BerandaBerandaSekardiyu Jadi Tema Pameran saat Ajang MotoGP Mandalika 2026

Sekardiyu Jadi Tema Pameran saat Ajang MotoGP Mandalika 2026

Mataram (globalfmlombok.com) –  Deru mesin MotoGP 2026 nantinya tidak hanya membawa perhatian dunia ke Sirkuit Mandalika. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membawa cerita lain tentang NTB melalui sebuah pameran budaya.

Cerita tersebut akan dihadirkan melalui pameran Speed, Energy, and Connection yang digelar bersamaan dengan ajang MotoGP Mandalika 2026 pada Oktober mendatang.

Museum NTB kini mulai mematangkan persiapan, mulai dari penyusunan materi hingga penataan ruang pamer di kawasan Sirkuit Mandalika.

“Saat ini kami telah menyusun materi pameran dan sudah mengukur layout untuk menampilkan koleksi pada pameran nanti,” ujar Kasi Layanan dan Edukasi Museum NTB, Raden Heru, saat meninjau layout ruang pamer di Sirkuit Mandalika, Jumat (18/9/2026).

Menurut Heru, tata ruang menjadi bagian penting karena koleksi tidak hanya ditempatkan sebagai benda yang dilihat pengunjung, tetapi harus saling terhubung untuk membentuk sebuah cerita.

“Kami ingin setiap benda memiliki hubungan dengan benda lainnya sehingga pengunjung bisa mengikuti cerita yang dibangun dalam pameran,” katanya.

Persiapan tahun ini juga memiliki perbedaan dibandingkan penyelenggaraan pameran pada tahun sebelumnya. Lokasi pameran masih menggunakan tempat yang sama, tetapi tahun ini Museum NTB tidak berbagi ruang dengan peserta lain.

Ketua Pameran, Gunarti, mengatakan kondisi tersebut memberi keleluasaan bagi tim untuk menata ruang sesuai dengan tema yang telah dirancang.
“Untuk tempat masih seperti tahun lalu. Namun, tahun ini tidak ada peserta lain seperti tahun sebelumnya sehingga penataan ruang bisa lebih fokus pada tema pameran,” ujarnya.

Memasuki tahap persiapan teknis, tim mulai melakukan pengukuran ruang sekaligus menyiapkan berbagai materi pendukung, termasuk brosur atau leaflet. Sementara penataan ruang pamer dijadwalkan dimulai pada 8 Oktober.
“Saat ini kami sudah melakukan pengukuran untuk memastikan kebutuhan ruang dan penempatan koleksi,” ujar Gunarti.

Sebanyak 10 koleksi Museum NTB akan ditampilkan dalam pameran tersebut. Koleksi itu antara lain Wayang Jayengrana, Wayang Sekardiyu, Naskah Lontar Jayengrana, Kain Songket Lombok (motif kuda), Kain Kemalik (motif Jayengrana dan Munigarim), Lukisan Nyongkolan, foto arakan Jaran Kamput, dua pasang Jaran Kamput, serta Cale atau Kacip Pinang motif kuda.

Pamong Budaya Madya Museum NTB, Gusti Ayu, mengatakan koleksi-koleksi tersebut akan disusun dalam tiga subtema yang merujuk pada judul pameran, yakni Speed, Energy, and Connection.

Ketiga tema tersebut digunakan untuk membangun cerita mengenai Sekardiyu sebagai karya budaya yang berkaitan dengan gerak, kekuatan, kepahlawanan, serta hubungan manusia dengan tradisi.

“Sekardiyu dipilih sebagai objek utama karena memiliki keterkaitan dengan gagasan yang ingin dibangun melalui pameran,” ujarnya.

Dalam konsep tersebut, tema speed diangkat untuk menggambarkan gerak, perjalanan, dan dinamika. Energy merepresentasikan kekuatan, semangat, dan daya hidup. Sementara connection memperlihatkan hubungan Sekardiyu dengan manusia dan lingkungannya.

“Jadi setiap tema memiliki koleksi yang akan ditampilkan. Misalnya, pada tema speed kami akan menyajikan Naskah Kuno Jayengrana dan koleksi Sekardiyu putih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan tema Speed, Energy, and Connection sengaja dibangun untuk mempertemukan dua konteks yang berbeda dalam satu ruang pamer.

MotoGP hadir dengan kecepatan, energi, dan dinamika teknologi di lintasan. Sementara Sekardiyu membawa cerita tentang gerak, kekuatan, perjalanan, dan hubungan manusia dengan tradisi.

“Ketika kita berbicara tentang Speed, Energy, and Connection, MotoGP hadir dengan kecepatan dan energi di lintasan, sementara Sekardiyu membawa gagasan tentang gerak, kekuatan, dan hubungan manusia dengan tradisi,” ujarnya.

Menurut Nuralam, pertemuan kedua konteks tersebut menjadi bagian dari upaya Museum NTB mengajak pengunjung MotoGP melihat bagaimana masyarakat NTB menerjemahkan gerak, kekuatan, energi, dan keterhubungan dalam kehidupan budaya. (r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI