BerandaBerandaJenazah ABK KM Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka, Tangis Keluarga...

Jenazah ABK KM Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka, Tangis Keluarga Pecah

Mataram (globalfmlombok.com) –  Tangis keluarga pecah saat jenazah I Putu Angga Santyana tiba di kediamannya di Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 18.20 Wita.

Putu Angga Santyana merupakan anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan hingga tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Saat itu, kapal tersebut tengah dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Pantauan Suara NTB, sejak sekitar pukul 16.30 Wita, keluarga telah menanti kedatangan jenazah yang sebelumnya dikabarkan tiba sekitar pukul 17.00 Wita setelah diterbangkan dari Surabaya menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok.

Di depan rumah duka telah terpasang tenda. Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita juga terlihat berdiri di sekitar pintu rumah almarhum Putu Angga.

Setelah menunggu cukup lama, sekitar pukul 17.20 Wita, suara sirene ambulans mulai terdengar mendekat. Suasana seketika berubah haru. Tangis keluarga pecah saat ambulans tiba di depan rumah duka.

Petugas kemudian membuka pintu belakang ambulans dan mengeluarkan peti jenazah. Tangis keluarga semakin terdengar ketika peti tersebut dibawa masuk ke dalam rumah duka.

Salah seorang anggota keluarga Putu Angga mengatakan, pihak keluarga kini hanya bisa menerima musibah yang menimpa almarhum.

“Sebagai keluarga, kita menerima kondisi saat ini,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, keluarga Putu Angga yang tinggal di Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, sempat mempertanyakan nasib anggota keluarga mereka yang telah sekitar satu tahun bekerja sebagai ABK dan dua bulan terakhir ikut berlayar bersama KM Virgo Transport 8.

“Kami sudah menunggu tiga hari mengenai kepastian nasib keponakan kami. Kami juga sudah menghubungi pihak perusahaan dan SAR yang ada di Surabaya,” ungkap Nyoman Titik, bibi korban, kepada Suara NTB di Kantor Harian Suara NTB, Selasa (15/9/2026).

Harapan agar Putu Angga segera ditemukan juga disampaikan ayahnya, I Gede Sentana. Saat itu, ia mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan anaknya.

Pihak keluarga sebelumnya telah menghubungi kantor tempat Putu Angga bekerja, tetapi diminta menunggu karena proses evakuasi masih berlangsung.

“Sudah tiga hari, sampai sekarang belum ada informasi apakah anak saya sudah dievakuasi atau belum,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Sementara itu, istri Putu Angga, Rinda Meviesta, mengaku terus membayangkan kondisi suaminya yang saat itu belum diketahui nasibnya.

“Sejak kejadian itu, saya terus membayangkan kondisi suami saya di sana. Saya bingung, takut, dan menangis,” ujar Rinda dengan suara bergetar saat ditemui di rumahnya.

Tiga hari setelah kejadian, Rinda berharap suaminya segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

“Harapannya, semoga suami saya pulang dan masih hidup sehingga bisa berkumpul bersama keluarga,” katanya. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI