Beranda blog Halaman 125

Pemprov NTB Kalah Gugatan, Gedung Wanita Dirobohkan

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kalah dalam gugatan kepemilikan aset lahan kantor Bawaslu dan Gedung Wanita di Jalan Udayana Nomor 8, Kota Mataram. Setelah menempuh upaya hukum hingga kasasi dan dua kali peninjauan kembali (PK), Pemprov NTB tetap tidak berhasil mempertahankan aset tersebut.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Nursalim menegaskan, saat ini lahan Gedung Wanita dan kantor Bawaslu tidak lagi menjadi milik pemerintah daerah.

“Sudah bukan aset Pemprov,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/3/2026).

Ia menyarankan agar penjelasan lebih lanjut dikonfirmasi kepada Biro Hukum Setda NTB sebagai pihak yang menangani perkara tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Biro Hukum belum memberikan keterangan resmi.

Pasca putusan hukum berkekuatan tetap, Gedung Wanita telah dirobohkan. Sementara itu, kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB masih berdiri, namun diberi tenggat waktu hingga akhir tahun untuk mengosongkan lahan.

Ketua Bawaslu NTB, Itratip mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pemprov NTB untuk difasilitasi gedung pengganti. Namun, bangunan yang ditawarkan dinilai belum memenuhi kebutuhan lembaga tersebut.

“Kami berharap bisa dipinjampakaikan gedung eks OPD yang sudah dimerger. Tapi sejauh ini belum ada jawaban, selain ditawari gedung yang tidak representatif,” katanya.

Ia menjelaskan, gedung yang direkomendasikan berada di kawasan timur SMAN 5 Mataram, yang merupakan aset Pemprov di sekitar kantor Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Namun, kondisi dan kapasitas bangunan tersebut dinilai tidak memadai, terutama dalam menghadapi kebutuhan kerja yang semakin kompleks, termasuk persiapan tahapan Pemilu 2029.

“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk memfasilitasi. Apalagi tahapan pemilu 2027–2028 sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana sangat menentukan kelancaran pengawasan pemilu. Ia khawatir, jika persoalan fasilitas tidak segera diselesaikan, akan berdampak pada kinerja lembaga dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Kami berharap Pemprov peduli. Jangan sampai saat tahapan berjalan, Bawaslu justru terkendala karena persoalan kantor,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda NTB yang saat itu menjabat Pj Sekda NTB, Lalu Mohammad Faozal sebelumnya menyebutkan bahwa Pemprov NTB harus membayar sewa atas dua aset tersebut kepada pihak penggugat.

“Memang ada kewajiban Pemda untuk membayar sewa sekitar Rp1,7 miliar per tahun kepada pihak yang menggugat,” ungkapnya.

Kekalahan gugatan ini tidak hanya berdampak pada hilangnya aset strategis milik daerah, tetapi juga memunculkan tantangan baru terkait penyediaan fasilitas bagi lembaga penyelenggara pemilu di daerah. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Kalah Gugatan, Aset Gedung Wanita Dirobohkan  “

NTB Bentuk Tim Reaksi Cepat Tangani Jalan Rusak

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) jalan rusak di lingkup Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Permukiman (PUPR dan Perkim). Pembentukan tim ini merupakan arahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, yang menekankan penanganan infrastruktur tidak hanya cepat, tetapi juga efisien dari sisi anggaran.

Kepala Diskominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, TRC akan bekerja melalui mekanisme swakelola oleh tim internal pemerintah tanpa melibatkan pihak ketiga atau kontraktor. Dengan skema ini, berbagai komponen biaya seperti keuntungan penyedia jasa, administrasi lelang, hingga overhead dapat ditekan.

“Jadi, benar bahwa keberadaan TRC memberikan dampak efisiensi sekaligus efektivitas dalam penanganan infrastruktur jalan di NTB,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran TRC memungkinkan penanganan dini terhadap kerusakan jalan. Kerusakan ringan seperti lubang kecil atau retakan dapat segera diperbaiki sebelum berkembang menjadi kerusakan berat yang membutuhkan biaya lebih besar.

“Mobilisasi tim dan peralatan menjadi lebih fleksibel dan cepat karena berada dalam satu kendali langsung pemerintah daerah. Ini mengurangi waktu tunggu dan potensi pembengkakan biaya akibat keterlambatan penanganan,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan material dan sumber daya dapat disesuaikan langsung dengan kebutuhan di lapangan sehingga lebih tepat guna. Dengan pendekatan ini, pemerintah tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Perkim NTB, Lalu Kusuma menambahkan, saat ini pembentukan TRC masih dalam tahap pembahasan konsep. Namun, skemanya dirancang menyerupai tim TRC kebencanaan pada BPBD.

“Ke depan, masyarakat bisa melaporkan kondisi jalan rusak secara berjenjang dari kabupaten/kota ke provinsi atau melalui aplikasi. Ketika laporan masuk, tim TRC segera turun ke lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan tim ini berangkat dari hasil observasi internal Dinas PUPR Perkim NTB yang menemukan bahwa banyak kerusakan jalan berawal dari masalah kecil yang terlambat ditangani. Faktor cuaca ekstrem turut berperan, namun keterlambatan respons menjadi penyebab utama kerusakan membesar.

Ia mencontohkan, lubang kecil yang dibiarkan akan kemasukan air dan berkembang menjadi kerusakan parah. Kondisi tersebut berdampak pada membengkaknya anggaran perbaikan yang harus dikeluarkan pemerintah.

“Seharusnya jika ditangani sejak awal, anggaran yang dibutuhkan lebih kecil. Tapi karena dibiarkan, jalan menjadi rusak parah dan biayanya jauh lebih besar,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Bentuk Tim Reaksi Cepat Jalan Rusak  “

991 Personel Gabungan Amankan Perayaan Lebaran Topat 2026

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 991 personel gabungan akan diturunkan untuk mengamankan perayaan Lebaran Topat 2026 yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026). Selain itu, Polresta Mataram juga akan memberlakukan penyekatan lalu lintas di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemacetan.

Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Muhamad Puteh Rinaldi, Kamis (26/3/2026), mengatakan dari total personel tersebut, sebanyak 475 orang berasal dari Polresta Mataram.

Selain itu, terdapat bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari sejumlah satuan, di antaranya Sat Brimob dan Dit Samapta masing-masing 93 personel, Dit Lantas 44 personel, Dit Polair 24 personel, Dit Binmas 26 personel, Bid Propam 15 personel, serta Biddokkes 14 personel.

Pengamanan juga melibatkan instansi terkait dari Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Basarnas menurunkan 24 personel, sementara Satpol PP dari Kota Mataram dan Lombok Barat masing-masing 30 personel.

“Sebagian wilayah Lombok Barat seperti Lingsar dan Narmada masuk dalam wilayah hukum Polresta Mataram,” ujarnya.

Dari Dinas Perhubungan Kota Mataram disiagakan 40 personel, sedangkan Dishub Lombok Barat mengerahkan 28 personel. BPBD serta Dinas Kesehatan dari masing-masing daerah juga dilibatkan dengan menyiapkan 30 personel.

Untuk mendukung kelancaran perayaan, Polresta Mataram akan memberlakukan penyekatan lalu lintas pada pukul 15.00 Wita hingga 17.00 Wita di sejumlah titik strategis. Di antaranya Bundaran Metro, Simpang Empat Dasan Cermen, Simpang Empat Gunungsari, dan Simpang Tiga Batu Ringgit.

“Pada titik tersebut, arus kendaraan akan dialihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Gajah Mada, arah Cakranegara dan Gerung, serta wilayah Kekait dan Mambalan,” jelasnya.

Penyekatan juga dilakukan di kawasan Ampenan, Kebon Roek hingga Ireng-Meninting. Kendaraan dari arah tersebut akan dialihkan ke Jalan Koperasi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Adi Sucipto hingga Jalan Ireng guna menghindari penumpukan arus di jalur utama.

Meski demikian, pengecualian diberikan bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah Senggigi dengan penyesuaian di lapangan.

Puteh menegaskan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di lokasi perayaan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.

Pihaknya juga akan menindak kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang karena tidak memenuhi standar keselamatan. Kendaraan seperti pick up dan dump truck yang membawa orang akan dihentikan dan diminta putar balik.

“Kendaraan bak terbuka sangat berbahaya jika terjadi kecelakaan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 991 Personel Gabungan Amankan Perayaan Lebaran Topat 2026  “

NTB Siapkan Pameran Wastra di Australia, Promosi Warisan Budaya ke Tingkat Global

Mataram (globalfmlombok.com)-

Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) ke kancah internasional kian diperkuat melalui rencana pameran wastra di Australia. Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh agenda tersebut sebagai bagian dari strategi promosi budaya global.

Ketua TP PKK NTB sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia, menyatakan pameran ini menjadi momentum penting untuk memperluas pengenalan wastra Lombok ke dunia internasional.

“Pameran ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan wastra Lombok secara lebih luas. Kita ingin budaya NTB tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional,” ujar Sinta saat menerima audiensi jajaran Museum Negeri NTB di Pendopo Barat, Mataram, Kamis (26/3/2026).

Menurut dia, promosi budaya melalui wastra sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan NTB yang makmur dan mendunia.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan pameran tersebut akan digelar melalui kerja sama dengan The Art Gallery of South Australia. Kegiatan ini tidak hanya berupa pameran, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya antara kedua pihak.

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari diplomasi budaya. Kita ingin menunjukkan bahwa warisan budaya NTB memiliki daya tarik kuat di tingkat global,” katanya.

Pameran akan mengusung tema Lombok dan Bali, serta dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali. Dalam kegiatan tersebut, Museum NTB akan menampilkan sekitar enam koleksi wastra unggulan.

Nuralam menambahkan, masyarakat di Adelaide, Australia, memiliki ketertarikan terhadap warisan budaya dari Lombok dan Bali. Bahkan, sejumlah koleksi terkait telah menjadi bagian dari koleksi AGSA.

Selain pameran, pihak AGSA juga telah mengundang Ketua Dekranasda NTB dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk menghadiri pameran dan simposium yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Pemerintah Provinsi NTB berharap, kolaborasi lintas negara ini dapat memperluas promosi budaya daerah sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi kreatif melalui produk wastra.(ris/r)

Nama Bandar dan Pengedar Dikantongi, Polda NTB Komit Berantas Narkoba di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Polda NTB terus menggencarkan langkah pemberantasan peredaran narkoba, khususnya di wilayah Kota Mataram. Upaya ini digerakkan secara masif hingga menyasar jaringan paling bawah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M., melalui siaran pers yang diterima suarantb.com, Kamis, 26 Maret 2026 menegaskan komitmen kuat jajarannya dalam memerangi narkoba.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya, dan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu,” tegas Kombes Kholid.

Langkah penindakan tidak berjalan tanpa arah. Aparat telah mengantongi sejumlah nama, yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

“Kami sudah mengantongi nama-nama pengedar dan bandar, tinggal menunggu waktu untuk dilakukan penindakan,” katanya.

Selain tindakan hukum, polisi juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif. Informasi dari warga dinilai sangat membantu, dalam mengungkap jaringan yang kerap bergerak tertutup.

“Kami mengimbau masyarakat segera melapor, jika melihat atau mencurigai adanya aktivitas narkoba. Identitas pelapor kami jamin aman,” ujar Kholid.

Upaya ini diharapkan mampu menekan peredaran narkoba di Kota Mataram, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat. (r/ham)

Tekan Biaya BBM, Pemkot Mataram Wacanakan Sepeda untuk Operasional Dinas

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram berencana menerapkan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi operasional bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon II, III, dan IV. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah efisiensi anggaran sekaligus upaya menekan kemacetan.

Rencana tersebut muncul sebagai respons atas kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada pemangkasan belanja daerah hingga 50 persen pada APBD murni 2026. Salah satu pos yang terdampak adalah belanja bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kendaraan dinas.

Selain itu, kebijakan ini juga berkaitan dengan rencana penerapan work from home (WFH) oleh pemerintah pusat yang mendorong penyesuaian sistem kerja ASN di daerah.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, mengatakan Wali Kota Mataram telah memberikan arahan agar pejabat struktural mulai beralih menggunakan sepeda, khususnya sepeda listrik, sebagai sarana transportasi ke kantor.

“Kalau sudah ada keputusan resmi dari pusat terkait WFH, Pak Wali sudah mengambil kebijakan bahwa pejabat eselon II, III, dan IV akan bersepeda dari rumah ke kantor setiap hari,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan sepeda listrik direncanakan berlaku secara umum tanpa batasan radius tertentu. Artinya, seluruh pejabat tetap didorong menggunakan sepeda meskipun jarak tempuh dari rumah ke kantor relatif jauh.

Namun demikian, pemerintah daerah tetap akan melakukan kajian teknis, terutama bagi ASN yang berdomisili di luar wilayah Kota Mataram, seperti di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Terkait pengadaan sepeda listrik, Alwan menegaskan penyediaannya dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pejabat. Kebijakan ini difokuskan pada pejabat struktural guna mengurangi penggunaan kendaraan dinas, sehingga biaya operasional, khususnya BBM dan perawatan kendaraan, dapat ditekan secara signifikan.

“Ini berlaku untuk pejabat struktural agar penggunaan kendaraan dinas bisa diminimalkan. Dengan begitu, pengeluaran untuk BBM bisa ditekan. Sementara untuk staf tetap menggunakan kendaraan pribadi,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah kota akan melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan tersebut, termasuk menghitung tingkat efisiensi anggaran yang dihasilkan. Perbandingan penggunaan BBM antara tahun 2025 dan 2026 akan menjadi indikator utama dalam menilai efektivitas kebijakan ini.

“Nanti akan kita hitung berapa efisiensi yang bisa dicapai setelah program ini berjalan. Dari situ kita bisa lihat dampaknya secara nyata,” tambahnya.

Selain aspek efisiensi, penggunaan sepeda listrik juga diharapkan memberikan dampak positif lain, seperti meningkatkan kesehatan dan kebugaran ASN, serta berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di Kota Mataram.

Menurut Alwan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan di kalangan aparatur. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tekan Biaya BBM, Pemkot Mataram Rencanakan Sepeda untuk Operasional Dinas  “

Amankan Lebaran Topat, BPBD Mataram Siagakan 60 Personel di Tiga Titik

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mendirikan tiga posko pengamanan terpadu pada puncak perayaan Lebaran Topat 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Tiga posko tersebut ditempatkan di kawasan objek wisata pantai, masing-masing di Pantai Loang Baloq, Pantai Boom atau Pantai Ampenan, dan Pantai Bintaro. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus meningkatkan pengawasan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan penempatan posko di tiga titik tersebut didasarkan pada potensi membludaknya pengunjung saat puncak perayaan Lebaran Topat.

“Pada puncak perayaan yang dipusatkan di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro, masyarakat diperkirakan akan memadati sepanjang 9,1 kilometer kawasan pantai Kota Mataram,” ujarnya, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, BPBD akan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti TNI/Polri, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Polairud, Satpol PP, serta aparat kecamatan dan kelurahan. Sinergi tersebut difokuskan pada pengamanan serta pemberian imbauan kepada pengunjung agar tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca.

Menurutnya, aktivitas masyarakat yang terpusat di kawasan pesisir menjadi perhatian khusus, terutama terkait potensi gelombang pasang.

“Yang perlu diantisipasi adalah gelombang pasang yang bisa datang tiba-tiba. Kami mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan saat mandi di laut atau berada di area kolam,” tegasnya.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca. Berdasarkan informasi sementara, kondisi cuaca saat perayaan Lebaran Topat diperkirakan cerah berawan dan tidak terdapat potensi siklon.

Namun demikian, Budi yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Mataram mengingatkan bahwa perubahan cuaca tetap berpotensi terjadi dan dapat memicu gelombang tinggi. Karena itu, pengunjung diminta tetap berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai.

Untuk mendukung pengamanan, BPBD menyiagakan sebanyak 60 personel yang dibagi di tiga posko, masing-masing 20 orang. Selain itu, satu unit speed boat juga disiapkan untuk melakukan patroli di sepanjang kawasan pesisir.

“Patroli ini juga disiapkan apabila Wali Kota bersama Forkopimda melakukan pemantauan langsung di lokasi,” tambahnya.

Di setiap posko, petugas telah dilengkapi peralatan penanganan darurat skala ringan serta alat komunikasi guna memaksimalkan penyampaian imbauan kepada masyarakat.

BPBD bersama Polairud dan Satpol PP juga melakukan pemantauan di titik-titik rawan yang telah dipasangi rambu peringatan bahaya.

“Masyarakat kami minta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (pan)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Antisipasi Lonjakan Pengunjung Lebaran Topat, BPBD Mataram Siagakan 60 Personel di Tiga Titik  “

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (48)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebijakan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 meliputi sejumlah program. Diantaranya program program kesejahteraan rakyat, program penanganan pengaduan lingkungan hidup, program peningkatan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan lingkungan hidup untuk masyarakat, program perencanaan lingkungan hidup dan lain sebagainya.

Mobil Terbakar di Depan Kantor Lurah Dasan Geres Lombok Barat

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sebuah mobil terbakar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Dasan Geres, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 20.30 Wita. Peristiwa ini menghebohkan warga dan pengguna jalan karena terjadi tepat di depan Kantor Lurah Dasan Geres, tidak jauh dari Kantor Damkar dan Penyelamatan Lobar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik kendaraan mengalami kerugian cukup besar akibat mobilnya hangus terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lobar, H. Suherman, mengatakan laporan kebakaran diterima dari pemilik kendaraan, H. Badrun, warga Dusun Karang Baru, Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

“Selang satu menit setelah laporan diterima, satu regu dengan satu unit mobil pemadam langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah membesar di bagian depan mobil disertai kepulan asap tebal. Petugas kemudian langsung menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) dan air ke sumber api.

Upaya pemadaman berlangsung cepat. Dengan dukungan satu unit mobil tangki, api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat sehingga tidak merembet ke bagian lain maupun kendaraan di sekitarnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting kelistrikan pada kendaraan. Akibat kejadian tersebut, bagian depan mobil mengalami kerusakan parah.

Kerugian yang dialami pemilik diperkirakan mencapai Rp100 juta. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sebuah Mobil Terbakar di Depan Kantor Lurah Dasan Geres Lombok Barat  “

Halalbihalal, Pemkot Mataram Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Soliditas

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram menggelar kegiatan halalbihalal bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat, dan keluarga besar pegawai di lingkup pemerintah kota di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim sekaligus memperkuat soliditas internal birokrasi pascabulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai yang hadir. “Di momentum yang fitri ini, saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, yang dinilai berhasil mengelola kebutuhan pegawai sehingga penyaluran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 dapat berjalan lancar dan diterima seluruh aparatur.

Selain itu, wali kota mengapresiasi kinerja seluruh jajaran yang telah menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Mataram selama rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung beriringan. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan masyarakat, baik budaya maupun keagamaan seperti ogoh-ogoh, Nyepi, hingga takbiran, berjalan dengan baik, khidmat, dan saling menghormati.

“Kondisi itu menjadi cerminan harmonisasi kehidupan beragama di Kota Mataram,” katanya.

Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh pegawai untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Dari suasana sederhana tersebut, lanjutnya, tumbuh komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Sehingga penting bagi kita menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” ujarnya.

Kegiatan halalbihalal digelar secara sederhana dengan melibatkan pelaku usaha kuliner lokal. Sekitar 6.008 nasi bungkus disiapkan dan dinikmati bersama secara lesehan usai saling bersalaman.

Menurut Mohan, kesederhanaan tersebut justru mempertegas nilai kebersamaan dan kedekatan emosional sebagai satu keluarga besar Pemkot Mataram.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, Sekda Kota Mataram H. Lalu Alwan Basri, Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, Ketua GOW Kota Mataram Hj. Waridah Mujiburrahman, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram Hj. Lale Rasminingsih Alwan Basri. Hadir pula jajaran asisten, kepala OPD, camat, lurah, hingga tenaga teknis.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, H.M. Ramadhani, mengatakan kegiatan halalbihalal bersama dilaksanakan karena tahun ini Pemkot Mataram meniadakan agenda open house di kediaman wali kota, wakil wali kota, maupun sekretaris daerah.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil langsung oleh wali kota dengan mengedepankan prinsip kesederhanaan, efisiensi anggaran, serta penguatan kebersamaan antara pimpinan dan pegawai.

“Jika pada tahun-tahun sebelumnya open house digelar terpisah, tahun ini konsep tersebut tidak diterapkan dan diganti dengan halalbihalal bersama,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Halalbihalal, Pemkot Mataram Tegaskan Nilai Kebersamaan  “