Beranda blog Halaman 138

105 Ogoh-ogoh Akan Ramaikan Parade Nyepi 2026 di Kota Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram memastikan sebanyak 105 ogoh-ogoh dari seluruh banjar akan meramaikan parade budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di Kota Mataram. Parade ogoh-ogoh tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026.

Parade ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian perayaan Nyepi bagi umat Hindu. Prosesi ini dilaksanakan sehari sebelum umat Hindu menggelar ritual Mecaru atau Pecaruan di rumah masing-masing, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Tapa Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan pemerintah kota bersama Polresta Mataram telah menyiapkan skema pelaksanaan kegiatan melalui rapat koordinasi lintas sektor. Pengaturan waktu pelaksanaan juga dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Islam yang tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan berjalan tertib dan lancar,” ujarnya, Selasa (10/3).

Menurut Martawang, pengaturan waktu menjadi perhatian utama pemerintah agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Hal ini penting mengingat pada waktu yang hampir bersamaan umat Islam juga tengah mempersiapkan kegiatan keagamaan menjelang Lebaran.

Ia menjelaskan, parade ogoh-ogoh akan dimulai pada pukul 12.00 Wita dengan titik awal di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara. Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai sebelum pukul 17.30 Wita.

Setiap peserta parade akan diberikan waktu sekitar tiga menit untuk menampilkan atraksi ogoh-ogoh. Dengan jumlah peserta mencapai 105 kelompok, panitia memperkirakan seluruh rangkaian kegiatan akan berakhir pada sore hari.

“Dengan perhitungan itu, kami menargetkan parade selesai paling lambat pukul 17.30 Wita,” jelasnya.

Pada waktu yang hampir bersamaan, umat Islam di Kota Mataram juga akan menggelar pawai malam takbiran yang berlangsung di enam kecamatan. Kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Pemerintah Kota Mataram berharap seluruh kegiatan yang berlangsung secara bersamaan tersebut dapat berjalan tertib serta menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

“Momentum ini menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Mataram. Umat Hindu bersiap menjalankan Nyepi, sementara umat Islam menyambut Lebaran,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 105 Ogoh-ogoh akan Meriahkan Parade 2026 di Kota Mataram

Kejati NTB Tindak Lanjuti Laporan Anggota DPRD NTB Terduga Penerima Gratifikasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan belasan anggota DPRD NTB yang diduga menerima gratifikasi dari tiga terdakwa dalam perkara dugaan dana siluman. Saat ini, penyidik masih mengkaji laporan tersebut sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kepala Kejati NTB, Wahyudi, Selasa (10/3/2026), mengatakan pihaknya telah memproses laporan yang masuk dan sedang mempelajari dokumen serta bukti yang dilampirkan pelapor.

“Jadi, untuk laporan terhadap 15 anggota DPRD NTB masih kami kaji,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengkajian dilakukan untuk memastikan apakah laporan tersebut telah memenuhi unsur dan dasar hukum yang cukup untuk ditindaklanjuti ke tahap berikutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mencermati dokumen serta bukti yang dilampirkan dalam laporan. Kejati NTB juga akan melihat perkembangan persidangan perkara dugaan dana siluman yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

“Nanti kita lihat juga perkembangan persidangan di pengadilan seperti apa,” katanya.

Sebagai informasi, Kejati NTB menerima dua laporan terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh 15 anggota DPRD NTB. Laporan tersebut berkaitan dengan kesaksian tiga terdakwa dalam kasus dugaan dana siluman, yakni Indra Jaya Usman (IJU), Hamdan Kasim, dan Muhammad Nashib Ikroman.

Laporan pertama masuk pada 23 Februari 2026, kemudian disusul laporan kedua pada 5 Maret 2026. Kedua laporan tersebut disampaikan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati NTB. Dalam laporan itu, pelapor mengadukan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi oleh oknum anggota DPRD NTB.

Dalam perkara dugaan dana siluman tersebut, Kejati NTB telah menetapkan tiga orang sebagai terdakwa, yakni Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman, dan M. Nashib Ikroman.

Dalam persidangan terungkap bahwa ketiganya diduga memberikan sejumlah uang kepada total 15 anggota DPRD NTB. Rinciannya, Hamdan Kasim disebut memberikan uang kepada tiga anggota dewan dengan nominal Rp100 juta, Rp170 juta, dan Rp180 juta.

Sementara itu, Indra Jaya Usman diduga memberikan uang kepada enam anggota dewan dengan nilai masing-masing Rp200 juta. Sedangkan terdakwa M. Nashib Ikroman disebut memberikan uang kepada enam anggota dewan lainnya dengan nominal antara Rp150 juta hingga Rp200 juta.

Tujuan pemberian uang ratusan juta tersebut diduga agar para penerima tidak melaksanakan program pokok pikiran (pokir) atau program direktif gubernur berupa program Desa Berdaya.

Dalam pemberian uang tersebut, ketiga terdakwa disebut menyampaikan alasan berbeda kepada para anggota dewan. Ada yang mengaku uang tersebut merupakan hadiah dari gubernur, ada pula yang menyebut uang diberikan karena para anggota dewan tidak dapat mengelola program Desa Berdaya sehingga diganti dalam bentuk uang. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kejati NTB Tindak Lanjuti Laporan Anggota DPRD NTB Terduga Penerima Gratifikasi

Setengah Juta PMI Asal NTB Bekerja di Kawasan Timur Tengah

Mataram (globalfmlombok.com) – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang terus memanas membuat Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan pemantauan terhadap warga NTB yang berada di kawasan tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan keselamatan para pekerja migran maupun warga NTB lainnya di tengah situasi yang belum kondusif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, mengatakan tercatat sebanyak 554 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB saat ini berada di berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai keberadaan PMI NTB di Iran.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut untuk memastikan para PMI dalam kondisi aman.

“Mudah-mudahan mereka sudah semua dalam posisi aman dan PMI kita yang dari NTB juga belum ada yang masuk komplainnya,” ujarnya.

Aidy menjelaskan, ratusan PMI yang terdata tersebut merupakan pekerja migran yang berangkat secara legal. Mereka bekerja di berbagai sektor profesional sehingga tidak termasuk dalam moratorium penempatan tenaga kerja ke Timur Tengah yang selama ini berlaku bagi sektor Asisten Rumah Tangga (ART).

“Kalau yang terdeteksi seperti ini legal. Nah yang ilegal ini kita tidak punya datanya. Kalau yang legal lengkap status pekerjaannya, asalnya dari mana, berapa lama kontraknya lengkap. Kalau yang tidak masuk di sistem itu berarti jalur ilegal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya setiap hari melakukan koordinasi untuk memastikan tidak ada PMI asal NTB yang terdampak langsung oleh konflik yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Terkait kasus empat PMI di Libya yang sempat meminta dipulangkan karena diduga mengalami kekerasan dari majikan, Aidy menyebut para pekerja tersebut berangkat tidak melalui prosedur resmi. Meski demikian, perusahaan yang memberangkatkan mereka telah diberikan waktu untuk memulangkan para pekerja tersebut.

Namun hingga saat ini, Pemprov NTB belum menerima laporan resmi terkait kepulangan mereka ke Tanah Air. Menurut Aidy, proses pemulangan PMI harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan kontrak kerja dan kesepakatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kan harus dipastikan dengan perjanjian kerjanya seperti apa. Kemudian kesepakatan dengan perusahaannya seperti apa. Masa berlakunya seperti apa,” katanya.

Aidy juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap perekrutan tenaga kerja ke kawasan Timur Tengah, terutama pada sektor domestik yang selama ini masih diberlakukan kebijakan moratorium.

Sementara itu, terkait jemaah umrah asal NTB yang berada di Timur Tengah, tercatat sekitar 1.500 orang. Sebagian di antaranya telah kembali ke Tanah Air.

Ia memastikan para jemaah yang sudah menyelesaikan ibadah umrah berhasil dipulangkan. Namun untuk sementara waktu, pelaksanaan umrah belum diperbolehkan hingga menunggu perkembangan situasi di kawasan tersebut.

“Informasi yang saya dapatkan untuk sementara ini Timur Tengah ditutup dulu untuk umrahnya. Sampai menunggu kepastian,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Setengah Juta PMI NTB Berada di Timur Tengah

Usai Bertemu Presiden, Inilah Amanat Ketum PBNW untuk Jemaah

Mataram (globalfmlombok.com)—

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, menyatakan pihaknya memenuhi undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/3/2026) lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 165 tokoh agama, ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh masyarakat Islam dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan berlangsung sekitar tiga jam dan membahas sejumlah isu strategis, termasuk perkembangan geopolitik global.

Menurut Zainuddin Atsani, dalam pertemuan itu Presiden Prabowo juga menjelaskan situasi internasional yang tengah berkembang, termasuk konflik di Timur Tengah, seperti ketegangan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, Zainuddin Atsani menyampaikan apresiasinya terhadap langkah dan keputusan Presiden Prabowo dalam menjaga keutuhan serta ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengajak seluruh jamaah Nahdlatul Wathan di berbagai daerah untuk mendukung kebijakan positif pemerintah serta menjaga persatuan bangsa.

“Saya menyerukan kepada jamaah NW di seluruh Indonesia untuk proaktif mendukung setiap keputusan positif presiden. Jangan ikut-ikutan menyebarkan fitnah atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan dan melemahkan kepercayaan kepada pimpinan tertinggi negara,” ujar Zainuddin Atsani dikutip dari laman Instagram @Nahdlatulwathan1953.

Ia menegaskan, kepercayaan rakyat kepada pemimpin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas negara.

Menurut dia, selama masyarakat tetap merawat kepercayaan dan berprasangka baik kepada pemimpin, negara akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan global.

“Kami yakin selama rakyat masih mau merawat kepercayaan dan husnuzan kepada pemimpinnya, negara ini tidak akan goyah diguncang badai apa pun,” kata Zainuddin Atsani.(ris)

Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Jelaskan Penyebab Mesin Pengolah Sampah Masaro Ngadat

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Mesin pengolah sampah dengan teknologi Masaro di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dilaporkan belum beroperasi optimal. Mesin yang ditempatkan di dua titik strategis, yakni Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk dan Pusat Daur Ulang (PDU) Lingsar tersebut bahkan disebut sempat mengalami gangguan meski baru beberapa bulan digunakan.

Proyek pengadaan mesin tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk masing-masing unit. Namun dari informasi yang berkembang di masyarakat, mesin tersebut belum bekerja maksimal. Bahkan, setelah sekitar tiga bulan beroperasi, mesin disebut mengalami gangguan atau ngadat.

Kondisi ini memunculkan keluhan dari warga. Salah seorang warga Batulayar Jajap mempertanyakan kualitas alat yang dibeli dengan biaya besar tersebut. Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terkait kondisi mesin yang belum berfungsi optimal.

Menurutnya, pemerintah perlu bersikap transparan agar masyarakat tidak hanya merasakan dampak bau sampah tanpa adanya pengolahan yang maksimal.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lobar, H. Rizky Bani Adam memberikan penjelasan terkait kondisi mesin pengolah sampah tersebut.

“Kami menyikapi keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya mesin peralatan pengolahan sampah Masaro di TPST Senteluk,” ujar Rizky melalui video resmi Diskominfotik Lobar.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, saat ini peralatan pengolahan sampah Masaro masih berada dalam masa pemeliharaan. Hal itu disebabkan adanya perbaikan pada bagian blower di mesin insinerator Masaro.

Selain itu, seperti halnya mesin lainnya, peralatan pengolahan sampah Masaro juga memiliki kondisi kerja tertentu agar dapat beroperasi secara optimal.

Rizky menjelaskan, mesin Masaro dirancang untuk memproses sampah kering yang sudah terpilah. Dari proses tersebut nantinya dihasilkan produk bernilai ekonomis seperti kompos dan pupuk cair dengan kapasitas pengolahan sekitar 20 ton per hari.

Namun mesin tersebut hanya dapat bekerja maksimal jika sampah yang diolah sudah dalam kondisi kering dan telah dipilah sebelumnya.

“Sampah yang diproses dengan Masaro ini adalah sampah yang baru tiba di TPST,” jelasnya.

Sementara untuk sampah lama yang masih menumpuk di lokasi pengolahan, pemerintah daerah akan mengangkutnya secara bertahap ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

Ia menambahkan, mesin pengolah sampah Masaro merupakan fasilitas bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat Lombok Barat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga, terutama antara sampah organik dan anorganik sebelum dibuang atau diangkut oleh petugas.

“Pemilahan sampah dari rumah tangga ini sangat membantu proses pengolahan sampah di tempat pengolahan serta mempercepat kerja petugas di lapangan,” katanya.

Selain mempermudah proses pengolahan, pemilahan sampah juga diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Ungkap Penyebab Mesin Sampah Masaro Ngadat

DLH Mataram Siagakan 325 Petugas Bersihkan Sampah Pawai Ogoh-ogoh dan Takbiran

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiagakan sebanyak 325 petugas kebersihan untuk menangani sampah yang dihasilkan dari pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi menjaga kebersihan kota selama rangkaian dua perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung berurutan di Kota Mataram.

Menurutnya, ratusan petugas kebersihan itu akan ditempatkan di sejumlah titik lokasi kegiatan serta di sepanjang jalur yang dilalui peserta pawai. Penempatan petugas dilakukan untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah yang biasanya muncul setelah kegiatan masyarakat berskala besar.

“Kami sudah menyiapkan 325 petugas untuk membersihkan sampah pada kedua perayaan tersebut,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Selama dua malam pelaksanaan kegiatan, seluruh personel akan bekerja ekstra dengan sistem lembur. Petugas tidak hanya bertugas setelah kegiatan selesai, tetapi juga disiagakan selama acara berlangsung untuk mengantisipasi penumpukan sampah di lokasi keramaian.

Nizar menjelaskan, potensi peningkatan volume sampah diperkirakan lebih tinggi terjadi pada malam takbiran. Hal ini karena perayaan takbiran biasanya dilaksanakan secara serentak di setiap kecamatan di Kota Mataram.

Karena itu, petugas kebersihan akan disebar secara merata di enam kecamatan agar penanganan sampah dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Selain itu, armada pengangkut sampah juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, DLH memprediksi volume sampah dari pawai ogoh-ogoh dan takbiran akan meningkat seiring tingginya partisipasi masyarakat dalam kedua kegiatan tersebut.

Untuk pawai ogoh-ogoh, volume sampah diperkirakan mencapai 6 hingga 7 ton. Sampah tersebut umumnya berasal dari sisa makanan, minuman kemasan, plastik, serta berbagai jenis sampah yang dibawa oleh penonton maupun peserta pawai.

Sementara itu, pada malam takbiran diprediksi menghasilkan sampah lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton. Tingginya volume sampah pada malam takbiran dipengaruhi oleh banyaknya kegiatan masyarakat yang berlangsung di berbagai wilayah kecamatan.

“Penanganan sampah usai kegiatan akan kami optimalkan agar Kota Mataram tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Selain menyiagakan petugas kebersihan, DLH Kota Mataram juga mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk dukungan, DLH akan membagikan kantong plastik sampah kepada panitia penyelenggara pawai ogoh-ogoh maupun takbiran. Kantong sampah tersebut diharapkan dapat digunakan oleh peserta untuk menampung sampah sementara selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, setiap banjar dan kafilah masjid diimbau turut mengedukasi peserta pawai agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang rute kegiatan.

“Harapannya, masyarakat atau peserta pawai dapat mengumpulkan sampah secara mandiri sehingga memudahkan proses penanganan oleh petugas,” pesan Nizar. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” DLH Mataram Siagakan 325 Petugas Tangani Sampah Pawai Ogoh-ogoh dan Takbiran

Mayat Pemancing Asal Bali Ditemukan Mengapung di Perairan Senggigi

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Penemuan sesosok mayat pria yang terapung di tengah laut menghebohkan masyarakat di sekitar pesisir Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (8/3/2026). Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui merupakan seorang pemancing asal Sanur, Denpasar, Bali, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.

Peristiwa ini bermula dari laporan warga sekitar pukul 10.00 Wita yang melihat benda mencurigakan menyerupai tubuh manusia terapung di perairan Pantai Kerandangan I. Arus laut yang cukup kuat kemudian membawa jasad tersebut hingga mendekati area mercusuar Pantai Senggigi.

Menerima laporan tersebut, aparat Polsek Batulayar segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan Basarnas NTB untuk mengevakuasi jasad korban.

“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan Tim Basarnas NTB untuk melakukan evakuasi. Posisi mayat saat itu berada di dekat menara mercusuar setelah sebelumnya terbawa arus dari arah Kerandangan,” ujarnya.

Sekitar pukul 11.30 Wita, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, serta Babinsa Senggigi menuju lokasi menggunakan perahu karet. Proses evakuasi berhasil dilakukan pada pukul 12.02 Wita.

Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai di depan Pasar Seni Senggigi sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans Desa Senggigi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia antara 50 hingga 60 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang berwarna keunguan dan celana pendek biru. Selain itu, pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah aksesori seperti gelang tangan dan jam tangan berwarna perak, kalung, serta gelang benang.

Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian menyebar hingga ke Bali. Pihak kepolisian menerima informasi adanya warga yang kehilangan anggota keluarga saat memancing di perairan Sanur.

“Kami mendapatkan informasi adanya warga Bali yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian dan aksesori yang identik dengan jenazah yang kami temukan. Pihak keluarga kemudian datang ke Lombok untuk memastikan identitas korban,” jelasnya.

Sekitar pukul 16.00 Wita, adik kandung korban tiba di RS Bhayangkara Mataram dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah kakaknya berinisial IWS (53), warga Sanur, Denpasar Selatan.

Diketahui, IWS dilaporkan hilang sejak Jumat (6/3/2026) saat memancing menggunakan perahu di perairan Pantai Sanur. Diduga korban mengalami kecelakaan laut dan terbawa arus hingga ke perairan Lombok Barat.

Keluarga mengenali korban dari pakaian serta aksesori yang dikenakan. Pihak keluarga juga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Setelah melengkapi surat pernyataan penolakan autopsi dan berita acara serah terima jenazah, keluarga berencana memulangkan jenazah korban ke Bali pada malam hari menggunakan speedboat pribadi.

Pihak Syahbandar dan Danlanal setempat telah memberikan izin khusus untuk pengangkutan jenazah agar proses pemakaman di daerah asal korban dapat segera dilaksanakan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Mayat Pemancing Asal Bali Ditemukan Mengapung di Perairan Senggigi

Parkir di Median Taman Jalan, Jukir Nakal di Mataram Terancam Ditindak

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram akan mengambil tindakan tegas terhadap juru parkir yang memanfaatkan median taman jalan sebagai lokasi parkir kendaraan.

Langkah ini menyusul laporan masyarakat terkait dugaan oknum juru parkir yang memarkirkan kendaraan di median taman Jalan Sodjono, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

Pantauan Suara NTB di lokasi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita menunjukkan sedikitnya 10 unit sepeda motor terparkir di atas median jalan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkawin, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan koordinator lapangan (korlap) parkir untuk melakukan penertiban.

