan kapasitas kelembagaan pendidikan tinggi. Kemudian inovasi kurikulum dan metode pembelajaran berbasis keberlanjutan. Serta pengembangan riset transdisipliner yang terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pembangunan daerah.

Strategi implementasinya dijalankan melalui lima Work Package (WP) terintegrasi, meliputi manajemen dan koordinasi proyek, penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi kurikulum dan pembelajaran, pengembangan riset transdisipliner, serta diseminasi dan keberlanjutan.

“Pendekatan ini dirancang agar capaian program sistematis, terukur, dan berdampak jangka panjang,” katanya.

Sejalan dengan Program Pemprov NTB

Markum menambahkan, proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE relevan dengan isu nasional dan daerah, termasuk mendorong terwujudnya konsep Kampus Berdampak, di mana pendidikan dan riset menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

Program ini juga mendorong pendekatan tata kelola lanskap dari hulu ke hilir yang adaptif terhadap kerentanan pulau kecil. Konsep tersebut menjadi salah satu penciri Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Pascasarjana Unram.

Lebih lanjut, proyek ini dinilai sejalan dengan program unggulan NTB Lestari Berkelanjutan serta mendukung agenda NTB Makmur Mendunia, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan wisata berkelas dunia.(ris)

Terdakwa Aris Sebut Kesesuaian Cincin Akik dengan Luka Brigadir Nurhadi Hanya “Cocoklogi”

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang kasus dugaan pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi kembali digelar di Pengadilan Negeri Mataram, Selasa (3/3/2026). Persidangan kali ini memasuki agenda pembelaan atau pledoi dari terdakwa.

Terdakwa I Gde Aris Chandra Widianto melalui kuasa hukumnya, I Gusti Lanang Bratasuta, menyampaikan nota pembelaan di hadapan majelis hakim. Dalam pledoinya, tim kuasa hukum menyoroti pasal yang menjadi dasar tuntutan jaksa penuntut umum, yakni Pasal 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 221 ayat (1) KUHP juncto Pasal 20 huruf a atau c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Lanang membantah kliennya telah melakukan penganiayaan berat sebagaimana didakwakan. Menurutnya, hingga tahap pembuktian, jaksa tidak mampu membuktikan bahwa terdakwa telah menghilangkan nyawa almarhum Brigadir Nurhadi.

“Sampai dengan sidang pembuktian, penuntut umum sama sekali tidak mampu membuktikan terdakwa telah menghilangkan nyawa korban,” ujarnya di persidangan.

Ia juga menilai uraian peristiwa pemukulan yang disampaikan jaksa hanya bersifat asumsi. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi ketika kamera video call dengan saksi Rayendra masih menyala. Selain itu, terdapat saksi Misri yang berada di teras dekat kolam tempat korban berada.

“Tidak mungkin terdakwa melakukan pemukulan saat video call masih berlangsung. Apalagi ada saksi di sekitar lokasi,” terangnya.

Terkait luka pada wajah korban yang disebut identik dengan cincin akik milik terdakwa, Lanang menyebut hal tersebut hanya “cocoklogi” dan tidak didasarkan pada fakta ilmiah. Ia mempertanyakan apakah saksi dokter yang melakukan visum, dr. Baiq Widianing Dwi Anjani, maupun ahli forensik, Dr. dr. Arfi Syamsun, telah mengukur secara pasti diameter cincin tersebut untuk memastikan kesesuaian dengan luka korban.

“Hal tersebut menunjukkan penuntut umum dalam melakukan pembuktian menggunakan metode cocoklogi,” katanya.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Budi Mukhlis menegaskan bahwa penggunaan cincin sebagai bagian dari pembuktian merupakan hal yang sah. Ia menyebut hal tersebut telah diatur dalam Pasal 235 KUHAP yang baru, yang memungkinkan segala sesuatu dijadikan alat pembuktian sepanjang diperoleh secara tidak melawan hukum.

“Itu sah dan dapat digunakan untuk kepentingan pembuktian di persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Aris dituntut delapan tahun penjara. Selain itu, jaksa juga menuntut pidana tambahan berupa pembayaran restitusi kepada istri almarhum Nurhadi berdasarkan perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebesar Rp385.883.589. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdakwa Aris Sebut Cincin Akik Miliknya Identik dengan Luka Brigadir Nurhadi merupakan “Cocoklogi” “

Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Berlanjut Sampai 8 Maret

Mataram (globalfmlombok.com)Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB pada periode 3 hingga 8 Maret 2026. Kondisi atmosfer terkini menunjukkan dinamika signifikan yang berpotensi memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah NTB.

Berdasarkan analisis BMKG yang disampaikan Selasa siang, 3 Maret 2026, peningkatan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa dan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat Australia.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Low Frequency, dan Kelvin yang aktif di wilayah NTB turut memperkuat pertumbuhan awan hujan. Perlambatan kecepatan angin di sekitar NTB, kelembapan udara yang relatif tinggi di berbagai lapisan atmosfer, serta labilitas udara yang kuat semakin mendukung pembentukan awan konvektif jenis cumulonimbus secara masif.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Wilayah yang diprakirakan terdampak pada 3–6 Maret meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Sementara pada 7–8 Maret, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan NTB. Pada 3–5 Maret, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Perairan Selatan Lombok, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, dan Samudra Hindia Selatan NTB. Gelombang 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian utara dan perairan sekitar Selat Sape.

Adapun pada 6–9 Maret, gelombang 2,5 hingga 4 meter masih berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Perairan Selatan Lombok, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, Perairan Utara Sumbawa, Perairan Utara Lombok, hingga Samudra Hindia Selatan NTB. Sementara gelombang 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian utara dan Selat Sape.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang. Warga diminta memastikan saluran air tidak tersumbat, memangkas ranting pohon yang rapuh, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem, serta menyiapkan rencana evakuasi dini bagi yang tinggal di daerah rawan bencana.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan melakukan langkah mitigasi, mulai dari pengecekan infrastruktur drainase, penyuluhan kepada masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan potensi bencana. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan GelombangTinggi hingga 8 Maret “