Beranda blog Halaman 138

Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Jelaskan Penyebab Mesin Pengolah Sampah Masaro Ngadat

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Mesin pengolah sampah dengan teknologi Masaro di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dilaporkan belum beroperasi optimal. Mesin yang ditempatkan di dua titik strategis, yakni Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk dan Pusat Daur Ulang (PDU) Lingsar tersebut bahkan disebut sempat mengalami gangguan meski baru beberapa bulan digunakan.

Proyek pengadaan mesin tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk masing-masing unit. Namun dari informasi yang berkembang di masyarakat, mesin tersebut belum bekerja maksimal. Bahkan, setelah sekitar tiga bulan beroperasi, mesin disebut mengalami gangguan atau ngadat.

Kondisi ini memunculkan keluhan dari warga. Salah seorang warga Batulayar Jajap mempertanyakan kualitas alat yang dibeli dengan biaya besar tersebut. Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terkait kondisi mesin yang belum berfungsi optimal.

Menurutnya, pemerintah perlu bersikap transparan agar masyarakat tidak hanya merasakan dampak bau sampah tanpa adanya pengolahan yang maksimal.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lobar, H. Rizky Bani Adam memberikan penjelasan terkait kondisi mesin pengolah sampah tersebut.

“Kami menyikapi keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya mesin peralatan pengolahan sampah Masaro di TPST Senteluk,” ujar Rizky melalui video resmi Diskominfotik Lobar.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, saat ini peralatan pengolahan sampah Masaro masih berada dalam masa pemeliharaan. Hal itu disebabkan adanya perbaikan pada bagian blower di mesin insinerator Masaro.

Selain itu, seperti halnya mesin lainnya, peralatan pengolahan sampah Masaro juga memiliki kondisi kerja tertentu agar dapat beroperasi secara optimal.

Rizky menjelaskan, mesin Masaro dirancang untuk memproses sampah kering yang sudah terpilah. Dari proses tersebut nantinya dihasilkan produk bernilai ekonomis seperti kompos dan pupuk cair dengan kapasitas pengolahan sekitar 20 ton per hari.

Namun mesin tersebut hanya dapat bekerja maksimal jika sampah yang diolah sudah dalam kondisi kering dan telah dipilah sebelumnya.

“Sampah yang diproses dengan Masaro ini adalah sampah yang baru tiba di TPST,” jelasnya.

Sementara untuk sampah lama yang masih menumpuk di lokasi pengolahan, pemerintah daerah akan mengangkutnya secara bertahap ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

Ia menambahkan, mesin pengolah sampah Masaro merupakan fasilitas bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat Lombok Barat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga, terutama antara sampah organik dan anorganik sebelum dibuang atau diangkut oleh petugas.

“Pemilahan sampah dari rumah tangga ini sangat membantu proses pengolahan sampah di tempat pengolahan serta mempercepat kerja petugas di lapangan,” katanya.

Selain mempermudah proses pengolahan, pemilahan sampah juga diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Ungkap Penyebab Mesin Sampah Masaro Ngadat

DLH Mataram Siagakan 325 Petugas Bersihkan Sampah Pawai Ogoh-ogoh dan Takbiran

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiagakan sebanyak 325 petugas kebersihan untuk menangani sampah yang dihasilkan dari pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi menjaga kebersihan kota selama rangkaian dua perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung berurutan di Kota Mataram.

Menurutnya, ratusan petugas kebersihan itu akan ditempatkan di sejumlah titik lokasi kegiatan serta di sepanjang jalur yang dilalui peserta pawai. Penempatan petugas dilakukan untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah yang biasanya muncul setelah kegiatan masyarakat berskala besar.

“Kami sudah menyiapkan 325 petugas untuk membersihkan sampah pada kedua perayaan tersebut,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Selama dua malam pelaksanaan kegiatan, seluruh personel akan bekerja ekstra dengan sistem lembur. Petugas tidak hanya bertugas setelah kegiatan selesai, tetapi juga disiagakan selama acara berlangsung untuk mengantisipasi penumpukan sampah di lokasi keramaian.

Nizar menjelaskan, potensi peningkatan volume sampah diperkirakan lebih tinggi terjadi pada malam takbiran. Hal ini karena perayaan takbiran biasanya dilaksanakan secara serentak di setiap kecamatan di Kota Mataram.

Karena itu, petugas kebersihan akan disebar secara merata di enam kecamatan agar penanganan sampah dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Selain itu, armada pengangkut sampah juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, DLH memprediksi volume sampah dari pawai ogoh-ogoh dan takbiran akan meningkat seiring tingginya partisipasi masyarakat dalam kedua kegiatan tersebut.

Untuk pawai ogoh-ogoh, volume sampah diperkirakan mencapai 6 hingga 7 ton. Sampah tersebut umumnya berasal dari sisa makanan, minuman kemasan, plastik, serta berbagai jenis sampah yang dibawa oleh penonton maupun peserta pawai.

Sementara itu, pada malam takbiran diprediksi menghasilkan sampah lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton. Tingginya volume sampah pada malam takbiran dipengaruhi oleh banyaknya kegiatan masyarakat yang berlangsung di berbagai wilayah kecamatan.

“Penanganan sampah usai kegiatan akan kami optimalkan agar Kota Mataram tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Selain menyiagakan petugas kebersihan, DLH Kota Mataram juga mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk dukungan, DLH akan membagikan kantong plastik sampah kepada panitia penyelenggara pawai ogoh-ogoh maupun takbiran. Kantong sampah tersebut diharapkan dapat digunakan oleh peserta untuk menampung sampah sementara selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, setiap banjar dan kafilah masjid diimbau turut mengedukasi peserta pawai agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang rute kegiatan.

“Harapannya, masyarakat atau peserta pawai dapat mengumpulkan sampah secara mandiri sehingga memudahkan proses penanganan oleh petugas,” pesan Nizar. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” DLH Mataram Siagakan 325 Petugas Tangani Sampah Pawai Ogoh-ogoh dan Takbiran

Mayat Pemancing Asal Bali Ditemukan Mengapung di Perairan Senggigi

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Penemuan sesosok mayat pria yang terapung di tengah laut menghebohkan masyarakat di sekitar pesisir Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (8/3/2026). Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui merupakan seorang pemancing asal Sanur, Denpasar, Bali, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.

Peristiwa ini bermula dari laporan warga sekitar pukul 10.00 Wita yang melihat benda mencurigakan menyerupai tubuh manusia terapung di perairan Pantai Kerandangan I. Arus laut yang cukup kuat kemudian membawa jasad tersebut hingga mendekati area mercusuar Pantai Senggigi.

Menerima laporan tersebut, aparat Polsek Batulayar segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan Basarnas NTB untuk mengevakuasi jasad korban.

“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan Tim Basarnas NTB untuk melakukan evakuasi. Posisi mayat saat itu berada di dekat menara mercusuar setelah sebelumnya terbawa arus dari arah Kerandangan,” ujarnya.

Sekitar pukul 11.30 Wita, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, serta Babinsa Senggigi menuju lokasi menggunakan perahu karet. Proses evakuasi berhasil dilakukan pada pukul 12.02 Wita.

Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai di depan Pasar Seni Senggigi sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans Desa Senggigi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia antara 50 hingga 60 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang berwarna keunguan dan celana pendek biru. Selain itu, pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah aksesori seperti gelang tangan dan jam tangan berwarna perak, kalung, serta gelang benang.

Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian menyebar hingga ke Bali. Pihak kepolisian menerima informasi adanya warga yang kehilangan anggota keluarga saat memancing di perairan Sanur.

“Kami mendapatkan informasi adanya warga Bali yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian dan aksesori yang identik dengan jenazah yang kami temukan. Pihak keluarga kemudian datang ke Lombok untuk memastikan identitas korban,” jelasnya.

Sekitar pukul 16.00 Wita, adik kandung korban tiba di RS Bhayangkara Mataram dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah kakaknya berinisial IWS (53), warga Sanur, Denpasar Selatan.

Diketahui, IWS dilaporkan hilang sejak Jumat (6/3/2026) saat memancing menggunakan perahu di perairan Pantai Sanur. Diduga korban mengalami kecelakaan laut dan terbawa arus hingga ke perairan Lombok Barat.

Keluarga mengenali korban dari pakaian serta aksesori yang dikenakan. Pihak keluarga juga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Setelah melengkapi surat pernyataan penolakan autopsi dan berita acara serah terima jenazah, keluarga berencana memulangkan jenazah korban ke Bali pada malam hari menggunakan speedboat pribadi.

