Beranda blog Halaman 121

Wagub Dorong Pariwisata NTB Berdaya Saing Global

Mataram (globalfmlombok.com) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mendorong penguatan sektor pariwisata agar mampu berdaya saing di tingkat global. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB di Mataram, Senin (30/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama ASITA Menuju Pariwisata NTB Mendunia” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi dalam pembangunan pariwisata daerah.

Dalam sambutannya, Wagub mengapresiasi kontribusi ASITA yang dinilai konsisten mendukung pengembangan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

“ASITA telah membuktikan diri sebagai organisasi yang matang dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga ajang memperkuat organisasi agar lebih adaptif serta mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat. Pergantian kepemimpinan, lanjutnya, harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembaruan menuju kemajuan bersama.

Wagub juga menyoroti posisi strategis NTB yang berada di antara destinasi unggulan seperti Bali dan Labuan Bajo, serta memiliki kedekatan geografis dengan Australia dan sejumlah negara di Asia. Kondisi ini dinilai sebagai peluang sekaligus tantangan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata.

“Pelayanan yang terus membaik akan memberikan kesan positif bagi wisatawan, sehingga mereka rindu dan kembali berkunjung ke NTB,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, BUMN, BUMD, hingga pelaku industri pariwisata dalam menjawab berbagai tantangan, khususnya terkait konektivitas.

“Kemudahan akses akan sangat menentukan minat wisatawan dan investor untuk datang ke NTB,” tambahnya.

Mantan Bupati Bima ini berharap Musda VIII ASITA NTB mampu melahirkan kepemimpinan yang solid dan visioner, serta terus berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata daerah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ASITA, Nunung Rusmiati, menyampaikan bahwa tema Musda sejalan dengan upaya nasional dalam mendorong pariwisata Indonesia semakin dikenal di kancah global.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara melalui penguatan konektivitas, termasuk penambahan rute penerbangan langsung internasional.

“Direct flight merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing destinasi pariwisata,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Wagub Dorong Pariwisata Berdaya Saing Global 

Aman di Atas, Panik di Bawah, Elpiji Bersubsidi Masih Bergejolak di Lotim

Selong (globalfmlombok.com) – Di tengah klaim pemerintah bahwa stok elpiji bersubsidi aman, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Warga di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menghadapi kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dengan harga sesuai ketentuan.

Inaq Ang, seorang ibu rumah tangga di kawasan Selong, menjadi salah satu yang merasakan langsung kondisi tersebut. Senin (30/3/2026) pagi, ia harus membeli elpiji 3 kg seharga Rp25 ribu per tabung, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp18 ribu.

“Ini kenapa sebenarnya gas elpiji ini?” keluhnya dengan nada cemas.

Menurutnya, kesulitan mendapatkan gas bersubsidi sudah menjadi persoalan berulang, terutama saat momentum hari besar. Bahkan, pada periode Idulfitri lalu, harga sempat melonjak hingga Rp35 ribu per tabung. Selain mahal, pembelian juga kini disertai kewajiban menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, memastikan stok elpiji bersubsidi dalam kondisi aman. Ia menyebut informasi tersebut berdasarkan penjelasan pihak Pertamina yang telah berkoordinasi dengan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

“Stok elpiji bersubsidi sangat aman. Tidak ada kelangkaan seperti yang dikhawatirkan,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang dirasakan masyarakat. Keluhan terkait harga tinggi dan sulitnya memperoleh elpiji masih kerap terdengar.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Timur, Amrul Jihadi, menilai terdapat persoalan serius dalam rantai distribusi dan koordinasi antarinstansi. Ia mengungkapkan bahwa sempat terjadi kelangkaan elpiji di sejumlah wilayah, terutama saat periode Lebaran.

“Setelah ada sidak dari polisi, distribusi mulai lancar. Tapi sebelumnya memang sempat sulit, bahkan bisa dikatakan tidak ada,” katanya.

Amrul menduga kelangkaan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dugaan penimbunan, keterlambatan distribusi, hingga dampak libur panjang yang tidak diantisipasi dengan baik.

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah dengan kondisi riil di masyarakat. Menurutnya, laporan yang menyebut situasi aman menunjukkan kurangnya informasi dari tingkat bawah.

“Kalau di atas dibilang lancar, berarti mereka tidak tahu kondisi di bawah. Padahal seharusnya informasi dari masyarakat itu yang jadi acuan,” tegasnya.

Amrul menilai Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang ada di setiap desa belum berfungsi optimal sebagai penghubung informasi antara warga dan pemerintah. Ia juga mengkritisi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dinilai belum responsif terhadap gejolak harga.

“Kalau semua berjalan baik, pasti kondisi seperti ini cepat terdeteksi dan ditangani,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data di tingkat pemerintah dengan kenyataan di lapangan. Bagi masyarakat seperti Inaq Ang, persoalan elpiji bukan sekadar isu distribusi, melainkan kebutuhan dasar yang sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Saya hanya ingin beli gas dengan harga biasa, tidak mahal dan tidak perlu pakai KTP,” katanya.

Pemerintah daerah diharapkan segera membenahi sistem distribusi dan pengawasan agar ketersediaan elpiji bersubsidi benar-benar dirasakan merata oleh masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Aman di Atas, Panik di Bawah, Elpiji Bersubsidi Masih Bergejolak di Lotim “

Tumpahan Oli Pascakebakaran, Jalan Koperasi Ditutup Sementara

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, menutup sementara akses Jalan Koperasi menyusul tumpahan oli di badan jalan pascakebakaran gudang oli di Lingkungan Pelembak, Senin (30/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Penutupan akses dilakukan sebagai upaya antisipasi guna mencegah kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, kondisi jalan menjadi sangat licin akibat oli yang tercecer dan mengalir hingga ke badan jalan.

Lurah Ampenan Tengah, Budiawan, mengatakan penutupan dilakukan bersamaan dengan proses pembersihan yang tengah berlangsung di lokasi. Pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mempercepat penanganan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Perhubungan untuk menutup jalan ini sementara,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram turut dilibatkan dalam proses pembersihan. Material pasir digunakan untuk menyerap oli di permukaan jalan agar tidak membahayakan pengendara.

Menurut Budiawan, proses pembersihan dilakukan secara intensif dan ditargetkan rampung pada Senin sore, sehingga akses jalan dapat segera dibuka kembali.

“Rencananya sore ini bisa selesai. Saya sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar segera dikondisikan,” katanya.

Sementara itu, aparat gabungan terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan, termasuk sisa material mudah terbakar. Petugas dari pemadam kebakaran dan kepolisian masih bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Terkait dampak kebakaran, Budiawan memastikan bangunan di sekitar lokasi, baik di sisi kiri, kanan, maupun belakang gudang, termasuk rumah warga, tidak terdampak serius.

“Alhamdulillah, situasi masih bisa dikendalikan oleh petugas damkar dan kepolisian, sehingga tidak merembet ke bangunan lain,” ujarnya.

Ia berharap seluruh proses penanganan pascakebakaran, termasuk pembersihan jalan dan pemulihan akses, dapat segera diselesaikan agar aktivitas masyarakat kembali normal. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jalan Koperasi Ditutup Sementara

Pasca-Lebaran Ketupat, Harga Kebutuhan Pokok di Mataram Masih Tinggi

Mataram (globalfmlombok.com) – Pasca-Lebaran Ketupat, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar pantauan di Kota Mataram masih terpantau tinggi. Sejumlah komoditas strategis, terutama cabai rawit, belum menunjukkan penurunan signifikan.

Di Pasar Induk Mandalika, Senin (30/3/2026), harga cabai rawit tercatat masih berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp44 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Seorang pedagang cabai rawit di Pasar Induk Mandalika, H. Nursan, mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah telah terjadi sejak bulan Ramadan. Bahkan, harga komoditas tersebut sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga cabai rawit sejak Ramadan hingga usai Lebaran Ketupat bersifat fluktuatif. Saat ini, cabai rawit dijual Rp100 ribu per kilogram untuk yang masih bertangkai dan Rp125 ribu per kilogram untuk yang sudah dibersihkan.

“Harganya naik turun tergantung kondisi kebutuhan masyarakat dan stok barang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cabai yang dijual sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa karena stok cabai rawit lokal di pasar tradisional Kota Mataram sangat terbatas, bahkan nyaris tidak tersedia. Di sisi lain, harga cabai lokal cenderung lebih mahal dibandingkan pasokan dari luar daerah.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Pembeli yang datang ke pasar induk umumnya merupakan pedagang yang akan menjual kembali, sedangkan konsumen rumah tangga cenderung membeli dalam jumlah terbatas.

“Kalau untuk konsumsi, biasanya masyarakat hanya membeli setengah kilogram atau seperempat kilogram,” katanya.

Salah seorang pembeli, Milhana, mengaku harga kebutuhan pokok, khususnya cabai, masih memberatkan. Ia mengaku hanya mampu membeli seperempat kilogram dengan harga Rp10 ribu.

“Harganya masih naik sejak bulan puasa, jadi saya beli sedikit,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok memang terjadi sejak menjelang Ramadan dan masih bersifat fluktuatif hingga pasca-Lebaran Ketupat.

Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar, terutama pasar pantauan seperti Pasar Induk Mandalika, Kebon Roek, dan Pagesangan.

“Beberapa harga kebutuhan pokok sudah mulai normal, seperti daging sapi Rp140 ribu per kilogram dan telur ayam Rp28 ribu per tray,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya harga bahan pokok pasca-Lebaran Ketupat dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat. Meski demikian, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut penyebab di lapangan guna menjaga stabilitas harga.

Pemerintah daerah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga agar harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam waktu dekat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pasca-Lebaran Ketupat, Kebutuhan Pokok di Mataram Masih Mahal “

Gudang Oli di Ampenan Terbakar, Karyawan Selamat Melompat dari Lantai Dua

Gudang Oli di Ampenan Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Rp2 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda ruko gudang oli Federal di Jalan Koperasi, Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Senin (30/3/2026).

Kapolsek Ampenan, Kompol Ahmad Majmuk, mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari para saksi.

“Kami bersama sudah cek TKP. Untuk penyebab pastinya, masih kami dalami,” ujarnya.

Meski demikian, dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik pada stavol yang berada di bagian belakang gudang. Dari keterangan saksi, alat pengatur tegangan listrik tersebut sempat mengeluarkan percikan api sebelum kobaran membesar.

Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Seorang karyawan bernama Wirito mengaku mendengar suara ledakan dari arah stavol, yang kemudian diikuti munculnya api.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera berlari ke lantai dua untuk memberitahukan karyawan lainnya. Namun, api dengan cepat membesar setelah menyambar stok oli yang tersimpan di lantai satu.

“Percikan api dari stavol langsung menyambar stok oli yang ada di lantai satu,” jelasnya.

Dalam kondisi panik, lima karyawan yang berada di lantai dua memilih melompat untuk menyelamatkan diri. Mereka melompat ke bak truk yang sedang terparkir di depan gudang.

Sekitar pukul 10.50 Wita, api semakin membesar. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam hingga akhirnya api berhasil dikendalikan pada pukul 12.45 Wita.

Majmuk memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp2 miliar. Kerugian itu meliputi sekitar 1.300 dus oli besar, 1.000 dus oli kecil, serta sejumlah peralatan seperti komputer yang ikut terbakar.

Saat ini, polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi guna mengamankan area serta mencegah hilangnya barang bukti.

“Kami juga sudah meminta keterangan awal dari saksi-saksi di lokasi. Penyelidikan masih terus kami lakukan untuk memastikan penyebab kebakaran,” tegasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kebakaran Gudang Oli di Ampenan Diduga karena Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp2 Miliar “

Mengubah Limbah Menjadi Potensi Ekonomi di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat (globalfmlombok.com)-

Di banyak tempat, sisa makanan atau plastik bekas mungkin hanyalah akhir dari sebuah cerita konsumsi. Namun, di area operasional salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia sisa-sisa ini justru menjadi potensi ekonomi. Di Batu Hijau, Sumbawa Barat, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mengubah sampah organik yang berasal dari fasilitas dapur dan tempat makan karyawan menjadi pelet pakan ikan berkualitas tinggi.

Melalui penerapan teknologi pengolahan limbah berbasis masyarakat, AMMAN menggandeng warga lingkar tambang sebagai mitra bisnis lokal untuk mengelola rangkaian produksi pakan secara profesional. Dalam produksi pelet, kelompok masyarakat lokal bertugas mengolah sisa makanan menjadi pelet pakan ikan dengan mengoperasikan teknologi pengolahan pakan yang mencakup proses penggilingan, pencampuran nutrisi, hingga pengeringan menjadi pelet siap pakai. Pelet yang dihasilkan kemudian disalurkan kepada para pembudidaya ikan lokal untuk memelihara ikan hingga masa panen tiba.

Pelet yang dihasilkan dari sampah organik disalurkan kepada para pembudidaya ikan lokal untuk memelihara ikan hingga masa panen tiba. (globalfmlombok.com/ist)

Lingkaran Sirkular yang Mandiri

Inovasi ini menciptakan sebuah ekosistem tertutup (closed-loop) yang sangat efisien. Hasil panen ikan dari kolam masyarakat tersebut dibeli kembali oleh mitra penyedia jasa boga (catering) AMMAN untuk diolah menjadi hidangan bagi karyawan. Dengan kata lain, sisa makanan dari meja makan karyawan diolah oleh tangan masyarakat lokal menjadi pakan, menghasilkan protein ikan, dan kembali ke meja makan karyawan sebagai pangan bergizi.

“Di AMMAN, kami memandang pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari tanggung jawab lingkungan. Inovasi teknologi waste-to-value yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis masyarakat adalah langkah nyata menuju operasional tambang yang berkelanjutan,” ujar Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN.

Apresiasi dan Kolaborasi Pemerintah Sumbawa Barat

Langkah AMMAN mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., menilai konsistensi AMMAN dalam mengedepankan prinsip ekonomi sirkular sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target pengurangan sampah daerah.

“Inovasi yang mencakup pengurangan limbah industri ini turut memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan Sumbawa Barat yang bersih dan berkelanjutan, selaras dengan Misi ke-7 Bupati dan Wakil Bupati dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ujar Aku Nur Rahmadin.

Melalui kolaborasi ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai residu akhir, melainkan sebagai sumber daya yang terus berputar. Transformasi limbah makanan menjadi pakan ikan hingga kembali menjadi pangan bergizi bagi karyawan membuktikan bahwa keberlanjutan operasional tambang dapat berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi masyarakat Sumbawa Barat.(r)

Pelabuhan Soro Kempo Kembali Layani Bongkar Muat Jagung

Dompu (globalfmlombok.com) – Aktivitas bongkar muat jagung di Pelabuhan Soro Kempo, Kabupaten Dompu kembali berjalan pada tahun 2026. Layanan perdana dimulai sejak 18 Maret 2026, setelah sempat terhenti sejak November 2025 lalu.

Kepala Pelabuhan Soro Kempo, Anshar, SH, mengatakan penghentian layanan sebelumnya terjadi akibat insiden antara pihak ekspedisi dan buruh. Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan ekspedisi mengalihkan pengiriman jagung ke pelabuhan lain, seperti Pelabuhan Calabai, Pelabuhan Bima, dan Pelabuhan Badas Sumbawa.

“Sejak konflik November 2025 lalu, pada 18 Maret kemarin Pelabuhan Soro Kempo kembali melayani bongkar muat jagung. Ini sudah kapal kedua yang mengangkut jagung dari gudang yang ada,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, kembalinya aktivitas pelabuhan tidak lepas dari kesepakatan bersama antar pelaku usaha. Sistem pengiriman kini diatur secara bergilir dan dilakukan melalui mekanisme undian untuk menghindari kecemburuan antar pemilik gudang dan ekspedisi.

“Sekarang sudah berjalan aman. Buruh dari masyarakat sekitar juga kembali bekerja, dan para pengusaha serta pemilik kapal bisa menerima layanan dengan baik,” ungkapnya.

Pelabuhan Soro Kempo merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Dompu dan menjadi salah satu pusat pengiriman jagung ke luar daerah. Selain lokasinya yang strategis dekat dengan gudang penampungan, biaya layanan pelabuhan juga relatif terjangkau, termasuk fasilitas penunjang seperti jembatan timbang.

Pelabuhan yang dibangun sejak 1995 ini diharapkan dapat terus dikembangkan, terutama melalui renovasi area labuh dan penambahan dermaga sandar. Saat ini, pelabuhan hanya memiliki satu titik sandar sehingga kapal kerap harus mengantre hingga beberapa hari.

