Beranda blog Halaman 127

Animo Wisatawan Tinggi, Sirkuit Mandalika Dibuka Lebih Awal

Praya (globalfmlombok.com)Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memutuskan membuka lebih awal Sirkuit Internasional Mandalika menyusul tingginya animo wisatawan pada momen libur Lebaran 2026.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengatakan sebelumnya kawasan sirkuit dijadwalkan tutup pada 21–22 Maret 2026. Namun, lonjakan kunjungan membuat pengelola membuka kembali sirkuit lebih cepat, tepatnya pada hari kedua Lebaran.

“Awalnya kami informasikan sirkuit akan ditutup selama dua hari. Namun tingginya antusiasme kunjungan membuat kawasan sirkuit kembali dibuka secara mendadak pada Minggu yang bertepatan dengan Lebaran ke-2,” ujarnya, Selasa (24/4/2026).

Dalam dua hari pasca-Idulfitri, MGPA mencatat hampir 2.000 wisatawan berkunjung ke kawasan The Mandalika. Pengunjung tidak hanya berasal dari wisatawan lokal, tetapi juga domestik dan mancanegara.

Selain menikmati fasilitas yang tersedia, wisatawan memanfaatkan lintasan sirkuit untuk beragam aktivitas rekreasi, mulai dari berkendara dengan kendaraan pribadi, mencoba layanan taxi ride, hingga olahraga santai di area sirkuit.

Tren kunjungan yang terus meningkat tersebut semakin menguatkan posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism selama periode libur Lebaran.

Priandhi menambahkan, tingginya minat masyarakat menjadi dorongan bagi MGPA untuk terus menghadirkan pengalaman wisata yang menarik dan berkesan bagi pengunjung.

“Antusiasme pengunjung ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan berbagai pengalaman di Sirkuit Mandalika. Kami berharap kehadiran wisatawan juga berdampak positif bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan,” katanya.

Selama libur Lebaran, MGPA juga menghadirkan sejumlah program promo, salah satunya program Lampaq dengan potongan harga tiket masuk dari Rp75.000 menjadi Rp50.000 per orang yang berlaku hingga 29 Maret 2026.

Program tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati langsung atmosfer sirkuit bertaraf internasional tersebut.

“Memang dari dulu ingin sekali liburan ke Sirkuit Mandalika, tapi baru kali ini ada kesempatan. Luar biasa, Indonesia punya sirkuit sebagus ini dengan standar internasional dan pemandangan yang indah,” ujar Saiful, wisatawan asal Bogor, Jawa Barat. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Animo Wisatawan Tinggi, Sirkuit Mandalika Dibuka Lebih Cepat “

30 Persen Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati

Mataram (globalfmlombok.com) – Kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Gita Nada, Sekotong, Lombok Barat, ditemukan memprihatinkan. Sekitar 30 persen area terumbu karang dilaporkan dalam kondisi mati berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesian Blue Foundation (IBF) atau Terumbu Indonesia Biru.

Hasil survei tersebut mengungkapkan empat titik dengan kondisi paling mengkhawatirkan, yakni Gili Genting, Gili Nanggu, Taket Dalem, dan Gili Asahan. Di lokasi tersebut, rata-rata lebih dari 30 persen terumbu karang ditemukan dalam kondisi mati atau berubah menjadi rubble (pecahan karang).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Muslim, meminta pihak yayasan segera mengurus perizinan sebelum melakukan intervensi di kawasan tersebut.

“Khususnya izin pemanfaatan kawasan konservasi kepada pengelola kawasan, dalam hal ini UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok. Hal ini sangat penting mengingat lokasi yang direncanakan sebagai zona restorasi berada di dalam kawasan konservasi,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penanganan perlu segera dilakukan melalui program restorasi dan transplantasi karang guna memulihkan ekosistem sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata bahari di kawasan Sekotong.

Selain itu, IBF juga berkomitmen memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku wisata, seperti boatman dan pemandu wisata. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan sekaligus mengedukasi mereka agar dapat mengarahkan pengunjung ke lokasi yang aman tanpa merusak ekosistem terumbu karang.

Muslim menyampaikan apresiasi atas inisiatif IBF dalam mendorong pemulihan ekosistem pesisir. Ia berharap program restorasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Tak hanya di Sekotong, kondisi terumbu karang di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang dikenal sebagai Gili Tramena juga menjadi perhatian. Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB melaporkan dugaan kerusakan ekosistem terumbu karang di kawasan tersebut ke Jaksa Agung. Kerusakan diduga dipicu aktivitas yang tidak berkelanjutan serta lemahnya pengawasan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 30 Persen Area Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati  “

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (47)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebijakan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 meliputi sejumlah program. Diantaranya program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi, program pengelolaan permuseuman, program pengembangan kebudayaan, program pencegahan, penanggulangan, penyelamatan kebakaran dan penyelamatan non kebakaran dan lain sebagainya.

Gubernur Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Keluhan Jalan Berlubang

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dikabarkan tengah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) guna mengoptimalkan pelayanan penanganan laporan masyarakat terkait kerusakan ringan pada ruas jalan provinsi, khususnya jalan berlubang.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi NTB, Ilham Ardiansyah, membenarkan rencana pembentukan tim tersebut. Ia menyebutkan, gagasan itu telah disampaikan gubernur kepada jajaran dinas beberapa minggu lalu.

“Nggih terkait dengan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanganan ruas jalan provinsi yang rusak kecil-kecil (berlubang). Niat tersebut sudah pernah disampaikan oleh pak gubernur kepada kami Dinas PUPR-PKP Provinsi beberapa minggu yang lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Menurut Ilham, pembentukan TRC saat ini masih dalam tahap penggodokan, terutama menyangkut teknis pelaksanaan tugas serta mekanisme koordinasi dengan Dinas PUPR-PKP sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan jalan.

“Rencana pembentukan Tim TRC Gubernur tersebut sedang kami diskusikan dengan Plt kepala dinas, seperti apa konsep tim tersebut nantinya. Sementara ini, bayangan kami konsepnya kurang lebih seperti tim TRC kebencanaan yang ada di BPBD,” katanya.

Ia menjelaskan, inisiatif pembentukan TRC tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam melaporkan kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan karena berpotensi memicu kecelakaan.

Melalui tim ini, pemerintah daerah berharap penanganan laporan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan terfokus. Masyarakat nantinya juga didorong untuk melaporkan kondisi jalan melalui aplikasi yang akan terintegrasi dengan sistem kerja TRC.

“Jadi masyarakat bisa melaporkan langsung ketika terjadi kerusakan jalan melalui aplikasi. Ketika laporan masuk, tim TRC segera turun ke lapangan,” jelas Ilham. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur akan Bentuk Tim Reaksi Cepat Atasi Pengaduan Jalan Berlubang  “

Salah Paham Berujung Damai, Kedua Pihak Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kecamatan Mataram bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) memastikan peristiwa yang sempat ramai di media sosial dan diduga sebagai konflik antarwarga di Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan, dan Lingkungan Presak Timur, Kelurahan Pagutan Timur, telah diselesaikan secara damai melalui proses mediasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Mataram, Budi Wartono, menjelaskan mediasi antara pihak-pihak yang berselisih telah dilakukan dan menghasilkan kesepakatan damai yang disetujui kedua belah pihak.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 11.00 Wita kami bersama Kapolsek Mataram dan Danramil sudah menyelesaikan mediasi akhir. Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani kedua pihak dan disaksikan tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, serta pihak kecamatan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan tidak ada lagi gesekan atau potensi konflik lanjutan seperti yang sempat beredar di media sosial.

Menurut Budi, informasi yang berkembang di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan, peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) tersebut murni merupakan kesalahpahaman personal antara dua pemuda dan tidak melibatkan kelompok masyarakat maupun membawa nama wilayah.

“Ini hanya kesalahpahaman antara anak muda dengan anak muda. Tidak ada keterlibatan orang tua, tokoh masyarakat, atau membawa nama lingkungan seperti yang ramai diberitakan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, insiden bermula dari senggolan di jalan yang kemudian memicu cekcok hingga terjadi kontak fisik. Namun, situasi tersebut segera ditangani oleh tokoh setempat dan aparat sehingga tidak meluas menjadi konflik yang lebih besar.

Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram menyebutkan, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, turut memfasilitasi proses perdamaian bersama Kapolresta Mataram. Melalui mediasi tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke ranah hukum.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena dapat memicu kesalahpahaman serta mengganggu situasi yang sudah kondusif.

“Kami berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta. Kemarin kami juga langsung membuat rilis untuk meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Salah Paham Berujung Damai  “

Puncak Arus Balik Lebaran, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

Mataram (globalfmlombok.com) – Puncak arus balik libur Lebaran 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB melakukan pengamanan intensif sejak awal arus balik hingga 30 Maret 2026.

Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik rawan bencana dan kecelakaan di wilayah NTB. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dishub kabupaten/kota serta berbagai instansi terkait.

“Pastinya ada perhatian khusus terhadap titik rawan bencana maupun rawan kecelakaan. Kita juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota karena unsur yang terlibat dalam pengamanan angkutan Lebaran dari pusat sampai daerah,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan di antaranya kawasan pusat perbelanjaan, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, serta Terminal Mandalika. Sementara itu, wilayah rawan bencana meliputi kawasan Pusuk di Kabupaten Lombok Utara, Sembalun di Lombok Timur, serta Nanga Tumpu di Kabupaten Dompu.

Dishub NTB juga menyiapkan posko pengamanan di sejumlah titik vital. Selain itu, pemerintah memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar seperti truk dan tronton, yang hanya diizinkan melintas pada pukul 00.00 hingga 06.00 Wita.

“Jika ditemukan melanggar, kendaraan akan dihentikan. Pengaturan ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus balik,” kata Ervan.

Kepadatan juga mulai terlihat di sejumlah pelabuhan di NTB, terutama di Pulau Lombok seperti Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan, yang dilaporkan telah penuh sejak H+2 Lebaran.

General Manager ASDP Kayangan, Erlisatya, menyebutkan pihaknya telah menyiapkan 24 armada kapal dengan 10 kapal yang beroperasi setiap hari, masing-masing lima dari Kayangan dan lima dari Poto Tano. Sementara itu, di Pelabuhan Lembar disiapkan sekitar 20 kapal untuk melayani penyeberangan selama arus balik.

Di sisi lain, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kepada seluruh perusahaan otobus agar tidak menaikkan tarif tiket melebihi batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, perbedaan harga tiket yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh variasi layanan bus serta mekanisme pembelian melalui pihak ketiga.

“Banyak pembeli yang tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah potensi masalah bisa muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan di terminal saat ini diperketat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum juga akan menertibkan praktik penjualan tiket oleh oknum yang menaikkan harga di luar ketentuan, guna melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus balik Lebaran di NTB dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.(*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Puncak Arus Balik, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

Pendakian Gunung Rinjani 1–4 April 2026 Ludes Terjual

Mataram (globalfmlombok.com) – Kuota pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada 1–4 April 2026 dilaporkan ludes terjual. Seluruh tiket yang dibuka melalui aplikasi E-Rinjani terpantau berstatus quota exceeded atau melebihi kapasitas yang tersedia.

Enam jalur pendakian yang telah terisi penuh tersebut meliputi jalur Senaru dan Torean di Kabupaten Lombok Utara, jalur Sembalun, Timbanuh, dan Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, mengatakan lonjakan pemesanan terjadi setiap hari, dengan mayoritas pendaki berasal dari wisatawan domestik.

Berdasarkan data per Senin (23/3/2026), ratusan pendaki telah mengamankan kuota pada masing-masing hari. Pada 1 April, kuota sebanyak 219 orang telah terpenuhi, terdiri dari 181 pendaki domestik dan 38 pendaki mancanegara.

Kondisi serupa juga terjadi pada 2 hingga 4 April, dengan jumlah pendaki rata-rata di atas 200 orang per hari. Secara rinci, pada 2 April tercatat 222 pendaki (189 domestik dan 33 mancanegara), 3 April sebanyak 222 pendaki (195 domestik dan 27 mancanegara), serta 4 April sebanyak 207 pendaki (189 domestik dan 18 mancanegara).

Dengan demikian, total pendaki yang telah memesan tiket untuk periode tersebut mencapai 870 orang.

“Ini total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang paling diminati tetap jalur Sembalun,” ujar Budhy.

BTNGR sebelumnya telah membuka pemesanan tiket pendakian secara daring sejak 6 Maret 2026 melalui aplikasi E-Rinjani. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan taman nasional.

Budhy mengimbau calon pendaki yang belum mendapatkan kuota agar menjadwalkan ulang rencana pendakian dan melakukan pemesanan lebih awal untuk periode berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi aturan serta prosedur pendakian demi keselamatan dan menjaga kelestarian ekosistem Gunung Rinjani. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pendakian Rinjani 1-4 April 2026 Ludes Terjual

Polda NTB Perketat Pengamanan Arus Balik Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) – Personel Polda NTB terus memperkuat pengamanan selama arus balik Lebaran 2026. Patroli intensif digelar di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) serta pelabuhan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, Selasa (24/3/2026) mengatakan, pengamanan di bandara melibatkan Subsatgas 2 Preventif dalam rangkaian Operasi Ketupat Rinjani 2026. Fokus utama diarahkan pada objek vital dan jalur yang dilalui para pemudik.

Sebanyak 15 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, dipimpin Kasubsatgas AKBP Raindhard Maradona Manalu. Mereka melakukan patroli di area bandara sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Patroli difokuskan pada objek vital dan jalur strategis guna mencegah potensi gangguan kamtibmas selama arus balik,” ujar Kholid.

Selain patroli, personel juga melakukan komunikasi aktif dengan petugas bandara untuk memastikan aktivitas penumpang berjalan aman dan lancar.

“Koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pihak agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan situasi tetap terkendali,” jelasnya.

Sementara itu, Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, mengatakan pengamanan di kawasan pelabuhan dilakukan secara menyeluruh guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia menambahkan, selain di pelabuhan, personel juga disiagakan di sejumlah objek wisata pantai di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat.

“Personel kami juga dilengkapi sarana dan prasarana pendukung, termasuk kapal patroli dan peralatan keselamatan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut,” terangnya.

Dengan pengamanan yang diperketat tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 di wilayah NTB dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polda NTB Perketat Pengamanan Arus Balik

Menyelam di Gili Air, Warga Negara Inggris Ditemukan Meninggal Dunia

Tanjung (globalfmlombok.com) – Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris, Robert Peter Ladd (46), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Gili Air, Selasa (24/3/2026).

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi melalui Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa siang. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

“Korban ditemukan pada pukul 13.20 Wita di kedalaman sekitar 12 meter, tidak jauh dari lokasi awal ia menyelam,” ujar Aryadana.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban melakukan penyelaman dari pantai (shore dive) seorang diri sekitar pukul 11.00 Wita di perairan Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Kekhawatiran muncul setelah korban tidak kunjung kembali ke permukaan hingga lebih dari satu jam.

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan korban di kedalaman sekitar 12 meter. Jasad korban kemudian dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan medis.

Di darat, tim medis dari Nusa Medica sempat melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP) sekitar pukul 13.33 Wita. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Setelah upaya pertolongan pertama dilakukan secara maksimal, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia,” kata Aryadana.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan perahu menuju Dusun Tembobor, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pemenang sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut.

Aryadana menyebutkan, keberhasilan menemukan korban dalam waktu singkat merupakan hasil sinergi berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Bangsal, Polairud Polda NTB, TNI, komunitas penyelam, serta masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan di perairan Gili Air secara resmi dinyatakan ditutup. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Menyelam di Gili Air, WNA Asal Inggris Ditemukan Meninggal Dunia “

Asrama Putra Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Praya (globalfmlombok.com) – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Safinatunnajah yang berada di Dusun Kekadusan Perentek, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Senin (23/3/2026). Sebanyak puluhan asrama putra dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. “Meskipun kerugian material cukup besar, tapi beruntung tidak terdapat korban jiwa, korban luka, maupun korban hilang dalam kejadian tersebut,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Lombok Tengah, Drs. H. Supardan, dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Lombok Tengah, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20 lokal asrama putra. Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 12.00 Wita.

Disdamkartan Lombok Tengah menerjunkan dua regu pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut. Namun, kondisi bangunan asrama yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan menjalar ke area lain.

Sebelum petugas tiba, warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Saat kejadian, asrama dalam kondisi kosong karena para penghuni masih dalam masa libur.

Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.00 Wita. Setelah memastikan api benar-benar padam dan tidak berpotensi menyala kembali, petugas kembali ke markas.

“Untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara karena korsleting listrik,” kata Supardan.

Belajar dari peristiwa tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman.

Ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum guna mencegah kejadian serupa. “Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan pentingnya mitigasi bencana di lingkungan permukiman maupun fasilitas pendidikan,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Asrama Putra Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah Terbakar, Diduga Korsleting Listrik