Selong (globalfmlombok.com)—
Suasana Rest Area Sembalun tampak semarak pada Minggu (7/12), ketika Festival Cilok Sembalun atau Cilok Fest digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara yang diinisiasi Makmur Mendunia Center (MMC) NTB itu menampilkan ragam kuliner, musik, hiburan rakyat, serta stan UMKM yang memenuhi kawasan lereng Rinjani.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir membuka kegiatan dan menyampaikan sejumlah capaian pembangunan selama sembilan bulan kepemimpinannya. Ia menyebut MMC, yang berpusat di Selong, sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan visi NTB Makmur Mendunia kepada masyarakat.
Dalam pidatonya, Iqbal menyinggung kondisi NTB yang masih berada dalam jajaran 12 provinsi termiskin di Indonesia. Menurutnya, pemerintah provinsi menempatkan program-program prorakyat sebagai kunci untuk membawa NTB keluar dari kategori tersebut.
“Visi besar kita jelas: NTB harus keluar dari daftar provinsi termiskin. Karena itu, program yang dijalankan harus langsung menyentuh kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Perbaikan Infrastruktur dan Program Desa Berdaya
Iqbal menyoroti perbaikan sejumlah infrastruktur, termasuk ruas Pohgading–Dasan Geres di Lombok Timur yang mengalami kerusakan selama lebih dari satu dekade.
“Alhamdulillah dalam hitungan hari jalan itu akan di-launching dalam kondisi baik, aman, dan dengan penerangan yang memadai,” katanya.
Ia mengenang laporan tenaga kesehatan soal tingginya kasus ISPA akibat debu jalan rusak, sebuah problem yang kini dapat diminimalkan berkat perbaikan jalan tersebut.
Selain infrastruktur, Iqbal memaparkan program Desa Berdaya yang menargetkan anggaran Rp300–500 juta bagi masing-masing desa, terutama 106 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Program itu menjadi salah satu strategi mencapai target NTB bebas kemiskinan ekstrem pada 2029.
Bank NTB Kembali Salurkan KUR
Gubernur juga menyinggung pembenahan tata kelola Bank NTB. Setelah beberapa tahun mengalami pembatasan penyaluran kredit, Bank NTB kini kembali diizinkan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Mulai tahun depan, Bank NTB fokus membantu UMKM dan usaha mikro. Bunganya disubsidi pemerintah provinsi,” jelasnya.
Ia mendorong pelaku usaha kecil, termasuk komunitas cilokers, memanfaatkan akses permodalan tersebut.
“Semua Kebijakan Harus Dimulai dari Kebutuhan Rakyat”
Iqbal menegaskan seluruh kebijakan pemerintah provinsi harus berpihak kepada masyarakat, bukan kepentingan birokrasi.
“Kita ingin pejabat NTB menghabiskan waktunya memikirkan rakyat, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan masyarakat dalam mengawal perubahan yang tengah dijalankan. “Gangguan pasti ada, tetapi dengan niat baik dan dukungan masyarakat, insya Allah semuanya dapat kita hadapi,” katanya.
Antusiasme Tinggi Masyarakat
Perwakilan MMC NTB, Irham Jayadi, mengapresiasi dukungan Pemprov NTB dan antusiasme masyarakat. Ia menyebut tingginya jumlah pengunjung membuat panitia membuka sesi tambahan.
“Bahkan sudah ada 10 rombong lagi dengan sekitar 10 ribu cilok yang menunggu untuk memuaskan pengunjung,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Irham juga menyampaikan kebanggaannya karena Lombok Timur untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan HUT ke-67 NTB.
Dorong Ekonomi Lokal di Musim Sepi Wisata
Festival Cilok di Sembalun digagas sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor kuliner dan pariwisata, pada masa low season ketika jalur pendakian Rinjani ditutup antara Desember hingga Maret.
Selain kuliner cilok, pengunjung menikmati hiburan musik tradisional seperti Lemor serta produk-produk khas Lombok. Sejuknya udara pegunungan membuat festival ini menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi keluarga, wisatawan, dan komunitas pecinta alam.
Festival Cilok Sembalun diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat identitas kuliner NTB sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(r)


