BerandaBerandaHarga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Laut Ikut Naik

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Laut Ikut Naik

Mataram (globalfmlombok.com) – Kenaikan harga tiket pesawat mulai terlihat adanya peralihan sebagian masyarakat ke moda transportasi laut, kendati peningkatan jumlah penumpang masih berada dalam kategori normal.

Ketua Gapasdap Cabang Lembar, Firman Dandy, mengatakan hingga awal Juni 2026, kenaikan jumlah penumpang kapal laut hanya berkisar 5 hingga 10 persen. Peningkatan tersebut terutama terjadi pada lintasan Lombok–Surabaya yang selama ini menjadi salah satu jalur utama perjalanan masyarakat NTB menuju Pulau Jawa.

“Belum ada kenaikan yang signifikan. Kalau ada peningkatan, paling sekitar 5 sampai 10 persen saja. Itu pun masih dalam batas wajar,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Firman, kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya masih berlangsungnya masa ujian sekolah sehingga mobilitas masyarakat belum meningkat. Lonjakan penumpang diperkirakan baru akan terlihat setelah memasuki musim liburan sekolah.

Ia mengakui adanya kecenderungan sebagian masyarakat beralih menggunakan kapal laut sebagai alternatif setelah harga tiket pesawat mengalami kenaikan. Namun perpindahan tersebut belum terjadi dalam skala besar.

“Memang ada gejala masyarakat mulai beralih ke transportasi laut karena tiket pesawat yang lebih mahal. Tetapi peningkatannya belum terlalu tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, pada lintasan penyeberangan Lembar–Padangbai, Bali, kondisi penumpang jug masih relatif normal. Berdasarkan pemantauannya, baik kapal cepat maupun kapal ferry reguler belum menunjukkan lonjakan penumpang yang berarti.

Firman menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini turut memengaruhi tingkat perjalanan antardaerah. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan biaya hidup membuat masyarakat lebih selektif dalam melakukan perjalanan.

“Sepertinya faktor ekonomi cukup berpengaruh. Masyarakat mungkin masih menunggu momentum tertentu, terutama saat libur sekolah, baru melakukan perjalanan,” ujarnya.

Di sisi lain, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah juga belum berdampak langsung terhadap layanan penyeberangan. Tarif kapal masih tetap dan tidak mengalami perubahan.

Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan pelayaran, khususnya untuk pengadaan suku cadang kapal yang masih bergantung pada impor.

“Kalau untuk operasional penyeberangan saat ini belum ada dampak langsung. Tetapi beberapa spare part kapal masih diimpor dan transaksinya menggunakan dolar, sehingga tentu perlu diwaspadai jika kondisi ini berlangsung lama,” jelasnya.

Hingga saat ini, layanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar masih ditopang sekitar 20 hingga 21 kapal yang beroperasi aktif. Jumlah ini dianggap lebih dari cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat karena belum terjadi antrean kendaraan maupun penumpang saat ini.
“Kapasitas armada sangat mencukupi. Belum ada kebutuhan penambahan kapal karena kondisi operasional masih normal,” pungkas Firman. (bul)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI