Mataram (globalfmlombok.com)-
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) memprediksi potensi hujan di wilayah NTB mulai berkurang seiring masuknya periode musim kemarau pada awal Juni 2026. Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lazim terjadi pada musim kemarau.
Forecaster on duty BMKG Stasiun Klimatologi NTB Anggitya Pratiwi dalam rilisnya Minggu 31 Mei 2026 menyebutkan, berdasarkan laporan iklim dasarian III Mei 2026, pihaknya mencatat curah hujan di NTB masih bervariasi, mulai kategori rendah hingga tinggi. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Labangka, Kabupaten Sumbawa, dengan akumulasi mencapai 168 milimeter per dasarian.
Sementara itu, sifat hujan di berbagai wilayah NTB berada pada kategori bawah normal hingga atas normal. Kondisi hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) juga menunjukkan variasi cukup lebar, mulai kategori sangat pendek, yakni 1-5 hari, hingga panjang atau 21-30 hari.
“HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, yang mengalami 30 hari tanpa hujan,” ujarnya.
BMKG menjelaskan, sejumlah indikator iklim global dan regional mulai menunjukkan kecenderungan menguatnya musim kemarau. Hasil pemantauan menunjukkan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada kondisi netral dengan indeks minus 0,59. Namun, kondisi tersebut diperkirakan berubah menjadi IOD positif mulai Juli 2026.
Di sisi lain, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 menunjukkan fenomena El Nino lemah dengan indeks plus 1,0. BMKG memperkirakan El Nino akan berkembang menjadi kategori moderat mulai Juni 2026.
Kondisi atmosfer saat ini juga didominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Suhu muka laut di perairan Indonesia umumnya berada pada kondisi normal hingga hangat. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), yang berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di kawasan tropis, masih terpantau aktif dan diprediksi berlanjut hingga akhir dasarian III Mei.
Meski demikian, peluang hujan masih ada pada dasarian I Juni 2026 atau periode 1-10 Juni. BMKG memprediksi peluang hujan dengan intensitas lebih dari 20 milimeter per dasarian berkisar 10-30 persen di hampir seluruh wilayah Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa Barat, serta sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa.
Dalam laporan tersebut, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi. Namun, peringatan dini kekeringan meteorologis level waspada telah diterbitkan untuk Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima.
BMKG Stasiun Klimatologi NTB mengimbau masyarakat agar mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau. Selain menghemat penggunaan air, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase dan aliran air, serta memantau kondisi debit air di wilayah masing-masing.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca dan iklim terbaru guna mengantisipasi potensi bencana maupun kerugian yang dapat timbul dalam berbagai aktivitas, termasuk sektor pertanian, perikanan, dan pengelolaan sumber daya air.(ris/r)


