Beranda blog Halaman 134

973 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 973 personel gabungan akan diturunkan untuk mengamankan malam takbiran di wilayah Kota Mataram, Jumat (20/3/2026).

Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Yozana Fajri Sidik mengatakan, ratusan personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, BKO Polda NTB, serta instansi Pemerintah Kota Mataram seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Damkar.

“Pelibatan personel gabungan ini merupakan wujud sinergitas yang selama ini terjalin baik antara Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Mataram dalam menjaga keamanan masyarakat,” katanya.

Pawai takbiran tahun ini akan dilaksanakan secara terpusat di masing-masing kecamatan, yakni Ampenan, Sekarbela, Mataram, Selaparang, Cakranegara, dan Sandubaya.

“Untuk itu, personel pengamanan akan ditempatkan di tiap wilayah guna memastikan kegiatan berjalan tertib,” tambahnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa jajaran Polsek telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan sebagai panitia pelaksana di tingkat wilayah.

“Dengan sistem ini, pengamanan dapat lebih optimal karena disesuaikan dengan kondisi di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian pawai malam takbiran di Kota Mataram dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu situasi kamtibmas.

“Kita berharap kegiatan pawai malam takbiran ini berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita,” tandasnya. (mit)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 973 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran di Mataram

Pelaksanaan Salat Idulfitri di GOR Dompu Berlangsung Khusyuk

Dompu (globalfmlombok.com) – Ribuan umat Islam di Kabupaten Dompu menggelar salat Idulfitri 1447 Hijriah di lapangan GOR Dompu, Jumat (20/3/2026) pagi. Salat Idulfitri yang difasilitasi Muhammadiyah ini berlangsung khusyuk dengan khatib Fahrudin Ahmad, M.Ag., yang mengangkat tema kesucian diri sejati.

Dalam khutbahnya, Fahrudin menyampaikan pesan singkat namun penuh makna dengan mengutip Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133 dan 135. Ayat tersebut menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa, yakni gemar berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain.

Ia juga mengingatkan pentingnya tidak menyekutukan Allah dan berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 36. Menurutnya, tingginya derajat orang tua di hadapan Allah menjadi pengingat bahwa kesuksesan anak tidak lepas dari doa dan perjuangan mereka.

“Karena itu, manfaatkan waktu untuk terus berbakti kepada orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Dompu, H. Abdillah, S.Pd., menjelaskan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dikombinasikan dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni satu hari satu tanggal dalam kalender Hijriah.

Ia menyebutkan, berdasarkan metode tersebut, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026), setelah posisi hilal dinilai telah memenuhi kriteria di sejumlah wilayah seperti India, negara Arab, dan Afrika pada Kamis (19/3/2026).

Penetapan tersebut berbeda dengan keputusan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama yang menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (21/3/2026), sehingga sebagian umat Islam masih menjalankan ibadah puasa Ramadan pada Jumat (20/3/2026).

“Mari kita saling menghormati perbedaan ini dan tetap menjaga toleransi antar sesama,” ajaknya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pelaksanaan Salat Idulfitri di GOR Dompu Berlangsung Khusyuk

Ratusan Jemaah Muhammadiyah Salat Id di Halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB

Mataram (globalfmlombok.com)—

Ratusan jemaah Muhammadiyah menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB, Baturinggit, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Jumat (20/3/2026).

Salat Id di lokasi tersebut dipimpin oleh Imam Ustadz Lukmanul Hakim, sementara khutbah disampaikan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, TGH Prof. Dr. Subhan Abdullah Acim.

Selain di Masjid Darul Arqam, Muhammadiyah juga menggelar salat Id di sejumlah titik lain. Secara keseluruhan, terdapat 33 lokasi pelaksanaan salat Id di seluruh Nusa Tenggara Barat. Khusus di Kota Mataram, salat Id dilaksanakan di tiga titik, yakni di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram, serta halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB.

Dalam khutbahnya, TGH Subhan menegaskan bahwa hakikat Idul Fitri adalah menghadirkan rasa syukur kepada Allah SWT setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Ia menyebutkan, tidak semua orang mampu merasakan kebesaran dan keagungan Allah, serta tidak semua mampu mensyukuri nikmat yang diberikan, meskipun hidup dalam kelimpahan materi dan kesenangan duniawi.

“Tidak setiap orang mampu merasakan kelezatan bertakbir, bertahlil, bertahmid, bertasbih, dan beribadah kepada Allah, kecuali mereka yang berhasil menyucikan diri dan rohaninya,” ujar TGH Subhan dalam khutbahnya.

Menurut dia, kesucian jiwa tersebut akan melahirkan kedekatan batin antara manusia dengan Sang Pencipta.

Pelaksanaan salat Id di halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB berlangsung khidmat. Salat dimulai pada pukul 07.15 Wita dan diikuti ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Mataram dan Lombok Barat.(ris)

Jemaah Naqsyabandiyah Kota Bima Gelar Salat Idulfitri Hari Ini

Kota Bima (globalfmlombok.com) —

Sebagian warga Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal dari jadwal pemerintah, Kamis (19/3/2026), di halaman Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amali.

Sejak pagi, Kelompok Tarekat Naqsyabandiyah Kota Bima bersama warga setempat telah mempersiapkan pelaksanaan ibadah. Area salat dibersihkan, saf jamaah ditata, dan panitia melakukan koordinasi guna memastikan kegiatan berjalan lancar.

Salah seorang warga, Mega, menyebut jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kelurahan Ntobo. “Bukan cuman warga Ntobo yang ikut, ada juga warga dari kelurahan lain, ada yang dari (Kelurahan) Rontu gitu-gitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Idulfitri lebih awal di wilayah tersebut bukan hal baru. Tradisi ini telah berlangsung hampir setiap tahun, seiring adanya perbedaan keyakinan dalam menentukan awal Syawal.

“1 Ramadan-nya memang lebih awal dibanding yang lain, jadi salat Idulfitri nya juga lebih awal dari yang lain,” tuturnya.

Jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai ratusan orang. “ Banyak, kayakknya ratusan yang ikut (salat),” katanya.

Pelaksanaan salat dilakukan berdasarkan perhitungan internal kelompok tersebut, berbeda dengan ketetapan pemerintah. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan pengawasan aparat serta pengaturan dari panitia.

Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. “Kegiatan berlangsung tertib dengan pengaturan jamaah yang telah disiapkan panitia sebelumnya,” pungkasnya. (hir)

Pelabuhan Lembar-Padangbai Ditutup Sementara Saat Nyepi, Masyarakat Diminta Mudik Lebih Awal

Giri Menang (suarantb.com) – Pelayanan penyeberangan kapal lintas Lembar-Padangbai mulai ditutup sementara Rabu (18/3/2026) malam, karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Pada perayaan Nyepi ini juga diprediksi berbarengan dengan puncak arus mudik Lebaran.

Masyarakat yang akan melintasi Lembar-Padangbai atau sebaliknya diimbau untuk mudik lebih awal sebelum pelabuhan ditutup sementara selama Nyepi berlangsung.

“Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar-Padangbai ditutup sementara mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal saat dikonfirmasi, Selasa (10/03/2026).

Mulai dari pukul 21.00 Wita itu sudah tidak akan ada lagi kapal yang berangkat dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Hal ini karena perjalanan penyeberangan membutuhkan waktu beberapa jam. Sehingga langkah antisipasi diperlukan, supaya tidak ada kapal yang tiba di pelabuhan Padangbai saat Nyepi sudah dimulai.

Sedangkan pada 19 Maret 2026, Pelabuhan Padangbai mulai menutup aktivitas operasional pada pukul 04.00 Wita.

Kemudian lintas Lembar-Padangbai akan mulai beroperasi kembali pada 20 Maret 2026, pukul 01.30 Wita. “Pelabuhan Padangbai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” imbuhnya.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi arus mudik yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan seperti mudik tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” beber pria berkaca mata ini.

Menurutnya, faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan penumpang pada musim mudik tahun ini adalah kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang juga rencananya akan diberlakukan pemerintah. Dengan begitu dapat memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan tanpa harus terburu-buru dan berdesak-desakan saat puncak arus mudik.

“Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 Maret itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, tidak menumpuk di satu tanggal saja,” pungkas Syamsurizal. (her)

Umat Hindu di Mataram Gelar Perang Api Sebelum Nyepi, Tradisi Turun-Temurun yang Terus Berlangsung

Mataram (globalfmlombok.com) – Umat Hindu di Mataram, khususnya di Lingkungan Negara Sakah dan Sweta, Cakranegara, memiliki tradisi unik sekaligus menarik jelang perayaan Nyepi. Tradisi itu adalah Perang Api.

Menjelang matahari terbenam, tepat pada malam pengerupukan sebelum Hari Raya Nyepi, puluhan warga Lingkungan Negara Sakah dan Lingkungan Sweta Cakranegara di Kota Mataram melaksakan tradisi turun-temurun tersebut.

Tepat pada Rabu 18 Maret 2026, sekitar pukul 17.30 Wita, kegiatan saling serang dan memukul lawan dengan menggunakan daun kelapa kering (bobok) yang sudah menyala dengan api dilangsungkan.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Perang Api tahun ini, berlangsung di Simpang Tiga, Negara Sakah, Cakranegara, Mataram. Perang melibatkan para pemuda di dua lingkungan tersebut.

Meski terlihat seperti pertengkaran serius, terdapat aturan tak tertulis yang disepakati antara kedua belah pihak, yakni tidak boleh ada rasa dendam atau niat mencederai.

Lurah Cakranegara Timur, I Gusti Agung Ngurah Oka, mengatakan, Perang Api merupakan rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Perang Api ini dilakukan setelah prosesi Pecaruan di Taman Mayura dan pawai Ogoh-Ogoh.

“Ini tradisi yang memang dari tahun ke tahun yang perlu kita pertahankan. Esensinya adalah membangun ritual yang bersama-sama untuk kebaikan,” ujarnya.

Perang Api Berlangsung Sejak 1838

Meski terkesan berbahaya, tradisi ini diyakini memiliki muatan sejarah dan kesakralan. Oka menyebut, Perang Api sudah berlangsung ratusan tahun lalu, tepatnya sejak 1838.

Perang Api ini dimaksudkan untuk menghilangkan bala atau musibah. Menurut penuturannya, pada masa silam, sebuah musibah yang dinamai “Grobok” atau kematian masal pernah terjadi. Karena itu, Perang Api ini diyakini sebagai cara untuk mengusir bala tersebut.

“Jadi intinya bahwa kami keluarga besar yang ada di Sweta maupun Negara Sakah melaksanakan acara ini dengan tulus ikhlas untuk kebaikan kita bersama,” terangnya.

Setelah melakukan perang api, bobok yang telah digunakan akan dibawa pulang ke rumah dan diletakkan bersama dengan sarana upacara caru.

Oka menegaskan tidak ada perbedaan signifikan terkait tata cara pelaksanaan Perang Api tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja terdapat sedikit perubahan pola, di mana biasanya perang dilakukan dengan saling lempar, beberapa tahun terakhir pola tersebut berubah dengan kontak langsung atau memukul.

“Tapi esensinya sekali yang perlu menjadi pencermatan kita adalah bahwa ini upaya dari kedua lingkungan, kedua masyarakat kita untuk bersama-sama menghilangkan hal-hal negatif terkait dengan kejadian yang di masa lalu itu,” tegas Oka.

Memastikan pelaksanaan berlangsung aman dan tertib, Kelurahan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Sejumlah personel gabungan Polri dan TNI terlihat ikut serta memantau pelaksanaan Perang Api ini.

“Semua sinergi, termasuk kami-kami yang di tataran paling bawah, Kelurahan, lingkungan, semua bersinergi bersama tokoh masyarakat, agama, dan pemuda tentunya untuk menjalin satu simakrama, silaturahmi yang bagus,” tuturnya.

Ia berharap, tradisi turun-temurun ini dapat terus dipertahankan oleh generasi selanjutnya. Bukan saja sebagai ajang selebrasi tapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi.

“Intinya adalah kita untuk membangun satu komunikasi ‘simakrama’ yang baik. Artinya tidak ada dendam, setelah ini semua akan ‘simakrama kembali,” pungkas Oka. (sib)

WNA Takjub Melihat Parade Ogoh-Ogoh di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Parade ogoh-ogoh di Mataram Rabu (18/3/2026) tidak hanya memantik takjub warga lokal atau wisatawan domestik saja. Puluhan wisatawan mancanegara atau Warga Negara Asing (WNA) juga kagum dengan tradisi tahunan Umat Hindu tersebut.

Marx, WNA asal Prancis, mengaku takjub dengan pelaksanaan parade ogoh-ogoh di Mataram tahun ini. Kreativitas dan inovasi pada desain ogoh-ogoh tersebut membuat ia berdecak kagum.

“Parade ogoh-ogoh ini sangat bagus, indah, desain ogoh-ogohnya juga sangat bagus,” ujarnya saat diwawancarai Suara NTB, Rabu (18/3/2026).

Bagi Marx dan istrinya, ini kali pertama mereka menyaksikan parade ogoh-ogoh. Ia terbang dari Prancis ke Lombok hanya untuk menonton parade tahunan Umat Hindu tersebut.

“Kita tiba hari ini. Kami datang ke sini hanya untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh,” tuturnya.

Mirip dengan Marx, WNA asal London, Inggris, Viktor juga mengungkap kekaguman serupa terhadap perayaan parade ogoh-ogoh di Mataram.

Selain hidup di London, Viktor juga tinggal di Mataram. Sebab, istrinya berasal dari Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Kendati demikian, ia mengaku bahwa ini kali pertama ia menonton parade ogoh-ogoh di Mataram.

Menurutnya, perayaan ogoh-ogoh tahun ini sangat luar biasa. “(Parade) ini menakjubkan sekali, suasananya enak, aku suka banget vibe-nya,” ujar Viktor kepada Suara NTB, Rabu (18/3/2026).

WNA Kagum terhadap Toleransi Umat Beragama di Lombok

Selain mengungkapkan kekagumannya terhadap perayaan pawai ogoh-ogoh, Viktor juga mengapresiasi sikap toleran umat beragama di Mataram, Lombok. Keharmonisan antara Umat Islam, Hindu, dan umat agama lain di Mataram perlu diapresiasi.

“Aku suka di sini. Hindu, warga Muslim semua ikut merayakan,” tutur Viktor.

Sementara itu, sebanyak 105 ogoh-ogoh dari seluruh banjar turut meramaikan parade budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026 Tahun Baru Caka 1948 di Kota Mataram.

Parade ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian perayaan Nyepi bagi umat Hindu. Pelaksanaan parade ini sehari sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru atau Pecaruan di rumah masing-masing, yang kemudian dilanjutkan dengan menjalani Tapa Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.

Parade ogoh-ogoh dimulai pada pukul 12.00 Wita dengan titik awal di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara. Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai sebelum pukul 17.30 Wita.

Di waktu yang hampir bersamaan, umat Islam di Kota Mataram juga akan memulai rangkaian pawai malam takbiran di enam kecamatan. Kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan untuk menyambut Idulfitri.

Pemerintah Kota Mataram berharap seluruh kegiatan yang berlangsung secara bersamaan tersebut dapat berjalan dengan tertib serta menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. (sib)

Pemprov NTB Siapkan Salat Idul Fitri di Lapangan Bumi Gora, Open House Digelar Usai Salat

Mataram (globalfmlombok.com)— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi  di Lapangan Bumi Gora, halaman Kantor Gubernur NTB, Mataram.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik dalam keterangannya, Rabu 18 Maret 2026 mengatakan, pelaksanaan salat Idul Fitri  dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai.

“Adapun penetapan tanggal 1 Syawal akan mengikuti hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujar Dr. Aka, sapaannya.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Ustadz H. Ahyar Mukhsin, S.Q. akan bertindak sebagai imam, sementara khutbah Idul Fitri akan disampaikan oleh Prof. Dr. TGH. Adi Fadli, M.Ag.

Usai pelaksanaan salat, Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur NTB beserta keluarga dijadwalkan menggelar kegiatan open house yang terbuka bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov NTB, serta masyarakat umum.

Kegiatan open house akan berlangsung di Pendopo Gubernur NTB di Jalan Pejanggik Nomor 13, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.(ris)

Komisi X DPR: Silakan Efisiensi, Tapi Anggaran Pendidikan Jangan Dikurangi

Praya (globalfmlombok.com)-

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung rencana efisiensi anggaran yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah. Namun, ia menegaskan anggaran pendidikan tidak boleh terdampak kebijakan tersebut.

Hal itu disampaikan Hadrian di sela kunjungan kerja di Lombok Tengah, Selasa (17/3/2026) malam. Menurut dia, langkah penghematan perlu dilakukan pemerintah sebagai respons terhadap kondisi global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.

“Melihat situasi global hari ini, Presiden telah mengambil langkah-langkah, salah satunya penghematan BBM. Cadangan kita terbatas dan bisa terganggu akibat ketegangan di Timur Tengah,” kata Hadrian.

Ia menyatakan dukungan terhadap sejumlah opsi efisiensi yang dipertimbangkan pemerintah, seperti penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), penerapan kebijakan work from home (WFH), hingga pemotongan gaji pejabat, termasuk menteri Kabinet Merah Putih.

Meski demikian, anggota DPR RI Dapil NTB II itu menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak boleh dikurangi. Ia mengingatkan bahwa alokasi pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan amanat konstitusi.

“Kami mempersilakan dilakukan efisiensi, tetapi jangan mengurangi dana pendidikan. Itu mandatory spending yang diatur dalam konstitusi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan rencana efisiensi anggaran dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Menurut dia, langkah efisiensi diperlukan agar defisit APBN tidak semakin melebar akibat tekanan global, terutama dari sektor energi.

Gubernur NTB Lepas Pawai Ogoh-ogoh, Potret Toleransi Antarumat Beragama

Mataram (globalfmlombok.com)–

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melepas ratusan ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kota Mataram, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.

Pawai ogoh-ogoh yang digelar di depan Kantor Lurah Cakra Barat itu berlangsung di tengah bulan Ramadhan. Momentum ini dinilai sebagai wujud nyata penguatan toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

Iqbal mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram, telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama serta kemampuan menjaga harmoni sosial.

“Saya merasakan keseriusan dan kesiapan kegiatan ini. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat NTB mampu menjaga toleransi dan kebersamaan dengan sangat baik,” ujar Iqbal.

Menurut dia, kehidupan damai yang terbangun saat ini merupakan hasil dari proses panjang kebersamaan lintas agama dan budaya di NTB. Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi kekuatan daerah yang perlu terus dijaga.

“Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat nasional dan internasional bahwa NTB adalah daerah yang memahami makna toleransi, saling menjaga, dan saling menghormati,” katanya.

Iqbal juga memastikan tidak ada kekhawatiran terkait pelaksanaan malam takbiran yang berdekatan dengan perayaan Nyepi. Ia optimistis masyarakat NTB mampu menjaga situasi tetap kondusif.

Berdasarkan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pawai ogoh-ogoh dilaksanakan pada 18 Maret 2026 agar tidak bersinggungan dengan malam takbiran Idul Fitri.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan dibatasi mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Wita. Setelah pukul 18.00 Wita, seluruh aktivitas perayaan, termasuk music akan dihentikan, terutama saat azan berkumandang sebagai bentuk penghormatan antarumat beragama.

Ketua panitia kegiatan, Made Krisna Yuda Prasetya, mengatakan pawai ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh 105 peserta.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota, pemerintah provinsi, para pemuda, serta seluruh masyarakat yang terlibat dengan semangat gotong royong,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi wujud kreativitas generasi muda yang memadukan seni budaya dengan nilai-nilai spiritual.

“Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama,” katanya.(ris)