BerandaBerandaSumsel Pelajari Tata Kelola Tambang Rakyat NTB

Sumsel Pelajari Tata Kelola Tambang Rakyat NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belajar bagaimana pengelolaan Wilayah Tambang Rakyat (WPR) untuk menjadi Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di. Khususnya terkait dengan proses perizinan dan pengelolaan pertambangan berbasis koperasi.

Dalam kunjungan kerja ke Pemprov NTB yang diterima Wakil Gubernur (Wagub) Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wagub Sumsel, Cik Ujang, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan pihaknya untuk mempelajari pengalaman NTB dalam mengelola pertambangan rakyat. Termasuk dengan bagaimana Pemprov yang saat ini masih menggodok revisi Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) sebagai payung hukum retribusi IPR tersebut.

“Kami, Provinsi Sumatera Selatan ini mau belajar dari NTB untuk wilayah penambangan rakyat itu karena di sini sudah mulai perizinannya,“ ujarnya di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya, Sumsel memiliki potensi pertambangan yang tak kalah melimpah dengan NTB. Selain batu bara dan emas, terdapat pula sejumlah komoditas mineral lainnya seperti galena dan bijih besi. Dengan ditetapkannya IPR di provinsi tersebut, potensi-potensi bumi Sumsel bisa lebih dimaksimalkan.

Ditambah lagi, ia menilai pengelolaan tambang rakyat melalui koperasi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan putra-putri daerah. Karena itu, Pemprov Sumsel akan mendorong jajarannya untuk berkomunikasi dengan dinas terkait di NTB untuk mempelajari proses pengadaan hingga penerbitan izin IPR.

“Nah ini kalau memang kooperasi ini berjalan di seluruh Indonesia khususnya di NTB dan Sumatera Selatan nanti yang pertamanya ini akan membantu masyarakat kita dan pasti dampak baik kepada masyarakat kita dan putra-putri daerah sini dan putra-putri daerah Sumatera Selatan,” katanya.

Hasil studi tiru dari NTB ini, sambungnya akan diterapkan di Sumsel, termasuk terkait regulasi dan mekanisme pengelolaan pertambangan rakyat. Adapun potensi pertambangan terbesar di Sumsel yaitu batu bara. Komoditas ini dikatakan telah lama dieksploitasi.

Ia menyebut terdapat lebih dari 100 aktivitas pertambangan batu bara di Sumsel. Selain batu bara, ada juga potensi beberapa komoditas lain, seperti emas, galena, dan batu besi juga dinilai cukup besar.

“Banyak juga mungkin di Sumatera Selatan ada 100 lebih yang menambah batu bara. Emas juga banyak, Galena juga ada. Batu besi juga ada. Sebenarnya kaya memang di situ,” jelasnya.

Dengan potensi sumber daya alam tersebut, ia menegaskan harus diikuti dengan tata kelola yang memberikan manfaat bagi masyarakat daerah. Salah satunya dengan pengelolaan melalui IPR yang dinilai bisa memberi nilai tambah kepada daerah dan masyarakat.

“Nah tinggal bagaimana kekayaan alam di provinsi kita ini kita kelola sendiri oleh putra-putri terbaik kita ini. Sebentar lagi pusat juga akan menetapkan titik WPR di Sumatera Selatan. Berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 83,” pungkasnya. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI