Beranda blog Halaman 129

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta (globalfmlombok.com)-

Suara lonceng yang memecah keheningan di lereng Gunung Agung menjadi mukadimah bagi sebuah harapan baru. Di Pura Kancing Gumi, Bali, doa-doa melambung setinggi 250 meter dari permukaan laut, memohon keselamatan bagi alam semesta.

Namun, masyarakat di kawasan Hutan Mahawana Basuki Besakih menyadari bahwa doa harus beriringan dengan laku nyata.

Melalui filosofi Tri Hita Karana—keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam—Pertamina hadir melalui program Hutan Lestari. Inisiatif reforestasi pasca-erupsi Gunung Agung tahun 2017 ini kini tak sekadar menghijaukan kembali lereng yang sempat mati suri, tetapi juga menghidupkan kembali sendi-sendi ekonomi warga desa.

I Nyoman Artana, sosok local hero di balik transformasi ini, menegaskan pentingnya menjaga Besakih sebagai Huluning Bali Rajya atau hulu dari Pulau Dewata. “Mengelola lingkungan harus dimulai dari hulu. Jika lokasi ini tidak dipelihara dengan baik, Bali akan rentan terhadap bencana dan perubahan iklim,” ujarnya dengan nada penuh penekanan.

Hasil dari menjaga “hulu” ini pun berbuah manis. Kelompok binaan Nyoman kini mampu memanen 100 hingga 150 kg madu per tahun, dengan harga jual mencapai Rp500.000 per liter untuk madu kelanceng yang berkhasiat tinggi. Tak hanya itu, geliat wisata alam di lokasi ini melonjak drastis dengan pendapatan kelompok mencapai Rp120 juta per bulan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi puluhan warga sebagai pengelola wisata.

Semangat menjaga alam ini pun bergema hingga ke tanah Lampung. Di Ulubelu, seorang pria bernama Wastoyo menjadi saksi hidup bagaimana hutan bisa mengubah karakter seseorang. Jika dulu hutan adalah medan perburuan dan sasaran gergaji mesin, kini hutan adalah rumah yang ia proteksi dengan sepenuh hati.

“Dulu, menebang pohon adalah cara instan kami untuk menyambung hidup karena ketidaktahuan. Kami terjebak dalam siklus perusakan demi sesuap nasi,” kenang Wastoyo.

Titik balik terjadi saat Pertamina memperkenalkan Sekolah Hutan Lestari. Melalui pendampingan intensif kepada KUPS Margo Rukun, para mantan pemburu ini bertransformasi menjadi pembudidaya ulung. Mereka tidak hanya menanam 50.000 bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) untuk menahan erosi, tetapi juga mengubah limbah kopi menjadi pupuk berkualitas melalui unit Pertaganik Bestari.

Keberhasilan ini tercermin dari angka yang fantastis: KUPS Margo Rukun kini mencatatkan omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun. Produk bibit dan konsep budidaya lebah mereka bahkan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan multinasional sebagai standar rehabilitasi lahan di Lampung.

Bergeser ke pesisir Selatan Jawa, sebuah cerita unik lahir dari tangan dingin Wahyono di Kampung Laut, Cilacap. Di tempat yang dulunya gundul akibat pembalakan mangrove besar-besaran, Wahyono sempat dianggap “gila” oleh warga sekitar karena kegigihannya menanam kembali bakau di atas lahan yang gersang dan penuh udang yang mati terserang penyakit.

“Dulu semuanya gersang, namun, saya yakin mangrove adalah ‘pabrik’ alami kita, kini, keraguan warga sirna.” ujar Wahyono.

Pembibitan mandiri Wahyono mampu memproduksi hingga 800 ribu bibit mangrove setiap tahunnya. Kawasan tersebut kini telah bermetamorfosis menjadi pusat eduwisata yang diakui peneliti mancanegara sebagai model pemulihan ekosistem pesisir.

Wahyono dengan haru menutup ceritanya, “Dulu mereka bilang saya gila, sekarang kita ‘gila’ bersama-sama untuk menjaga hutan demi masa depan anak cucu.”

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa ketiga cerita sukses ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional, sejalan dengan visi pemerintah era Presiden Prabowo Subianto.

Program Hutan L3stari telah menanam lebih dari delapan juta pohon produktif dan mangrove serta telah membina masyarakat sekitar melalui integrasi antara reforestasi, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi generasi muda.

“Pertamina membuktikan bahwa menjaga energi bumi bisa sejalan dengan menghidupkan kemandirian masyarakat, hutan tidak lagi hanya dijaga agar tidak rusak, tapi dirawat agar terus memberi kehidupan.” Lanjut Baron.

Program Hutan Lestari berkontribusi pada pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mengakhiri kelaparan (SDG 2), memastikan konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), serta aksi iklim (SDG 13). Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menjadi landasan Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.(r)

Idulfitri 1447 H, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Kebersamaan Membangun NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (21/3/2026) berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Ribuan jemaah memadati halaman Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, larut dalam gema takbir yang menandai berakhirnya Ramadan.

Momentum Idulfitri tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penutup ibadah puasa, tetapi juga sebagai titik awal untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Ramadan membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang syahdu, ribuan jemaah dari berbagai latar belakang berdiri dalam satu saf, melebur dalam kesederhanaan dan kebersamaan. Perbedaan suku, profesi, hingga asal daerah seolah hilang, digantikan oleh kesatuan arah dalam beribadah.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan merupakan “madrasah kehidupan” yang mengajarkan keseimbangan antara kesalehan pribadi dan sosial.

Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri secara menyeluruh, mulai dari ucapan, tindakan, hingga keinginan.

“Tidak semua yang mampu kita lakukan harus dilakukan, dan tidak semua yang kita inginkan harus diwujudkan. Di situlah letak kebijaksanaan,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif, kemampuan mengendalikan diri menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan. Banyak permasalahan, kata dia, justru muncul bukan karena keterbatasan, melainkan karena ketidakmampuan menahan diri.

Lebih jauh, Gubernur Iqbal menekankan bahwa nilai-nilai Ramadan, seperti kepedulian sosial melalui zakat dan semangat berbagi, harus terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada percepatan program, tetapi juga pada keseimbangan antara capaian dan kebermanfaatan, serta antara kekuatan dan kepedulian.

“NTB tidak hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi juga dengan hubungan sosial yang sehat dan rasa saling percaya,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial. Kebersamaan, lanjutnya, merupakan fondasi utama dalam mewujudkan daerah yang makmur dan berdaya saing.

Pelaksanaan salat Idulfitri tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kebersamaan dapat terbangun dari hal-hal sederhana, seperti saling memahami, peduli, dan hadir bagi sesama.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa Idulfitri bukanlah akhir, melainkan awal langkah untuk membangun kehidupan yang lebih baik secara bersama-sama.

“Jalan menuju NTB yang makmur dan mendunia hanya bisa dilalui dengan kebersamaan, kepedulian, dan ketulusan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Idul Fitri dan Pesan Gubernur Iqbal: Membangun NTB dengan Kebersamaan

Ribuan Warga Mataram Salat Idulfitri di Lombok Epicentrum Mall

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 7.000-an warga Mataram melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijiriah di parkiran timur, Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu (21/3/2026). Ribuan masyarakat memadati areal parkiran untuk merayakan Hari Besar Umat Islam tersebut.

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 hijiriah di Lombok Epicentrum Mall itu merupakan kolaborasi strategis antara Pemkot Mataram, manajemen LEM, dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Raudhatul Jannah BTN Taman Indah.

Adapun yang bertindak sebagai Imam salat adalah H. Sanusi, salah satu qari asal Mataram. Kemudian, yang bertindak selaku Khotib yakni Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A., yang juga Warek II Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Salat Idulfitri di Lombok Epicentrum Mall turut dihadiri Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, TP PKK, Forkopimda, Kepala SKPD, Camat, Lurah, karyawan Pemkot Mataram, hingga jajaran manajemen LEM. 

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan apresiasi atas kelancaran dan ketertiban Salat Idulfitri di lingkungan LEM. Ia bersyukur Salat Idulfitri berlangsung khidmat.

“Mudah-mudahan, sekali lagi, keberkahan dan kebaikan untuk kita semua,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Ia memastikan bahwa pelaksanaan lebaran di Mataram dalam keadaan tertib dan kondusif tanpa masalah yang berarti.

“Saya berharap Kota Mataram tetap suasananya tetap sejuk, damai,” tutupnya.

Salat Idulfitri di Lombok Epicentrum Mall Berjalan Lancar

Sementara itu, General Manager (GM) LEM, Salim Abdad, menyampaikan, bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri di areal Lombok Epicentrum Mall berjalan lancar dengan cuaca yang cerah. Ia menyebut jumlah jemaah Salat Id tahun ini tercatat lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yakni 7.000-an.

“Mudah-mudahan mereka juga bisa menikmati suasana salat hari ini, khotbah hari ini, perjumpaan dengan saudara-saudara dan masyarakat sekitar juga bisa terlaksana di sini,” tutur Salim.

Pantauan Suara NTB, para warga yang hadir melangsungkan Salat Idulfitri dengan begitu khusyuk. Selepas Salat, warga tidak langsung pulang melainkan bersalam-salaman dengan sanak keluarga serta kerabat kolega.

Mewakili segenap keluarga besar LEM, Salim menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Wali Kota Mataram dan jajaran.

“Mudah-mudahan ini juga bagian contoh bagi kita semua dalam mengadakan acara juga tidak kaku, harus fleksibel sehingga acara ini bisa berjalan lancar. Dan kita harapkan masyarakat juga tidak jemu untuk hadir nanti di acara-acara di Epicentrum, baik salat Jumat maupun salat Iduladha, Idulfitri,” pungkasnya.

Sementara itu, Warek II Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A., turut menyampaikan penghargaan terhadap pelaksanaan Salat Idulfitri di LEM.

“Artinya kebersamaan, persaudaraan lintas keagamaan, lintas etnik, lintas saudara, lintas semuanya, ini adalah peran berbagi yang sudah dicontohkan oleh Epicentrum untuk kita semua,” kata Saleh.

Ia berpesan, agar melalui perayaan lebaran tahun ini, masyarakat dapat memetik hikmah setelah menunaikan puasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Ramadan tidak saja dimaknai sebagai momen meningkatkan kualitas keimanan, tapi juga kualitas ibadah sosial.

“Tugas kita ke depan adalah kita menjaga nilai-nilai puasa tadi itu. Kejujuran, integritas, kebersamaan, membantu saudara, kemudian berbagi kepada kaum duafa dan lain sebagainya” tandasnya.

Jaga Kekompakan dan Kerukunan

Ketua PHBI Masjid Raudhatul Jannah BTN Taman Indah, Dr. Ir. H. Lalu Mustajab Hakim, MM., turut mengucapkan syukur atas terselenggaranya Salat Idulfitri di areal LEM.

“Mudah-mudahan ke depan akan lebih sukses lagi, lebih banyak lagi, dan tidak ada halangan apapun, sehingga kegiatannya berjalan dari waktu ke waktu dengan sangat baik dan lancar. Dan tentu harapan kita bersama untuk bisa sukses menjaga kekompakan dan kerukunan di antara kita semua dengan aman dan sukses,” tutupnya.

Sementara itu, Dandim 1606 Mataram Letnan Kolonel Infantri Nyarman, M.Tr (Han), mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pelaksanaan Salat Idulfitri di areal LEM. Ia memastikan, bahwa perayaan hari besar umat Islam itu berlangsung tertib dan tertib.

“Kita wajib bersyukur, kita selalu diingatkan bahwa persatuan dan kesatuan kita sesama instansi itu sangat harus tetap dijaga. Supaya kegiatan ke depan dan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan aman,” pungkasnya.

Suksesnya penyelenggaraan Salat Idulfitri di areal LEM ini membuktikan bahwa sinergitas multipihak berperan penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, tertib, khidmat. Di sisi lain, keberhasilan LEM sebagai penyedia tempat, menunjukkan bahwa LEM tidak saja hadir sebagai pusat perbelanjaan tapi juga sebagai episentrum pelaksanaan ibadah spritual. (sib)

Gubernur NTB Ajak Perkuat Solidaritas dan Kendalikan Diri pada Idulfitri 1447 Hijriah

Mataram (globalfmlombok.com)Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai Idulfitri tidak sekadar sebagai akhir dari ibadah puasa, tetapi sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih peduli dan bermanfaat bagi sesama.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (21/3/2026).

Di hadapan ribuan jemaah, Gubernur menekankan bahwa “madrasah spiritual” selama bulan suci Ramadan sejatinya mendidik umat untuk menyeimbangkan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

“Ramadan mendidik kita agar menjadi manusia yang tidak hanya salih secara pribadi, namun juga salih secara sosial. Karena itu, nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama harus tetap kita hidupkan, tidak hanya di bulan Ramadan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa salah satu inti ajaran puasa adalah kemampuan menahan diri yang menjadi syarat utama menjaga keseimbangan hidup dan alam. Menahan diri tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perilaku konsumtif, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu.

“Bermula dari menahan diri dari haus dan lapar, akhirnya juga menahan diri membeli walau mampu, menahan diri bertindak walau bisa, menahan diri bicara walau mampu. Ini semua dalam rangka mengedepankan manfaat di atas mudarat, serta kontrol diri ketimbang menuruti hawa nafsu,” tegasnya.

Melalui ibadah puasa dan zakat, lanjutnya, masyarakat diajarkan untuk berbagi dengan kesadaran bahwa kehidupan di dunia tidak diperuntukkan bagi satu golongan saja, melainkan untuk hidup berdampingan.

Menurutnya, kemenangan sejati Idulfitri tercapai ketika hati menjadi lebih peduli, tangan lebih ringan untuk berbagi, dan langkah semakin kuat untuk membantu sesama.

Pelaksanaan salat Idulfitri berlangsung khusyuk dengan imam Ustadz Akhyar Mukhsin dan khatib TGH. Adi Fadli. Turut hadir Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Plh Sekda NTB Budi Herman, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta Forkopimda NTB.

Menutup sambutannya, Gubernur atas nama pemerintah provinsi, pribadi, dan keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai kesempatan membentuk karakter yang lebih baik, momentum memperkuat persaudaraan, solidaritas sosial, dan komitmen untuk membangun NTB yang lebih makmur dan mendunia. Mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan salat berjamaah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan open house di Pendopo Gubernur NTB yang terbuka untuk masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Idul Fitri 1447 Hijriah, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗡𝗧𝗕 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗼𝗹𝗶𝗱𝗮𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗿𝗶 “

3.019 Narapidana di NTB Terima Remisi Idulfitri 1447 Hijriah

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 3.019 narapidana (napi) dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat menerima Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK) dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, Sabtu (20/3/2026) mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil verifikasi dari total 3.030 usulan yang diajukan jajaran lembaga pemasyarakatan (lapas) se-NTB.

Ia menjelaskan, besaran remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari hingga dua bulan. Rinciannya, sebanyak 526 orang menerima remisi 15 hari, 2.135 orang mendapat satu bulan, 274 orang memperoleh satu bulan 15 hari, dan 84 orang menerima pengurangan masa pidana selama dua bulan.

Berdasarkan jenis perkara, penerima didominasi pelaku pidana khusus sebanyak 1.641 orang, sementara pidana umum tercatat 1.378 orang. Kasus narkotika menjadi yang terbanyak dengan 1.562 orang.

Lebih lanjut, Lombok Barat tercatat menyumbang jumlah penerima remisi terbanyak dengan 1.149 orang. Disusul Lapas Sumbawa Besar sebanyak 563 orang, Lapas Dompu 370 orang, dan Lapas Selong 349 orang. Selain itu, remisi juga diberikan kepada warga binaan di sejumlah unit lain, seperti Rutan Praya, Rutan Raba Bima, LPKA Lombok Tengah, Lapas Perempuan Mataram, hingga Lapas Terbuka Lombok Tengah.

“Dari total penerima, sebanyak 12 orang mendapatkan Remisi Khusus II atau langsung bebas pada Hari Raya Idulfitri ini,” ujarnya.

Mereka berasal dari Lapas Lombok Barat sebanyak enam orang dan Lapas Dompu tiga orang. Selain itu, Lapas Terbuka Lombok Tengah dua orang dan LPKA Lombok Tengah satu orang.

Agung Krisna menegaskan, pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara atas perubahan perilaku positif warga binaan. Remisi juga diharapkan menjadi motivasi bagi narapidana untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Momentum Idulfitri ini diharapkan menjadi titik balik bagi warga binaan untuk lebih disiplin mengikuti program pembinaan, sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 3.019 Napi di NTB Terima Remisi Idulfitri 1447 Hijriah“

973 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 973 personel gabungan akan diturunkan untuk mengamankan malam takbiran di wilayah Kota Mataram, Jumat (20/3/2026).

Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Yozana Fajri Sidik mengatakan, ratusan personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, BKO Polda NTB, serta instansi Pemerintah Kota Mataram seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Damkar.

“Pelibatan personel gabungan ini merupakan wujud sinergitas yang selama ini terjalin baik antara Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Mataram dalam menjaga keamanan masyarakat,” katanya.

Pawai takbiran tahun ini akan dilaksanakan secara terpusat di masing-masing kecamatan, yakni Ampenan, Sekarbela, Mataram, Selaparang, Cakranegara, dan Sandubaya.

“Untuk itu, personel pengamanan akan ditempatkan di tiap wilayah guna memastikan kegiatan berjalan tertib,” tambahnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa jajaran Polsek telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan sebagai panitia pelaksana di tingkat wilayah.

“Dengan sistem ini, pengamanan dapat lebih optimal karena disesuaikan dengan kondisi di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian pawai malam takbiran di Kota Mataram dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu situasi kamtibmas.

“Kita berharap kegiatan pawai malam takbiran ini berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita,” tandasnya. (mit)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 973 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran di Mataram

Pelaksanaan Salat Idulfitri di GOR Dompu Berlangsung Khusyuk

Dompu (globalfmlombok.com) – Ribuan umat Islam di Kabupaten Dompu menggelar salat Idulfitri 1447 Hijriah di lapangan GOR Dompu, Jumat (20/3/2026) pagi. Salat Idulfitri yang difasilitasi Muhammadiyah ini berlangsung khusyuk dengan khatib Fahrudin Ahmad, M.Ag., yang mengangkat tema kesucian diri sejati.

Dalam khutbahnya, Fahrudin menyampaikan pesan singkat namun penuh makna dengan mengutip Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133 dan 135. Ayat tersebut menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa, yakni gemar berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain.

Ia juga mengingatkan pentingnya tidak menyekutukan Allah dan berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 36. Menurutnya, tingginya derajat orang tua di hadapan Allah menjadi pengingat bahwa kesuksesan anak tidak lepas dari doa dan perjuangan mereka.

“Karena itu, manfaatkan waktu untuk terus berbakti kepada orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Dompu, H. Abdillah, S.Pd., menjelaskan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dikombinasikan dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni satu hari satu tanggal dalam kalender Hijriah.

Ia menyebutkan, berdasarkan metode tersebut, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026), setelah posisi hilal dinilai telah memenuhi kriteria di sejumlah wilayah seperti India, negara Arab, dan Afrika pada Kamis (19/3/2026).

Penetapan tersebut berbeda dengan keputusan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama yang menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (21/3/2026), sehingga sebagian umat Islam masih menjalankan ibadah puasa Ramadan pada Jumat (20/3/2026).

“Mari kita saling menghormati perbedaan ini dan tetap menjaga toleransi antar sesama,” ajaknya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pelaksanaan Salat Idulfitri di GOR Dompu Berlangsung Khusyuk

Ratusan Jemaah Muhammadiyah Salat Id di Halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB

Mataram (globalfmlombok.com)—

Ratusan jemaah Muhammadiyah menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB, Baturinggit, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Jumat (20/3/2026).

Salat Id di lokasi tersebut dipimpin oleh Imam Ustadz Lukmanul Hakim, sementara khutbah disampaikan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, TGH Prof. Dr. Subhan Abdullah Acim.

Selain di Masjid Darul Arqam, Muhammadiyah juga menggelar salat Id di sejumlah titik lain. Secara keseluruhan, terdapat 33 lokasi pelaksanaan salat Id di seluruh Nusa Tenggara Barat. Khusus di Kota Mataram, salat Id dilaksanakan di tiga titik, yakni di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram, serta halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB.

Dalam khutbahnya, TGH Subhan menegaskan bahwa hakikat Idul Fitri adalah menghadirkan rasa syukur kepada Allah SWT setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Ia menyebutkan, tidak semua orang mampu merasakan kebesaran dan keagungan Allah, serta tidak semua mampu mensyukuri nikmat yang diberikan, meskipun hidup dalam kelimpahan materi dan kesenangan duniawi.

“Tidak setiap orang mampu merasakan kelezatan bertakbir, bertahlil, bertahmid, bertasbih, dan beribadah kepada Allah, kecuali mereka yang berhasil menyucikan diri dan rohaninya,” ujar TGH Subhan dalam khutbahnya.

Menurut dia, kesucian jiwa tersebut akan melahirkan kedekatan batin antara manusia dengan Sang Pencipta.

Pelaksanaan salat Id di halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB berlangsung khidmat. Salat dimulai pada pukul 07.15 Wita dan diikuti ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Mataram dan Lombok Barat.(ris)

Jemaah Naqsyabandiyah Kota Bima Gelar Salat Idulfitri Hari Ini

Kota Bima (globalfmlombok.com) —

Sebagian warga Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal dari jadwal pemerintah, Kamis (19/3/2026), di halaman Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amali.

Sejak pagi, Kelompok Tarekat Naqsyabandiyah Kota Bima bersama warga setempat telah mempersiapkan pelaksanaan ibadah. Area salat dibersihkan, saf jamaah ditata, dan panitia melakukan koordinasi guna memastikan kegiatan berjalan lancar.

Salah seorang warga, Mega, menyebut jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kelurahan Ntobo. “Bukan cuman warga Ntobo yang ikut, ada juga warga dari kelurahan lain, ada yang dari (Kelurahan) Rontu gitu-gitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Idulfitri lebih awal di wilayah tersebut bukan hal baru. Tradisi ini telah berlangsung hampir setiap tahun, seiring adanya perbedaan keyakinan dalam menentukan awal Syawal.

“1 Ramadan-nya memang lebih awal dibanding yang lain, jadi salat Idulfitri nya juga lebih awal dari yang lain,” tuturnya.

Jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai ratusan orang. “ Banyak, kayakknya ratusan yang ikut (salat),” katanya.

Pelaksanaan salat dilakukan berdasarkan perhitungan internal kelompok tersebut, berbeda dengan ketetapan pemerintah. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan pengawasan aparat serta pengaturan dari panitia.

Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. “Kegiatan berlangsung tertib dengan pengaturan jamaah yang telah disiapkan panitia sebelumnya,” pungkasnya. (hir)

Pelabuhan Lembar-Padangbai Ditutup Sementara Saat Nyepi, Masyarakat Diminta Mudik Lebih Awal

Giri Menang (suarantb.com) – Pelayanan penyeberangan kapal lintas Lembar-Padangbai mulai ditutup sementara Rabu (18/3/2026) malam, karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Pada perayaan Nyepi ini juga diprediksi berbarengan dengan puncak arus mudik Lebaran.

Masyarakat yang akan melintasi Lembar-Padangbai atau sebaliknya diimbau untuk mudik lebih awal sebelum pelabuhan ditutup sementara selama Nyepi berlangsung.

“Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar-Padangbai ditutup sementara mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal saat dikonfirmasi, Selasa (10/03/2026).

Mulai dari pukul 21.00 Wita itu sudah tidak akan ada lagi kapal yang berangkat dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Hal ini karena perjalanan penyeberangan membutuhkan waktu beberapa jam. Sehingga langkah antisipasi diperlukan, supaya tidak ada kapal yang tiba di pelabuhan Padangbai saat Nyepi sudah dimulai.

Sedangkan pada 19 Maret 2026, Pelabuhan Padangbai mulai menutup aktivitas operasional pada pukul 04.00 Wita.

Kemudian lintas Lembar-Padangbai akan mulai beroperasi kembali pada 20 Maret 2026, pukul 01.30 Wita. “Pelabuhan Padangbai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” imbuhnya.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi arus mudik yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan seperti mudik tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” beber pria berkaca mata ini.

Menurutnya, faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan penumpang pada musim mudik tahun ini adalah kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang juga rencananya akan diberlakukan pemerintah. Dengan begitu dapat memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan tanpa harus terburu-buru dan berdesak-desakan saat puncak arus mudik.

“Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 Maret itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, tidak menumpuk di satu tanggal saja,” pungkas Syamsurizal. (her)