Mataram (globalfmlombok.com) – Pembangunan fisik gedung DPRD NTB yang hangus terbakar pada saat aksi pada Agustus tahun 2025 lalu rencananya dimulai tahun 2027. Saat ini, proses pembahasan masih pada tahap perencanaan, tahap ini dinilai akan memakan waktu paling lambat enam bulan sejak dimulai pada Mei lalu.
Demikian disampaikan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD NTB, Hendra Saputra, kemarin. Setelah proses perencanaan yang diprediksi bisa tuntas tahun ini, ungkapnya, akan dilakukan proses lelang. Setelah proses lelang tuntas, kemudian proses pembangunan fisik dimulai.
“Nanti langsung lelang konstruksi. Kemungkinan tahun ini sesuai dengan target rencana. Selesai lelang, langsung pembangunan, target selesai pembangunan juga tahun depan,” ujarnya.
Menyinggung soal anggaran pasti yang dibutuhkan untuk membangun ulang gedung tiga lantai tersebut, mantan Kepala Biro Umum Setda NTB ini mengaku belum mengetahui pasti. Apalagi pembangunan gedung hingga kini masih dalam proses perencanaan.
“Anggarannya tanya Kementerian. Karena perencanaan kan sedang jalan, apakah anggarannya cukup dengan yang sudah dihitung kementerian. Menyesuaikan lah,” katanya.
Sebelumnya, ia menyampaikan biaya pembangunan gedung baru para anggota dewan tersebut diperkirakan akan menelan biaya Rp200 miliar yang dianggarkan melalui APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pembangunan gedung DPRD NTB ini sudah dibahas bersama instansi terkait, termasuk Kementerian PU. Nantinya, pembangunan gedung DPRD NTB bersifat baru bukan seperti rencana awal renovasi gedung. “Nanti bangunan baru ini akan mundur 20 meter dari gedung yang ada sekarang,” katanya.
Menurutnya, Kementerian PU segera melakukan rencana lelang perencanaan pembangunan gedung utama DPRD NTB, sedangkan desain bangunan akan dilakukan lelang. Setelah lelang perencanaan selesai dilakukan, dilanjutkan dengan penyusunan detail engineering design (DED) dan lelang fisik.
Pembangunan gedung baru ini, rencananya akan tahan gempa hingga skala 9,8 magnitudo. Kekuatan konstruksi akan ditingkatkan dari kapasitas semula yang tahan gempa hingga 6-7 magnitudo. Konstruksi kokoh gempa ini dibangun karena NTB merupakan salah satu daerah yang rawan bencana gempa bumi. (era)


