BerandaBerandaBerjuang di Balik Layar: dr. Fauzan dan Misi Menyelamatkan Atlet di Arena...

Berjuang di Balik Layar: dr. Fauzan dan Misi Menyelamatkan Atlet di Arena Kompetisi

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pengalaman panjang di dunia medis olahraga mengantarkan dr. Fauzan Nanggadita, Sp.KO, menjadi salah satu figur penting dalam penanganan kesehatan atlet di berbagai ajang kompetisi. Koordinator tim medis Second UCA di Mataram ini telah malang melintang di event olahraga nasional hingga internasional, termasuk Asian Games 2018 di Jakarta. 

Fauzan pernah dipercaya sebagai medical coordinator untuk cabang atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Ia menyebut Asian Games sebagai ajang terbesar yang pernah ia tangani, dengan skala yang jauh melampaui kompetisi regional seperti UCA.

“Internasional acara paling besar yang pernah saya ikuti itu sebagai medical coordinator di Asian Games 2018. Waktu itu saya pegang venue atletik di GBK Jakarta,” ujar Fauzan, Jumat (29/8/2025).

Selain Asian Games, Fauzan juga terlibat dalam berbagai ajang bergengsi seperti Singapore Marathon, ASEAN Junior Athletics di Jepang, Singapore Open, hingga mendampingi tim Indonesia di ASEAN Games Disabilitas di Malaysia.

Meski lebih sering menangani cabang atletik di luar negeri, Fauzan tetap aktif di dunia bela diri, terutama di tingkat nasional. Ia mengaku terbiasa menghadapi kondisi darurat, mulai dari cedera ringan seperti keseleo hingga kasus berat yang mengancam jiwa.

Salah satu pengalaman ekstrem yang ia kenang terjadi saat Labuan Bajo International Marathon. Cuaca panas menyebabkan seorang atlet mengalami heat stroke parah hingga penurunan kesadaran. Tim medis melakukan pendinginan darurat dengan merendam tubuh atlet dalam air dingin, memasang infus dan monitor, sebelum akhirnya suhu tubuh stabil dan atlet bisa dibawa ke rumah sakit.

“Kami terpaksa melakukan pendinginan darurat, rendam air dingin, pasang infus, pasang monitor, baru stabil suhunya sebelum bisa dibawa ke rumah sakit,” kenang Fauzan.

Ia juga pernah menangani kasus henti jantung saat ajang lari. Berkat resusitasi cepat, nyawa atlet berhasil diselamatkan meski harus dirawat intensif di ICU.

Di cabang bela diri, Fauzan menghadapi tantangan berbeda. Salah satu kasus serius terjadi saat ajang Mixed Martial Arts (MMA), ketika seorang atlet mengalami benturan keras di kepala akibat tendangan telak.

“Langsung pingsan di tempat bahkan sebelum jatuh. Kami lakukan stabilisasi cedera kepala, Alhamdulillah bisa tertangani meski masuk kategori sedang,” katanya.

Dengan segudang pengalaman, Fauzan menekankan pentingnya penerapan standar medis olahraga yang konsisten, baik di level nasional maupun internasional. Ia menyebut tantangan terbesar adalah menjaga kualitas pelayanan meski harus berpindah lokasi dan bekerja dengan tim yang berbeda.

“Tantangannya menjaga standar pelayanan tetap sama, baik untuk atlet nasional maupun internasional,” tuturnya.

Fauzan berharap pengalamannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kedokteran olahraga di Indonesia, sekaligus memastikan keselamatan atlet dalam setiap kompetisi.(r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI