Mataram (globalfmlombok.com) – Ketersediaan minyak goreng subsidi di Kota Mataram masih mengalami kelangkaan. Kondisi ini dipicu terbatasnya pasokan dari distributor, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akibat kenaikan harga minyak goreng premium.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, menjelaskan bahwa stok minyak goreng premium di pasar tradisional maupun ritel modern masih relatif aman. Namun, lonjakan harga membuat masyarakat beralih ke minyak goreng bersubsidi.
Menurut dia, tingginya permintaan terhadap minyak goreng merek MinyaKita menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan. Pasokan yang terbatas dari distributor tidak mampu mengimbangi kebutuhan di lapangan.
“Ada pengiriman dari Bulog ke beberapa mitra di pasar tradisional, tetapi jumlahnya terbatas,” ujar Nida saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).
Ia mengakui, konsumen lebih memilih MinyaKita karena harganya lebih terjangkau, yakni sekitar Rp15.700 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng premium saat ini berkisar antara Rp21.000 hingga Rp23.000 per liter.
Untuk mengantisipasi pembelian berlebihan, penjualan minyak goreng subsidi dibatasi maksimal dua liter per konsumen. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi lebih merata dan tidak terjadi penimbunan oleh masyarakat.
Nida tidak menampik bahwa kelangkaan juga disebabkan pengurangan distribusi dari pabrik. Saat ini, mitra di pasar tradisional hanya menerima sekitar 30 dus, turun dari sebelumnya 60 dus.
“Keterbatasan ini belum diketahui sampai kapan. Kami akan mengumpulkan distributor untuk membahas kenaikan harga minyak goreng premium sekaligus mencari penyebabnya,” katanya.
Ia menduga kenaikan harga minyak goreng premium salah satunya dipicu meningkatnya harga bahan kemasan seperti plastik kresek, yang turut memengaruhi harga jual di pasaran.
Di sisi lain, masyarakat merasakan langsung dampak kelangkaan tersebut. Yeyen, salah satu pengunjung Pasar Mandalika, mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi karena stok di banyak toko kosong.
“Hampir semua toko tidak jual karena stok habis. Padahal ini yang paling dicari karena harganya murah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi di pasaran. Menurutnya, kondisi ini berpotensi berdampak lebih luas, terutama di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Minyak Goreng Subsidi Langka “


