Mataram (globalfmlombok.com)—
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan program Go Vote sebagai upaya memperkuat pemutakhiran data pemilih dan pendidikan pemilih secara berkelanjutan menjelang pemilu mendatang. Peluncuran program ini berlangsung di Kantor KPU NTB, Mataram, Minggu (14/12/2025) malam.
Ketua KPU NTB Muhammad Khuwailid mengatakan, Go Vote merupakan program inovatif yang digagas KPU NTB bersama KPU kabupaten dan kota se-NTB. Program ini mengusung tagline “Akurat Datanya, Hebat Partisipasinya” dan dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam memastikan keakuratan data pemilih.
“Go Vote kami rancang untuk pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sekaligus edukasi pemilih secara terus-menerus,” ujar Khuwailid dalam sambutannya.
Melalui Go Vote, kegiatan teknis seperti pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) dikemas menjadi gerakan sosialisasi partisipatif. Masyarakat didorong untuk secara aktif memeriksa dan memastikan data kepemilihannya telah benar, akurat, dan mutakhir.
Menurut Khuwailid, Go Vote juga dibangun sebagai program kolaboratif lintas sektor. KPU NTB melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk mempercepat proses validasi data pemilih.
“Kami ingin mengolaborasikan pemutakhiran data pemilih dengan peran serta berbagai pihak. Dengan kolaborasi, pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat dan tepat,” katanya.
Ia meyakini, sistem administrasi pemilih yang akurat dan edukasi yang berkelanjutan akan berdampak langsung pada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. “Ketika kita mampu mengadministrasikan pemilih dengan baik dan mengedukasi secara konsisten, partisipasi pemilih akan meningkat,” ujarnya.
Komisioner KPU NTB Agus Hilman menambahkan, Go Vote mengintegrasikan dua mandat penting pasca pemilu, yakni pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) dan pendidikan pemilih berkelanjutan.
“Dua aspek penting ini kami gabungkan dalam satu program. Pemilu bukan sekadar peristiwa, tetapi sebuah proses yang berjalan terus-menerus,” kata Hilman.
Selain sebagai sarana edukasi, Go Vote juga berfungsi sebagai kanal aduan masyarakat terkait data pemilih. Masyarakat dapat melaporkan berbagai perubahan status pemilih, seperti meninggal dunia atau beralih profesi menjadi anggota TNI dan Polri, melalui call center yang disediakan.
Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum ditindaklanjuti oleh tim Go Vote di tingkat kabupaten dan kota. Petugas akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran laporan, termasuk memeriksa dokumen pendukung seperti surat kematian.
“Ini bukan hanya soal memperbarui data, tetapi juga bagian dari pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Hilman.
Hilman menegaskan, Go Vote merupakan inovasi pertama di Indonesia yang murni digagas oleh KPU tingkat provinsi. Program ini diharapkan mampu menghasilkan data pemilih yang semakin akurat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilu.
“Output akhirnya adalah data pemilih yang akurat. Namun tujuan besarnya adalah meningkatnya partisipasi masyarakat, karena pemilu adalah proses yang terus berjalan,” katanya.