Pihak Syahbandar dan Danlanal setempat telah memberikan izin khusus untuk pengangkutan jenazah agar proses pemakaman di daerah asal korban dapat segera dilaksanakan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Mayat Pemancing Asal Bali Ditemukan Mengapung di Perairan Senggigi

Parkir di Median Taman Jalan, Jukir Nakal di Mataram Terancam Ditindak

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram akan mengambil tindakan tegas terhadap juru parkir yang memanfaatkan median taman jalan sebagai lokasi parkir kendaraan.

Langkah ini menyusul laporan masyarakat terkait dugaan oknum juru parkir yang memarkirkan kendaraan di median taman Jalan Sodjono, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

Pantauan Suara NTB di lokasi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita menunjukkan sedikitnya 10 unit sepeda motor terparkir di atas median jalan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkawin, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan koordinator lapangan (korlap) parkir untuk melakukan penertiban.

Menurutnya, median taman jalan jelas bukan area yang diperuntukkan sebagai lahan parkir kendaraan.

“Ini sudah melanggar aturan. Jelas bukan lahan parkir karena itu median taman jalan. Nanti kita minta korlap untuk menertibkan,” ujarnya, Senin (9/3).

Untuk mencegah kejadian serupa, Dishub Kota Mataram juga terus melakukan patroli di sejumlah ruas jalan, khususnya di jalan protokol yang rawan munculnya parkir liar dan berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Terkait rencana penindakan seperti penggembokan kendaraan roda empat yang parkir di bahu jalan, terutama menjelang Idulfitri di kawasan bisnis seperti Jalan Panca Usaha dan Jalan Sriwijaya, Zulkawin mengatakan pihaknya akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif terlebih dahulu.

“Kita imbau dulu, karena ini bulan Ramadan. Kalau langsung kita gembok justru bisa memicu kemacetan,” jelasnya.

Dishub sebelumnya juga telah memetakan sejumlah titik parkir yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan. Selain pengaturan lalu lintas, potensi kebocoran retribusi parkir juga menjadi perhatian.

Mantan Camat Selaparang ini menegaskan penanganan parkir selama Ramadan telah disiapkan bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran. Kendaraan nantinya akan diarahkan untuk parkir di lokasi atau kantong parkir yang telah disediakan.

Ia mengakui aktivitas masyarakat meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Oleh karena itu, pengguna jasa parkir diimbau melakukan transaksi secara tunai agar pendapatan parkir dapat tercatat dengan baik.

Zulkawin menyebutkan beberapa titik parkir baru yang kerap muncul antara lain di Jalan Airlangga, Jalan Majapahit, Jalan Pemuda, Jalan Sandubaya, dan Jalan Gajah Mada. Lokasi-lokasi tersebut akan diawasi secara ketat guna mencegah kebocoran retribusi serta munculnya juru parkir liar.

Ia menambahkan, sebanyak 23 koordinator lapangan juru parkir tidak hanya bertugas memantau titik parkir, tetapi juga mengatur kendaraan agar tetap tertib.

“Artinya mereka tidak hanya mengejar pendapatan parkir, tetapi juga memastikan ketertiban kendaraan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Parkir di Median Taman Jalan, Jukir Nakal di Mataram akan Ditindak

Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Masyarakat Diminta Jaga Harmoni dan Toleransi

Mataram (globalfmlombok.com) – Perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri yang hampir bersamaan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Mataram.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026), mengatakan pemerintah kota bersama Polresta Mataram serta lintas sektor lainnya telah menggelar rapat koordinasi terkait persiapan dua hari besar keagamaan tersebut.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah skenario untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama.

Salah satu kesepakatan adalah penyesuaian waktu pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang akan digelar pada Rabu (18/3), bertepatan dengan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. Pawai ogoh-ogoh disepakati berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WITA.

“Kenapa dimulai lebih awal, karena untuk memastikan seluruh prosesi sudah selesai. Artinya maksimal pukul 17.30 WITA sudah selesai. Umat Hindu juga melaksanakan mecaruan, sehingga dari sisi ibadah umat Hindu dan Islam tetap bisa berjalan,” jelasnya.

Sehari setelah parade ogoh-ogoh, umat Hindu akan melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi melalui prosesi Barata Penyepian.

Martawang menjelaskan, pengurus Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Mataram juga telah mengantisipasi kemungkinan jika sidang isbat pemerintah dilaksanakan pada 19 Maret dan Hari Raya Idulfitri jatuh pada 20 Maret.

Dalam kondisi tersebut, penyesuaian akan dilakukan terutama pada jalur pawai takbiran agar tetap menghormati umat Hindu yang menjalankan Barata Penyepian.

“Jadi kita ingin mewujudkan kebersamaan antara umat Hindu dan umat Islam,” ujarnya.

Pelaksanaan pawai takbiran nantinya akan dikawal oleh kepala lingkungan, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta lurah se-Kota Mataram. Seluruh unsur tersebut akan bekerja secara terpadu untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

Martawang menegaskan, perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri merupakan agenda besar yang perlu dijaga bersama agar berlangsung lancar dan khidmat.

Ia berharap masyarakat dapat terus menjaga serta merawat nilai-nilai harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Mataram.

“Visi-misi Pak Wali dan Pak Wakil yakni harmoni benar-benar terealisasi. Tentunya semua pihak harus terlibat, terutama pemerintah dan aparat kepolisian untuk memfasilitasi,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Perayaan Nyepi dan Idulfitri Bersamaan, Masyarakat Jaga Harmonisasi dan Toleransi

15 Anggota DPRD Terduga Penerima Gratifikasi Dilaporkan ke Kejati NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 15 anggota DPRD Provinsi NTB yang diduga menerima gratifikasi dari tiga terdakwa kasus dugaan dana “siluman” DPRD NTB dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Juru Bicara Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid, Senin (9/3/2026), membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Iya, sudah ada masuk di PTSP,” kata Harun saat dikonfirmasi.

Laporan tersebut tercatat masuk ke Kejati NTB pada 23 Februari 2026. Dalam laporan itu, pelapor mengadukan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi oleh 15 legislator dari tiga anggota DPRD NTB yang kini berstatus terdakwa dalam perkara dana “siluman”.

Harun mengatakan, terhadap laporan tersebut pihaknya akan melakukan telaah terlebih dahulu untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Lengkapnya nanti saya sampaikan,” ujarnya singkat.

Dalam perkara dugaan dana “siluman” tersebut, Kejati NTB sebelumnya telah menetapkan tiga terdakwa, yakni Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman, dan M. Nashib Ikroman.

Fakta yang terungkap di persidangan menyebutkan ketiga terdakwa diduga memberikan sejumlah uang kepada 15 anggota DPRD NTB. Pemberian uang tersebut diduga sebagai bentuk gratifikasi.

Hamdan Kasim disebut memberikan uang kepada tiga anggota dewan masing-masing berinisial LI sebesar Rp100 juta, H sebesar Rp170 juta, dan NM sebesar Rp180 juta.

Sementara Indra Jaya Usman memberikan uang kepada enam anggota dewan, yakni M, LARH, B, MH, H, dan Y, masing-masing sebesar Rp200 juta.

Adapun terdakwa M. Nashib Ikroman memberikan uang kepada enam anggota dewan lainnya, yakni WAR Rp150 juta, R Rp150 juta, RDMA Rp200 juta, S Rp150 juta, H Rp150 juta, dan TM Rp150 juta.

Pemberian uang ratusan juta rupiah tersebut diduga memiliki tujuan yang sama, yakni agar para penerima tidak menjalankan program pokok pikiran (pokir) maupun program direktif gubernur Desa Berdaya.

Sebelumnya, Kepala Kejati NTB, Wahyudi, menyatakan pihaknya belum memproses hukum 15 anggota DPRD NTB yang diduga menerima uang tersebut karena belum menemukan unsur niat jahat atau mens rea.

Ia menegaskan pengembangan perkara masih menunggu fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang hingga kini masih berlangsung.

“Kita masih menunggu fakta persidangan. Ini kan sidangnya masih berjalan. Kita lihat nanti,” ujarnya, Senin (2/3/2026) lalu.

Wahyudi juga mengungkapkan tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTB hingga kini belum menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) terkait dugaan keterlibatan 15 anggota DPRD tersebut.

Meski demikian, pihaknya memastikan telah menyiapkan langkah lanjutan yang akan disesuaikan dengan perkembangan fakta di persidangan. “Ada strategi nanti,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 15 Anggota DPRD Terduga Penerima Gratifikasi Dilaporkan ke Kejati NTB

Bocah 2,5 Tahun Hilang Saat Bermain di Sembalun, Polisi dan Warga Sisir Aliran Sungai

Selong (globalfmlombok.com) – Nasib malang menimpa seorang balita bernama Muhamad Rapip Saki (2,5 tahun) asal Dusun Dasan Kodarat, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Bocah laki-laki tersebut dilaporkan hilang secara misterius saat sedang bermain di dekat rumahnya pada Minggu (8/3/2026) pagi.

Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan dari keluarga korban dan langsung menurunkan personel untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu ibu korban, Yuni, sedang berjualan di depan rumah. Ia sempat melihat putranya bermain di sebuah kubangan air yang tidak jauh dari tempatnya berjualan.

Namun sekitar 15 menit kemudian, saat kembali mengecek keberadaan anaknya, korban sudah tidak terlihat di lokasi semula.

“Ibu korban sempat melihat dari kejauhan anaknya bermain. Namun saat dicek kembali, korban sudah tidak ada di tempat. Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum membuahkan hasil,” ujar Iptu Lalu Subadri.

Karena anaknya tak kunjung ditemukan, ayah korban, Amaq Merli (52), kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sembalun sekitar pukul 12.00 Wita.

Kondisi geografis di sekitar lokasi hilangnya korban menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Lokasi bermain korban diketahui hanya berjarak sekitar 10 meter dari aliran sungai dan dikelilingi rimbunan pohon bambu.

Setelah menerima laporan, anggota piket bersama Kanit Intelkam Polsek Sembalun langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pencarian bersama warga.

“Kami melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, termasuk area rumpun bambu hingga menyusuri aliran sungai di Dusun Dasan Tengak Timuk. Hingga pukul 17.00 Wita, korban belum ditemukan,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga tidak menampik adanya kemungkinan kelalaian dalam pengawasan, mengingat korban masih berusia balita dan bermain di area yang cukup berisiko tanpa pendampingan orang tua.

Sebagai tindak lanjut, Polsek Sembalun telah berkoordinasi dengan unit SAR Kecamatan Sembalun serta pemerintah desa setempat untuk memperluas area pencarian.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang memiliki anak balita, agar lebih meningkatkan pengawasan. Jangan membiarkan anak bermain sendirian di area terbuka yang dekat dengan sungai atau lokasi berbahaya,” tegasnya.

Adapun ciri-ciri korban saat dilaporkan hilang mengenakan sweater hijau dan celana warna hijau botol. Korban berkulit putih dengan rambut hitam.

Hingga kini tim gabungan dari unsur kepolisian, Satsabhara, SAR, dan warga masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Aparat berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan bocah dengan ciri-ciri tersebut diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi keluarga korban. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bocah 2,5 Tahun Hilang Misterius Saat Bermain di Sembalun, Polisi dan Warga Sisir Aliran Sungai

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (40)

Mataram (globalfmlombok.com)

Kebijakan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas Provinsi NTB tahun anggaran 2026 melingkupi sejumlah program. Diantaranya program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi, program pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno, program pembinaan perpustakaan, program pemenuhan haka nak dan lain sebagainya.

Distribusi MBG Selama Ramadhan, SPPG NTB Wajib Cantumkan Harga dan Nilai Gizi

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta mencantumkan harga dan nilai gizi dalam setiap distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan transparansi serta mencegah keluhan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian antara harga makanan dengan spesifikasi atau nilai gizi yang diterima.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG NTB, Fathul Gani mengatakan, kebijakan terbaru yang diterapkan saat ini adalah kewajiban pelabelan pada setiap menu makanan yang disajikan. Label tersebut harus memuat informasi mengenai harga, kandungan gizi, serta kecukupan asupan nutrisi dari makanan yang diberikan kepada penerima.

“Misalnya tempe, kandungannya apa, itu harus ada. Karena memang diwajibkan seperti itu oleh pusat,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Namun demikian, dalam praktik di lapangan sejumlah SPPG di NTB disebut masih belum menerapkan aturan tersebut. Bahkan, ditemukan juga kasus beberapa penerima hanya mendapatkan menu berupa roti dan telur untuk jatah mingguan dengan nilai makanan yang diperkirakan tidak mencapai Rp30.000.

Menanggapi kondisi tersebut, Fathul Gani menegaskan seluruh SPPG wajib mematuhi kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Satgas MBG NTB akan memastikan seluruh penyelenggara program mengikuti aturan yang berlaku.

“Kalau memang tidak ada label berarti itu tidak mengikuti aturan. Makanya fungsi kontrolnya ada pada pelabelan harga itu, karena sekarang memang diwajibkan,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan mark up atau ketidaksesuaian antara alokasi anggaran pemerintah dengan menu yang diberikan kepada penerima, pihaknya menyatakan perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Selain transparansi harga dan kandungan gizi, aspek kesehatan dapur juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan program MBG. Setiap dapur penyedia makanan diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum dapat beroperasi.

Sertifikasi tersebut bertujuan memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan.

Di NTB sendiri, sebagian besar dapur penyedia makanan disebut telah memenuhi persyaratan dasar operasional. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait sirkulasi udara dapur serta pengelolaan limbah sisa makanan.

“Beberapa SPPG menggunakan bangunan lama, sehingga perlu penyesuaian terutama pada sirkulasi udara dan instalasi pengelolaan air limbah,” pungkasnya. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Distribusi MBG Selama Puasa, SPPG NTB Wajib Cantumkan Harga dan Nilai Gizi

Warga Sembalun Bumbung Diduga Bakar Motor Terduga Pencuri Alpukat

Selong (globalfmlombok.com) – Dugaan aksi main hakim sendiri terjadi di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Warga membakar sepeda motor yang diduga milik pelaku pencurian alpukat setelah terduga pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan pemilik kebun dan warga, Minggu (8/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 20.00 Wita, bertepatan dengan waktu salat tarawih. Seorang pemilik kebun alpukat, Amaq Dodik (50), yang telah beberapa kali kehilangan hasil panennya, memilih berjaga di kebunnya.

Usaha tersebut membuahkan hasil ketika ia mendapati dua orang tak dikenal masuk ke kebunnya dan mulai memetik alpukat jenis Hass.

“Bukan hanya sekali dua kali kehilangan, makanya dia ke sana untuk berjaga-jaga. Siapa tahu malingnya datang. Benar saja, baru petik empat biji, langsung dikagetkan,” ujar Karis, kerabat korban, saat dikonfirmasi melalui telepon.

Mengetahui keberadaannya dipergoki, kedua terduga pelaku berusaha melarikan diri. Amaq Dodik sempat mencoba menghadang, namun karena kalah jumlah ia berteriak meminta pertolongan warga.

Beberapa warga yang mendengar teriakan tersebut datang ke lokasi bersama kerabat korban, Amaq Egi. Namun kedua pelaku sudah lebih dulu melarikan diri ke arah berbeda, masing-masing ke selatan dan utara, dengan meninggalkan sepeda motor jenis Honda Beat di lokasi kejadian.

Massa yang sudah tersulut emosi karena maraknya kasus pencurian alpukat di wilayah tersebut akhirnya melampiaskan kemarahan dengan membakar sepeda motor yang diduga milik pelaku hingga hangus.

Karis mengatakan, aksi pencurian alpukat di kawasan perkebunan Sembalun Bumbung telah merugikan para petani. Tidak sedikit petani yang kehilangan hasil panen dalam jumlah besar, bahkan hingga kuintalan.

“Satu kebun itu bisa hilang sampai satu kuintal. Kasihan, padahal besoknya mau panen. Bahkan ada yang tidak disisakan sama sekali,” ungkapnya.

Kapolsek Sembalun, Lalu Subadri membenarkan adanya laporan pencurian di kebun milik Amaq Dodik yang berada di Dusun Lauk Rurung Barat, Desa Sembalun Bumbung.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu kerangka sepeda motor yang telah terbakar, sebilah golok, kain sarung, tas caril, serta lima buah alpukat jenis Hass.

“Berdasarkan keterangan pemilik kebun, aksi pencurian ini memang sudah sering terjadi dan cukup meresahkan masyarakat. Saat kejadian, anggota kami sedang melaksanakan pengamanan ibadah tarawih di sejumlah masjid besar,” jelasnya.

Pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Sembalun Bumbung juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

“Unit Satreskrim saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku yang melarikan diri,” ujarnya.

Situasi di Desa Sembalun Bumbung dilaporkan telah berangsur kondusif. Aparat bersama warga masih memantau aktivitas di sekitar kawasan perkebunan guna mengantisipasi terjadinya kembali aksi pencurian serupa. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Warga Sembalun Bumbung Diduga Bakar Motor Terduga Maling Alpukat