Beranda blog Halaman 113

Operasi Pasar Elpiji 3 Kg Digencarkan di Lombok Timur, Antrean Dipicu Panic Buying

Mataram (globalfmlombok.com) – Distribusi elpiji 3 kilogram di Nusa Tenggara Barat dipastikan dalam kondisi aman, meski sempat terjadi antrean panjang di sejumlah pangkalan, khususnya di Lombok Timur. Untuk mengurai lonjakan permintaan, operasi pasar dan penambahan pasokan (extra dropping) terus digencarkan.

Plt Ketua Hiswana Migas NTB, Reza Nurdin, mengatakan pasokan elpiji ke NTB berjalan sesuai jadwal. Hal ini ditandai dengan bersandarnya kapal tangki elpiji dalam beberapa hari terakhir.

“Distribusi secara umum lancar. Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara aman, tidak ada gejolak. Hanya di Lombok Timur ada peningkatan permintaan, kemungkinan karena panic buying,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, antrean panjang yang terjadi di pangkalan bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan karena tidak tersedianya stok di tingkat pengecer. Akibatnya, masyarakat langsung membeli ke pangkalan saat jadwal distribusi tiba.

“Antrean itu terjadi saat barang datang. Karena di pengecer kosong, masyarakat langsung ke pangkalan. Jadi bukan antre setiap saat,” jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Hiswana Migas, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait menggelar operasi pasar di sejumlah titik di Lombok Timur. Lokasinya antara lain Desa Pengadangan, Lenek, Aikmel Utara, Karang Baru, hingga wilayah Sakra, Keruak, dan Jerowaru.

Dalam operasi pasar ini, penyaluran elpiji dilakukan langsung kepada konsumen agar tepat sasaran. Selain itu, pengawasan distribusi juga diperketat dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, aparat kecamatan, Satpol PP, kepolisian, hingga perangkat desa.

“Penyaluran wajib langsung ke konsumen. Kami juga libatkan Disperindag, bagian ekonomi pemda, Satpol PP, Polsek, serta perangkat desa, termasuk Pertamina dan Hiswana Migas,” katanya.

Reza mengungkapkan, total tambahan pasokan elpiji untuk Lombok Timur mencapai sekitar 70 persen dari alokasi harian atau setara dengan 24.440 tabung. Langkah ini diharapkan mampu meredam lonjakan permintaan dan mengurangi antrean di masyarakat.

Ia menegaskan, tidak ada praktik penimbunan atau permainan distribusi di lapangan. Kondisi yang terjadi murni dipicu kepanikan masyarakat akibat informasi yang tidak benar.

“Tidak ada permainan di bawah, seperti penimbunan. Ini lebih ke panic buying. Sama seperti isu kenaikan BBM sebelumnya yang ternyata tidak benar,” tegasnya.

Menurutnya, fenomena panic buying membuat konsumsi menjadi tidak wajar. Masyarakat yang biasanya membeli satu tabung, kini membeli lebih banyak karena khawatir kehabisan.

Padahal, elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga penggunaannya seharusnya tetap terkontrol.

“Ini barang subsidi, konsumennya terbatas. Tapi sekarang banyak yang punya lebih dari satu tabung di rumah, sehingga saat panik, pembelian jadi berlebihan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai operasi pasar yang dilakukan cukup efektif. Di sejumlah lokasi, distribusi berjalan tertib tanpa penumpukan pembeli karena masyarakat sudah mendapatkan jatah masing-masing. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gencarkan Operasi Pasar Epliji 3 Kilogram di Lombok Timur

Program Rp1 Miliar per Desa Dinilai Belum Sepenuhnya Akomodasi Potensi Lokal

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Program Rp1 miliar per desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) didorong untuk mengakomodasi potensi lokal di masing-masing desa. Program yang menjadi bagian dari visi Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini, ini diarahkan untuk mewujudkan konsep One Village One Product (OVOP) melalui skema Rp1 miliar per desa dan Rp100 juta per dusun.

Namun, implementasinya dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi potensi desa. Salah satu kendala utama adalah masih banyak desa yang belum memperbarui (update) data potensi dalam profil desa masing-masing.

Kepala Desa Taman Ayu, M. Tajudin, mengatakan bahwa sebenarnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) memiliki banyak instrumen untuk menggali potensi desa, mulai dari kader, RT, hingga perangkat desa. Namun, pemanfaatannya belum maksimal untuk menghasilkan data riil.

“Data riil bahwa di desa itu memang potensinya ini, bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Harus betul-betul digali dari kondisi desa itu sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, penggalian potensi desa sangat penting untuk menjamin keberlanjutan program ke depan. Banyak perangkat yang bisa dimaksimalkan, seperti pendamping desa, kepala desa, hingga kelembagaan desa lainnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada instruksi tegas dari organisasi perangkat daerah (OPD) agar desa lebih serius memperbarui data potensi. Padahal, dari data tersebut akan lahir produk unggulan desa (OVOP) yang berkelanjutan.

Ia mencontohkan, jika suatu desa dipaksakan mengembangkan produk yang tidak didukung potensi lokal, maka program tersebut sulit bertahan. Seperti rencana pengembangan tortilla di desanya yang ditolak karena tidak didukung bahan baku lokal seperti jagung atau rumput laut.

Hal serupa juga berlaku untuk produk keripik yang membutuhkan bahan baku singkong. Jika bahan baku harus didatangkan dari luar desa, maka keberlanjutannya menjadi diragukan.

Sebaliknya, komoditas seperti beras dinilai lebih realistis dikembangkan karena didukung sistem irigasi, petani, kelompok tani (gapoktan), hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penopang distribusi.

“Kalau potensi desa tidak digali maksimal, maka tidak bisa dijamin keberlanjutannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, perlu ada instruksi resmi dari pemerintah daerah agar profil desa benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan. Selain itu, dibutuhkan tim yang mampu memonitor hingga tingkat paling detail.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lobar, Deny Arif Nugroho, mengakui bahwa dari ribuan usulan desa untuk tahun 2027, belum semuanya mengakomodasi potensi desa. Hal ini disebabkan belum lengkapnya data potensi desa yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kita baru mengacu pada usulan dari masing-masing desa. Finalisasinya tetap kita arahkan pada peningkatan ekonomi, SDM, serta persoalan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun pihaknya telah meminta pembaruan data potensi desa, tidak semua desa dapat memenuhinya. Selama ini, pembaruan profil desa lebih banyak berfokus pada data kependudukan dan administrasi, sementara potensi sumber daya alam, SDM, dan sosial belum diperbarui secara optimal.

Menurutnya, idealnya data potensi desa diperbarui setiap tahun, mengingat dinamika wilayah yang sangat cepat berubah. Ia mencontohkan perkembangan kawasan di sekitar jalur bypass yang menyebabkan berkurangnya lahan pertanian akibat pembangunan perumahan.

“Perubahan seperti ini harus terdata, karena akan menentukan kebijakan yang diambil pemerintah daerah ke depan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Program Rp1 Miliar per Desa Belum Sepenuhnya Akomodir Potensi Desa 

Tiga Besar Calon Eselon II Lingkup Pemprov NTB Diumumkan

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB sudah mengumumkan tiga besar 13 calon eselon II lingkup Pemprov NTB. Surat bernomor: 800.1.2.3/ 615 /BKD/2026 ditandatangani langsung oleh kedua Ketua Tim Pansel, yaitu Prof. Dr. Riduan Mas’ud M.Ag selaku Ketua Tim Pansel I, dan Lalu Mohammad Faozal selaku Ketua Tim Pansel II.

Ketua Panitia Seleksi Tim I, Prof. Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., mengatakan, setelah pemilihan tiga besar. Selanjutnya Gubernur mengambil alih dengan melakukan wawancara mendalam masing-masing calon.

“Seleksi lanjutan dilakukan melalui wawancara mendalam oleh Pak Gubernur, dan beliau yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan serta melantik siapa yang akan duduk sebagai kepala dinas,” katanya, Rabu, 8 April 2026.

Daftar 39 calon eselon II NTB yang lolos seleksi yaitu, Dr. H. Ahmad Fathoni, SP., MT, Lalu Mirza Amir Hamzah Bapuangam, SP., MM, dan Taufiek ST., MT., sebagai calon Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dedy Rosadi, S.Pd., M.Si, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd, dan H. Hasni, SE., M.Ak., lolos sebagai calon Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.

Calon Kepala Dinas PUPR, Perumahan dan Kawasan Permukiman, yakni Ilham Ardiansyah, ST., MT, Lalu Kusuma Wijaya, ST., MT, dan Muhammad Abduh, ST., M.Sc. Sementara nama Bowo Susatyo, S.Sos., MT, Lalu Wiranata, SIP., MA dan Najib SH., MH., masuk tiga besar calon Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selanjutnya, tiga kandidat Kepala Dinas Kebudayaan yaitu Chandra Aprinova, AKS., MP, Haeruddin S.Pd., M.Pd. dan Muhamad Ihwan, S.Sos., M.Si. Calon Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah Burhan, SP., MM Didik Mahmud Gunawan Hadi, ST., MS, dan Samsiyah Samad, S.Hut.,MS.

Untuk jabatan Direktur RSUD masuk tiga besar, drg. H. Asrul Sani, M.Kes, dr. H. Emirald Isfihan, MARS., MH., dr. H. Suriyadi, Sp.An-TI, FISQua. Tiga calon Wakil Direktur Umum dan Operasional pada RSUD yaitu Erick Widodo, ST., H. Abdullah, S.Kep.Ns., MM, Srianingsih, S.ST., M.Kes.
Kemudian, Baiq Nelly Kusumawati Ma’ruf, Bowo Susatyo, S.Sos., MT, dr. Ng Phi Shi, sebagai calon Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan pada RSUD.

Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian pada RSUD yaitu dr. Laily Indrayanti Yusuf, I Putu Artawan Prayoga, S.Kep.Ns., MM serta Wahyu Hidayat, S.STP., MAP. Dan Wakil Direktur Pelayanan pada RSUD, tiga nama yang berhasil menembus tahap akhir yaitu dr. Adi Wira Perdana, dr. Wahyu Wirawan Triyono, M.Kes, dr. Wiwik Nurlaela.

Calon Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat pada Setda NTB di antaranya Amir, S.Pd., M.Pd, Chandra Aprinova, AKS., MP, M. Zuhudy Kadran, S.STP., MM. Serta Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan pada Setda NTB yaitu Charisma Putra, S.PL, Dadang Fajar, S.STP., MM., dan Yus Harudian Putra, S.STP.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno mengatakan pelantikan eselon II NTB dijadwalkan dilakukan pada pekan ini. Meski demikian, semuanya tergantung pada keputusan pimpinan daerah. Pelantikan Jabatan Tinggi Pratama (JPT) itu rencananya dilangsungkan bersama dengan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB yang saat ini prosesnya masih berlangsung di pusat.

“Saya kan mudah-mudahan dalam bulan ini tuntas. Makanya semuanya kan dalam proses. Karena harus kita berkomunikasi, seperti di sekda, kita sudah mulai proses,” jelasnya.
Ia mengatakan, bulan April masih sekitar tiga minggu lagi, sehingga masih ada waktu, baik waktu wawancara Gubernur bersama dengan kontestan seleksi terbuka eselon II. (era)

Penutupan 350 SPPG di NTB, Insentif Rp2,1 Miliar Tak Tersalurkan

Mataram (globalfmlombok.com) – Penutupan 350 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) berdampak pada tidak tersalurkannya insentif mitra pemerintah yang nilainya mencapai lebih dari Rp2,1 miliar per hari. Kondisi ini terjadi seiring penghentian sementara operasional ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, membenarkan bahwa setiap SPPG tidak menerima insentif selama masa penutupan. Insentif sebesar Rp6 juta per unit SPPG tersebut sebelumnya diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 dan berlaku selama dua tahun.

“Intinya insentif kan Rp6 juta, tinggal dikalikan saja per SPPG. Ini insentif untuk mitra,” ujarnya, belum lama ini.

Selain insentif, upah bagi relawan MBG juga tidak dicairkan selama periode penutupan. Para relawan sebelumnya menerima upah harian berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Dengan kondisi ini, total penghematan anggaran negara dari penutupan tersebut diperkirakan menembus lebih dari Rp2,1 miliar per hari.

Saat ini, sebanyak 350 SPPG di NTB ditutup sementara oleh BGN. Dampaknya, ratusan ribu penerima manfaat tidak dapat mengakses program MBG hingga dapur kembali dioperasikan.

Dari jumlah tersebut, 302 SPPG ditutup karena tidak memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sementara 48 SPPG lainnya dihentikan operasionalnya akibat temuan kejadian menonjol, seperti kasus keracunan.

Ketua Satuan Tugas MBG NTB, Fathul Gani, menjelaskan bahwa sebagian besar dapur yang ditutup belum memenuhi persyaratan dasar operasional.

“Kalau SLHS itu ada tahapan yang harus dipenuhi. Jika sudah sesuai standar, maka Dinas Kesehatan kabupaten/kota wajib mempercepat prosesnya,” ujarnya.

Ia merinci, dari 302 SPPG tersebut, sebanyak 225 dapur belum memiliki IPAL, 36 belum mengantongi SLHS, dan 39 lainnya belum memenuhi standar IPAL meski telah memiliki SLHS. Selain itu, terdapat dapur yang sebenarnya telah memiliki sertifikat, namun belum diinput dalam sistem sehingga masih berstatus zona merah.

“Karena itu, kami instruksikan jajaran BGN di daerah untuk mempercepat proses penginputan data tersebut,” tambahnya.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 736 SPPG di NTB, dengan 633 di antaranya sempat beroperasi. Namun, dengan penutupan ini, sekitar setengah dari total dapur MBG kini tidak berfungsi.

Fathul Gani menekankan pentingnya peran aktif satuan tugas daerah, koordinator wilayah hingga tingkat kecamatan dalam memperkuat pengawasan, pembinaan, serta sosialisasi kepada pengelola SPPG agar dapat segera memenuhi standar yang ditetapkan.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama agar layanan bisa kembali berjalan dan masyarakat kembali menerima manfaatnya,” pungkasnya. (era)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Penutupan 350 SPPG di NTB, Insentif Rp2,1 Miliar Tidak Bisa Disalurkan 

Optimalisasi Aset Digenjot, BKAD NTB Kejar Tiga Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

Mataram (globalfmlombok.com) – Menyikapi pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah progresif menuju kemandirian fiskal. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemprov NTB melakukan perombakan tata kelola aset daerah guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala BKAD NTB, Nursalim, menegaskan pihaknya kini menjadi pilar krusial untuk menjaga agar program strategis daerah tetap berjalan sesuai rencana. BKAD juga berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mengevaluasi APBD di 10 kabupaten/kota agar selaras dengan “Triple Agenda”.

“Kami memastikan 10 kabupaten/kota berada dalam satu gerbong. Dengan intervensi bersama, beban pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan stunting akan terasa lebih ringan karena dikeroyok bersama melalui satu kebijakan,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah banyaknya aset potensial yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD. Untuk itu, BKAD mulai membidik sejumlah aset untuk program hilirisasi guna menciptakan efek berganda (multiplier effect).

Beberapa titik fokus di antaranya kawasan Serading di Kabupaten Sumbawa. Lahan milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program hilirisasi.

Selain itu, optimalisasi juga diarahkan ke kawasan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. BKAD tengah berkoordinasi intensif dengan UPTD Pariwisata untuk memastikan pengelolaan aset di kawasan internasional tersebut lebih profesional dan bernilai tambah tinggi.

“Sektor lain yang juga dipetakan potensinya mencakup aset di Dinas Perikanan dan Kelautan, Pertanian, hingga sektor pertambangan dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB ini mengakui, selama bertahun-tahun kendala utama optimalisasi aset di NTB adalah minimnya tenaga ahli penilai (appraiser). Sebelumnya, ribuan persil aset daerah hanya ditangani oleh satu orang penilai.

Untuk mengatasi hal tersebut, BKAD telah mengirimkan sejumlah SDM terbaik untuk mendapatkan pendidikan dan sertifikasi dari kementerian terkait.

“Saat ini kita sudah memiliki 29 tenaga ahli bersertifikasi. Mereka inilah yang akan melakukan penilaian aset agar kerja sama dengan pihak ketiga berjalan akuntabel,” jelasnya.

Dari sisi pengamanan hukum, BKAD bekerja sama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat sertifikasi lebih dari 200 persil aset yang belum memiliki legalitas, dari total 1.663 persil yang ada. Langkah ini dinilai krusial untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang telah diraih NTB selama 14 kali berturut-turut.

Nursalim optimistis, penguatan fiskal melalui optimalisasi aset menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan PAD yang kuat, pemerintah memiliki ruang lebih luas untuk mengintervensi sektor produktif seperti pariwisata, UMKM, dan infrastruktur.

“Filosofinya sederhana. Jika PAD meningkat, intervensi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat akan maksimal. Kita tidak lagi meratapi pemotongan anggaran pusat, melainkan menciptakan inovasi dari apa yang kita miliki,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Optimalisasi Aset, BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

Rekrutmen Dijamin Bersih, Polda NTB Tegaskan Tak Ada Calo

Mataram (globalfmlombok.com) – Pelaksanaan rekrutmen anggota Polri dipastikan berintegritas dan profesional. Seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan dengan sistem “BETAH” Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda NTB Kombes Pol I Dewa Made Adnyana, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan, dalam pelaksanaan tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda NTB, keterbukaan dalam setiap tahapan seleksi menjadi kunci utama untuk menghasilkan calon anggota Polri yang unggul dan berintegritas.

Menurut Karo SDM Polda NTB, pengawasan juga melibatkan berbagai unsur internal maupun eksternal guna menjamin objektivitas di setiap proses seleksi.

“Kami memastikan seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada celah bagi praktik kecurangan, percaloan, maupun bentuk pelanggaran lainnya,” ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Karo SDM Polda NTB juga menjelaskan, hal itu juga ditegaskan oleh Asisten Sumber Daya Manusia (ASSDM) Kapolri Irjen Pol. Anwar. Menurutnya, Polri berkomitmen dalam pelaksanaan rekrutmen anggota Polri yang berintegritas dan profesional.

Ia memastikan seluruh proses seleksi ditegaskan wajib berpedoman pada prinsip BETAH. Masyarakat diimbau, khususnya para calon peserta dan orang tua supaya tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyesatkan.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa penerimaa terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler. Tidak ada jalur khusus ataupun jalur lain di luar ketentuan resmi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, masyarakat maupun peserta yang mengetahui atau menemukan adanya penyimpangan dalam proses penerimaan anggota Polri dapat segera melaporkan melalui scan barcode Divpropam Polri atau menghubungi hotline Penerimaan Polda NTB melalui WhatsApp di nomor 081138001001

Adanya penegasan ini, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses seleksi dengan percaya diri dan mengandalkan kemampuan diri sendiri, tanpa tergiur oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan.

“Polri terus berkomitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten, sebagai bagian dari transformasi menuju Polri yang Presisi serta semakin dipercaya oleh masyarakat,” tutupnya. (ham)

Awal April, Serapan Gabah Petani di NTB 70.428 Ton, Bulog Jemput Bola

Mataram (globalfmlombok.com)-

Perum Bulog Kantor Wilayah NTB tancap gas melakukan aksi jemput bola untuk menyerap hasil panen petani di seluruh wilayah Provinsi NTB. Langkah ini diambil guna memenuhi target ambisius tahun 2026 sebesar 240.661 ton setara beras.

Hingga awal April 2026, realisasi penyerapan tercatat sudah menyentuh angka 70.428 ton atau sekitar 29.26% dari target tahunan.

Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengungkapkan bahwa tren penyerapan terus meningkat seiring dengan meratanya musim panen di seluruh wilayah pulau Lombok dan Sumbawa.

“Kami melakukan penyerapan langsung ke petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melalui Tim Jemput Pangan Bulog serta bersinergi dengan penggilingan lokal. Harga beli yang kami tetapkan sesuai regulasi pemerintah, yaitu Rp 6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP),” ujar Regar, Senin (06/04).

Harga tersebut, lanjutnya, merupakan terbaik saat ini karena dapat mencukupi biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh petani. Bahkan dengan hadirnya Bulog, harga tersebut menjadi patokan minimum sehingga petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik lagi.

Pencapaian penyerapan ini tentu hasil kerja sama yang baik antara Bulog bersama Pemda, Babinsa dan Satuan Kerja PPL.

Lebih lanjut Regar menjelaskan bahwa stok yang dikuasi Bulog NTB saat ini 193.000 ton setara beras dengan tempat penyimpanan 16 gudang induk Bulog dan 85 gudang sewa.

Seiring dengan penyerapan yang masih berjalan stok ini akan terus bertambah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi saat ini karena stok di Seluruh wilayah NTB lebih dari cukup

Bulog Genjot Penyaluran Bantuan Pangan di NTB, Direktur Pemasaran Turun Langsung

Tanjung (globalfmlombok.com) —

Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Desa Gili Indah dan Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa 7 April 2026 sebagai langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan serta stabilitas pasokan di daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Pemasaran Perum BULOG, Feby Novita didampingi juga Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat, Rizal P. Sukmaadijaya, yang turun langsung ke lapangan guna memastikan proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, bantuan yang disalurkan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP). Proses distribusi dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat, disertai dengan pendataan serta verifikasi guna menjamin akurasi penyaluran.

Di sela kegiatan, Direktur Pemasaran Perum BULOG juga berinteraksi dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memastikan program bantuan memberikan dampak nyata.

“Perum BULOG berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Febby Novita.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan stok pangan di wilayah NTB dalam kondisi mencukupi untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan.

“Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Lombok Utara ditujukan kepada 58.996 penerima. Hingga saat ini, distribusi telah terealisasi di Kecamatan Bayan sebanyak 14.736 penerima dan Kecamatan Pemenang sebanyak 8.950 penerima. Sementara itu, untuk Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Tanjung ditargetkan selesai dalam minggu ini,” jelas Febby.

Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan aparat desa serta pemangku kepentingan setempat, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara Perum BULOG dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui langkah ini, Perum BULOG menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.(r)

Hingga Dini Hari, Evakuasi Liza Pratiwi Berjalan Dramatis dengan Bantuan Alat Berat

Giri Menang (globalfmlombok.com)–

Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang warga yang terseret arus di Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, resmi ditutup pada Rabu (08/04/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah upaya pencarian memasuki hari ketiga.

Jasad korban atas nama Liza Pratiwi (25), warga Ampenan Otak Desa, ditemukan di aliran sungai sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi berlangsung hingga dini hari.

Koordinator Lapangan Kantor SAR Mataram, Ida Bagus Netra Adnyana, menjelaskan bahwa posisi korban yang terjepit di antara material alam menjadi kendala utama di lapangan.

“Korban ditemukan dalam posisi terjepit batu besar di aliran sungai. Karena kondisi tersebut, tim di lapangan harus berkoordinasi untuk menggunakan ekskavator guna memudahkan proses evakuasi jasad korban dari himpitan batu,” ujar Netra, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Setelah berhasil dievakuasi pada pukul 00.15 WITA, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan koordinasi erat antara berbagai pihak. Netra juga menekankan pentingnya kerja sama tim gabungan yang terdiri dari  Tim rescue Kantor SAR Mataram, Polres Kota Mataram, Koramil Gunung Sari, BPBD Lombok Barat, Camat Gunung Sari, Polsek Gunung Sari, Tim Medis Rumah Sakit Bhayangkara, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, perangkat desa setempat, relawan, serta masyarakat setempat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi SAR ini. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di area aliran sungai, terutama saat cuaca mendung dan ekstrem,” tutupnya.

Sebelumnya, Liza Pratiwi (25), warga Ampenan, Mataram hanyut terseret arus sungai di kawasan wisata Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, pada Minggu (05/04) sore. Saat itu hujan tiba-tiba deras dan air bah datang di Tibu Ijo, sehingga korban terseret arus.

Remaja Hanyut di Hulu Bendungan Meninting Belum Ditemukan

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (7/4/2026), tim SAR gabungan memperluas area penyisiran terhadap Heri Saputra (16), remaja yang hilang terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, yang berada di hulu Bendungan Meninting.

Korban yang merupakan warga Dusun Bagik Dapol, Desa Mertak, Lombok Tengah, dilaporkan terseret arus pada Senin (6/4/2026) saat berwisata bersama rekan-rekannya.

Koordinator Lapangan yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, yakni Dewa Gede Kerta, mengatakan tim SAR bersama potensi SAR lainnya terus mengoptimalkan pencarian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Untuk mengoptimalkan pemantauan terutama di medan yang sulit dijangkau, kami merencanakan penggunaan drone thermal guna melakukan pemetaan udara dan pencarian visual dari ketinggian,” ujarnya di lokasi kejadian.

Selain itu, personel SAR juga melakukan penyisiran manual mulai dari titik awal korban terseret hingga ke muara di Bendungan Meninting. Upaya ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi alam di lokasi menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

“Kendala kami adalah cuaca yang tidak menentu, debit air yang fluktuatif, arus yang sangat kuat, hingga medan sungai yang didominasi bebatuan besar, licin, serta banyaknya jeram,” jelasnya.

Peristiwa tersebut bermula saat air bah tiba-tiba datang dan menyeret dua remaja yang tengah berada di kawasan air terjun. Satu korban berhasil diselamatkan, sementara Heri Saputra terbawa arus dan hingga kini belum ditemukan.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lombok Barat, Damkar, pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Remaja Hanyut di Hulu Bendungan Meninting Belum Ditemukan “