Selong (globalfmlombok.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, melantik 158 pejabat administrator dan pengawas serta memberikan penugasan khusus kepada tiga orang untuk menjadi kepala puskesmas. Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Lotim, Jumat (16/10/2026). Pengambilan sumpah jabatan dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H. Moh. Edwin Hadiwijaya.
Dalam pelantikan tersebut, pejabat yang dilantik terdiri atas 15 orang eselon III dan 140 orang eselon IV. Selain itu, terdapat tiga orang yang mendapat penugasan khusus sebagai kepala puskesmas.
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya menegaskan, jabatan bukan sekadar kedudukan atau pengakuan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia meminta seluruh pejabat menerima jabatan yang diberikan dengan tulus dan ikhlas, serta menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Jabatan bukan sekadar pengakuan, jabatan bukan sekadar kedudukan, tapi jabatan adalah amanah. Anda pangku, anda jalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada jabatan yang anda emban,” tegasnya.
Menurutnya, amanah jabatan harus dijalankan secara bersama-sama untuk kepentingan bangsa dan negara. Termasuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pelantikan kali ini juga menyasar sejumlah pejabat yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.). Dengan pelantikan definitif tersebut, mereka diharapkan dapat menjalankan kewenangan secara lebih pasti dan tidak terlalu lama berada dalam status pelaksana tugas.
Bupati menjelaskan, tidak ada evaluasi khusus terhadap para pejabat yang dilantik. Sebab, sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang yang selama ini telah bekerja di posisi tersebut, tetapi masih berstatus Plt.
Meski demikian, ia meminta para pejabat agar lebih berani dan tegas dalam mengambil sikap serta menjalankan tanggung jawab sesuai kewenangannya.
Sementara itu, terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bupati menyampaikan bahwa prosesnya masih menunggu penetapan Peraturan Daerah (Perda) yang hingga saat ini belum disahkan.
Dalam arahannya, Haerul Warisin juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ia menyinggung masih adanya masyarakat yang membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kepala desa, tetapi tetap menghadapi pertanyaan atau persoalan ketika mengurus layanan.
Bupati meminta jajaran terkait agar tidak kehilangan rasa empati dan tidak menjadikan prosedur administratif sebagai alasan untuk mempersulit masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Ia juga menyinggung pelayanan kesehatan melalui BPJS. Menurutnya, pejabat dan petugas terkait perlu memahami mekanisme pembiayaan jaminan kesehatan sebelum mempertanyakan status masyarakat yang menggunakannya.
Bupati menegaskan bahwa ASN harus mengedepankan kepedulian, memahami kondisi masyarakat, serta memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat juga mengalami pergeseran posisi. Di antaranya, Muhammad Nawar Ikroman yang sebelumnya menjabat Camat Sambelia kini dipercaya menjadi Camat Sakra Timur.
Sementara itu, Mastur, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Budidaya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur, dipercaya mengisi posisi Camat Sambelia.
Pergeseran juga terjadi pada jabatan di lingkungan rumah sakit dan sekretariat dewan. Qomarul Huda, yang sebelumnya menjabat Direktur Rumah Sakit Patuh Karya, kini dipercaya menduduki jabatan Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Dewan Kabupaten Lombok Timur.
Posisi Direktur Rumah Sakit Patuh Karya yang ditinggalkan Qomarul Huda selanjutnya ditempati Muhammad Zaini Jauhari.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati pun kembali mengingatkan agar seluruh pejabat menjadikan jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara kedinasan maupun kepada masyarakat. (rus)


