Beranda blog Halaman 139

Pemprov NTB Akui Keterbatasan Anggaran Infrastruktur

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakui keterbatasan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di daerah. Kondisi ini terjadi di tengah banyaknya ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan hasil survei yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan menunjukkan sebanyak 31 titik ruas jalan di NTB mengalami kerusakan. Sebagian besar kerusakan tersebut dipicu oleh bencana alam hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama pada ruas-ruas strategis yang mendukung distribusi logistik dan sektor pariwisata.

Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB tahun 2026 sebesar Rp5,6 triliun, alokasi untuk infrastruktur hanya sekitar 5,4 persen. Angka ini jauh di bawah ketentuan minimal 40 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Iqbal mengatakan, pemerintah daerah saat ini mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi alternatif dalam pembangunan jalan yang dinilai lebih efisien dan tahan terhadap dampak bencana.

“Sehingga kita sekarang fokus berpikir bagaimana menemukan teknologi baru yang lebih murah. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ini kita bisa sampai pada kesimpulan teknologi yang lebih efisien,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTB, Baihaqi, membenarkan bahwa alokasi belanja modal untuk infrastruktur di NTB saat ini relatif kecil. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi fiskal daerah yang juga terbatas.

Meski demikian, ia menilai pembangunan di daerah tetap dapat berjalan. Baihaqi mencontohkan, sejak tahun 2025 NTB tidak lagi menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, namun sejumlah proyek pembangunan seperti revitalisasi sekolah tetap dilaksanakan karena langsung dikerjakan oleh pemerintah pusat.

“Selama ini kan lewat DAK dan masuk dalam APBD. Nah mulai 2025 kemarin sudah tidak lagi lewat DAK, tetapi pembangunannya tetap ada di daerah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, belanja infrastruktur tidak sepenuhnya tercatat dalam pos belanja infrastruktur atau belanja modal saja. Sebagian kegiatan pembangunan juga masuk dalam komponen belanja barang dan jasa serta tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Beberapa di antaranya seperti pembangunan irigasi pertanian yang berada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta berbagai kegiatan pembangunan fisik lainnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta dinas teknis lainnya.

“Contohnya pembangunan jalan lingkungan secara fisik memang infrastruktur, tetapi tergantung pada komponen akun belanjanya sehingga tidak selalu masuk dalam kategori belanja infrastruktur,” jelasnya.

Baihaqi menilai rendahnya belanja modal yang tercatat dalam APBD tidak serta-merta menyebabkan ketimpangan pembangunan di daerah. Menurutnya, berbagai program pembangunan tetap berjalan melalui skema pembiayaan yang tersebar di berbagai pos anggaran.

“Karena memang orang sering melihat pembangunan hanya dari komponen belanja modal saja. Padahal di komponen belanja lainnya juga ada alokasi untuk pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Akui Anggaran Infrastruktur Terbatas

Wamen PKP Dorong Maluk Jadi Model Penataan Kawasan Tambang Berkelanjutan

Taliwang (globalfmlombok.com) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah melaksanakan rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna membahas penataan kawasan permukiman di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan dihadiri perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat serta jajaran manajemen perusahaan tambang tersebut, Minggu (8/3/2026).

Rapat koordinasi ini membahas berbagai isu strategis terkait perkembangan kawasan Maluk yang semakin pesat seiring aktivitas industri tambang di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menilai kawasan Maluk akan semakin padat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga penataan kawasan permukiman, penyediaan infrastruktur dasar, serta pengelolaan lingkungan perlu dipersiapkan secara terencana.

Dalam kesempatan itu, Fahri mengatakan kawasan tambang merupakan objek vital nasional yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Ia menilai pengembangan wilayah di sekitar kawasan tambang harus diarahkan agar memiliki keseimbangan antara aktivitas industri, lingkungan, dan sektor ekonomi lainnya.

“Menurut saya kawasan tambang seperti Maluk harus menjadi contoh pengembangan kawasan yang berkelanjutan. Kita perlu memulai diskusi lintas sektor agar kawasan ini tidak hanya bertumpu pada industri tambang, tetapi juga didukung sektor lain seperti pariwisata yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat,” kata Fahri.

Perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat, Marwoto, memaparkan sejumlah persoalan yang dihadapi di kawasan Maluk. Ia menyebut wilayah tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari potensi banjir hingga peluang pengembangan sektor agroindustri.

Selain itu, pertumbuhan kawasan yang semakin pesat diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan hunian dan penataan permukiman, termasuk penanganan rumah tidak layak huni yang menjadi bagian dari program pembangunan daerah.

“Rencana pengembangan tahap awal kawasan Maluk akan dimulai dari penataan jalan lingkungan, penyediaan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), pembangunan ruang terbuka, serta penyediaan infrastruktur utilitas dasar guna menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini luas kawasan kumuh di wilayah tersebut tercatat sekitar 15 hektare. Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan ruang terbuka hijau seluas sekitar 10 hektare sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan.

Sementara itu, Manager Development Community PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Dimas Purnama, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat di sekitar kawasan tambang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai alternatif penggerak ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengatasi permasalahan banjir di kawasan Maluk serta terbuka untuk diskusi lebih lanjut terkait pengembangan kawasan.

“Kami ingin kawasan lingkar tambang ini berkembang secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menutup rapat koordinasi tersebut, Fahri menekankan pentingnya pemetaan lahan secara komprehensif oleh pemerintah daerah guna memastikan kejelasan status lahan yang akan digunakan untuk penataan kawasan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan skenario pengembangan kawasan secara bertahap agar penataan kawasan Maluk berjalan lebih terarah.

“Kalau perencanaannya jelas dan ditopang kolaborasi lintas sektor, pengembangan Maluk kita harapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan kawasan yang lebih tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Wamen PKP Dorong Maluk Jadi Model Penataan Kawasan Tambang Berkelanjutan

Gegerkan Warga, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan Senggigi

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di Perairan Pantai Kerandangan, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (8/3/2026) siang. Penemuan mayat ini sontak menggegerkan warga sekitar. Kantor SAR Mataram melalui tim rescue Unit Siaga SAR (USS) Bangsal bersama potensi SAR, aparat dan warga pun mengevakuasi mayat tersebut.

Peristiwa bermula saat seorang nelayan setempat melihat jenazah mengapung di sekitar Pantai Kerandangan pada pukul 10.00 Wita. Saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak Polair yang kemudian meneruskan informasi ke Kantor SAR Mataram.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Mataram segera mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal menggunakan unit D-Max Rescue Carrier beserta peralatan SAR air lengkap.

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.16 Wita dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan. Proses evakuasi berlangsung dengan lancar.

“Pada pukul 12.15 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari perairan. Jenazah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi lebih lanjut,” terang I Gusti Komang Aryadana, Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam tahap pemeriksaan oleh tim medis dan kepolisian. Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, di antaranya, Tim Rescue USS Bangsal, Ditpolair Polda NTB, Denbekang IX-2.A Mataram, Polsek Batulayar dan Pos AL Gili Indah serta Nelayan setempat. (her)

Persiapan Mudik Lebaran, Polda NTB Cek Pelabuhan Lembar dan Gili Mas

Mataram (globalfmlombok.com)Polda Nusa Tenggara Barat meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat. Kedua pelabuhan tersebut merupakan jalur utama penyeberangan laut bagi masyarakat yang bepergian dari dan menuju Pulau Lombok saat musim mudik.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Kapolda NTB Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB pada Sabtu (7/3/2026).

“Peninjauan persiapan pengamanan arus mudik ini untuk memastikan kelancaran sekaligus keamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” kata Edy, Minggu (8/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda dan jajaran mengecek sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan personel pengamanan, fasilitas penunjang di pelabuhan, hingga potensi kendala yang mungkin muncul saat puncak arus mudik.

Menurut Edy, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar berbagai potensi hambatan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah antisipasi dapat segera disiapkan.

Selain meninjau kesiapan pengamanan, Polda NTB melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda NTB juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap personel yang bertugas di kedua pelabuhan tersebut.

Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan untuk memastikan kondisi fisik petugas tetap prima selama menjalankan tugas pengamanan arus mudik.

Ia menegaskan, kondisi kesehatan personel sangat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

“Semoga personel yang bertugas tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas sehingga pengamanan arus mudik di kedua pelabuhan tersebut dapat berjalan aman dan lancar,” ujarnya. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran, Polda NTB Tinjau Pelabuhan Lembar dan Gili Mas

Gubernur Beberkan Penyebab Kursi Sekda NTB Definitif Belum Terisi

Mataram (globalfmlombok.com) – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga pertengahan Maret 2026 masih belum terisi secara definitif. Kekosongan posisi eselon I tersebut telah berlangsung sekitar sembilan bulan sejak Lalu Gita Ariadi menjadi pengajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada 25 Juni 2025.

Selama masa kekosongan itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal beberapa kali menunjuk Lalu Moh Faozal sebagai Pelaksana Harian (Plh) maupun Penjabat (Pj) Sekda. Setelah dua periode menjabat sebagai Pj Sekda, Faozal kembali dipercaya menjadi Plh sebelum akhirnya pada awal Maret 2026 posisi tersebut dialihkan kepada Inspektur Provinsi NTB, Budi Herman.

Iqbal menjelaskan, pergantian Plh Sekda tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, Faozal telah cukup lama menjalankan peran sebagai pimpinan birokrasi sementara di lingkungan pemerintah provinsi.

“Jadi Pak Faozal itu sudah menjadi Pj, kemudian diperpanjang sekali Pj-nya kemudian Plh tiga kali. Dan saya sudah sampaikan kepada beliau, dan beliau memahami. Untuk itu kita pindahkan ke Pak Inspektur,” ujar Iqbal saat berbuka puasa bersama pemimpin redaksi media di NTB dan Forum Wartawan Pemprov NTB di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (7/3/2026).

Terkait penetapan Sekda definitif, Iqbal mengatakan prosesnya masih berjalan di tingkat pusat. Jabatan Sekda NTB juga merangkap sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB telah menyerahkan tiga nama calon Sekda kepada pemerintah pusat, yakni Abul Chair, Ahmad Saufi, dan Ahsanul Khalik. Berkas ketiga nama tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Badan Kepegawaian Negara, serta Sekretariat Kabinet Republik Indonesia sejak awal Februari 2026.

“Mudah-mudahan Sekda definitif segera keluar. Memang agak lama karena Sekda itu eselon I. Jadi InsyaAllah Sekda kita dalam posisi menunggu saja,” kata mantan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, Tri Budiprayitno, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima pembaruan informasi dari pihak Sekretariat Kabinet terkait penetapan Sekda NTB definitif.

Ia menyebut, berdasarkan komunikasi dengan pihak di Setkab, proses tersebut masih menunggu penandatanganan oleh Presiden.

“Contact person kita yang ada di Setkab masih mengatakan masih proses menunggu penandatanganan oleh Bapak Presiden. Seperti itu saja informasinya sementara ini,” ujarnya.

Menurut Tri, pembahasan jabatan eselon I memang memerlukan waktu yang cukup panjang karena melibatkan Tim Penilai Akhir (TPA) yang terdiri dari berbagai lembaga pemerintah.

“Karena tim penentuan akhirnya mengundang para pihak yang terkait oleh lembaga ini kemudian baru dibahas bersama,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kejelasan terkait pengisian jabatan Sekda definitif tersebut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur Jelaskan Sekda NTB Definitif Belum Terisi

Lengkapi Berkas Kasus Pungli TKGDT, Polisi Sita Dokumen di Dikbudpora Bima

Mataram (globalfmlombok.com) – Penyidik Polda Nusa Tenggara Barat menyita puluhan dokumen terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) terhadap guru penerima Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil (TKGDT) di Kabupaten Bima.

Penyitaan dilakukan oleh tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB di kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Bima.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Endriadi, Minggu (8/3/2026) mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara tersangka dalam kasus tersebut.

Ia menjelaskan, tim Ditreskrimsus Polda NTB yang dipimpin Kasubdit III Tipidkor Polda NTB, Muhaemin, melakukan penggeledahan di kantor Dikbudpora Kabupaten Bima pada Kamis (5/3/2026).

“Setidaknya puluhan dokumen penting diamankan terkait dugaan pungli, pemerasan, dan korupsi tunjangan guru terpencil tersebut,” ujarnya.

Menurut Endriadi, saat ini penyidik masih meneliti puluhan dokumen yang diamankan dari ruang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikbudpora Kabupaten Bima.

Ia menegaskan penyitaan dokumen dilakukan untuk memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan, khususnya untuk melengkapi berkas perkara milik IR yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemenuhan alat bukti surat dan dokumen,” katanya.

Mantan Kabid Propam Polda Daerah Istimewa Yogyakarta itu menambahkan, penyidik saat ini masih fokus memenuhi petunjuk jaksa terhadap berkas perkara tersangka IR. Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, polisi menetapkan IR yang menjabat sebagai Kepala Bidang PTK pada Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima sebagai tersangka. IR diduga memeras 18 guru penerima tunjangan khusus di daerah terpencil selama enam tahun, yakni sejak 2019 hingga 2025.

Para guru disebut merasa terpaksa menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka karena khawatir tidak lagi menerima tunjangan khusus pada tahap berikutnya.

Dari hasil pemeriksaan, para guru memberikan setoran kepada tersangka dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Sebagian menyetor setiap bulan, sementara lainnya setiap tiga bulan.

“Saudari IR menyiapkan dua rekening khusus untuk menerima setoran dari guru penerima tunjangan daerah terpencil itu,” kata Endriadi.

Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa 24 orang saksi serta mengamankan sejumlah dokumen. Dari hasil pendalaman, ditemukan adanya penyerahan uang dari para guru penerima tunjangan kepada IR selaku Kepala Bidang PTK Dikbudpora Kabupaten Bima. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Lengkapi Berkas Tersangka Pungli TKGDT, Polisi Sita Puluhan Dokumen Dikbudpora Bima “

Bupati Lombok Barat Lobi Pembangunan Pasar Modern di Gerung

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Rencana pembangunan Pasar Modern Gerung di Kabupaten Lombok Barat mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, melakukan lobi langsung ke kementerian terkait.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tengah menyiapkan proses lelang dokumen perencanaan teknis rinci atau Detail Engineering Design (DED), sekaligus menyiapkan langkah relokasi pedagang pasar sebagai bagian dari persiapan pembangunan.

Untuk pembangunan pasar modern tersebut, pemerintah daerah mengusulkan anggaran sekitar Rp221 miliar. Selain proyek pasar modern, Bupati juga mengusulkan pembangunan dua titik program Kampung Nelayan Merah Putih dengan nilai investasi puluhan miliar rupiah.

Bupati Lalu Ahmad Zaini yang dikonfirmasi Jumat (6/3/2026) mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang melakukan tender penyusunan DED pembangunan Pasar Modern Gerung.

“Pasar modern itu sudah keluar rekomendasi teknisnya dari Kementerian Perdagangan, tinggal dibangun saja. Begitu jadi DED-nya, serahkan ke PU untuk pembangunannya,” kata Zaini.

Ia juga menunjukkan surat rekomendasi dari Kementerian Perdagangan yang telah diterimanya. Surat yang ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum itu berisi persetujuan pembangunan kembali Pasar Gerung yang mengalami kerusakan agar sesuai dengan standar nasional.

Menurut Zaini, surat rekomendasi tersebut diterbitkan pada akhir Januari 2026. Dengan keluarnya rekomendasi teknis itu, proses pengusulan pembangunan pasar dinilai telah rampung dan kini tinggal menunggu realisasi pembangunan oleh pemerintah pusat.

“Bagi saya yang penting sudah dapat (pembangunan pasar modern), urusan kapan mulai pembangunan itu di pusat,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan pasar dapat dimulai tahun ini. Pasalnya, kesiapan dari sisi perencanaan melalui penyusunan DED telah berjalan, termasuk proses tender sewa lahan untuk relokasi pedagang.

Selain Pasar Gerung, Pemkab Lombok Barat juga mengusulkan sejumlah pasar lain untuk penanganan melalui instruksi presiden (Inpres), di antaranya Pasar Gunungsari, Narmada, Sedau, dan Keru.

Di sektor kelautan, Pemkab Lombok Barat juga mengusulkan pembangunan dua lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat sambil memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

“InsyaAllah ada dua titik di Lombok Barat. Yang penting desa pesisir itu memiliki lahan minimal setengah hektare untuk kita usulkan,” ujar Zaini.

Ia menjelaskan, pengusulan program Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan melalui sistem daring yang terintegrasi dengan kementerian terkait. Karena itu, pemerintah daerah meminta desa-desa pesisir yang memiliki lahan mencukupi untuk segera memasukkan usulan melalui sistem tersebut.

“Usulannya memang melalui sistem online. Jadi desa pesisir yang punya lahan langsung kita minta masukkan ke sistem,” katanya.

Zaini menegaskan pemerintah daerah hanya menyiapkan berbagai persyaratan dan dokumen pendukung, sementara keputusan akhir terkait realisasi pembangunan tetap berada di tangan pemerintah pusat.

Sebagai informasi, nilai anggaran pembangunan satu Kampung Nelayan Merah Putih diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, seperti cold storage, bengkel nelayan, tempat pengolahan ikan, hingga fasilitas pendukung lainnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bupati Lobar Berhasil Lobi Pembangunan Pasar Modern Gerung

Kejaksaan Dalami Dugaan Gratifikasi Mantan Kepala BPN Sumbawa

Mataram (globalfmlombok.com) – Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat masih mendalami kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa, Subhan.

Pendalaman dugaan gratifikasi tersebut merupakan pengembangan dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk ajang balap internasional MXGP di Sumbawa yang telah menetapkan Subhan sebagai tersangka. Selain gratifikasi, penyidik juga mengusut dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Asisten Pidana Khusus Kejati NTB, Muh Zulkifli Said, Minggu (8/3/2026) mengatakan pihaknya saat ini lebih fokus pada pengusutan dugaan TPPU terhadap Subhan.

“Untuk dugaan gratifikasi kami masih pendalaman,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejati NTB mengungkap telah mengantongi calon tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi maupun TPPU tersebut. Mengingat perkara ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi pengadaan lahan MXGP, penyidik juga melakukan penelusuran terhadap aset serta aliran keuangan yang berkaitan dengan kekayaan pribadi Subhan.

Dalam rangka penyidikan TPPU, tim jaksa juga telah menggeledah rumah Subhan di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat pada Kamis (12/2/2026). Dari penggeledahan tersebut, sejumlah barang milik Subhan disita sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Terkait kemungkinan adanya lebih dari satu tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi maupun TPPU tersebut, Zulkifli menyatakan hal itu masih menunggu perkembangan penyidikan.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Maros itu juga menanggapi isu yang menyebut adanya dugaan notaris yang menyerahkan uang kepada Subhan saat menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Sumbawa maupun Kepala Kantor BPN Lombok Tengah. Menurutnya, hal tersebut belum tentu dapat langsung dikategorikan sebagai gratifikasi.

“Tidak bisa seperti itu. Tidak bisa mereka (notaris) langsung ikut terseret,” katanya.

Zulkifli menegaskan pihaknya tidak akan menutup-nutupi informasi apabila dalam penyidikan ditemukan keterlibatan pihak lain.

“Kita lihat kalau memang faktanya ada perkembangan. Tidak usah kita tutup-tutupi,” tandasnya.

Tiga Tersangka Kasus Lahan Samota

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk ajang MXGP di kawasan Samota, penyidik tidak hanya menetapkan Subhan sebagai tersangka. Dua tersangka lain juga telah ditetapkan, yakni MJ selaku tim penilai dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnaen serta SZ selaku pemilik KJPP tersebut.

Jaksa menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 603 dan/atau Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ketiga tersangka saat ini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuripan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dugaan Gratifikasi Mantan Kepala BPN Sumbawa Masih Didalami Jaksa

NTB Ekspor Perdana Tas Ketak ke Prancis di Tengah Ketidakpastian Global

Praya (globalfmlombok.com) – Produk kerajinan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menembus pasar internasional. Koperasi Muara Kreatif Lombok (MKL) melepas ekspor perdana tas ketak ke Prancis dengan total pengiriman sebanyak 11.030 unit senilai sekitar Rp700 juta.

Pelepasan ekspor dilakukan pada Jumat (6/3/2026) di halaman kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah situasi geopolitik global yang memanas akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Acara pelepasan ekspor dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Dr. Ariyanti Dwiyani mengatakan, ekspor ini menjadi bukti bahwa produk kerajinan daerah mampu bersaing di pasar global.

Menurutnya, pesanan tas ketak tersebut berasal dari perusahaan Helvetica Trading Swiss SA yang memasarkan produk tersebut ke pasar Eropa, khususnya Prancis. Untuk memenuhi pesanan itu, Koperasi Muara Kreatif Lombok menggandeng sejumlah pelaku UMKM anggota seperti Viola Handycraft, Rabina Handycraft, dan Nusa Anyam.

“Total yang dikirim sebanyak 11.030 unit tas ketak dengan nilai sekitar Rp700 juta. Ini menjadi langkah penting bagi produk kerajinan Lombok Tengah, atau NTB pada umumnya untuk memperluas pasar internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses ekspor tersebut tidak terjadi secara instan. Pendampingan terhadap koperasi dan pelaku UMKM telah dilakukan hampir satu tahun oleh tim Disperindag NTB agar produk memenuhi standar ekspor, baik dari sisi kualitas, kapasitas produksi, maupun administrasi perdagangan internasional.

Keberhasilan ekspor ini dinilai menjadi sinyal positif bagi kinerja perdagangan luar negeri NTB di tengah dinamika geopolitik global. Ariyanti menyebut konflik di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak langsung terhadap pengiriman produk ini karena pasar tujuan berada di kawasan Eropa.

“Ini sekaligus menjawab tantangan ekspor di tengah situasi geopolitik global. Permintaan dari pasar Eropa masih cukup baik,” katanya.

Pemerintah daerah berharap ekspor produk kerajinan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekspor NTB. Selain produk kerajinan ketak, Disperindag NTB juga tengah menyiapkan komoditas lain untuk pasar ekspor, salah satunya kemiri.

Dengan keberhasilan ini, pemerintah optimistis semakin banyak produk UMKM NTB yang mampu menembus pasar internasional dan berkontribusi terhadap peningkatan neraca perdagangan daerah. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, NTB Ekspor Perdana Tas Ketak ke Prancis

Banjir Terjang Empat Kecamatan di Bima, 506 Rumah Warga Terdampak

Bima (globalfmlombok.com) – Banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima sejak Jumat (6/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026). Sedikitnya 506 rumah warga dilaporkan terdampak banjir yang terjadi di beberapa kecamatan.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima hingga Sabtu (7/3) pukul 22.00 Wita mencatat banjir merendam ratusan rumah warga, merusak satu jembatan, serta berdampak pada sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Tambora, Wera, dan Bolo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan hujan sedang hingga lebat terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 Wita di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya debit air dari wilayah pegunungan sehingga sungai dan saluran drainase meluap ke permukiman warga.

“Terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Debit air dari gunung meningkat sehingga sungai dan drainase tidak mampu menampung dan meluap ke permukiman warga,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Di Kecamatan Tambora, banjir melanda Desa Labuan Kananga dan Desa Kawinda Na’e sejak Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Di Desa Labuan Kananga, air setinggi 10–30 sentimeter merendam 27 rumah milik 27 kepala keluarga atau 93 jiwa. Fasilitas umum berupa SDN 2 Labuan Kananga dan kantor desa juga ikut terdampak.

Sementara di Desa Kawinda Na’e, banjir setinggi 10–25 sentimeter merendam 25 rumah warga di RT 10 Dusun So Na’e yang dihuni 27 kepala keluarga atau 92 jiwa. Hingga Sabtu malam sebagian permukiman warga dilaporkan masih tergenang.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Wera yang meliputi Desa Nangawera, Wora, Tawali, dan Sangiang. Di Desa Nangawera, banjir setinggi 20–50 sentimeter merendam tiga rumah warga dan satu kedai kopi milik empat kepala keluarga atau 13 jiwa di Dusun Karuwu.

Luapan sungai yang disertai tumpukan sampah di jembatan juga menyebabkan akses jalan lintas Wera–Bima di jembatan penghubung Desa Nangawera dan Desa Wora tertutup lumpur sepanjang sekitar 30 meter sehingga memicu kemacetan kendaraan.

Di Desa Wora, banjir merendam 10 rumah warga dengan 35 jiwa terdampak. Sementara di Desa Tawali, genangan setinggi 20–50 sentimeter merendam delapan rumah warga serta halaman Kantor Camat Wera. Banjir di tiga desa tersebut dilaporkan telah surut dan warga mulai membersihkan lumpur dari rumah masing-masing.

Sementara itu, di Desa Sangiang cuaca ekstrem disertai gelombang laut setinggi empat hingga lima meter merusak talud penahan ombak di pesisir pantai serta merobohkan satu posko kegiatan warga.

Dampak terbesar terjadi di Kecamatan Bolo, khususnya di Desa Rato dan Desa Rasabou. Di Desa Rato, banjir setinggi 20–50 sentimeter merendam 93 rumah milik 93 kepala keluarga atau 341 jiwa yang tersebar di lima RT.

Banjir juga merendam akses jalan menuju fasilitas pendidikan sehingga sempat mengganggu arus kendaraan di wilayah tersebut.

Sementara di Desa Rasabou, banjir setinggi 20–60 sentimeter merendam 361 rumah milik 361 kepala keluarga atau 1.027 jiwa yang tersebar di empat RT. SDN Inpres Rasabou 2 juga ikut terendam banjir.

Nurul Huda memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah lahan pertanian dan infrastruktur masih dalam proses pendataan oleh petugas.

“Tim BPBD terus berkoordinasi dengan camat, aparat desa, TNI, dan kepolisian untuk pendataan serta penanganan darurat di lokasi terdampak, dan sejauh ini tidak ada korban,” ujarnya.

Ia menambahkan kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan tanggap darurat, logistik, serta peralatan untuk penanganan dampak banjir.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta potensi bencana susulan seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terjang Empat Kecamatan di Bima, 506 Rumah Terdampak Banjir