BerandaBerandaDPRD Soroti Mitigasi Bencana Pemkot Mataram Kurang

DPRD Soroti Mitigasi Bencana Pemkot Mataram Kurang

Mataram (globalfmlombok.com) – DPRD Kota Mataram menyoroti lemahnya upaya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem dan gelombang pasang di wilayah pesisir. Penanganan abrasi yang masih bersifat darurat dinilai belum menyentuh solusi jangka panjang bagi warga terdampak.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron, menilai langkah-langkah yang diambil Pemkot selama ini terkesan reaktif dan minim antisipasi. Padahal, abrasi dan gelombang pasang yang menerjang kawasan pesisir. Terutama di empat titik rawan seperti Lingkungan Pondok Perasi, Bintaro, hingga Mapak di Kelurahan Jempong Baru, terjadi hampir setiap tahun saat cuaca ekstrem.

“Mitigasi bencana kita ini bisa dibilang nol. Hampir tidak ada upaya sistematis dan terencana untuk melindungi warga pesisir dari risiko abrasi,” tegasnya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, jangankan untuk membangun atau merenovasi rumah warga yang rusak akibat abrasi, langkah antisipatif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun dinilai sangat lemah. Sebagai contoh, di Lingkungan Penghulu Agung, Kelurahan Ampenan Selatan, menurutnya, belum pernah tersentuh upaya mitigasi dari BPBD.

“Kalau soal bantuan, Pemkot belum pernah memberikan dukungan untuk relokasi rumah warga yang berada di pinggir pantai. Yang ada hanya bantuan sembako. Itu pun sifatnya darurat,” tambah Azhari.

Menurutnya, pemasangan tanggul darurat dari batu boulder di beberapa titik tidak cukup sebagai solusi permanen. Warga tetap merasa was-was setiap kali musim angin barat datang karena tidak ada perlindungan jangka panjang yang memadai.

Karena itu, Azhari yang juga berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), mendesak Pemkot Mataram untuk segera menyusun peta wilayah rawan bencana yang diperbarui secara berkala, serta menyusun rencana kontinjensi yang siap diterapkan sebelum bencana terjadi.

Selain itu, ia mendorong pembangunan infrastruktur pengaman pantai seperti talud atau pemecah gelombang yang permanen, terutama di kawasan yang sudah berulang kali terdampak abrasi.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzakki menegaskan, pihaknya telah bekerja secara maksimal di lapangan terkait penanganan dan mitigasi bencana.

“Tidak apa-apa, itu bagian dari tanggapan para dewan. Kami di lapangan sudah bekerja sesuai tugas dan kemampuan kami,” ujarnya singkat. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI