Mataram (globalfmlombok.com)-
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah membenahi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui moratorium sementara. Langkah ini diambil bukan untuk menutup program, melainkan demi memastikan kelayakan dan keamanan fasilitas dapur dalam melayani masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan NTB II, H. Muazzim Akbar mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat bersama BGN serta dengan para mitra BGN beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut salah satunya dibahas terkait moratorium BMG. Menurut Muazzim moratorium dilakukan semata-mata untuk perbaikan dan evaluasi standar operasional prosedur (SOP).
“Moratorium dilakukan semata-mata karena perbaikan, bukan ditutup,” ujar Muazzim saat diwawancarai, akhir pekan kemarin.
Saat ini, pemerintah sedang menguji kelayakan 27.000 SPPG. Evaluasi ini mencakup pemeriksaan fasilitas dasar dapur, kelengkapan sertifikasi kesehatan, hingga ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Muazzim menjelaskan, SPPG yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kebersihan terpaksa akan ditutup. Namun, dapur yang memenuhi SOP dan telah melakukan perbaikan akan terus dipertahankan sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dari 27.000 itu, mungkin ada sekian SPPG yang tidak layak menjadi mitra BGN. Dengan berat hati, pemerintah akan menutup SPPG yang dianggap tidak layak. Namun, yang sudah memperbaiki dan memenuhi SOP, tentu akan tetap kita pertahankan,” tegas politisi PAN tersebut.
Nasib 13 Ribu SPPG Baru
Terkait dengan 13.000 unit SPPG yang sudah selesai dibangun tetapi belum sempat beroperasi akibat kebijakan moratorium, Muazzim meminta para mitra BGN dan masyarakat untuk tidak khawatir. Dapur-dapur tersebut akan masuk ke tahap verifikasi ulang setelah proses evaluasi 27.000 SPPG tahap awal selesai.
“Tidak mungkin pemerintah akan merugikan rakyatnya. Jika memang sudah sesuai dengan standar—punya dapur dan peralatan yang bagus, serta sertifikasi dari Dinas Kesehatan dan IPAL—kita akan rekomendasikan untuk menjalankan tugasnya,” pungkas Muazzim.(ris)


