BerandaBerandaMusorprovlub KONI NTB 2026 : Boleh Berbeda Pilihan, Insan Olahraga NTB Diminta...

Musorprovlub KONI NTB 2026 : Boleh Berbeda Pilihan, Insan Olahraga NTB Diminta Bersatu Menuju PON 2028

Mataram (globalfmlombok.com) —

Pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030 dituntut menjadi momentum penguat persatuan dan kebersamaan para insan olahraga daerah. Sebagai wadah para patriot olahraga, perbedaan pilihan politik dalam arena olahraga harus dikesampingkan demi agenda besar pembangunan prestasi atlet NTB ke depan.

Pesan tegas tersebut mengemuka dalam pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI NTB 2026 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (13/10/2026).

Forum tertinggi AD/ART KONI ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua Caretaker KONI NTB Josef A. Nae Soi, Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Soedarmo, serta dua figur calon Ketua Umum KONI NTB: Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana.

Olahraga Sebagai Pemersatu Bangsa

Wakil Ketua II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Soedarmo, mengimbau seluruh pemegang hak suara dan para calon untuk bersikap dewasa serta menjunjung tinggi jiwa nasionalisme. Ia menekankan bahwa Musorprovlub harus menghasilkan nakhoda baru tanpa memicu perselisihan yang berkepanjangan.

“Kita yang hadir di sini adalah patriot olahraga yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam rangka membangun olahraga prestasi di NTB. Boleh berbeda pendapat, namun jika keputusan sudah ditetapkan, secara keseluruhan kita harus kembali bersatu menatap masa depan,” ujar Soedarmo.

Ia juga berharap Musorprovlub berjalan lancar tanpa mengalami deadlock maupun berakhir di meja arbitrase olahraga. Sebab, kepengurusan baru memiliki deretan agenda pembinaan yang sangat mendesak.

“Di depan mata ada agenda pengiriman atlet pada PON Pantai di DKI Jakarta November 2026 nanti, yang menjadi tolok ukur pembinaan daerah. Lalu di tahun 2027 ada PON Indoor, PON Bela Diri, hingga Pra-PON. Sebab itu, hari ini ketua baru harus terpilih,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KONI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Caretaker KONI NTB, Josef A. Nae Soi—yang juga Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat dan calon Dubes RI di Manila—atas kerja kerasnya memperjuangkan NTB dan NTT hingga berhasil terpilih menjadi tuan rumah bersama PON XXII 2028.

Beda Pilihan, Satu Semangat: Menyukseskan PON 2028

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa Musorprovlub ini merupakan langkah awal yang strategis. Ia menegaskan, dinamika pemilihan harus disikapi secara bijak dengan mengedepankan mufakat.

“Kita akan menunjukkan bahwa kita siap berbeda dalam pemilihan Ketua KONI NTB. Namun, ada satu hal besar yang mempertemukan kita semua, yaitu semangat bersama untuk menyukseskan PON 2028,” ungkap Gubernur Iqbal.

Gubernur menggarisbawahi bahwa kesuksesan event internasional seperti MotoGP di Mandalika serta Fornas 2025 menjadi bukti kapasitas NTB. Menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTT—sebuah sejarah pertama sejak kedua provinsi berdiri—adalah pertaruhan nama baik daerah sebagai destinasi sport tourism.

“Jika MotoGP kemarin sukses, maka PON 2028 harus lebih sukses lagi karena PON adalah etalase kita di ajang sport tourism. Saya berharap PON kelak sukses secara penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi. Untuk menuju ke sana, mari kita bersatu dan fokus mulai hari ini,” pungkas Gubernur.

Melalui semangat kebersamaan di Musorprovlub 2026 ini, seluruh pihak optimistis bahwa siapa pun yang terpilih nantinya akan didukung penuh demi membawa olahraga NTB semakin berjaya di kancah nasional maupun internasional.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI