Praya (globalfmlombok.com) – Warga terdampak kebakaran kampung adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) pada Kamis (27/8/2026) mulai membangun tenda-tenda darurat di tengah puing-puing sisa rumah yang terbakar. Aksi itu dilakukan karena warga mengaku sudah mulai tidak betah tinggal di lokasi pengungsian sementara dan tidak mau terus-terusan menjadi beban di rumah warga lainnya tempatnya menumpang tinggal. Di saat bersamaan, rencana rekontruksi oleh pemerintah daerah belum ada kejelasan kapan akan dimulai.
Memanfaatkan kayu sisa dan terpal bantuan, warga mendirikan tenda darurat diatas pondasi rumahnya yang masih tersisa dari musibah kebakaran yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) lalu, secara mandiri. Warga mengaku terpaksa membangun tenda darurat sekedar untuk berteduh di siang hari sembari membersihkan area sekitar rumah yang terbakar. Sebelum nanti proses rekontruksi dimulai.
Warga pun berharap proses rekontruksi bisa segera dimulai. Dengan konsep dan bentuk yang sama seperti kondisi sebelum kebakaran. Kalau memang sekiranya pemerintah belum bisa melakukan rekontruksi, warga ingin membangun sendiri.
“Pemerintah cukup menyiapkan material yang dibutuhkan untuk selanjutnya warga yang membangun,” ujar Kusmia, warga Sade.
Selain bantuan pembangunan rumah yang dibutuhkan warga saat ini ialah bantuan permodalan untuk bisa memulai kegiatan usaha. Mengingat, nyaris tidak ada yang tersisa dari musibah kebakaran yang terjadi. Termasuk alat menenun untuk menunjang kegiatan usaha.
“Hampir tidak ada yang tersisa. Bahkan untuk sekedar jadi modal usaha pun tidak ada. Jadi selain rumah, warga berharap ada bantuan untuk modal usaha untuk memulai usaha, ” tambah Imah, warga Sade lainya.
Terkait aksi warga tersebut Bupati Loteng H.Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., yang dikonfirmasi usai rapat bersama Menteri Pariwisata di de Balen Soultan Hotel Poltekpar Lombok, Kamis malam, minta warga lebih bersabar. Saat ini pemerintah daerah tengah berupaya menyusun rencana pembangunan yang lebih baik. Itu semua juga untuk kepentingan bersama.
“Mohon bersabar. Semua sedang dipikirkan oleh pemerintah daerah. Kita ingin kedepan (kampung adat Sade) bisa lebih. Dan, banyak yang harua dipikirkan serta dipersiapkan,” tandasnya. (kir)


