Praya (globalfmlombok.com) —
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Minggu (6/9/2026), terdeteksi sebanyak 14 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah provinsi tersebut.
Peringatan tersebut dirilis melalui Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) untuk pemetaan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah yang berlaku per Senin (7/9/2026).
Peta analisis Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG menunjukkan indikasi warna merah dominan di sebagian besar wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa. Indikator warna merah mengartikan bahwa lalang dan dedaunan yang menutup lantai hutan dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar.
Selain faktor kekeringan vegetasi, kondisi meteorologis di wilayah NTB saat ini turut mendukung potensi meluasnya api. BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celsius. Adapun angin secara umum bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan mencapai 5 hingga 35 kilometer per jam.
Masyarakat serta pihak terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang memicu timbulnya percikan api, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering.(ris)


