BerandaBerandaDukung Pariwisata Daerah, BI NTB Bantu Pengembangan Bilebante dan Pemulihan Dusun Adat...

Dukung Pariwisata Daerah, BI NTB Bantu Pengembangan Bilebante dan Pemulihan Dusun Adat Sade

Mataram (globalfmlombok.com)-

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB terus mendorong penguatan sektor pariwisata daerah melalui pendampingan desa wisata binaan serta penanganan pascabencana di kawasan cagar budaya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perekonomian masyarakat berbasis komunitas dan budaya di Lombok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K. Pamungkas menjelaskan, salah satu fokus perhatian BI NTB saat ini adalah percepatan pemulihan ekonomi di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, pasca-musibah kebakaran yang merusak ratusan fasilitas warga dan sarana penunjang pariwisata.

Berdasarkan data Pemkab Lombok Tengah, insiden kebakaran di Desa Sade mengakibatkan kerusakan pada 75 unit rumah adat (Bale), 69 unit toko seni (art shop), 1 unit Bale Beleq (museum), 8 unit lumbung (Alang), lebih dari 50 alat tenun warga, serta fasilitas penunjang lainnya seperti berugak, menara pantau, gerbang adat, dan masjid. Total kerusakan finansial dan infrastruktur ditaksir mencapai Rp 33,8 miliar hingga Rp 34 miliar lantaran kebutuhan material autentik, rekonstruksi khusus, serta bahan alam yang tergolong langka.

Hario K. Pamungkas menyampaikan, Bank Indonesia mengambil sejumlah langkah cepat untuk membantu memulihkan perekonomian warga terdampak kebakaran di Desa Sade.

“Upaya Bank Indonesia berfokus pada penggalangan bantuan dana dan perlengkapan, fasilitasi penukaran uang rusak akibat terbakar, serta pemberian edukasi dan trauma healing bagi anak-anak dan warga korban kebakaran,” ujar Hario.

Di sisi lain, Bank Indonesia NTB juga konsisten mengembangkan Desa Wisata Hijau (DWH) Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah sebagai percontohan desa wisata berbasis lingkungan dan kemandirian ekonomi. Desa dengan luas wilayah 28,365 km² dan dihuni sekitar 4.264 jiwa ini telah meraih berbagai apresiasi, termasuk Juara Umum Wonderful Indonesia Award 2025, Penghargaan Desa Wisata Kreatif Unggulan BI 2024, serta Penghargaan ASEAN Tourism Forum 2025.

Peran KPwBI NTB di Bilebante mencakup berbagai bantuan konkret, antara lain penyediaan amenitas berupa instalasi pengolahan air limbah, pembangunan gapura desa, hingga perbaikan sarana-prasarana atraksi wisata seperti lapak pedagang, rumah pohon, dan jembatan kayu. BI juga mendorong penguatan kelembagaan pelaku usaha melalui pelatihan hospitality, pelatihan sistem pembayaran digital QRIS, serta pencatatan keuangan SIAPIK.

Selain itu, DWH Bilebante menerapkan program inisiatif hijau (green initiatives) hasil kerja sama dengan Eco Rangers dan Yayasan Aksi Indonesia Lestari. Program ini melibatkan ratusan penerima manfaat dalam pengelolaan sampah area desa, pemilahan sampah organik dan anorganik, hingga edukasi kebersihan lingkungan.

Guna menjaga performa keberlanjutan Desa Wisata Bilebante, Hario merekomendasikan beberapa prioritas perbaikan, di antaranya peningkatan aksesibilitas jalur rute menuju desa, perbaikan infrastruktur penunjang, pengembangan atraksi yang paling diminati wisatawan, serta optimalisasi kemampuan bahasa asing dan standar pelayanan (hospitality) bagi sumber daya manusia setempat.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI