Beranda blog Halaman 117

Pemprov NTB Mulai Terapkan WFH, Dorong Efisiensi dan Produktivitas ASN

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menerapkan transformasi pola kerja aparatur sipil negara (ASN) melalui skema work from home (WFH) dan efisiensi operasional, dengan fokus pada peningkatan kinerja serta penguatan pelayanan publik.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arah kebijakan nasional terkait transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah yang menekankan efisiensi, digitalisasi, dan kinerja berbasis output.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa penerapan WFH tidak boleh mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

“Pemprov NTB menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menekan potensi pemborosan, termasuk penggunaan BBM dan biaya operasional,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis 2 April 2026.

Menurutnya, implementasi WFH saat ini tengah dipersiapkan secara bertahap dengan memastikan keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kinerja organisasi.

Biro Organisasi, lanjutnya, sedang menyiapkan draft petunjuk tekhnis dan petunjuk pelaksanaan yang mengatur skema kerja WFH dan work from office (WFO), termasuk penentuan komposisi pegawai, sistem penugasan, serta mekanisme pelaporan kinerja.

“Tidak semua perangkat daerah dan tidak semua pegawai akan menerapkan WFH. Penerapan dilakukan secara selektif berdasarkan kriteria dan kebutuhan layanan,” jelanya.

Selain itu, setiap perangkat daerah diminta melakukan pemetaan terhadap jenis layanan yang dapat dijalankan secara jarak jauh, guna memastikan pelaksanaan WFH tetap efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Di sisi penguatan sistem kinerja, Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  mengusulkan mekanisme penilaian kinerja harian kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN), agar produktivitas ASN tetap terukur, termasuk bagi pegawai yang bekerja dari rumah.

Setiap Perangkat Daerah juga diwajibkan menyusun rencana pelaksanaan WFH yang mencakup target kinerja dan potensi efisiensi anggaran.

Pemprov NTB juga akan melakukan pemantauan berjenjang terhadap kehadiran dan kinerja ASN, serta evaluasi efisiensi pelaksanaan WFH secara rutin.

Khusus untuk sektor pendidikan, kebijakan WFH tidak diberlakukan bagi SMA/SMK/SLB. Sebagai alternatif, pengaturan dilakukan melalui pemadatan jadwal pembelajaran menjadi lima hari kerja yang akan diuji coba terlebih dahulu di Kota Mataram.

Dalam mendukung pelaksanaan kebijakan ini, Biro Organisasi akan menyiapkan format teknis dan melakukan sosialisasi secara daring, sementara Dinas Kominfotik NTB akan memfasilitasi kebutuhan rapat virtual dan infrastruktur komunikasi digital bagi perangkat daerah.

Ahsanul Khalik menegaskan, kebijakan ini bukan sekedar penyesuaian pola kerja, tetapi bagian dari transformasi birokrasi menuju sistem yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

“WFH bukan tujuan, tetapi instrumen untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Pemprov NTB memastikan bahwa implementasi kebijakan ini akan terus dievaluasi secara berkala guna menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kualitas layanan kepada masyarakat.(r)

Respons Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemprov NTB Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera meluncurkan aplikasi layanan aduan cepat untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Inisiatif ini dilakukan sebagai respons atas tingginya angka kekerasan yang masih terjadi di daerah tersebut.

Aplikasi yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak di bawah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) NTB itu akan dilengkapi nomor darurat serta sistem pelaporan yang cepat, aman, dan menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A NTB, Lalu Juhamdi, mengatakan layanan ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan tanpa harus datang langsung ke instansi terkait.

“Kami bergerak cepat. Dalam waktu dekat akan dibentuk aplikasi layanan aduan cepat untuk merespons kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya di Mataram, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti melalui proses pendampingan korban serta penegakan hukum terhadap pelaku hingga ke tahap pengadilan.

Urgensi pembentukan aplikasi ini tidak lepas dari tingginya kasus kekerasan terhadap anak di NTB. Berdasarkan data aplikasi Simfoni PPA tahun 2025, tercatat sebanyak 637 kasus dengan total korban mencapai 654 anak di seluruh kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, anak perempuan menjadi kelompok paling rentan dengan 503 korban, sedangkan korban laki-laki tercatat sebanyak 151 anak.

Selain itu, praktik pernikahan anak masih menjadi persoalan serius yang berkorelasi dengan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kondisi ini juga berdampak pada berbagai persoalan sosial lain, seperti putus sekolah, kemiskinan, hingga stunting.

Sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan, Pemprov NTB bersama berbagai mitra akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menekan kasus kekerasan di tingkat masyarakat.

Aplikasi layanan aduan cepat tersebut dijadwalkan diluncurkan dalam waktu dekat sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menekan dan mengentaskan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat.

Kapolda NTB Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Penerimaan Polri 2026

Mataram (globalfmlombok.com) – Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo SIK., memimpin langsung upacara penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia seleksi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh panitia seleksi, baik dari internal Polri maupun unsur eksternal seperti akademisi, LSM, dan perwakilan masyarakat. Keterlibatan pihak eksternal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Pelaksanaan penandatanganan pakta integritas ini dilakukan secara serentak di seluruh jajaran Polda NTB, termasuk Polres/Polresta yang mengikuti secara virtual dari wilayah masing-masing.
“Penandatanganan pakta integritas ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Polda NTB dan diikuti oleh seluruh jajaran secara virtual,” ungkap Kapolda.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen moral seluruh panitia dalam menjalankan proses seleksi secara profesional dan berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan janji moral bagi seluruh panitia untuk melaksanakan proses seleksi sesuai prosedur, tanpa penyimpangan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan,” jelasnya.

Menurutnya, pakta integritas dan sumpah panitia menjadi wujud tanggung jawab kepada masyarakat agar proses rekrutmen benar-benar menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas tinggi.

“Ini adalah momen kita berikrar, tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga kepada masyarakat, bahwa tugas ini akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di wilayah NTB dapat berlangsung bersih, transparan, serta semakin dipercaya oleh masyarakat. (r/ham)

GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika, MGPA Siapkan 200 Marshal Lokal Terlatih

Praya (globalfmlombok.com) – Kejuaraan balap roda empat dunia GT World Challenge Asia 2026 siap digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026. Berbagai persiapan terus dimatangkan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA), salah satunya menyiapkan marshal untuk mendukung kelancaran ajang tersebut.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, Rabu (1/4) mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 200 marshal terlatih yang seluruhnya berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Seluruh marshal berasal dari NTB dan akan mengambil peran penting dalam mendukung operasional balapan,” ujarnya.

Ratusan marshal tersebut akan ditempatkan di berbagai sektor. Di antaranya Marshal Pitlane sebanyak 45 orang, Marshal Track 95 orang, serta Marshal Track Maintenance 10 orang. Selain itu, terdapat Chief Marshal dan Pick Up Bike Marshal masing-masing delapan orang, serta Tim Recovery Marshal sebanyak 23 orang.

MGPA juga menyiapkan marshal cadangan yang siap ditugaskan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.

“Kehadiran marshal ini untuk memastikan setiap aspek balapan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar internasional,” katanya.

Peran marshal dinilai sangat vital dalam ajang balap motorsport. Mereka bertugas mengawasi lintasan, menangani insiden, hingga memastikan keselamatan pembalap dan kru. Tugas tersebut menuntut ketelitian, kecepatan respons, serta koordinasi yang tinggi.

Menariknya, seluruh marshal yang dilibatkan merupakan tenaga lokal. Hal ini menjadi bukti kesiapan sumber daya manusia (SDM) NTB dalam mendukung event motorsport kelas dunia.

“Keikutsertaan 200 marshal lokal NTB menegaskan bahwa Sirkuit Mandalika tidak hanya siap dari sisi fasilitas, tetapi juga didukung SDM yang kompeten, terlatih, dan berpengalaman sesuai standar internasional,” imbuhnya.

Para marshal tersebut sebelumnya telah melalui proses rekrutmen, pelatihan, serta keterlibatan dalam berbagai event balap. Dengan pengalaman tersebut, mereka dinilai mampu menjalankan peran krusial secara profesional di ajang internasional.

Keterlibatan marshal lokal, lanjut Priandhi, merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem motorsport nasional yang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai venue balap, Mandalika juga diarahkan menjadi pusat pengembangan SDM motorsport berdaya saing global.

“Dengan sistem kerja berbasis standar internasional, para marshal tidak hanya memastikan kelancaran balapan, tetapi juga memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan motorsport dunia,” tandasnya.

Ajang GT World Challenge Asia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi berkelas, tetapi juga meninggalkan legacy berupa peningkatan kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” GT World Challenge 2026, MGPA Siapkan 200 Marshal Terlatih “

Polisi Selidiki Dugaan Aktivitas Kembali Tambang Emas Ilegal di Sekotong

Mataram (globalfmlombok.com) – Polres Lombok Barat melakukan pengecekan terhadap sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Hasilnya, polisi tidak menemukan adanya aktivitas penambangan di lokasi tersebut.

Kapolres Lombok Barat, Yasmara Harahap, Rabu (1/4/2026) mengatakan, pengecekan dilakukan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pengolahan emas dengan metode perendaman.

Ia menjelaskan, tim gabungan turun langsung ke lokasi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Operasi tersebut dipimpin Kanit Tipidter Polres Lombok Barat bersama personel dan Bhabinkamtibmas Desa Buwun Mas.

“Fokus lokasi pengecekan berada di kawasan Bukit Lendak Bare, Dusun Bunut Kantor, Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong,” ujarnya.

Lokasi yang diperiksa diketahui berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan secara administratif masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Indotan Lombok Barat Bangkit. Sebelumnya, area tersebut juga pernah disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 4 Oktober 2024, terkait dugaan pertambangan ilegal.

Berdasarkan hasil peninjauan, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan maupun pengolahan emas. Di lokasi hanya ditemukan sisa-sisa infrastruktur berupa bekas kolam rendaman yang sudah lama terbengkalai.

“Dari kondisi fisik di lapangan, kolam-kolam tersebut sudah lama tidak digunakan dan tidak menunjukkan adanya aktivitas operasional dalam waktu dekat,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, video yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Bahkan, tidak ditemukan kecocokan antara rekaman video dengan lokasi yang disebut-sebut berada di Bukit Lendak Bare.

“Setelah kami melakukan pengecekan, anggota tidak menemukan kegiatan penambangan emas. Hanya ada bekas kolam rendaman yang sudah lama tidak beroperasi,” tegasnya.

Meski tidak ditemukan aktivitas, polisi tetap memasang kembali garis polisi (police line) di area bekas kolam rendaman sebagai langkah pengamanan. Pengawasan juga akan terus diperketat untuk mencegah praktik pertambangan tanpa izin (PETI) kembali terjadi.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial serta tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Cek Tambang Emas Ilegal Sekotong yang Diduga Aktif Kembali “

Cabai Jadi “Momok” Inflasi NTB, Harga Tembus Rp200 Ribu per Kg

Mataram (globalfmlombok.com) – Harga cabai yang masih tinggi di pasaran, bahkan sempat menembus Rp200 ribu per kilogram, kembali menjadi momok tahunan dan penyumbang terbesar inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin, Rabu (1/4/2026) menyampaikan bahwa lonjakan harga cabai memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi Maret 2026.

“Betul, harga cabai masih tinggi. Bahkan dari hasil pemantauan, cabai menjadi penyumbang inflasi terbesar saat ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia memperkirakan kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan komunikasi dengan petani, khususnya di wilayah NTB bagian timur, masa panen cabai akan segera berlangsung dalam waktu dekat.

“Rata-rata petani akan mulai panen pada bulan April. Jika panen sudah berlangsung, pasokan meningkat sehingga harga diharapkan bisa turun,” jelasnya.

Selain mengandalkan panen, pengendalian inflasi dinilai perlu dilakukan melalui intervensi cepat dari berbagai pihak. Salah satunya dengan mendorong gerakan menanam cabai di tingkat rumah tangga dan sekolah.

“Dengan begitu, kebutuhan konsumsi cabai bisa dipenuhi secara mandiri, sehingga ketergantungan terhadap pasar berkurang,” katanya.

Ia menambahkan, jika gerakan tersebut berjalan optimal, pasokan cabai akan lebih terjaga dan harga di pasaran dapat menjadi lebih stabil, bahkan berpotensi menurun.

Berdasarkan data BPS, pada Maret 2026 NTB mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 4,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,39. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Bima sebesar 5,09 persen, sementara terendah terjadi di Kabupaten Sumbawa sebesar 3,92 persen.

Kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 4,13 persen, diikuti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,61 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 21,60 persen.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi NTB pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,81 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,93 persen.

Dengan masih tingginya tekanan harga pada komoditas strategis seperti cabai, pemerintah diharapkan memperkuat langkah pengendalian inflasi, baik melalui peningkatan produksi maupun intervensi pasar, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cabai Jadi “Momok” Inflasi NTB “

Gejolak Elpiji Bersubsidi, Bupati Lotim: Dipicu Kekhawatiran Berlebihan Masyarakat

Selong (globalfmlombok.com) – Elpiji bersubsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih bergejolak di tengah masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lotim, Haerul Warisin menegaskan bahwa situasi itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena pasokan elpiji dalam kondisi aman.

“Ya, banyak yang panic buying,” ujar Bupati saat dikonfirmasi di Pendopo Bupati, Rabu (1/4/2026).

Haji Iron, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ketersediaan elpiji justru telah mengalami penambahan pasokan yang cukup signifikan. Ia menyebut kuota distribusi untuk Lombok Timur meningkat dari sebelumnya 50 ton menjadi 80 ton.

“Saya pikir begini, masalah gas elpiji ini sebenarnya kita sudah dapat tambahan cukup banyak. Dari 50 ton yang diproduksi, contohnya di tempat saya, ada tambahan 30 ton. Artinya ada tambahan cukup besar di Lombok Timur ini,” jelasnya.

Menurutnya, kelangkaan yang sempat dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh perubahan perilaku konsumsi yang tidak biasa. Banyak warga membeli elpiji dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan normal akibat kekhawatiran berlebihan.

Ia menilai, kekhawatiran tersebut dipengaruhi oleh tayangan di media sosial maupun pemberitaan mengenai krisis energi di sejumlah negara. Hal itu kemudian memicu kepanikan di masyarakat.

“Ada pengaruh dari media sosial, TV, juga pemberitaan tentang perang dan kondisi di luar negeri,” ungkapnya.

Bupati juga menyinggung pemberitaan di negara lain seperti India yang mengalami gejolak energi, sehingga memicu kekhawatiran warga. Akibatnya, masyarakat membeli lebih dari satu tabung dan menyimpannya, sehingga pasokan cepat habis di pasaran.

“Banyak yang membeli tidak sesuai kebiasaan, sampai tiga atau empat tabung untuk disimpan. Itu diakui juga oleh masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi yang terjadi bukanlah kelangkaan riil, melainkan dampak dari panic buying. Dengan tambahan pasokan yang ada, seharusnya kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Ini karena kekhawatiran saja. Kalau kelangkaan tidak ada, pasokan sudah ditambah, yang terjadi itu panic buying,” imbuhnya.

Seiring waktu, kondisi distribusi elpiji di Lotim mulai menunjukkan perbaikan. Bupati menjelaskan bahwa dinamika permintaan juga dipengaruhi mobilitas masyarakat saat Lebaran, di mana banyak warga pulang kampung.

Kini, setelah arus balik, distribusi diharapkan kembali normal.

“Sekarang masyarakat yang kemarin Lebaran sudah kembali ke daerah masing-masing. Mudah-mudahan segera normal semua,” pungkasnya. (rus)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gejolak Elpiji Bersubsidi, Bupati Lotim Sebut Dipengaruhi Kekhawatiran Berlebihan “

NTB Tegaskan Akhiri Perencanaan Berbasis Asumsi, Data Inklusif Jadi Fondasi Musrenbang

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan perubahan mendasar dalam perencanaan pembangunan. Melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pendekatan berbasis asumsi tidak lagi digunakan, melainkan digantikan dengan pemanfaatan data terpilah dan terintegrasi yang inklusif.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, saat membuka Lokakarya Penyediaan Data Pendukung Tematik Musrenbang Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (Tembang Pugis) Tahun 2026 di Mataram, Rabu, 1 April 2026.

Menurutnya, tanpa data yang akurat dan inklusif, pembangunan berisiko tidak tepat sasaran serta berpotensi meninggalkan kelompok rentan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan asumsi. Kita harus tahu secara pasti siapa yang tertinggal, di mana ketimpangan terjadi, dan kelompok mana yang belum terlayani. Di situlah data menjadi penentu arah kebijakan,” tegasnya.

Ia menilai tantangan pembangunan saat ini bukan pada banyaknya program, melainkan pada ketepatan sasaran. Tanpa dukungan data yang terpilah dan terintegrasi, kebijakan yang dihasilkan berpotensi bias dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Pemprov NTB, lanjutnya, telah membangun fondasi melalui Portal NTB Satu Data dan DT-SEN. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan data terpilah, integrasi antar sistem, hingga pemanfaatan data yang belum optimal dalam proses Musrenbang.

“Data tidak boleh berhenti sebagai laporan. Data harus menjadi instrumen perubahan dalam cara kita merencanakan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus berperan aktif sebagai produsen data yang bertanggung jawab terhadap kualitas dan keterpaduan data. Data yang dikembangkan pun harus mampu menggambarkan kondisi nyata masyarakat, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat miskin, serta kelompok rentan lainnya.

Dalam konteks tersebut, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci, termasuk kolaborasi dengan mitra pembangunan seperti Program SKALA, agar pengelolaan data tidak berjalan secara parsial.

Lebih jauh, ia mendorong transformasi Musrenbang menjadi forum berbasis data, bukan sekadar agenda administratif tahunan.

“Musrenbang harus berubah, dari forum formal menjadi forum berbasis data yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.

Melalui lokakarya ini, diharapkan terbangun kesepahaman lintas sektor terkait pentingnya data inklusif, sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam integrasi data ke dalam perencanaan Tembang Pugis Tahun 2026.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi dari sejauh mana kita mampu menghadirkan keadilan dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Tegaskan Akhir Era Asumsi, Data Inklusif Jadi Dasar Musrenbang“

Pemprov NTB Dorong Perpanjangan Izin Ekspor PT AMNT, Khawatir Dampak Ekonomi Meluas

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong perpanjangan izin ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dijadwalkan berakhir pada April 2026. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya memberikan izin ekspor selama enam bulan, terhitung sejak akhir Oktober 2025 hingga April 2026.

Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB, Lalu Mohammad Faozal, menegaskan Pemprov NTB akan mendorong agar aktivitas ekspor tetap berlanjut demi menjaga pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

“Opsi bagi Pemprov pasti mana yang paling menguntungkan untuk jangka pendek ini. Maka, kita dorong terus AMNT untuk memastikan izin ekspor tetap berlanjut,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

Menurutnya, jika izin ekspor tidak diperpanjang, dampaknya akan langsung terasa pada perekonomian NTB, khususnya pada triwulan kedua 2026. Selain pertumbuhan ekonomi, penerimaan daerah dari sektor royalti juga berpotensi terganggu.

“Dan itu PAD kita akan tergerus. Angka pertumbuhan kita akan masalah,” katanya.

Ia juga menyinggung kondisi smelter AMNT yang hingga kini belum beroperasi penuh. Menurutnya, industri pengolahan tersebut masih membutuhkan waktu sebelum dapat berfungsi optimal.

“Makanya nanti di minggu depan, saya akan bertemu lagi dengan AMNT untuk melihat langkah-langkah yang dibutuhkan dan bagaimana dukungan dari Pemprov,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian terkait perpanjangan izin ekspor konsentrat tersebut.

Ia berharap aktivitas ekonomi NTB tidak terganggu jika izin ekspor tidak diperpanjang, mengingat sektor tambang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

“Kita harap jangan kolaps. Mudah-mudahan tetap ada jalan terbaik untuk NTB,” ujarnya.

Samsudin menjelaskan, menjelang berakhirnya masa izin, pemerintah daerah biasanya melakukan koordinasi bersama Kementerian ESDM dan pihak perusahaan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah izin ekspor akan diperpanjang atau tidak, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek seperti kondisi ekonomi, sosial, dan politik.

“Kita evaluasi dulu dengan Kementerian ESDM, Pemprov, dan AMNT. Dari situ akan ditentukan apakah perlu perpanjangan atau tidak,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Khawatir Ekonomi Terancam, Pemprov NTB Dorong Izin Ekspor PT AMNT Dilanjutkan “

105 Dapur MBG di Lombok Timur Ditutup Sementara, Ketua Forum Mitra Akui Banyak Pengelola Lalai

Selong (globalfmlombok.com) – Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 105 dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur (Lotim) mendapat respons dari Forum Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Para mitra mengakui masih adanya kelalaian dalam memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

Ketua Forum Mitra SPPG MBG BGN Lombok Timur, Muallani, menyatakan kebijakan tersebut merupakan langkah positif untuk mendorong perbaikan kualitas layanan.

“Saya sebagai ketua forum memberikan apresiasi yang baik. Kebijakan ini supaya mitra-mitra dapur segera berbenah diri. Artinya dari BGN mengharapkan bahwa mitra dapur ini segera buat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), segera urus izin dan sertifikasi halal,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

Penutupan ratusan dapur tersebut dilakukan setelah BGN menerbitkan surat edaran terkait kepatuhan mitra. Menurut Muallani, peringatan sebenarnya telah berulang kali disampaikan, baik melalui pertemuan daring maupun surat resmi. Namun, masih ditemukan kelalaian, terutama dalam pemenuhan infrastruktur dan administrasi dasar.

“Sebenarnya sudah lama kita diingatkan oleh BGN. Namun, mungkin ada kelengahan dan keteledoran. Yang paling prioritas itu IPAL untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, setiap dapur MBG wajib menyajikan makanan yang higienis, bersih, dan aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Penutupan mendadak ini, lanjutnya, berdampak langsung terhadap penerima manfaat yang selama ini bergantung pada distribusi MBG setiap hari. Dapur yang terkena sanksi tidak lagi dapat menyalurkan makanan sejak surat pemberhentian diterbitkan.

“Bagi penerima manfaat yang sudah terbiasa menerima, tiba-tiba tidak menerima lagi. Yang suspensi itu mulai hari ini, besok sudah tidak bisa pendistribusian,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Muallani mengimbau seluruh mitra, khususnya 105 dapur yang ditutup, agar segera melengkapi kekurangan yang ada. Baik dokumen administrasi maupun fasilitas fisik seperti IPAL dan sertifikasi kehalalan produk harus segera dipenuhi.

“Harus segera tuntas masalahnya. Bila perlu hari ini kerjakan apa yang diminta. Koordinasi melalui koordinator wilayah untuk mengunggah kekurangan tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi sanksi lebih berat jika mitra tidak segera melakukan perbaikan. Bahkan, penutupan permanen bisa diberlakukan bagi dapur yang tetap tidak memenuhi standar.

“Kalau tidak memperbaiki diri bisa ditutup permanen. Ini standarnya. Kalau kita tidak mematuhi aturan dari BGN, tentu ada sanksi yang lebih besar,” pungkasnya.

Bagi mitra yang sebenarnya telah memenuhi kriteria, seperti memiliki IPAL dan izin lengkap, ia meminta agar segera berkoordinasi untuk menyelesaikan kendala teknis, termasuk kesalahan dalam pengunggahan data.

Penutupan sementara ini tertuang dalam surat BGN Nomor 1218/D.TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan. Dalam surat tersebut, tercatat sebanyak 302 dapur MBG di NTB ditutup sementara, dengan Lombok Timur menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 105 unit. Sebagian besar penutupan disebabkan belum terpenuhinya standar IPAL dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 105 Dapur MBG di Lombok Timur Ditutup Sementara, Ketua Forum Mitra Akui Banyak Pengelola Lalai “