Beranda blog Halaman 133

NTB Dapat Rp300 Juta untuk Tingkatkan 13 Ruas Jalan di Sumbawa

Mataram (globalfmlombok.com)Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp300 miliar melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) untuk peningkatan 13 ruas jalan di wilayah selatan Pulau Sumbawa. Anggaran tersebut mulai dieksekusi tahun ini dengan prioritas perbaikan pada sejumlah ruas jalan yang selama ini tergolong terisolasi.

Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pada tahap awal pemerintah daerah akan memperbaiki tiga ruas jalan, termasuk ruas jalan menuju wilayah Baturotok dan Batudulang yang dinilai paling membutuhkan penanganan karena berada di kawasan terpencil.

Menurutnya, selama ini masyarakat di wilayah tersebut kerap terisolasi, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan semakin sulit dilalui.

Untuk mendapatkan dukungan anggaran tersebut, ia mengaku telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

“Saya ajak Pak Menteri untuk naik heli waktu itu untuk keliling langsung terbang di atasnya melihat kondisinya. Bahwa itu daerah masih terisolasi betul. Jadi daerah yang paling terisolasi di NTB mungkin,” ujarnya.

Iqbal menilai masyarakat di kawasan Baturotok dan Batudulang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan dari sisi akses infrastruktur. Saat musim hujan, kondisi jalan rusak yang berada di kawasan perbukitan membuat mobilitas warga sangat terbatas.

“Sehingga insyaAllah tahun depan itu wilayah selatan sudah tidak akan lagi mengalami situasi seperti sekarang ini,” katanya.

Selain peningkatan jalan, saat ini Dinas PUPR Perkim Provinsi Nusa Tenggara Barat juga tengah mengkaji penggunaan teknologi baru dalam pembangunan jalan. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur yang lebih kuat dengan biaya yang lebih efisien.

Iqbal menambahkan, kerusakan sejumlah ruas jalan di wilayah selatan juga dipengaruhi oleh meningkatnya bencana hidrologi seperti banjir. Kondisi tersebut dipicu kerusakan lingkungan akibat pembabatan hutan dan alih fungsi lahan di kawasan perbukitan.

Saat meninjau sejumlah ruas jalan di wilayah selatan provinsi, ia menemukan banyak infrastruktur yang rusak akibat banjir dan meluapnya sungai yang muncul karena kerusakan kawasan perbukitan.

“Banyak jalan provinsi di wilayah selatan yang rusak karena bencana hidrologi. Banjir terjadi karena sungai-sungai baru muncul akibat bukit-bukit yang sudah rusak,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah Sumbawa. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tidak mewarisi kerusakan alam yang lebih parah.

“Kita tidak ingin diingat oleh anak cucu sebagai generasi yang mewariskan kerusakan. Kita ingin dikenang sebagai generasi yang meninggalkan kebaikan dan alam yang tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Dapat Rp300 Juta untuk Tingkatkan 13 Ruas Jalan Sumbawa

Pemprov NTB Siapkan Program Mudik Gratis ke Pulau Jawa

Mataram (globalfmlombok.com)Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melepas sekitar 400 warga Pulau Sumbawa penerima kuota mudik gratis yang berada di Kota Mataram, Sabtu (14/3/2026). Pelepasan peserta mudik dilakukan di depan Pendopo Gubernur NTB sebagai bagian dari program pelayanan pemerintah daerah menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ervan Anwar mengatakan, selain menyediakan mudik gratis menuju Pulau Sumbawa, pemerintah daerah juga menyiapkan program mudik gratis ke Pulau Jawa melalui jalur laut. Program tersebut terbuka bagi masyarakat umum.

“Kalau mahasiswa dibuktikan dengan kartu mahasiswa, kalau umum dibuktikan dengan kartu keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk penyelenggaraan mudik gratis menuju Pulau Jawa.

“Semakin banyak stakeholder yang bergabung. Kita lihat tadi sponsornya juga semakin banyak. Ini kemajuan yang patut kita syukuri,” kata Iqbal.

Jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu hanya sekitar 200 orang yang diberangkatkan, tahun ini jumlahnya mencapai 400 orang.

Peningkatan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan warga Pulau Sumbawa yang berada di Pulau Lombok.

“Tahun lalu kita hanya bisa memberangkatkan 200 orang. Tahun ini alhamdulillah kita bisa memberangkatkan 400 orang untuk mudik gratis, mulai dari ujung barat Pulau Sumbawa sampai ujung timur Pulau Sumbawa, dari Kabupaten Sumbawa Barat sampai Bima,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan kesiapan infrastruktur selama arus mudik Lebaran 2026. Kondisi jalur utama Trans Pulau Sumbawa dipastikan dalam keadaan baik dan siap dilalui pemudik setelah sejumlah titik jalan yang sebelumnya rusak diperbaiki oleh tim dari dinas terkait dan balai jalan.

Selain infrastruktur, seluruh peserta mudik juga mendapatkan perlindungan tambahan berupa asuransi perjalanan. Pemerintah juga menyediakan layanan konsumsi untuk berbuka puasa selama perjalanan agar pemudik tetap nyaman hingga tiba di daerah tujuan masing-masing.

Program mudik gratis ini sebagian besar diikuti oleh mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok. Ke depan, Pemprov NTB berkomitmen meningkatkan kapasitas layanan agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut.

“Semua yang ikut dalam bus mendapatkan asuransi, jadi tidak hanya terberkahi perjalanannya tetapi juga terlindungi. Kami berharap ke depan jumlah bus yang disediakan bisa lebih banyak sehingga bukan hanya mahasiswa, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan program mudik gratis ini,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Siapkan Mudik Gratis ke Pulau Jawa

Potensi Kerugian Kasus Dana Desa Akar-Akar Diperkirakan Capai Rp500 Juta

Mataram (globalfmlombok.com) – Penanganan kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), terus berprogres di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lombok Utara. Penyidik kini telah menemukan potensi kerugian negara dalam perkara tersebut yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Komang Wilandra, Minggu (15/3/2026) mengatakan, potensi kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Menurutnya, potensi kerugian negara tersebut berasal dari penggunaan anggaran dana desa pada tahun anggaran 2022 hingga 2024. Dugaan penyimpangan paling banyak ditemukan pada program nonfisik atau pengadaan barang.

“Kalau potensi kerugian negara itu muncul kebanyakan dari program nonfisik atau pengadaan barang,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari laman Jaga.id, platform digital milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Desa Akar-Akar menerima anggaran dana desa tahun 2022 sebesar Rp2.429.916.000. Anggaran tersebut disalurkan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama Rp1.598.366.400, tahap kedua Rp554.366.400, dan tahap ketiga Rp277.183.200.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, antara lain pengelolaan dan pembuatan instalasi komunikasi dan informasi lokal desa, rehabilitasi fasilitas jamban umum, serta pemeliharaan sarana dan prasarana polindes.

Pada tahun 2023, Desa Akar-Akar kembali menerima dana desa sebesar Rp1.037.121.000 yang juga disalurkan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebesar Rp433.536.300, tahap kedua Rp311.136.300, dan tahap ketiga Rp292.448.400. Anggaran tersebut di antaranya digunakan untuk rehabilitasi sarana dan prasarana kebudayaan rumah adat desa hingga pembangunan pos pengawasan desa.

Sementara pada tahun 2024, dana desa yang diterima tercatat sebesar Rp1.173.067.000. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni Rp514.317.600 pada tahap pertama dan Rp658.749.400 pada tahap kedua. Dana tersebut antara lain digunakan untuk penanggulangan bencana, rehabilitasi sarana dan prasarana transportasi desa, hingga pengiriman kontingen kepemudaan dan olahraga di tingkat kecamatan.

Dari hasil penyidikan sementara, penyidik menemukan adanya dugaan mark up dalam pelaksanaan sejumlah program dana desa. Pengadaan barang diduga dilakukan tidak sesuai dengan harga sebenarnya.

“Munculnya potensi kerugian negara itu dari mark up, bukan kegiatan fiktif,” jelas Wilandra.

Saat ini, penyidik telah berkoordinasi dengan auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB untuk menghitung kerugian negara secara pasti. Surat tugas untuk perhitungan kerugian negara juga telah diterbitkan.

Mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Mataram tersebut memperkirakan hasil audit kerugian negara dari BPKP akan diterima dalam waktu dekat.

“Mungkin setelah Lebaran ini hasilnya sudah keluar,” katanya.

Setelah hasil perhitungan kerugian negara diterima, penyidik akan melanjutkan proses penyidikan dengan memeriksa saksi ahli sebelum kemudian menggelar perkara.

Saat ini perkara tersebut telah masuk tahap penyidikan di Polres Lombok Utara. Sejumlah saksi dari pihak desa maupun rekanan telah dimintai keterangan oleh penyidik. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Potensi Kerugian Kasus DD Akar Akar Capai Rp500 Juta

Hindari Kerumunan Adu Lari di Jalan Raya, Bus Tiara Mas Alami Kecelakaan Beruntun di Teluk Santong Sumbawa

Sumbawa (globalfmlombok.com)–

Kecelakaan beruntun melibatkan dua bus antar kota terjadi di kawasan Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa, pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 03.25 WITA. Insiden tersebut melibatkan dua armada bus Tiara Mas yang melayani rute Mataram–Bima.

Kedua bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni Bus Tiara Mas dengan nomor polisi EA 7618 E bertuliskan “Alesha” dengan Bus Tiara Mas dengan nomor polisi EA 7668 A bertuliskan “KTM Racing”.

Berdasarkan informasi yang didapat, kecelakaan terjadi saat kedua bus melaju secara beriringan di ruas jalan nasional. Sopir bus terpaksa melakukan pengereman mendadak setelah melihat adanya kerumunan masyarakat di tengah jalan yang sedang melakukan adu lari atau sprint 100 meter di waktu dini hari tersebut.

Upaya menghindari kerumunan warga tersebut menyebabkan sopir bus melakukan pengereman mendadak, sehingga bus di belakang tidak sempat mengantisipasi dan akhirnya terjadi tabrakan beruntun antar armada.

Akibat kejadian tersebut, seorang kenek bus mengalami luka-luka setelah terkena serpihan kaca bagian depan bus. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, kondisi lalu lintas di lokasi kejadian dilaporkan masih mengalami kemacetan. Sejumlah penumpang bus juga terlihat masih menunggu di lokasi kejadian.

Satgas Mudik Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat, Khairul Natanagara, menilai bahwa peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan pelayanan publik di sektor transportasi, khususnya dalam situasi darurat di jalan raya.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu memastikan adanya sistem layanan pengaduan darurat yang mudah diakses oleh masyarakat maupun awak kendaraan umum ketika terjadi kejadian di lapangan.

“Kami mengimbau Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk menyediakan nomor kontak pengaduan yang dapat dihubungi masyarakat ketika terjadi peristiwa darurat di jalan. Dengan adanya kanal komunikasi yang jelas, masyarakat maupun awak bus dapat segera menyampaikan kondisi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat oleh instansi terkait,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam perspektif pelayanan publik, penyediaan kanal pengaduan yang responsif merupakan bagian penting dari kewajiban penyelenggara layanan khususnya bidang transportasi untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa angkutan umum.

Selain itu, Ombudsman juga mendorong agar koordinasi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait diperkuat, terutama selama periode arus mudik dan mobilitas masyarakat yang meningkat, sehingga setiap kejadian di jalan raya dapat segera ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Ombudsman juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di ruas jalan nasional, terlebih pada malam hari, karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.(r)

Perkuat Ekonomi Lokal dan Nasional, JNE Mataram dan Fipper Jalin Kolaborasi Strategis

Mataram (globalfmlombok.com)-

JNE terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Langkah nyata ini diwujudkan melalui perluasan kolaborasi strategis bersama Fipper Indonesia, sebuah merek alas kaki yang tengah berkembang pesat di pasar ritel tanah air.

Sinergi tersebut dipertegas oleh JNE Cabang Mataram yang resmi menjadi mitra logistik bagi Fipper Indonesia dalam menyokong operasional dua gerai baru mereka di Lombok yang baru diresmikan, Sabtu (14/3/2026). Kedua gerai tersebut berlokasi strategis di Jalan Panca Usaha, Cilinaya, Cakranegara dan di Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Branch Manager JNE Mataram, Misti Lulu Indrayani, menjelaskan bahwa kerja sama antara JNE dan Fipper sebenarnya telah terjalin lama. Momen peresmian dua gerai baru di Lombok ini menjadi titik krusial bagi JNE untuk memperkokoh jalinan kemitraan tersebut.

“Karena pada dasarnya kalau JNE tetap mendukung untuk perkembangan ekonomi khususnya di Indonesia maupun di beberapa region di mana JNE itu ada,” ujar Misti.

Memasuki usia ke-35 tahun, JNE berkomitmen menjalankan perannya sebagai mitra distribusi guna memastikan rantai pasok Fipper tetap terjaga dengan stabil. Upaya ini selaras dengan filosofi JNE untuk terus tumbuh dan bergerak bersama para mitra, mulai dari UMKM hingga brand internasional.

“Jadi UMKM, brand lokal maupun brand internasional yang mau tumbuh atau berkembang dan mengembangkan usahanya, kami siap dukung. Kita kita siap berkolaborasi,” tegasnya.

Misti berharap sinergi positif ini mampu membawa kedua belah pihak tumbuh lebih besar sehingga memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekonomi regional. Ia menandaskan bahwa JNE menaruh harapan besar agar kolaborasi dengan brand seperti Fipper dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Di sisi lain, ekspansi dua gerai sekaligus ini merupakan langkah taktis Fipper dalam merespons tingginya permintaan masyarakat Lombok terhadap alas kaki berkualitas. Direktur Fipper Indonesia, Michael Candra, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Lombok didasari oleh keyakinan terhadap potensi pertumbuhan daerah tersebut.

“Kenapa kami membuka dua gerai? Kami selain mengetahui atas minatnya berbagai pihak terhadap Fipper, tapi kami juga merasa Lombok adalah merupakan lokasi dan area yang kami amat sangat yakini itu bisa berkembang bersama dengan Fipper,” jelas Michael.

Rekam jejak Fipper sendiri tergolong impresif. Setelah mencatatkan prestasi di ASEAN Records pada tahun 2024 sebagai merek sandal dengan pilihan warna terbanyak, mereka juga meraih penghargaan pada 2025 atas ekspansi gerai ritel tercepat, yakni membuka 28 gerai hanya dalam periode empat bulan.

Michael menegaskan bahwa Fipper tetap setia pada komitmennya untuk menyediakan sandal berbahan berkualitas dengan desain yang inklusif untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Inovasi warna yang mencapai ribuan kombinasi menjadi keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen.

“Jadi dari segi warna yang beragam ini, kami rasa bisa dapat dicocokkan kepada setiap kaki orang, gitu. Itu yang kami ingin berikan,” tambahnya.

Melalui kemitraan logistik dengan JNE, Michael optimistis distribusi produk akan semakin efisien dan menjangkau pelanggan lebih luas. Ia berharap kerja sama ini memicu kemajuan bagi kedua perusahaan di masa depan. Bersamaan dengan pembukaan gerai ini, Fipper juga memperkenalkan produk terbaru mereka, yakni Fipper Slides dan Fipper Flex, yang dirancang khusus untuk kenyamanan pemulihan pasca-olahraga (sports recovery).

Memeriahkan momen grand opening tersebut, Fipper dan JNE memanjakan pelanggan dengan berbagai promo menarik. Konsumen dapat menikmati promo beli dua gratis satu, serta tambahan voucher senilai Rp50.000 bagi masyarakat yang tergabung dalam program loyalitas member JNE. (sib)

Taman Nasional Tambora Masih Ditutup

Dompu (globalfmlombok.com) – Kawasan wisata di Gunung Tambora hingga kini masih ditutup untuk aktivitas masyarakat dan wisatawan. Penutupan dilakukan menyusul peningkatan status gunung tersebut dari level I (normal) menjadi level II (waspada).

Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Tambora, Abdul Azis Bakry mengungkapkan, meski kawasan telah ditutup, masih ada sebagian masyarakat yang masuk ke kawasan hutan Tambora.

“Namun ada masyarakat yang masih ketergantungan dengan kawasan dan sering ke kawasan untuk ambil madu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah status Tambora dinaikkan dari normal menjadi waspada pada Selasa (10/3), pihaknya langsung meminta para kepala resort untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kepala desa, serta aparat kepolisian agar mengimbau masyarakat tidak memasuki kawasan gunung tersebut.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi guna mencegah terjadinya korban jiwa akibat peningkatan aktivitas vulkanik. “Kita minta menghimbau masyarakat untuk tidak masuk kawasan sampai dinyatakan aman dari pihak yang berwenang,” katanya.

Selain itu, BTN Tambora juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bahaya di kawasan gunung.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Tambora dari normal menjadi waspada. Peningkatan status ini dipicu adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Doro Afi Toi yang berada di kawah puncak gunung sejak Februari 2026 hingga status waspada ditetapkan pada Selasa (10/3) sekitar pukul 10.00 WITA.

Pengamat Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rasyidin mengatakan, dengan status waspada, masyarakat maupun pengunjung diminta tidak memasuki area dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

“Radius 3 kilometer ini berada di kawah Gunung Tambora. Peningkatan aktivitas vulkanik ini terjadi pada Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou yang berada di dalam kaldera Tambora,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat dan wisatawan juga dilarang turun ke dasar kaldera maupun mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou. Selain itu, masyarakat diminta tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas yang terdapat di dasar kaldera.

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut, potensi bahaya berupa guguran atau longsoran batuan dari tebing dan dinding kaldera juga meningkat. Kondisi lereng yang tidak stabil dapat memicu longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Taman Nasional Tambora Masih Ditutup

Polda NTB Kerahkan 1.649 Personel pada Operasi Ketupat Rinjani 2026

Mataram (globalfmlombok.com)Polda Nusa Tenggara Barat menurunkan 1.649 personel serta menyiapkan 35 pos dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026. Operasi tersebut digelar untuk mengamankan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah, baik sebelum maupun setelah hari raya.

Kapolda NTB, Edy Murbowo, Jumat (13/3/2026) mengatakan operasi tersebut akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 26 Maret 2026.

Selain personel kepolisian, operasi pengamanan juga melibatkan sejumlah instansi terkait. “Hampir 200-an personel dari Polri. Kalau instansi terkait ada 500 dari TNI, 116 dari Basarnas, 1.259 dari Dinas Perhubungan, dan 126 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kesehatan internal personel kepolisian serta memeriksa kondisi sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam operasi tersebut.

Dalam operasi ini, polisi menyiapkan total 35 pos yang terdiri atas 18 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu.

“Pos terpadu kita buat di Labuhan Lembar, Gili Mas, kemudian terminal. Kalau pos pengamanan biasanya terdiri dari lebih banyak anggota Polri,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik maupun arus balik selama libur Lebaran.

Selain itu, potensi bencana juga menjadi salah satu perhatian dalam operasi tahun ini. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, personel yang bertugas akan terus memantau perkembangan prakiraan cuaca.

“Kami nanti akan berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas jika ada peristiwa kebencanaan untuk mempercepat proses pertolongan,” katanya.

Kapolda NTB juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar melapor kepada Bhabinkamtibmas atau Babinsa di tingkat kelurahan maupun desa. Pemberitahuan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian aparat untuk meningkatkan patroli di lingkungan tempat tinggal warga.

“Ini untuk mengantisipasi agar rumah yang ditinggal tidak menjadi sasaran pencurian,” ujarnya.

Ia berharap Operasi Ketupat Rinjani tahun ini dapat berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat dapat menjalani libur hari raya dengan nyaman. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polda NTB Turunkan 1.649 Personel dan Siapkan 35 Pos di Operasi Ketupat Rinjani 2026

Bandara Amman Mineral Segera Dibuka untuk Penerbangan Umum

Taliwang (globalfmlombok.com) – Bandara Amman Mineral Poto Tano yang berlokasi di Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), direncanakan akan dibuka untuk penerbangan umum. Rencana tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat berkunjung ke bandara tersebut pada Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan, Bandara Amman Mineral Poto Tano tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan internal perusahaan tambang, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di KSB. Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi NTB akan mencoba berkomunikasi dengan sejumlah maskapai penerbangan yang berpotensi membuka rute menuju dan dari KSB.

“Kita di provinsi akan membantu mendapatkan perusahaan penerbangan yang akan terbang ke sini. Tapi masih dicari model bisnisnya karena pasti ada risiko yang akan ditanggung dalam beberapa saat,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah menargetkan adanya penerbangan langsung dari KSB menuju Denpasar dan Surabaya. Menurutnya, pembukaan rute tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi pariwisata di KSB sekaligus memperkuat sektor logistik dan perdagangan.

Selama ini, wilayah Pulau Sumbawa belum memiliki penerbangan langsung menuju Surabaya. Sebagian besar penerbangan masih terhubung melalui Denpasar atau Pulau Lombok. Padahal, aktivitas perdagangan dan integrasi ekonomi masyarakat NTB cukup besar dengan Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Jika rute tersebut dapat dibuka, pemerintah menilai akan tercipta pintu baru bagi perputaran perdagangan antara NTB dan Jawa Timur.

“Kalau di Sumbawa ini belum pernah ada penerbangan langsung ke Surabaya. Selama ini hanya ke Denpasar atau Lombok. Padahal dari sisi integrasi ekonomi, hubungan perdagangan kita paling besar dengan Surabaya dan Jawa Timur,” jelasnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa bandara tersebut telah memiliki kode bandara internasional yakni PNW. “PNW itu kode internasionalnya. Seperti di Lombok kode internasionalnya LOP,” ujarnya.

Bandara Amman Mineral Poto Tano sebelumnya dibangun untuk mendukung operasional internal perusahaan tambang. Selama ini, mobilitas perusahaan lebih banyak memanfaatkan pesawat amfibi menuju kawasan Benete. Namun karena lokasi bandara relatif dekat dengan pusat kota, muncul rencana agar fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Saat ini, bandara tersebut belum dapat beroperasi untuk penerbangan komersial. Pihak perusahaan bersama Pemerintah Provinsi NTB masih mengurus proses administratif untuk mengubah status bandara dari bandara khusus menjadi bandara yang dapat melayani penerbangan umum.

“Ini hanya masalah administratif saja. Semua kelengkapan yang dibutuhkan sudah ada dan sudah diverifikasi,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bandara Amman Mineral Siap Dibuka untuk Penerbangan Umum

Arus Mudik Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang di BIZAM Diprediksi Naik Tipis

Praya (globalfmlombok.com) – Pergerakan penumpang pesawat udara selama arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) diprediksi meningkat sekitar 4,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.

Meski kenaikannya tidak terlalu signifikan, pihak pengelola bandara tetap melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang. Salah satunya dengan membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 mulai Jumat (13/3/2026).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026) mengatakan posko terpadu tersebut akan beroperasi hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat layanan bagi pengguna jasa angkutan udara di BIZAM selama musim Lebaran.

“Melalui posko terpadu kami akan memantau operasional bandara secara intensif,” ujarnya.

Selain itu, kehadiran posko terpadu juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran. Pengelolaan operasional bandara selama periode tersebut akan mengedepankan prinsip 3S + 1C, yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance, guna menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.

Aidhil menjelaskan, berbagai unsur terlibat dalam posko terpadu tersebut. Di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, pihak maskapai penerbangan, ground handling, hingga komunitas bandara lainnya.

Berdasarkan data operasional pada periode Lebaran tahun lalu, jumlah pergerakan pesawat di BIZAM tercatat mencapai 1.134 pergerakan. Sementara jumlah penumpang sebanyak 130.883 orang dengan pergerakan kargo mencapai 660 ton.

Untuk periode Lebaran tahun ini, pergerakan pesawat diproyeksikan meningkat sekitar 28,2 persen menjadi 1.454 pergerakan. Sedangkan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 136.255 orang atau naik 4,1 persen. Sementara pergerakan logistik diprediksi meningkat sekitar 6,4 persen menjadi 702 ton.

“Untuk puncak pergerakan penumpang saat arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 9.096 penumpang. Sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 atau tujuh hari setelah Lebaran dengan proyeksi sekitar 9.808 penumpang,” jelasnya.

Seluruh pemangku kepentingan yang terlibat telah berkomitmen memastikan rangkaian operasional angkutan udara selama periode Lebaran berjalan lancar, aman, dan tertib. Di saat yang sama, pelayanan kepada pengguna jasa diharapkan tetap optimal sehingga memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Arus Mudik Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang di BIZAM Diprediksi Naik Tipis

Temuan Roti Berjamur di Program MBG Lobar, BBPOM Hentikan Sementara Distribusi dari UMKM

Mataram (globalfmlombok.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat melakukan penelusuran lapangan terkait temuan roti berjamur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, Kamis (12/3/2026) menjelaskan, penelusuran dilakukan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa produk roti yang dilaporkan tersebut diperoleh dari salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Tim juga menemukan bahwa UMKM pemasok roti tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan. Sertifikat tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam pemenuhan standar keamanan pangan bagi produk yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat.

Produk roti tersebut diketahui sempat terdistribusi ke beberapa sekolah penerima manfaat program MBG. Namun berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, produk tersebut belum sempat dikonsumsi oleh para siswa.

Hal itu karena kegiatan belajar mengajar masih berlangsung pada bulan Ramadan sehingga makanan yang dibagikan tidak langsung dikonsumsi di sekolah.

Sebagai tindak lanjut, BBPOM di Mataram bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat melakukan pembinaan kepada pihak terkait. Selain itu, distribusi produk roti dari UMKM tersebut dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan keamanan pangan dapat dipenuhi. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Temuan Roti Berjamur di Program MBG di Lobar, BBPOM Hentikan Sementara Distribusi dari UMKM