Menurutnya, median taman jalan jelas bukan area yang diperuntukkan sebagai lahan parkir kendaraan.

“Ini sudah melanggar aturan. Jelas bukan lahan parkir karena itu median taman jalan. Nanti kita minta korlap untuk menertibkan,” ujarnya, Senin (9/3).

Untuk mencegah kejadian serupa, Dishub Kota Mataram juga terus melakukan patroli di sejumlah ruas jalan, khususnya di jalan protokol yang rawan munculnya parkir liar dan berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Terkait rencana penindakan seperti penggembokan kendaraan roda empat yang parkir di bahu jalan, terutama menjelang Idulfitri di kawasan bisnis seperti Jalan Panca Usaha dan Jalan Sriwijaya, Zulkawin mengatakan pihaknya akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif terlebih dahulu.

“Kita imbau dulu, karena ini bulan Ramadan. Kalau langsung kita gembok justru bisa memicu kemacetan,” jelasnya.

Dishub sebelumnya juga telah memetakan sejumlah titik parkir yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan. Selain pengaturan lalu lintas, potensi kebocoran retribusi parkir juga menjadi perhatian.

Mantan Camat Selaparang ini menegaskan penanganan parkir selama Ramadan telah disiapkan bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran. Kendaraan nantinya akan diarahkan untuk parkir di lokasi atau kantong parkir yang telah disediakan.

Ia mengakui aktivitas masyarakat meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Oleh karena itu, pengguna jasa parkir diimbau melakukan transaksi secara tunai agar pendapatan parkir dapat tercatat dengan baik.

Zulkawin menyebutkan beberapa titik parkir baru yang kerap muncul antara lain di Jalan Airlangga, Jalan Majapahit, Jalan Pemuda, Jalan Sandubaya, dan Jalan Gajah Mada. Lokasi-lokasi tersebut akan diawasi secara ketat guna mencegah kebocoran retribusi serta munculnya juru parkir liar.

Ia menambahkan, sebanyak 23 koordinator lapangan juru parkir tidak hanya bertugas memantau titik parkir, tetapi juga mengatur kendaraan agar tetap tertib.

“Artinya mereka tidak hanya mengejar pendapatan parkir, tetapi juga memastikan ketertiban kendaraan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Parkir di Median Taman Jalan, Jukir Nakal di Mataram akan Ditindak

Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Masyarakat Diminta Jaga Harmoni dan Toleransi

Mataram (globalfmlombok.com) – Perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri yang hampir bersamaan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Mataram.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026), mengatakan pemerintah kota bersama Polresta Mataram serta lintas sektor lainnya telah menggelar rapat koordinasi terkait persiapan dua hari besar keagamaan tersebut.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah skenario untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama.

Salah satu kesepakatan adalah penyesuaian waktu pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang akan digelar pada Rabu (18/3), bertepatan dengan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. Pawai ogoh-ogoh disepakati berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WITA.

“Kenapa dimulai lebih awal, karena untuk memastikan seluruh prosesi sudah selesai. Artinya maksimal pukul 17.30 WITA sudah selesai. Umat Hindu juga melaksanakan mecaruan, sehingga dari sisi ibadah umat Hindu dan Islam tetap bisa berjalan,” jelasnya.

Sehari setelah parade ogoh-ogoh, umat Hindu akan melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi melalui prosesi Barata Penyepian.

Martawang menjelaskan, pengurus Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Mataram juga telah mengantisipasi kemungkinan jika sidang isbat pemerintah dilaksanakan pada 19 Maret dan Hari Raya Idulfitri jatuh pada 20 Maret.

Dalam kondisi tersebut, penyesuaian akan dilakukan terutama pada jalur pawai takbiran agar tetap menghormati umat Hindu yang menjalankan Barata Penyepian.

“Jadi kita ingin mewujudkan kebersamaan antara umat Hindu dan umat Islam,” ujarnya.

Pelaksanaan pawai takbiran nantinya akan dikawal oleh kepala lingkungan, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta lurah se-Kota Mataram. Seluruh unsur tersebut akan bekerja secara terpadu untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

Martawang menegaskan, perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri merupakan agenda besar yang perlu dijaga bersama agar berlangsung lancar dan khidmat.

Ia berharap masyarakat dapat terus menjaga serta merawat nilai-nilai harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Mataram.

“Visi-misi Pak Wali dan Pak Wakil yakni harmoni benar-benar terealisasi. Tentunya semua pihak harus terlibat, terutama pemerintah dan aparat kepolisian untuk memfasilitasi,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Perayaan Nyepi dan Idulfitri Bersamaan, Masyarakat Jaga Harmonisasi dan Toleransi

15 Anggota DPRD Terduga Penerima Gratifikasi Dilaporkan ke Kejati NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 15 anggota DPRD Provinsi NTB yang diduga menerima gratifikasi dari tiga terdakwa kasus dugaan dana “siluman” DPRD NTB dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Juru Bicara Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid, Senin (9/3/2026), membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Iya, sudah ada masuk di PTSP,” kata Harun saat dikonfirmasi.

Laporan tersebut tercatat masuk ke Kejati NTB pada 23 Februari 2026. Dalam laporan itu, pelapor mengadukan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi oleh 15 legislator dari tiga anggota DPRD NTB yang kini berstatus terdakwa dalam perkara dana “siluman”.

Harun mengatakan, terhadap laporan tersebut pihaknya akan melakukan telaah terlebih dahulu untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Lengkapnya nanti saya sampaikan,” ujarnya singkat.

Dalam perkara dugaan dana “siluman” tersebut, Kejati NTB sebelumnya telah menetapkan tiga terdakwa, yakni Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman, dan M. Nashib Ikroman.

Fakta yang terungkap di persidangan menyebutkan ketiga terdakwa diduga memberikan sejumlah uang kepada 15 anggota DPRD NTB. Pemberian uang tersebut diduga sebagai bentuk gratifikasi.

Hamdan Kasim disebut memberikan uang kepada tiga anggota dewan masing-masing berinisial LI sebesar Rp100 juta, H sebesar Rp170 juta, dan NM sebesar Rp180 juta.

Sementara Indra Jaya Usman memberikan uang kepada enam anggota dewan, yakni M, LARH, B, MH, H, dan Y, masing-masing sebesar Rp200 juta.

Adapun terdakwa M. Nashib Ikroman memberikan uang kepada enam anggota dewan lainnya, yakni WAR Rp150 juta, R Rp150 juta, RDMA Rp200 juta, S Rp150 juta, H Rp150 juta, dan TM Rp150 juta.

Pemberian uang ratusan juta rupiah tersebut diduga memiliki tujuan yang sama, yakni agar para penerima tidak menjalankan program pokok pikiran (pokir) maupun program direktif gubernur Desa Berdaya.

Sebelumnya, Kepala Kejati NTB, Wahyudi, menyatakan pihaknya belum memproses hukum 15 anggota DPRD NTB yang diduga menerima uang tersebut karena belum menemukan unsur niat jahat atau mens rea.

Ia menegaskan pengembangan perkara masih menunggu fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang hingga kini masih berlangsung.

“Kita masih menunggu fakta persidangan. Ini kan sidangnya masih berjalan. Kita lihat nanti,” ujarnya, Senin (2/3/2026) lalu.

Wahyudi juga mengungkapkan tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTB hingga kini belum menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) terkait dugaan keterlibatan 15 anggota DPRD tersebut.

Meski demikian, pihaknya memastikan telah menyiapkan langkah lanjutan yang akan disesuaikan dengan perkembangan fakta di persidangan. “Ada strategi nanti,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 15 Anggota DPRD Terduga Penerima Gratifikasi Dilaporkan ke Kejati NTB