BerandaPemerintahanKota MataramKoperasi Kampung Nelayan Jadi Andalan

Koperasi Kampung Nelayan Jadi Andalan

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kelurahan Bintaro optimis mampu menekan angka kemiskinan ekstrem melalui Program Kelurahan Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB. Melalui program tersebut, kelurahan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp300 juta untuk memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

Sebagai wilayah pesisir yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, Kelurahan Bintaro menjadikan sektor perikanan sebagai fokus utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Kelurahan Bintaro memiliki sekitar 3.370 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 534 KK masih masuk kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Kondisi ini menjadikan Bintaro sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan terpadu melalui program pemberdayaan masyarakat.

Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengatakan sebagian besar warga selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan laut. Namun, ketidakpastian cuaca dan musim menyebabkan pendapatan nelayan sering kali tidak menentu.

Karena itu, kata Rudy, penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, melainkan juga dengan membangun usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Salah satu langkah yang kami usulkan melalui Program Kelurahan Berdaya adalah pembangunan Koperasi Kampung Nelayan di Lingkungan Bintaro Jaya,” ujarnya, Minggu (2/8).

Menurutnya, koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperluas akses permodalan, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Ia menjelaskan, pembentukan koperasi merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Potensi perikanan yang dimiliki Kelurahan Bintaro, lanjutnya, perlu dikelola secara lebih optimal agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kami ingin nelayan memiliki akses yang lebih baik terhadap permodalan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran hasil tangkapan,” katanya.

Rudy menambahkan, keberhasilan Program Kelurahan Berdaya tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga komitmen masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat kelurahan.

Melalui pengelolaan potensi perikanan yang lebih terorganisasi, pemerintah kelurahan berharap sektor tersebut dapat menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan ekstrem secara bertahap.

“Kalau masyarakat sudah memiliki pemasukan yang cukup, kami optimistis mampu menekan angka kemiskinan ekstrem secara bertahap,” pungkasnya. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI