Beranda blog Halaman 126

Ombudsman NTB Temukan Kembali Pelanggaran Tarif Bus Saat Arus Balik Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) –  Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menemukan adanya ketidaksesuaian tarif angkutan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) non ekonomi pada masa arus balik Lebaran 2026.

Temuan ini menambah panjang daftar pelanggaran yang sebelumnya juga terjadi selama arus mudik.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Dwi Sudarsono, mengungkapkan bahwa meski sudah ada Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Nomor 48 Tahun 2026 yang menetapkan tarif resmi untuk rute Bima–Mataram sebesar Rp330.000, di lapangan masyarakat malah dikenakan tarif hingga Rp400.000.

“Ini jelas melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan. Padahal, tiket yang dibeli di loket resmi perusahaan otobus (PO) harusnya tidak membawa kenaikan harga yang tidak wajar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima globalfmlombok.com, Rabu 25 Maret 2026.

Pelanggaran serupa juga terdeteksi saat arus mudik, di mana tarif layanan eksekutif melampaui batas yang ditentukan, mencapai Rp375.000.

 “Praktik ini berulang. Hal ini menunjukkan adanya lemahnya pengawasan dari Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Dinas Perhubungan,” lanjut Dwi.

Dia menambahkan bahwa meskipun temuan ini sudah disampaikan saat arus mudik, pada arus balik kali ini, pelanggaran yang sama kembali terjadi, yang menandakan pengawasan yang belum optimal.

“Ombudsman berharap, Dinas Perhubungan NTB tidak hanya menerbitkan Surat Keputusan tarif angkutan sebagai formalitas, namun juga mengawasi implementasi di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dwi menekankan bahwa lemahnya pengawasan berpotensi membuka celah bagi praktik tarif yang merugikan masyarakat. Untuk itu, Ombudsman mendesak Dinas Perhubungan untuk mengambil langkah tegas, termasuk menindak operator angkutan yang terbukti melanggar ketentuan tarif.

Ombudsman juga akan melaporkan temuan ini ke tingkat pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan tata kelola transportasi, khususnya pada masa angkutan Lebaran.

 “Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan ketidaksesuaian tarif atau pelayanan angkutan selama arus balik Lebaran 2026. Laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 08111323737,” tutup Dwi.

Dengan adanya temuan ini, Ombudsman berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada masa mendatang.(ris)

Refleksi Ramadhan, Gubernur NTB Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Solidaritas

Mataram (globalfmlombok.com) — Usai menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam membangun daerah.

Hal tersebut disampaikan saat halal bihalal bersama jajaran pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Rabu (25/3/2026).

“Mudah-mudahan setelah puasa selama sebulan kita bisa berjuang lebih keras, bersama-sama ke depan. Latihan sebulan ini memperkuat solidaritas kita dalam membangun NTB,” ujarnya.

Iqbal juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh ASN dan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan kembali mempererat kebersamaan.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan,” katanya.

Mantan Duta Besar RI untuk Turki tersebut berharap momentum Ramadhan mampu mendorong ASN menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

Ia turut mengapresiasi dukungan, kerja sama, serta doa dari seluruh ASN yang selama ini menjadi pilar dalam pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi yang lebih kuat.

“Kami berharap dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan. Tantangan ke depan tidak ringan, tetapi dengan kebersamaan kita bisa memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dan menjalankan tugas secara maksimal dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menekankan pentingnya percepatan kinerja, terutama memasuki triwulan kedua tahun 2026. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk fokus mengejar target yang telah ditetapkan dalam rencana strategis.

Menurutnya, semangat Ramadhan harus menjadi energi baru dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

“Target dan capaian yang telah direncanakan harus segera diselesaikan dengan kualitas terbaik. Jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, target pembangunan NTB dapat tercapai dengan baik.

“Dengan semangat yang sama, kita wujudkan NTB yang makmur dan mendunia. Memasuki triwulan kedua, capaian kinerja harus lebih diakselerasi agar target 2026 dapat dituntaskan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Refleksi Ramadan Gubernur NTB, ASN dan Masyarakat Diminta Perkuat Solidaritas  “

Ancaman Krisis BBM Global, Kendaraan Listrik Dinilai Jadi Solusi Strategis

Mataram (globalfmlombok.com) — Ketegangan geopolitik global, terutama di kawasan penghasil minyak di Timur Tengah, mulai membayangi stabilitas pasokan energi dunia. Di tengah ancaman kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi strategis.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan peralihan ke kendaraan listrik menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Upaya tersebut bahkan telah dimulai secara internal melalui penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Dengan situasi global yang tidak stabil, terutama di wilayah penghasil BBM, kendaraan listrik bisa menjadi alternatif yang harus dilakukan pemerintah maupun masyarakat. Pak Gubernur sudah memberi contoh kepada kami,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurut Samsudin, selain memperkuat ketahanan energi, kendaraan listrik juga memiliki keunggulan dari sisi lingkungan dan efisiensi biaya. Kendaraan listrik dinilai mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi biaya operasional.

Ia mengungkapkan, dari sisi perawatan, kendaraan listrik jauh lebih sederhana dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. “Tidak ada penggantian oli atau banyak komponen perawatan seperti kendaraan konvensional. Yang utama hanya memastikan baterai tetap terisi,” katanya.

Untuk mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik, Dinas ESDM NTB bersama PT PLN terus memetakan pengembangan infrastruktur pendukung, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Saat ini, fasilitas SPKLU di NTB masih terbatas dan tersebar di beberapa titik, seperti di Kantor ESDM NTB, Dinas Perhubungan, Kantor Gubernur, serta Lombok Epicentrum Mall. “Ke depan akan kita perbanyak agar semakin memudahkan masyarakat,” ujar Samsudin.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Jamaluddin, menilai kebijakan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas merupakan langkah tepat di tengah ketidakpastian global.

Ia menuturkan, penggunaan kendaraan listrik juga memberikan kemudahan, terutama dalam pengisian daya yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Cukup mengisi daya di rumah, kendaraan sudah bisa digunakan. Kalau daya listrik di rumah terbatas, baru kita gunakan SPKLU,” katanya.

Meski demikian, ia berharap penambahan SPKLU dapat segera direalisasikan, terutama untuk mendukung mobilitas ke luar Kota Mataram. Menurutnya, dengan kapasitas baterai yang ada saat ini, kendaraan listrik sudah mampu menjangkau seluruh wilayah Pulau Lombok dalam sekali pengisian daya.

Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, kendaraan listrik tidak hanya menjadi solusi menghadapi krisis energi, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi dan menjaga keberlanjutan lingkungan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Ancaman Krisis BBM Global, Kendaraan Listrik Bisa Jadi Solusi Strategis  “

Jaksa Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pengadaan Lahan MXGP Samota

Mataram (globalfmlombok.com) — Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sumbawa bersama Kejaksaan Tinggi NTB menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Kabupaten Sumbawa, Rabu (25/3/2026).

Juru Bicara Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan penyidik telah melimpahkan tiga tersangka dalam perkara tersebut, yakni mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa Subhan, serta dua tim appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Muhammad Julkarnaen dan Pung’s Saifullah Zulkarnain.

“Ini merupakan tahapan penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada jaksa penuntut umum setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21,” ujarnya.

Dengan pelimpahan Tahap II ini, kendali penanganan perkara sepenuhnya beralih dari penyidik kepada jaksa penuntut umum untuk segera dilimpahkan ke pengadilan.

Sebelumnya, Subhan dan Julkarnaen ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Januari 2026, sedangkan Saifullah Zulkarnain pada 29 Januari 2026. Ketiganya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan ketentuan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta ketentuan dalam KUHP terbaru.

Kasus ini berkaitan dengan pengadaan lahan seluas sekitar 70 hektare di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa, yang dibeli Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada tahun 2022–2023 untuk pembangunan Sirkuit MXGP. Nilai pembelian lahan tersebut mencapai Rp52 miliar yang bersumber dari APBD.

Lahan tersebut diketahui milik mantan Bupati Lombok Timur, Ali BD, bersama ahli warisnya. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, ditemukan adanya kelebihan pembayaran dalam transaksi tersebut.

Ali BD disebut sebagai pihak yang menikmati kerugian negara dan telah mengembalikan uang sebesar Rp6,7 miliar kepada jaksa.

Kejaksaan mengungkapkan, appraisal awal terhadap lahan tersebut berada di angka Rp44,8 miliar. Namun, setelah dilakukan penilaian ulang, nilai ganti rugi meningkat menjadi Rp52 miliar.

Penilaian ulang itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari putusan banding dalam perkara perdata terkait klaim sebagian lahan oleh pihak lain. Meski pada akhirnya Mahkamah Agung memutuskan klaim tersebut tidak terbukti, pemerintah daerah tetap merealisasikan pembayaran lahan sesuai hasil appraisal kedua.

Perkara ini kini memasuki tahap penuntutan dan akan segera disidangkan di pengadilan tindak pidana korupsi. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jaksa Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pengadaan Lahan MXGP Samota  “

Minggu, Puncak Arus Balik Lebaran di Bandara BIZAM

Praya, (globalfmlombok.com) — Pergerakan penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam kurun 10 hari sejak 13 Maret 2026, rata-rata jumlah penumpang harian tercatat di atas 9.000 orang.

Jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 yang mencapai 10.559 orang. Sementara pada arus balik, puncak sementara tercatat pada 23 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sebanyak 10.723 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Hidya Putri Ramadhina, mengatakan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Minggu (29/3/2026), seiring berakhirnya masa libur Lebaran.

“Untuk arus balik puncaknya diperkirakan berlangsung pada Minggu, bersamaan dengan berakhirnya masa liburan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, selama periode Angkutan Udara Lebaran, terdapat 20 penerbangan tambahan (extra flight) yang diajukan sejumlah maskapai, seperti Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet. Total pergerakan penumpang hingga saat ini telah melampaui 97.000 orang.

Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, operasional bandara tetap berjalan lancar. Pihak pengelola bandara menyiagakan sebanyak 362 personel gabungan, baik internal maupun eksternal, guna memastikan kelancaran layanan.

Selain itu, kesiapan fasilitas juga terus dipastikan, mulai dari aspek keamanan, keselamatan, sisi udara, sisi darat hingga layanan penumpang lainnya.

“Untuk mengantisipasi waktu puncak, kami telah melakukan berbagai langkah, seperti mengatur kelancaran arus kendaraan di area penjemputan dan pengantaran, serta mencegah terjadinya penumpukan penumpang,” katanya.

Terkait potensi keterlambatan penerbangan, pihak bandara juga telah menyiapkan langkah antisipatif dengan berkoordinasi bersama Airnav dan Otoritas Bandara, termasuk kemungkinan penyesuaian slot waktu penerbangan.

“Saat terjadi delay, kami memastikan perwakilan maskapai tetap berada di lokasi dan menjalankan ketentuan pelayanan kepada penumpang,” ujar Hidya. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Minggu, Puncak Arus Balik di BIZAM  “

Brida NTB Kembangkan Lindi Jadi Biogas, Siap Penuhi Kebutuhan Energi Warga Sekitar TPA

Mataram, (globalfmlombok.com) — Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB terus mematangkan inovasi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah mengonversi lindi atau air limbah sampah menjadi biogas yang ditargetkan mulai didistribusikan kepada masyarakat sekitar tahun ini.

Kepala Brida NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan riset yang dilakukan bersama Rumah Energi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat, menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Hasil riset terhadap potensi lindi menjadi biogas menunjukkan hasil yang memuaskan. Gas yang dihasilkan ini akan dialirkan ke penduduk sekitar dengan teknologi yang sudah disiapkan. Tahun ini proses penyaluran mulai dilakukan,” ujarnya, Rabu (25/3).

Menurut Aryadi, kapasitas olahan lindi di TPA tersebut mencapai sekitar 50 meter kubik per hari. Biogas yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan energi harian masyarakat di sekitar TPA, terutama untuk memasak, serta mendukung fasilitas umum.

“Rencananya untuk warga terdekat dan fasilitas umum seperti masjid, pesantren, dan BUMDes. Tahun ini kita realisasikan,” katanya.

Selain menghasilkan energi alternatif, pengolahan lindi juga menghasilkan produk sampingan berupa pupuk cair organik. Produk ini diharapkan dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi kelompok tani di sekitar kawasan TPA.

Aryadi menilai inovasi ini sekaligus menjadi langkah untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah. “Sampah tidak selamanya menimbulkan masalah. Dengan pengolahan yang tepat, justru bisa memberikan manfaat dan nilai ekonomi,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada pengolahan di hilir, Brida NTB juga menyiapkan solusi penanganan sampah dari tingkat hulu. Saat ini, pihaknya tengah menguji coba teknologi biomassa portabel yang mampu mengonversi sampah dapur menjadi energi terbarukan secara langsung di lingkungan masyarakat.

“Teknologi ini sedang kita uji dan ke depan akan dimassalkan agar masyarakat bisa mengelola sampahnya sendiri,” kata Aryadi.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Brida NTB berharap pengelolaan sampah di daerah tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan dapat diubah menjadi sumber energi baru. Selain itu, upaya ini juga diharapkan berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca di daerah. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Inovasi Pengelolaan Sampah  “

Naufal Hilang Terseret Ombak di Pantai Tanjung Bloam Saat Selamatkan Keluarga

Mataram (globalfmlombok.com)-

Seorang pria bernama Naufal (34), warga Aik Ambung, Masbagik Timur, dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Tanjung Bloam, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Hingga Rabu (25/3/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terseret ombak saat berupaya menyelamatkan anggota keluarganya, Luqyana Kamaria (23), yang lebih dahulu terbawa arus laut.

Luqyana berhasil diselamatkan, namun korban justru tidak mampu menyelamatkan diri dan hilang terseret arus.

Setelah menerima laporan pada Selasa sore, Kantor SAR Mataram mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Kayangan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian bersama unsur SAR gabungan.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian pada hari pertama difokuskan dengan penyisiran di sepanjang pesisir pantai.

“Namun hingga malam hari, korban belum ditemukan. Tim SAR kemudian melakukan evaluasi dan menyusun rencana operasi lanjutan dengan mendirikan posko sementara di kawasan Pantai Pink,” ujar Darwis.

Memasuki hari kedua, pencarian diperluas ke area perairan menggunakan perahu karet.

Hingga saat ini, korban masih dalam status pencarian. Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain SAR Unit Lombok Timur, Polsek Jerowaru, Polairud Polres Lombok Timur, Pos AL Tanjung Luar, aparat desa, serta masyarakat setempat.(r)

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Tambora Berstatus Waspada

Dompu (globalfmlombok.com) – Aktivitas vulkanik di puncak kaldera Gunung Tambora masih tergolong tinggi. Status waspada yang ditetapkan sejak 10 Maret 2026 belum dapat diturunkan karena intensitas kegempaan vulkanik yang masih fluktuatif.

Pengamat Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rasyidin, mengatakan aktivitas kegempaan vulkanik dalam masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Kegempaan vulkanik dalam yang terekam ada 29 kali kejadian. Kemarin (22/3/2026), ada 21 kali kejadian,” ujarnya saat ditemui, Senin (23/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, kegempaan vulkanik dalam tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 2.000 meter di bawah permukaan. Aktivitas ini berkaitan dengan pergerakan magma, meskipun hingga saat ini belum terdeteksi adanya aktivitas vulkanik atas yang signifikan.

“Sejauh ini kita belum terjadi. Kita berharap itu tidak terjadi,” katanya.

Namun demikian, potensi bahaya yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan keluarnya gas karbon dioksida (CO2) dari aktivitas vulkanik. Gas tersebut tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga berbahaya jika terhirup manusia dalam konsentrasi tinggi.

“Ketika terhirup, dalam beberapa saat bisa menyebabkan hilangnya kesadaran bahkan kematian,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati area puncak kaldera dengan radius aman minimal 3 kilometer. Kawasan tersebut menjadi titik aktivitas vulkanik utama, termasuk di sekitar Doro Api Toi dan Doro Api Bou.

Rasyidin menambahkan, kaldera Tambora dengan kedalaman sekitar 1.300 meter berfungsi sebagai perisai alami terhadap aktivitas vulkanik di dalamnya. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan dengan mematuhi seluruh rekomendasi petugas.

“Waspada dan mengikuti imbauan petugas menjadi keharusan,” tegasnya.

Dengan kondisi kegempaan yang masih tinggi, status Gunung Tambora belum memungkinkan untuk diturunkan ke level normal. Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas gunungapi melalui platform resmi Magma Indonesia. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Tambora Masih Waspada  “

Terdakwa Aris Ajukan Banding atas Kasus Kematian Brigadir Nurhadi

Mataram (globalfmlombok.com) – Terdakwa I Gde Aris Chandra Widianto mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NTB atas putusan Pengadilan Negeri Mataram dalam kasus meninggalnya Brigadir Nurhadi.

Humas Pengadilan Negeri Mataram, Kelik Trimargo, Selasa (24/3/2026) menyampaikan bahwa dua terdakwa dalam perkara tersebut kompak mengajukan banding.

“Terdakwa Aris lebih dahulu ajukan banding, baru terdakwa Yogi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain kedua terdakwa, jaksa penuntut umum juga mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NTB.

Dalam perkara ini, Aris bersama terdakwa Yogi yang merupakan atasan korban, divonis bersalah atas dugaan tindak pidana terkait kematian bawahannya tersebut.

Pada sidang putusan, Senin (9/3/2026), majelis hakim menyatakan Yogi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan serta perintangan pengungkapan kejahatan atau penghilangan barang bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Pasal 221 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Aris dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan berat dan perintangan pengungkapan kejahatan sebagaimana diatur dalam Pasal 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 221 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada Yogi dan 8 tahun penjara kepada Aris. Keduanya juga diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp385.773.589,5 subsider dua tahun penjara.

Kuasa hukum Aris, I Gusti Lanang Bratasuta, menegaskan akan menempuh upaya hukum maksimal untuk mencari keadilan bagi kliennya.

“Apapun itu upaya sampai titik maksimal akan kami lakukan untuk mencari keadilan yang berdasarkan kebenaran, bukan asumsi,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah keberatan terhadap putusan majelis hakim, salah satunya terkait penerapan pasal penganiayaan berat yang dinilai tidak tepat. Menurutnya, fakta persidangan menunjukkan korban masih dalam kondisi hidup saat terdakwa meninggalkan lokasi kejadian.

Selain itu, pihaknya juga mempersoalkan penerapan Pasal 221 ayat (1) KUHP terkait dugaan perintangan penyidikan. Pernyataan “silent” yang disampaikan terdakwa dinilai tidak dapat diartikan sebagai upaya menghalangi tindakan medis, melainkan sekadar imbauan agar situasi tetap kondusif.

Menurut Bratasuta, seluruh dakwaan penuntut umum terhadap kliennya tidak terbukti secara meyakinkan di persidangan.

“Majelis hakim menyebut putusan ini sebagai keadilan substantif. Nanti masyarakat yang akan menilai apakah benar demikian berdasarkan fakta persidangan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdakwa Aris Ajukan Banding Kasus Meninggalnya Brigadir Nurhadi  “

Arus Balik di Pelabuhan Lembar Meningkat Signifikan

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah pada H+2 di Pelabuhan Lembar mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan terlihat pada jumlah penumpang maupun kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, Selasa (24/3/2026) menjelaskan, berdasarkan data produksi angkutan Lebaran 2026 per 23 Maret (H+2), jumlah kapal yang beroperasi mencapai 15 unit, meningkat 15,38 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya 13 unit.

Jumlah perjalanan (trip) juga naik dengan persentase yang sama, dari 13 trip menjadi 15 trip. Sementara itu, penumpang pejalan kaki meningkat tajam sebesar 59,81 persen, dari 637 orang pada 2025 menjadi 1.018 orang pada 2026.

“Penumpang dalam kendaraan juga mengalami kenaikan sebesar 30,59 persen, dari 4.237 orang menjadi 5.533 orang,” ujarnya.

Dari sisi kendaraan, sepeda motor tercatat meningkat 35,19 persen dari 1.492 unit menjadi 2.017 unit. Kendaraan kecil naik 33,17 persen dari 199 unit menjadi 265 unit. Namun, kendaraan bus mengalami penurunan 11,11 persen dari 9 unit menjadi 8 unit, serta truk turun 27,42 persen dari 124 unit menjadi 90 unit.

Handoyo menuturkan, secara umum operasional di pelabuhan berjalan normal dengan dukungan cuaca cerah berawan dan sistem layanan yang optimal. Aktivitas di pelabuhan terpantau ramai namun tetap lancar.

Dari sisi fasilitas, layanan e-tiket berjalan tanpa kendala dengan jaringan internet stabil. Selain itu, tersedia tiga loket cadangan, pasokan listrik yang andal, serta dukungan 29 unit CCTV yang aktif untuk pengawasan.

“Alhamdulillah tidak ada permasalahan di lapangan, seluruh layanan berjalan dengan baik,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Padangbai. Aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut terpantau normal dengan sejumlah indikator mengalami peningkatan.

Jumlah kapal yang beroperasi di Padangbai meningkat menjadi 15 unit dari sebelumnya 13 unit, dengan jumlah trip naik dari 13 menjadi 15 trip. Penumpang dalam kendaraan juga meningkat 32,33 persen dari 2.765 orang menjadi 3.659 orang.

Kendaraan roda dua naik signifikan sebesar 39,50 persen dari 724 unit menjadi 1.010 unit. Kendaraan kecil meningkat 21,08 persen, bus naik 22,22 persen, dan truk bertambah 3,64 persen. Namun, penumpang pejalan kaki mengalami penurunan 18,02 persen dari 516 orang menjadi 423 orang.

Handoyo memastikan seluruh fasilitas pendukung di Padangbai juga dalam kondisi aman dan normal, mulai dari sistem IT, pasokan listrik hingga 26 unit CCTV yang berfungsi optimal.

Dengan kondisi tersebut, ASDP menyatakan kesiapan penuh dalam melayani arus balik Lebaran 2026, sekaligus mengimbau pengguna jasa untuk tetap mematuhi aturan serta menjaga keselamatan selama perjalanan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Arus Balik di Pelabuhan Lembar Meningkat  “