BerandaHukum&KriminalMahasiswi Unram di Gomong Diduga Sudah Dua Hari Meninggal Saat Ditemukan

Mahasiswi Unram di Gomong Diduga Sudah Dua Hari Meninggal Saat Ditemukan

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram masih menggencarkan penyelidikan pada kasus meninggalnya mahasiswi di kamar kos di wilayah Gomong, Kota Mataram, Senin (18/5/2026) lalu.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, mahasiswi Universitas Mataram tersebut diperkirakan telah meninggal dunia selama dua hari saat ditemukan.

“Korban saat ditemukan diduga telah meninggal dua hingga tiga hari sebelumnya,” katanya, Minggu (24/5/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih fokus meminta keterangan saksi-saksi yang ada. Terakhir, ada 12 orang yang telah menjalani pemeriksaan di Polresta Mataram. “Dan kami masih meminta keterangan terkait saksi lainnya,” tambahnya.

Selain keterangan saksi, tim penyelidik juga masih mengumpulkan barang bukti lain seperti rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Pada Sabtu (23/5/2026), aparat juga telah menurunkan anjing pelacak di kos tempat korban tinggal. Penurunan anjing pelacak tersebut untuk mencari bukti tambahan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dharma membeberkan, pihaknya saat ini juga masih menunggu hasil autopsi dari dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. “Kita intinya masih melakukan penyelidikan mendalam,” tandasnya.

Sebagai informasi, perempuan berinisial NDR (21) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa itu pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh sepupunya yang merasa curiga karena tidak bisa menghubungi korban sejak beberapa hari.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, korban sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, saat itu saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, saksi mencoba kembali menghubungi korban, tetapi handphone korban sudah tidak aktif. Sekitar pukul 21.00 Wita, saksi bersama sepupunya mendatangi kamar kos korban.

Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap. Saksi beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada respons. Karena sepeda motor korban juga tidak terlihat, saksi sempat mengira korban sedang keluar.

Karena merasa curiga, saksi kemudian kembali bersama beberapa rekannya untuk memastikan kondisi korban. Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar.

Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala lingkungan setempat yang selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Selaparang bersama Unit Identifikasi Polresta Mataram langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pemulangan jenazah setelah proses autopsi selesai dilakukan. (mit)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI