BerandaBerandaPertama di Indonesia! Pertamina dan Pemprov NTB Luncurkan Program Trenggiling untuk LPG...

Pertama di Indonesia! Pertamina dan Pemprov NTB Luncurkan Program Trenggiling untuk LPG Tepat Sasaran

Mataram (globalfmlombok.com) —

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus (Sales Area NTB) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Hiswana Migas resmi meluncurkan inovasi terbaru bertajuk Program Trenggiling (Trade-In Tabung Keliling) di Mataram, Selasa (28/7/2026).

Program penukaran tabung LPG 3 kilogram (subsidi) ke Bright Gas 5,5 kg (non-subsidi) secara keliling ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Inovasi ini digagas untuk mendorong masyarakat mampu serta pelaku usaha agar beralih menggunakan LPG non-subsidi, sehingga kuota gas melon bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi warga kurang mampu.

Strategi “Jemput Bola” Pertamina Sasar Pelaku Usaha dan Kota

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah NTB, Dany Hutama Aji, menjelaskan bahwa Program Trenggiling mengusung metode “jemput bola”. Armada keliling Pertamina akan menyisir langsung kawasan perkotaan dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“Selama ini pangkalan lebih banyak menyediakan LPG 3 kg, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan produk non-subsidi sering mengalami kesulitan. Melalui Trenggiling, armada kami menyisir wilayah perkotaan dan pusat ekonomi agar konsumen dapat langsung melakukan trade-in ke Bright Gas 5,5 kilogram,” ujar Dany.

Sasaran utama armada Trenggiling meliputi:

  • Pelaku Usaha Komersial: Restoran, hotel, usaha laundry, dan UMKM skala menengah.

  • Masyarakat Mampu: Rumah tangga berkecukupan yang masih menggunakan tabung 3 kg.

Untuk menarik minat masyarakat, Pertamina juga memberikan berbagai penawaran menarik seperti potongan harga penukaran tabung (promo trade-in), serta rencana penambahan agen Non-PSO di Kabupaten Lombok Utara.

Dukung Pengentasan Kemiskinan Ekstrem hingga Nol Persen

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Lalu Wiranata, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi ini. Selain nama dan maskotnya yang mengusung satwa endemik dilindungi di NTB, program ini dinilai berpotensi besar memenangi ajang penghargaan inovasi nasional.

“Program ini sangat potensial. Kalau ikut lomba inovasi, saya yakin bisa menjadi juara karena baru pertama di Indonesia,” ungkap Wiranata.

Ia menambahkan, Disperindag NTB bersama Dinas ESDM, Pertamina, dan Bulog siap berkolaborasi mendukung program prioritas Gubernur NTB dalam mewujudkan Desa Mandiri Energi demi menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen.

Dorong Kesadaran Masyarakat Mampu untuk Beralih dari “Gas Melon”

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas ESDM NTB, H. Syamsuddin, menegaskan pentingnya kesadaran dari kelompok masyarakat ekonomi mampu untuk tidak memboikot hak warga miskin.

“Pemerintah Provinsi NTB berperan sebagai fasilitator agar kuota LPG subsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang kurang mampu. Ketika subsidi tepat sasaran, masyarakat yang membutuhkan memperoleh manfaat secara optimal,” tegas Syamsuddin.

Sinergi lintas sektor antara Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pertamina, dan Hiswana Migas diyakini menjadi kunci utama agar tata kelola distribusi energi di Nusa Tenggara Barat berjalan transparan, adil, dan sesuai regulasi.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI