Praya (globalfmlombok.com) – Sebanyak tiga Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Penyebabnya beragam, mulai dari sakit hingga meninggal dunia. Selain itu, dua CJH lainnya juga berpotensi batal berangkat karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi, mengatakan hingga saat ini lebih dari 780 CJH asal Loteng telah diberangkatkan melalui dua kelompok terbang (kloter).
Ia menjelaskan, pada kloter 2 terdapat satu CJH yang gagal berangkat akibat mengalami stroke. Sementara pada kloter 7, dua CJH lainnya tidak dapat melanjutkan keberangkatan karena sakit dan meninggal dunia.
“Di kloter 7 ini ada dua CJH yang harus tertunda keberangkatannya meski sudah masuk asrama haji, karena sakit dan harus menjalani perawatan medis di RSUD NTB,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Loteng, Senin (4/5/2026).
Untuk CJH yang meninggal dunia, keberangkatannya telah digantikan oleh ahli waris. Sementara CJH yang sakit dipastikan tidak kehilangan hak berangkat, melainkan akan diprioritaskan pada musim haji tahun berikutnya jika kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Prinsipnya tidak dihapus, hanya tertunda. Tahun depan tetap diprioritaskan berangkat jika sudah pulih,” katanya.
Syamsul Hadi menambahkan, masih terdapat dua kloter tersisa yang akan diberangkatkan, yakni kloter 12 dan kloter 15, dengan total lebih dari 300 CJH. Berbeda dengan kloter sebelumnya yang mendarat di Madinah, dua kloter ini dijadwalkan langsung menuju Mekkah.
“Pemberangkatan terakhir direncanakan pada 9 Mei 2026,” ujarnya.
Secara umum, proses pemberangkatan CJH Loteng tahun ini berjalan lancar. Seluruh dokumen administrasi telah disiapkan dengan baik dan tidak ada jemaah yang tertahan dalam proses keberangkatan ke Tanah Suci.
Ia juga memastikan komunikasi dengan petugas haji di Arab Saudi terus dilakukan untuk memantau kondisi jemaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus.
“Terutama CJH lansia, itu yang kami perhatikan betul agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 68 CJH lansia asal Lombok Tengah telah berada di Tanah Suci. Pemerintah berharap seluruh proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tiga CJH Lombok Tengah Dipastikan Gagal Berangkat “