Dengan keterbatasan tersebut, Pelabuhan Soro Kempo tetap menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Dompu. Pada tahun 2025 lalu, kontribusi PAD dari pelabuhan ini tercatat mencapai lebih dari Rp600 juta. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pelabuhan Soro Kempo Kembali Layani Bongkar Muat Jagung “

Pelantikan Kepsek di Mataram Masih Menunggu Pertek BKN

Mataram (globalfmlombok.com) – Rencana pelantikan kepala sekolah (kepsek) definitif di lingkungan Pemerintah Kota Mataram hingga kini masih tertahan. Proses tersebut belum bisa dilaksanakan karena harus menunggu pertimbangan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram menegaskan, pengukuhan kepala sekolah tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan administratif yang cukup kompleks, terutama sinkronisasi data melalui sistem pusat.

Salah satu tahapan krusial yang harus dipenuhi adalah pengunggahan data calon kepala sekolah ke dalam Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM-KSPSTK). Proses ini menjadi syarat utama untuk memperoleh Pertek dari BKN.

Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Direktorat KSPSTK agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

“Data kepala sekolah yang akan dilantik harus diunggah terlebih dahulu. Setelah itu, baru Pertek bisa diterbitkan,” ujarnya.

Ia mengakui, proses digitalisasi tersebut membutuhkan waktu. Sistem pusat diperkirakan memerlukan sekitar dua pekan untuk membaca dan memverifikasi data yang telah diunggah.

“Mudah-mudahan secepatnya selesai,” harapnya.

Meski pelantikan definitif belum terlaksana, Yusuf memastikan pelayanan pendidikan di sekolah tetap berjalan normal. Saat ini, tugas-tugas kepemimpinan masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.

Menurutnya, transformasi digital juga membantu mengurangi kendala administratif, terutama dalam hal penandatanganan dokumen penting seperti ijazah.

“Sekarang ijazah sudah dalam bentuk digital, tidak lagi ditandatangani secara manual,” jelasnya.

Dengan sistem berbasis elektronik tersebut, proses administrasi tetap berjalan meski belum ada kepala sekolah definitif. Namun demikian, Disdik Kota Mataram tetap berupaya mempercepat penyelesaian Pertek agar struktur kepemimpinan sekolah segera terisi secara definitif. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pelantikan Kepsek di Mataram Masih Tunggu Pertek BKN “

Telkomsel Bangun BTS COMBAT di Perbatasan RI–Timor Leste

Belu (globalfmlombok.com) —

Telkomsel menghadirkan infrastruktur Compact Mobile BTS (COMBAT) di Desa Sadi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada pertengahan Maret 2026. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia dalam memperkuat infrastruktur telekomunikasi di kawasan perbatasan RI–Timor Leste.

Sebelum hadirnya jaringan Telkomsel, masyarakat Desa Sadi mengalami keterbatasan akses komunikasi. Layanan seluler belum tersedia sehingga warga hanya mengandalkan WiFi dari program USO BAKTI dengan kapasitas terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat, terutama untuk kebutuhan komunikasi intensif seperti panggilan video maupun akses internet yang stabil.

Kini, melalui kehadiran COMBAT, masyarakat mulai menikmati layanan komunikasi yang lebih andal. Selain panggilan suara dan SMS, warga juga dapat mengakses layanan digital seperti video call serta internet untuk kebutuhan informasi dan hiburan.

Manager Network Operations and Productivity Kupang Telkomsel, I Wayan Sudana, mengatakan pembangunan COMBAT di Desa Sadi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses digital secara inklusif.

“Kami percaya konektivitas adalah fondasi utama untuk membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran COMBAT di Desa Sadi menjadi langkah nyata agar masyarakat di wilayah pelosok dapat merasakan manfaat teknologi digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, jaringan yang lebih stabil diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas komunikasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi digital lokal. Akses internet membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis digital, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan literasi digital.

Sebagai wilayah dengan posisi strategis, penguatan konektivitas di kawasan perbatasan dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan akses teknologi sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional. Telkomsel menyatakan akan terus melanjutkan pemerataan jaringan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya guna mendukung pembangunan berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan.(r)