Mataram (globalfmlombok.com) —
Transformasi digital pendidikan tidak lagi sebatas kemampuan menggunakan berbagai aplikasi teknologi dalam pembelajaran. Guru dan sekolah juga dituntut mampu membangun identitas profesional, mengelola informasi, serta menghadirkan layanan pendidikan melalui ruang digital.
Kebutuhan tersebut mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram (Unram) melaksanakan program pengembangan profil digital guru dan website sekolah berbasis Google Sites di Yayasan Hadi Sakti Bertais (YHSB), Sandubaya, Kota Mataram.
Program ini menyasar guru-guru pada jenjang PAUD/TK dan SD di lingkungan YHSB, dengan melibatkan pula beberapa guru pengimbas dari sekolah dasar di sekitar lokasi kegiatan (SDN 103 Mataram dan SDN 138 Mataram). Sebelumnya, guru-guru YHSB telah mendapatkan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), MagicSchool, dan Google Sites untuk pembelajaran dan asesmen.
Ketua Yayasan Hadi Sakti Bertais, Hj. Kartini Hirwani, bersama Kepala Sekolah Lalu Paozan Maulana, menyampaikan apresiasi terhadap pendampingan yang dilakukan Tim PKM Unram. Menurut keduanya, YHSB mengapresiasi upaya Tim PKM Unram yang telah membina guru-guru di lingkungan yayasan sejak tahun sebelumnya. Pengembangan profesional atau professional development, khususnya dalam menghadapi transformasi digital, dinilai sangat dibutuhkan pada era sekarang.
YHSB juga berharap kerja sama dengan Tim Unram dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Sekolah swasta, menurut pihak yayasan, perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari program pengabdian perguruan tinggi sehingga peningkatan kapasitas guru dan pengembangan sekolah dapat dilakukan secara konsisten.
Ketua Tim PKM, I Made Sujana, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat kapasitas guru dan sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
“Digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menggunakan aplikasi. Guru juga perlu mampu membangun profil profesionalnya di ruang digital, sementara sekolah membutuhkan media digital yang dapat menjadi pusat informasi, komunikasi, dan dokumentasi,” jelas Sujana.
Menurut Sujana, guru-guru YHSB sebenarnya telah menunjukkan sikap positif dan antusias terhadap pemanfaatan teknologi. Namun, antusiasme tersebut perlu diperkuat dengan kemampuan praktis untuk menghasilkan produk digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Karena itu, program tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi, tetapi juga menghasilkan profil digital guru dan website sekolah yang dapat menjadi representasi profesional guru sekaligus pusat informasi sekolah. Google Sites dipilih karena relatif sederhana, mudah diakses, dapat dikembangkan secara kolaboratif, dan tidak membutuhkan kemampuan pemrograman tingkat lanjut. Platform tersebut juga dapat diintegrasikan dengan berbagai layanan Google seperti Google Drive, Google Forms, dan Google Calendar.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penerapan Flipped Learning Model. Tim PKM terlebih dahulu mengembangkan materi dan model kegiatan yang dikemas dalam sebuah laman Google Sites bernama “Workshop Google Sites”.
Laman tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran sekaligus model pengembangan yang dapat dipelajari dan dicobakan oleh peserta sebelum mengikuti workshop secara langsung. Di dalamnya tersedia materi, panduan, video tutorial, dan contoh produk.
Tahap pertama kegiatan dilaksanakan secara online pada Sabtu, 1 Agustus 2026 melalui Google Meet. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama, yaitu Transformasi Digital Sekolah, Pemanfaatan Google Sites dalam Pengembangan Inovasi Pendidikan, Langkah-Langkah Pengembangan Profil Guru dan Website Sekolah Berbasis Google Sites
Setelah memperoleh materi secara daring, peserta diarahkan untuk melakukan pembelajaran dan praktik secara mandiri di luar kegiatan tatap muka atau out-class activity.
Tahap kedua dilaksanakan secara luring pada Kamis, 17 September 2026 melalui workshop pengembangan profil guru dan website sekolah. Kegiatan luring didampingi oleh Tim PKM yang terdiri atas I Made Sujana, Lalu Nurtaat, Agus Saputra, La Ode Alfin H. Munandar, Darin Fadhilah, dan Wina Sustiani Putri.
Menariknya, penerapan Flipped Learning membuat kegiatan workshop tidak lagi didominasi penyampaian materi. Peserta telah memiliki kesempatan untuk mempelajari materi dan mencoba mengembangkan produk sebelum mengikuti kegiatan secara langsung.
“Dengan penyediaan materi dan model melalui laman Google Sites, peserta bisa mempersiapkan diri dan mencoba penerapan Google Sites di luar kegiatan. Hal ini memudahkan kegiatan workshop pengembangan,” jelas Sujana.
Hasil pendampingan menunjukkan bahwa rata-rata peserta telah mencoba mengembangkan profil digital maupun website sekolah sebelum workshop berlangsung. Dengan demikian, kegiatan tatap muka lebih banyak dimanfaatkan untuk mendiskusikan kendala yang dihadapi, memberikan pendampingan teknis, memperbaiki tampilan, serta merapikan produk yang telah dikembangkan peserta.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogy) dan experiential learning, di mana guru tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi belajar melalui pengalaman langsung, mencoba menghasilkan produk, melakukan refleksi, dan memperbaiki hasil berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Program ini juga menempatkan YHSB sebagai mitra aktif. Yayasan berperan dalam mengoordinasikan guru, menyediakan fasilitas, serta mendukung pengembangan dan pengelolaan website sekolah. Keterlibatan tersebut menjadi penting karena keberlanjutan profil digital dan website sekolah sangat bergantung pada kemampuan internal sekolah untuk mengelola dan memperbarui konten secara mandiri.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM FKIP Unram berharap transformasi digital di lingkungan YHSB tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya sekolah.
Guru diharapkan semakin terbiasa mendokumentasikan karya dan praktik baik dalam ruang digital, sementara sekolah mampu menghadirkan informasi yang lebih terstruktur, mudah diakses, dan dapat diperbarui secara berkelanjutan.
Bagi Tim PKM Unram, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pendidikan melalui agenda Kampus Berdampak, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.(*)


