BerandaPendidikanPenyalahgunaan Narkotika Tingkat Pelajar Masih Tinggi

Penyalahgunaan Narkotika Tingkat Pelajar Masih Tinggi

Mataram (globalfmlombok.com)Sumbawa Besar (globalfmlombok) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa mencatat tingkat prevalensi penyalahguna narkotika di kalangan pelajar masih tinggi. Dalam tiga tahun terakhir sebanyak 96 pelajar menjalani rehabilitasi.

“Angka penyalahgunaan narkotika di tingkat pelajar kita masih cukup tinggi. Bahkan di tahun 2025 dari 570 siswa SMP dan SMK yang kita screening sebanyak 72 orang siswa positif narkotika,” kata Kepala BNNK Kabupaten Sumbawa, AKBP Denny Priadi kepada Suara NTB, Kamis (23/7).

Ia melanjutkan, sementara untuk usia 15-25 tahun mencapai 59 orang di tahun 2025 meningkat dari tahun lalu mencapai 50 orang. Sementara dari jenis narkoba yang digunakan didominasi sabu sebanyak 85 persen.

“Jadi untuk pelajar SMP yang kita rehabilitasi ada 96 orang r dalam rentan 3 tahun terakhir dan rata-rata mereka terindikasi sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu, ” ucapnya.

Sementara untuk tingkat prevalensi penyalahguna narkotika di Sumbawa mencapai 1,73 persen dari total jumlah penduduk. Hal itu tentu menjadi atensi karena jika angka tersebut terus naik, maka target pemerintah untuk Indonesia emas 2045 akan sulit tercapai.

Momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 lanjut Denny, bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya narkoba. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa.

“Kegiatan yang kita laksanakan merupakan implementasi program prioritas BNN RI, yaitu Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR),” jelasnya.

Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sangat penting dilakukan,guna mengembangkan program teman sebaya. Program ini bertujuan untuk membentuk agen-agen perubahan di kalangan pelajar dan remaja yang mampu menjadi teladan sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya narkoba.

“Penanganan narkoba membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas narkoba,” harapnya.

Diiakuinya,banyaknya pelajar yang minta untuk direhabilitasi mengindikasikan bahwa pengguna narkobanya cukup tinggi. Meski demikian, pihaknya mengapresiasi banyaknya remaja yang sadar dan datang untuk dilakukan rehabilitasi.

Berdasarkan hasil asesemen para pengguna narkoba yang direhabilitasi rata-rata berawal dari mencoba dan ketagihan. Angka kunjungan rehabilitasi meningkat bukan karena kasusnya saja, melainkan kesadaran masyarakat untuk berubah sangat tinggi.

“Kami sangat diapresiasi, karena semakin banyaknya penyalahguna yang secara sukarela melaporkan diri maka kasus narkoba ini bisa ditekan,” tambahnya. (ils)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI