BerandaBeranda10 Hotel di Gili Trawangan Beroperasi Kembali 

10 Hotel di Gili Trawangan Beroperasi Kembali 

Mataram (globalfmlombok.com) –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan 10 hotel atau properti di Gili Trawangan yang sempat mogok beroperasi akibat krisis air bersih kini mulai normal kembali. Hal ini menyusul adanya jaminan dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal untuk memastikan penyaluran air bersih di kawasan wisata tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan seluruh properti berangsur-angsur pulih kembali sejak keran air bersih dibuka pada Jumat, 11 September 2026.

“Penutupan sementara pada saat krisis. Mereka tidak berani membuka karena layanan airnya belum normal,” ujarnya, Senin (15/9).

Ia memastikan, seluruh aktivitas pariwisata dan ekonomi di Gili Trawangan kini kembali pulih. Bahkan, okupansi hotel di kawasan ini mencapai 50 persen pada saat MotoGP Mandalika 2026. Padahal, Gili Trawangan masuk dalam ring 3.

“Semua sudah normal. Okupansi di Oktober sudah 50 persen. Semua sudah normal layanannya,” katanya.

Ketua Asosiasi Hotel Gili (AHG), Lalu Kusnawan, juga mengatakan kehidupan di Gili Trawangan kini mulai berangsur normal setelah suplai air kembali berjalan. Dia mengapresiasi respons cepat pemerintah dan Forkopimda dalam menangani persoalan tersebut.

“Kemarin saya informasikan ada tiga hotel yang tidak bisa beroperasi. Kalau sampai Sabtu tetap tidak ada air, jumlahnya berpotensi membengkak menjadi 10 akomodasi. Tapi alhamdulillah, dengan dihidupkannya kembali saluran air ini, operasional hotel bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Terkait persoalan legalitas, pihak kepolisian bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB berkomitmen mengawal kelengkapan perizinan PT TCN agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. “Kami berharap kejadian ini tidak terulang dan solusinya bersifat permanen, sehingga kita bisa fokus menghadapi tantangan pariwisata lainnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan 10 hotel di kawasan Trawangan memilih tutup sementara karena khawatir adanya komplain dari para tamu akibat tidak adanya air bersih.

“Beberapa properti di Gili Trawangan sudah menerima cancel untuk reservasinya karena situasi seperti ini,” katanya.

Sebagai Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, ia mengaku setiap hari pasti ada wisatawan yang membatalkan paket wisata ke Gili Trawangan. Meski begitu, ada juga beberapa wisatawan yang nekat berkunjung ke kawasan wisata prioritas di Lombok Utara itu. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI