BerandaPemerintahanKota MataramPembangunan Pemecah Gelombang 2027

Pembangunan Pemecah Gelombang 2027

Mataram (globalfmlombok.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I telah melakukan peninjauan dan survei di pesisir Pantai Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, sebagai bagian dari persiapan pembangunan pemecah gelombang atau breakwater yang direncanakan mulai dikerjakan pada awal 2027.

Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengatakan tim BBWS Nusa Tenggara I telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi pesisir sekaligus mengambil sampel tanah di kawasan laut. Pengambilan sampel dilakukan melalui pengeboran di tiga titik yang berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.

“Kemarin sudah turun mengecek. Saya lihat tim dari BBWS melihat gambar, kemudian mengambil sampel dengan melakukan pengeboran,” ujarnya, Rabu (9/9).

Menurut Rudy, pengambilan sampel tersebut menjadi bagian dari tahapan perencanaan teknis sebelum pembangunan pemecah gelombang dimulai. Tim BBWS direncanakan melakukan pengeboran pada tiga titik di laut untuk mengetahui kondisi dasar laut di kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan.

Dalam proses perencanaan, kata Rudy, BBWS juga rutin berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Koordinasi tersebut antara lain membahas sejumlah bangunan yang berada di sekitar bibir pantai serta status lahan.

Hal itu dilakukan agar pembangunan nantinya tidak terkendala dan dapat mengantisipasi potensi konflik dengan masyarakat.

Rudy menyebutkan, pembangunan pemecah gelombang tersebut direncanakan membentang dari kawasan kilang Pertamina hingga Pantai Meninting.

Di sisi lain, Pemerintah Kelurahan Bintaro telah menyampaikan masukan kepada BBWS agar desain breakwater yang dibangun memungkinkan sebagian strukturnya muncul di permukaan laut. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata, seperti lokasi pemancingan.

“Kalau kemarin kami minta setelah melihat desain gambarnya secara teknis, sekiranya setelah pengerjaan breakwater itu bisa muncul di permukaan. Namun, kondisi laut di Bintaro berbeda karena memiliki palung dan kedalaman tertentu sehingga cukup sulit dan berisiko,” jelasnya.

Rudy berharap pembangunan pemecah gelombang tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi abrasi yang setiap tahun terjadi di wilayah Bintaro. Keberadaan tanggul pemecah gelombang juga diharapkan memberikan rasa aman kepada warga yang selama ini khawatir setiap kali memasuki musim hujan dan terjadi gelombang tinggi. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI