Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia, Mohamed Trabelsi, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Rabu (28/9).
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama bilateral, khususnya di bidang investasi, pendidikan, hingga riset kesehatan.
Dalam pertemuan itu, Gubernur mengungkapkan bahwa pihak Dubes Tunisia secara khusus menanyakan kesiapan NTB dalam menyambut para investor asal Tunisia yang ingin menanamkan modalnya di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur memaparkan kesiapan pemerintah provinsi melalui pembentukan holding company daerah bernama NTB Capital, yang dirancang untuk mendampingi dan memudahkan proses investasi yang masuk ke NTB.
“Ini memang diniatkan untuk membantu para investor yang masuk. Beliau juga mengajak berbicara mengenai beasiswa dan keinginan beliau memfasilitasi beasiswa ke Tunisia. Dan kita juga menawarkan kalau pihak Tunisia ingin mendalami penyakit-penyakit tropis, karena kedokteran kita cukup bagus di isu-isu tropis dan maritim,” terang Gubernur.
Selain membahas peluang investasi dan pendidikan, Dubes Mohamed Trabelsi juga menyampaikan undangan resmi agar Gubernur NTB dapat berkunjung ke Jakarta guna membahas potensi kerja sama secara lebih teknis bersama tim Kedutaan Besar Tunisia.
Di sisi lain, sebelum bertolak ke Mataram, Dubes Tunisia telah menyempatkan diri untuk berkeliling mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok, seperti kawasan Senggigi, Gili Trawangan, Gili Kendis, Gili Kondo, serta kawasan dataran tinggi Sembalun.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung potensi kerja sama sekaligus menikmati keindahan sektor pariwisata NTB.Dubes Mohamed Trabelsi mengapresiasi keindahan alam dan potensi yang dimiliki NTB, serta menyatakan komitmennya untuk mempererat hubungan bilateral melalui berbagai sektor strategis.
“NTB punya banyak bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan, mulai dari pertambangan, pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia. Tunisia banyak menerima mahasiswa dari Indonesia karena kami menawarkan 80 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Ke depannya kita akan meningkatkan kerja sama khususnya di pertukaran mahasiswa,” ujar Dubes Trabelsi. (era)


