BerandaPendidikanSekolah Minim Siswa Harus Diperhatikan

Sekolah Minim Siswa Harus Diperhatikan

Mataram (globalfmlombok.com) – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk memberikan perhatian serius kepada sekolah yang belum memenuhi kuota siswa atau minim siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Langkah ini dinilai penting demi mencegah ketimpangan jumlah murid antarsekolah.

Ketua MKKS SMA NTB, H. Arofiq menyatakan bahwa kesenjangan jumlah siswa di sekolah-sekolah tertentu sebetulnya bisa dihindari. Langkah konkret yang harus diambil adalah memastikan seluruh pihak mematuhi regulasi yang tertuang dalam petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan siswa baru.

Menurut Arofiq, salah satu penyebab utama kekosongan kuota di sejumlah sekolah adalah maraknya dugaan praktik culas alias curang selama proses penerimaan siswa baru. Praktik nonprosedural seperti ‘titip-menitip’ siswa membuat aturan kerap dilanggar, sehingga calon siswa menumpuk di sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

Dampaknya dirasakan langsung oleh beberapa sekolah pinggiran. Sebagai contoh, SMAN 11 Mataram sejauh ini baru menerima 11 pendaftar dari tiga jalur yang dibuka, yakni jalur afirmasi,mutasi,dan prestasi. “Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 8 Mataram dan SMAN 10 Mataram yang kuota siswanya kerap tidak terpenuhi,” terangnya pekan kemarin.

Arofiq mendesak Disdikpora untuk lebih ketat memantau kondisi lapangan dan memprioritaskan sekolah yang kekurangan murid sebelum mengizinkan penambahan kuota di sekolah yang sudah penuh.

Ia menekankan bahwa penertiban praktik curang ini sangat krusial, bukan hanya demi pemerataan jumlah siswa, melainkan juga untuk menjaga integritas sistem pendidikan itu sendiri. “Kami berharap ada perubahan suasana. Tidak ada lagi titipan,tidak menabrak juknis. Kalau sekolah sudah penuh ya sudahlah,” pungkasnya.

Sekretaris Panitia SPMB NTB, Muazzam memastikan pihaknya akan segera mengambil tindakan apabila ada praktik curang yang dilakukan sekolah saat penerimaan siswa baru. Disdikpora akan berkoordinasi dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, untuk memetakan sekolah-sekolah yang masih kekurangan pendaftar guna diberikan intervensi khusus.

Sebagai solusi jangka pendek, calon siswa yang belum lolos di sekolah pilihan pertama akan langsung diarahkan untuk mengisi kuota di sekolah yang masih lowong.

“Kalau misalnya sekolah-sekolah itu masih belum terpenuhi kuotanya dan ada anak-anak yang belum mendapatkan tempat, nanti ada peran yang harus kita lakukan di situ untuk memfasilitasi anak-anak yang belum dapat itu, tentu di tempat-tempat yang masih lowong,” jelas Muazzam.

Selain melakukan intervensi sistem, Muazzam juga mengimbau para orang tua untuk bersikap fleksibel dan bersedia mengarahkan anak-anak mereka ke sekolah yang kuotanya masih terbuka. Ia menegaskan bahwa label sekolah favorit sudah tidak relevan, karena kualitas pendidikan di NTB kini sudah merata.

“Sekali lagi sering saya sampaikan ke orang tua, mutu sekolah kita sudah hampir relatif sama. Jadi mau SMA mana itu kita upayakan mutunya setara, sehingga tidak usah terlalu khawatir untuk bersekolah,” katanya. (sib)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI